Chimica et Natura Acta
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
Optimasi Kondisi Pemisahan Senyawa Flavonoid dari Fraksi Polar Erythrina poeppigiana Menggunakan Alat Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Preparatif
Teknik pemisahan sangat diperlukan dalam mengisolasi senyawa-senyawa yang mempunyai bioaktivitas untuk memperoleh senyawa murni dalam suatu riset pengembangan di bidang kimia organik bahan alam hayati. Senyawa yang diisolasi dari jaringan tumbuhan secara alamiah berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lainnya, oleh karena itu perlu dipilih teknik pemisahan dan pemurnian yang sesuai. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Preparatif merupakan salah satu instrumen pemisahan modern yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan campuran senyawa dengan daya pisah tinggi, cepat (throughput tinggi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kondisi optimum pemisahan senyawa flavonoid dari fraksi polar Erythrina poeppigiana menggunakan sistem KCKT preparatif. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan : Ekstraksi dan Fraksionasi, proses pemisahan dan pemurnian, analisis KCKT analitik fraksi polar E. poeppigiana, penentuan kondisi optimum KCKT preparatif dengan menggunakan kolom C18 meliputi; konsentrasi sampel yang diinjeksikan, pemilihan fasa gerak, dan laju alir pada panjang gelombang deteksi 254 nm dan 365 nm. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi pemisahan yang optimum dari fraksi polar E. poeppigiana yaitu pada konsentrasi sampel 3000 ppm dan fase gerak campuran metanol dan air (7:3,v/v) dengan kecepatan laju alir 5,28 mL/menit kromatogram hasil KCKT yang dihasilkan menunjukkan satu puncak. Kondisi optimum yang diperoleh tersebut selanjutnya digunakan oleh peneliti untuk memisahkan senyawa-senyawa dalam fraksi polar E.poeppigiana yang dikerjakan di laboratorium
Fotokatalisis Komposit Silika Sekam Padi Modifikasi Seng Oksida Untuk Menurunkan Konsentrasi Kromium(VI)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan silika sekam padi untuk meningkatkan efektifitas degradasi limbah oleh fotokatalis ZnO/SiO2. Hasil sebelumnya ZnO/SiO2 komposisi 95/5 (w/w) telah menurunkan konsentrasi kromium yang ada dalam buangan limbah hasil praktikum sebesar 82,6%. Tahapan penelitiannya dengan preparasi arang sekam padi dengan menggunakan tabung pirolisis kemudian diekstraksi untuk menghasilkan silika, pembuatan komposit ZnO/SiO2 dengan komposisi 95/5; 90/10; dan 85/15 serta uji aktivitas dalam menurunkan konsentrasi kromium(VI). Hasil SEM-EDS menunjukkan sudah terbentuknya komposit SiO2 pada ZnO. Penurunan konsentrasi kromium(VI) sebesar 83,3% pada komposisi silicon dioksida 90/10 (w/w)
Studi Kinetika Adsorpsi Emas Menggunakan Kulit Mangga (Mangifera indica) Termodifikasi Asam Sulfat
Teknik recovery emas(Au) yang berkembang bersifat berbahaya dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis adsorben ramah lingkungan termodifikasi secara kimia dengan asam sulfat dari kulit mangga. Adsorben hasil sintesis selanjutnya diaplikasikan sebagai penyerap selektif emas(Au) dalam larutan. Nilai kapasitas, konstanta laju dan energi adsorpsi ditentukan dengan uji kinetika adsorpsi. Penelitian diawali dengan sintesis adsorben termodifikasi asam sulfat dari kulit mangga. Produk sintesis dikarekterisasi menggunakan FTIR dan SEM sebelum maupun sedudah menyerap emas. Data kandungan emas setelah proses adsorpsi diukur dengan alat AAS. Spektra FTIR menunjukan keberhasilan sintesis adsorben kulit mangga termodifikasi asam sulfat dan interaksinya dengan emas(Au). Hasil SEM menunjukan perbedaan bentuk permukaan adsorben sebelum dan sesudah menyerap emas. Proses adsorpsi emas oleh adsorben yang disintesis mengikuti model kinetika orde dua semu (pseudo-2) dengan nilai kapasitas, konstanta laju, dan energi adsorpsi adalah 130 mmol/kg, 0,1137 mM-1s-1 dan 5442,72 J/mol
Aktivitas Antimalaria Berbasis Penghambatan β-Hematin dalam Ekstrak Air Daun Jung Rahab (Baeckea frutecens L)
Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Anopheles. Jung rahab (Bruckea frutescens L) diketahui memiliki aktivitas dalam menekan pertumbuhan Plasmodium falciparum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa kimia yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria berbasis penghambatan β-hematin dalam ekstrak air daun jung rahab. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah ekstraksi daun jung rahab dengan air, kromatografi kolom, skrining hasil fraksinasi kolom, Kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif dan identifikasi senyawa kimia berdasarkan interpretasi spektra FT-IR dan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria berdasarkan interpretasi spektra FTIR dan GCMS adalah kariofilen
Identifikasi Dan Karakterisasi Profil Asam Lemak Virgin Coconut Oil Dengan Penambahan Ekstrak Etanol Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)
Hasil perkebunan kelapa di Provinsi Bali cukup banyak namun pemasarannya dalam bentuk produk diversifikasi masih belum maksimal, contohnya virgin coconut oil (VCO). Virgin coconut oil mempunyai harga jual tinggi serta berbagai manfaat di bidang kesehatan maupun kosmetik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar bilangan peroksida, asam lemak bebas, serta kapasitas antioksidan VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih serta mengetahui profil asam lemak bebas VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih. Metode penelitian ini adalah rancangan the pretest – posttest control group design dengan perlakuan 3 konsentrasi ekstrak etanol kunyit putih yaitu 5%, 10% dan 15% serta diukur pada awal, 1 minggu, 2 minggu, dan 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan kadar bilangan peroksida tidak terdeteksi pada semua sampel. Kadar asam lemak bebas VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih berkisar pada (0,16 – 0,21%). Kapasitas antioksidan VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih berkisar pada (0,94 – 13,83 mg/L GAEAC). Profil asam lemak VCO dengan penambahan ekstrak etanol kunyit putih adalah asam kaproat, asam kaprilat, asam kaprat, asam laurat, asam miristat, asam stearate, dan asam palmitat
Kajian Substitusi Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet) Terhadap Nasi Kecambah Sorgum Merah
Nasi sorgum memiliki nutrisi yang setara dengan nasi beras padi. Namun permasalahan yang terdapat dalam sorgum yaitu mengandung zat antinutrisi seperti tanin yang cukup tinggi dan memiliki kualitas protein rendah karena kurangnya kandungan lisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan keeratan substitusi kacang komak terhadap daya cerna protein nasi sorgum merah. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif (regresi korelasi). Percobaan terdiri dari 6 perlakuan yaitu dengan penambahan kacang komak sampai dengan 50% pada beras sorgum dan beras kecambah sorgum. Hasil penelitian ini menunjukkan nasi kecambah sorgum merah dengan penambahan kacang komak akan meningkatkan kadar tanin sebesar 0,189%. Kadar protein pada nasi kecambah sorgum merah sebesar 7,314%. Daya cerna protein pada nasi kecambah sorgum yaitu sebesar 57,605%. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara substitusi kacang komak dan pengecambahan pada nasi sorgum merah dan dapat meningkatakan kadar protein dan daya cerna protein, dan menurunkan kadar tanin
Comparative Study of References and Protein Quantifications Using Biuret-Spectrophotometric Method
Comparison between the references and the quantification of biuret standard curves can be performed using statistical methods. The objective of this study was to select a method of protein quantification of the biuret-spectrophotometric based on the similar standard curve of the compound. The study used experimental methods in the laboratory and references from a comparative scheme of mean that has categories of statistics called academic and practical terms. Two standard curves were tested with the reference data. The academic way was performed with a comparison of 11.779-12.401% confidence, and the quantification of the results of the protein mean of 8.211% and 10.17% showed no significant difference. The practical methods were carried out with the original reference data of 10.8-12.8%, and the result of the test confidence values of 9.163-11.180% and 7.596-8.826% showed different accuracy results. The quantifications of the protein biuret method displayed different results on how to compare according to academic and practical ways. The quantification method using the Biuret-spectrophotometric practical way shows accuracy by a certain standard curve compared with the original values of references
Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Minyak Atsiri Daun Asam Jungga (Citrus jambhiri Lush)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa kimia yang terdapat pada minyak atsiri daun asam jungga (Citrus jambhiri Lush) serta menguji aktivitas antioksidan dan antibekteriminyak atsiri tersebut. Minyak atsiri daun asam jungga diisolasi dengan metode hidrodestilasi menggunakan alat Stahl. Minyak atsiri diperoleh sebanyak 3,6 g (0,8%) dari 450 g serbuk kering daun asam jungga. Berdasarkan analisis GC-MS yang dilakukan minyak atsiri daun asam jungga memiliki 10 senyawa kimia, namun sebanyak 9 senyawa yang dapat diinterpretasi. Kesembilan senyawa kimia tersebut adalahγ-terpinen (36,67%), toluena (18,15%), β-osimen (9,35%), 1-metil-2-(1-metiletil)-benzena (8,85%), limonen (8,78%), β-pinen (7,80%), germasren (6,39%). α-thujen (1,69%) dan 2,3,5-trimetil-1,3,6-heptatriena (1,41%).Aktivitas antioksidan minyak atsiri daun asam jungga diuji berdasarkan metode penangkapan radikal bebas DPPH (2,2–diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan aktivitas antibakteri diuji berdasarkan metode difusi kertas cakram. Minyak atsiri daun asam jungga memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 52,14 µg/mL sedangkan asam askorbat sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 12.08 µg/mL dan aktivitas antibakteri dengan kategori sedang terhadap bakteri Bacillus cereus dan Eschercia coli pada konsentrasi 40% (v/v) dengan zona bening masing-masing sebesar 14,7 dan 14,4 mm
Pembuatan Spektrofotometer Edukasi Untuk Analisis Senyawa Pewarna Makanan
Peralatan laboratorium merupakan unit fungsional terkecil di laboratorium untuk pengembangan suatu bidang ilmu. Berdasarkan piramida pembelajaran Edgar Dale dengan pendidikan yang berbasis eksperimen atau melakukan hal yang nyata dapat meningkatkan pemahaman dan daya ingat sekitar 90%. Spektrofotometer UV-Vis merupakan salah satu instrumen yang dapat mendukung proses pembelajaran berbasis eksperiman, yang penting dalam analisis kimia. Instrumen ini digunakan untuk menguji sampel tertentu yang berorientasi pada analisis kualitatif dan kuantitatif pengukuran warnanya (colorimetry). Spektrofotometri edukasi dirancang berdimensi (10 × 10 × 8) cm3 yang terbuat dari bahan fiberglass dengan menggunakan sumber cahaya dari LED berwarna violet, biru, hijau, dan merahdengan panjang gelombang 466, 471, 527, dan 621 nm. Uji linearitas pada spektrofotometri edukasi ini didapatkan nilai terbaik pada pengukuran menggunakan brilliant blue menghasilkan persamaan y = 0,0094x + 0,007 dengan koefisien korelasi 0,9949 pada rentang konsentrasi 1 sampai 75 ppm dan batas konsentasi terendah yang terdeteksi 1 ppm, sedangkan untuk konsentrasi optimal berkisar 75 ppm. LOD dan LOQ yang didapat dari pengukuran nilai blanko yaitu 0,1494 dan 0,4980 ppm. Pada spektrofotometer edukasi ini memiliki akurasi dan presisi sebesar 87,75 % dan 99,35 %. Data-data pengukuran tersebut menunjukkan bahwa spektrofotometer edukasi ini dapat digunakan sebagai alat pengukuran bahan pewarna
Kualitas Warna Benih Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Oranda Pada Berbagai Tingkat Pemberian Tepung Spirulina platensis
Warna yang cemerlang merupakan salah satu parameter kualitas dan nilai jual pada ikan koki Oranda (Carassius auratus). Karotenoid merupakan komponen alami dalam pembentuk pigmen warna yang memberikan pengaruh cukup baik terhadap warna orange pada ikan koki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian tepung Spirulina platensis terhadap kecerahan warna benih ikan mas koki. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2017 di Laboratorium Akuakultur Gedung 2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Keenam perlakauan tersebut adalah pemberian tepung S. platensis sebanyak 0%, 1%, 3%, 5%, 7%, 9%. Parameter yang diamati adalah nilai warna. Data hasil pengamatan warna dianalisis menggunakan analisis Kruskal-Wallis, jika terdapat perbedaan nyata dilakukan uji Z. Uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter, jika terdapat perbedaan nyata maka dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung S. platensis sebanyak 9% memberikan pengaruh terhadap peningkatan warna terbaik pada ikan mas koki Oranda