195 research outputs found

    PEMETAAN SEBARAN SPASIAL KUALITAS AIR UNSUR HARA PERAIRAN TELUK LAMPUNG

    Get PDF
    Lampung Bay plays an importantrole for the terestriel area that surroundsit. Run Of any river that containdomestic waste into the Lampung Bayhas threatened the water quality condition.The purpose of the research is to analyzewater quality and nutrient horizontal distributionin Lampung Bay.This research washeld in April 2012, where spatial and temporalsurvey methods was used in this researchby performing a direct physical andchemical measurement. The results showeda range of water quality and nutrient compositionin the Lampung Bay as follows:temperature 28.9 - 31oC, depth 13 - 42,8m, visibility 5 - 16.5 m, Current speed 5 -35 m/s, pH 8.02 - 8.64, salinity 33o/oo, SuspendedSolid 27 - 86 mg/l, Dissolve oxygen4,62 - 6.78 mg/l, Nitrate 0.002 - 0.38 mg/land phosphat 0.01 - 0.48 mg/l. At Overall,nutrient composition shown a narrowrange, however condition of water qualitystill in normal conditio

    KORELASI ASIAN MONSOON, EL NINO SOUTH OSCILATION DAN INDIAN OCEAN DIPOLE TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN DI PROPINSI LAMPUNG

    Get PDF
    Perairan Asia Tenggara dan sekitarnya memiliki variabilitas laut-atmosfer yang besar akibat dari fluktuasi parameter oseanografi yang berasal dari perairan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia pada arah zonal dan pada arah meridional berasal dari Laut Cina Selatan, perairan utara dan selatan Jawa dan perairan barat Australia. Fenomena yang dominan mempengaruhi variabilitas laut-atmosfer di wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya adalah Muson, Dipole Mode (DM) dan El Nino Southern Oscillation (ENSO) dengan siklus waktu dari musiman sampai antar tahunan. Penelitian sebelumnya yang dilakukan lebih banyak mengkaji Muson, DM dan ENSO secara individu dari fenomenanya itu sendiri, tidak secara komprehensif mengarah kepada kemungkinan adanya interaksi satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji variabilitas lautatmosfer dan proses dinamika interaksi antara Muson, DM dan ENSO secara simultan terhadap curah hujan di Propinsi Lampung. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan metode yang dapat mendekomposisi sinyal tersebut baik pada skala ruang maupun waktu dari hasil interaksi antara Muson, DM dan ENSO. Analisis yang digunakan meliputi transformasi wavelet kontinyu dan korelasi silang transformasi wavelet. Dari analisis transformasi wavelet kontinu, koherensi maupun transformasi silang diperoleh kesimpulan bahwa pola curah hujan di wilayah lampung sangat dipengaruhi oleh pengaruh musiman atau adanya pengaruh WNPMI dibandingkan dengan pengaruh DMI dan SOI, akan tetapi arah fase yang berlawanan menunjukkan adanya pola pergantian pengaruh yang terjadi. DMI berpengaruh pada periode 6 bulanan, sedangakan SOI berpengaruh pada fase 12 bulana

    STUDI POTENSI TERIPANG DI PERAIRAN BANGKA SEBAGAI SUMBER STEROID UNTUK SEX REVERSAL IKAN NILA

    Get PDF
    Teripang merupakan salah satupotensi perikanan dan kelautan BangkaBelitung. Selama ini, teripang dimanfaatkansebagai bahan makanan maupunproduk olahan. Padahal, teripang diketahuimengandung bahan aktif steroid yangdapat difungsikan untuk berbagai keperluan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuipotensi teripang yang ada di PerairanBangka dan menganalisis potensi senyawabioaktif steroid yang terkadung untuksex reversal ikan nila. Berdasarkan hasilpenelitian yang dilakukan di TanjungGunung diperoleh jenis teripang yang dominanadalah teripang karang (Holothurianobilis), teripang getah (H. leucospilota),dan teripang dada merah (H. edulis). Setelahdilakukan uji kualitatif potensi steroiddengan uji visualisasi warna LiebermanBurchard diperoleh hasil positif steroidterhadap ketiga jenis teripang tersebut

    TOKSISITAS DAN KEMAMPUAN ANESTETIK MINYAK CENGKEH (Sygnium aromaticum) TERHADAP BENIH IKAN PELANGI MERAH (Glossolepis incisus)

    Get PDF
    The research of cloves oil (Sygniumaromaticum) as anesthetic materialto rainbow fish (Glossolepis incisus) wasinvestigated with the lethal concentration(LC50-48 hours), effective concentration (EC50-1 hours), time passed out and recovery timeafter conscious. Data analysis by usingprobit was conducted to find out the valueof LC_50-48 and linear regression analysisused to find recovery time after conscious.The results showed that LC50-48 hours valueis 0,273 ml/L and EC50-1 hours valueis 0,159 ml/L. Cloves oil at concentrations0,159 ml/L was used as anesthetic within50% rainbow fish stock during 40,02 minutesand time to recovery is 3,54 minutes

    STRATEGI PENGATURAN PENANGKAPAN BERBASIS POPULASI DENGAN ALAT TANGKAP BUBU RANGKAI PADA PERIKANAN RAJUNGAN: STUDI KASUS DI PERAIRAN KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA

    Get PDF
    Perikanan rajungan di PerairanKabupaten Konawe, Sulawesi Tenggaradilingkupi permasalahan kurang efisiennyaalat tangkap yang digunakan (bubutunggal dan jaring insang dasar) yangberdampak pada tekanan terhadap populasirajungan. Penggunaan bubu rangkaidiharapkan dapat mengatasi permasalahantersebut. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis ukuran dan kematangan gonadrajungan hasil tangkapan bubu rangkaiberdasarkan fase bulan serta efisiensiekonomis alat tangkap ini. Hasil penelitianmenunjukkan kecenderungan lebar karapaksdan bobot individu rata-rata yanglebih tinggi pada fase bulan awal terangdan fase bulan terang, walaupun rata-ratajumlah individu yang tertangkap per tiriplebih tinggi pada fase bulan terang danawal gelap. Hanya sedikit rajungan matanggonad yang tertangkap. Strategi yang dapatditerapkan untuk meningkatkan sifatramah lingkungan bubu rangkai adalah: Bubudipasang pada kedalaman >15 meteruntuk memperoleh ukuran yang lebih besar;Operasi penangkapan dapat difokuskanpada fase bulan awal terang dan teranguntuk memperoleh bobot individu yang lebih besar; Bila tertangkap rajungan denganlebar karapaks < 10cm atau betina matanggonad dapat dilepas kembali ke alam;Untuk efisiensi pemasaran, hasil tangkapandapat ditampung sementara dalam kurungantancap dan diberi pakan ikan rucah.Usaha penangkapan rajungan denganbubu rangkai layak dan menguntungkan secaraekonomis dengan nilai NPV Rp. 84 .098 . 870, B/C - ratio 23 dan IRR 605 %

    KERAPATAN DAN PENUTUPAN LAMUN PADA DAERAH TANGGUL PEMECAH OMBAK DI PERAIRAN DESA TEREBINO PROPINSI SULAWESI TENGAH

    Get PDF
    Waters Terebino village has afairly extensive seagrass. However, since thebreakwater, seagrass density and percentcover is changes. This study aims to lookat the seagrass density and percent coveron a breakwater area. Results are expectedto provide useful information and relevantparties in an effort to manage a sustainablemarine biological resources and as a comparisonfor future research. Determinationof the presence of seagrass station basedaround a breakwater and compare with seagrasswhich there is no breakwater. Researchmethods using transect quadrant 50x 50 cm. The results showed that in thearea of seagrass that no breakwater dikehas a density and percent cover two timeshigher than the seagrass area contained abreakwater

    APLIKASI BUNGKIL INTI SAWIT MELALUI PEMBERIAN ENZIM RUMEN DAN FERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN IKAN NILA BEST (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    An important factor on tilapiaaquaculture (Oreochromis niloticus) isthe availability of food in sufficient quantity,unfortunetely soybean meal and fishoil as feed ingredients are imported. Alternativefeedstuffs needed to solve the problemof limited soybean meal. Indonesia isthe largest producer of palm oil by-productcalled palm kernel meal (PKM). The studywas conducted to determine the effect ofthe addition of rumen enzyme and fermentationon nutrient digestibility determinesthe level of PKM and PKM as a feed ingredientfor tilapia growth. This research usedcompletely randomized design with 7 treatmentsand 3 replications. BEST tilapia withtotal weight of 23.83 ± 1.39 g / fish wereused. Data were analyzed using analysis ofvariance and followed by Duncan test. Thestudy shows that the use of BIS fermentedwith rumen enzymes and Trichoderma reeseiprovide the best nutrition and digestibilitycompared to other treatments. Nutrientcontent and digestibility of total protein(83.73%), carbohydrate (65.46%), energy(77.77%) and total digestibility (58%)

    ENZIM MANANASE DAN FERMENTASI JAMUR UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN NUTRISI BUNGKIL INTI SAWIT PADA PAKAN IKAN NILA BEST (Oreochromis niloticus)

    Get PDF
    Palm kernel meal is CPO (CrudePalm Oil)-by product are potentially asan alternative raw material fish feed. Thisresearch aims to know the influence of theenzyme mananase and mold fermentationto improve the quality of palm kernel overthe extent of the digestibility of oreochromisBEST. This study used a RandomizedComplete design of experiment method(RAL) with seven treatments and three replicateseach. BEST tilapia with weights 25± 1.57 gram put in 21 60x40x40cm3 sizedaquarium. Test feed was given for 15 daysas a mortgage with a frequency three timesa day. The results showed that the total digestibility(56,74%) and protein digestibility(82,38%) resulting from the best treatmentof palm kernel with the addition ofmananase enzyme and fermentation of themold Rhizopus oligosporus and for carbohydratedigestibility (60,72%) and energydigestibility (71,82%) obtained the best resultfrom the treatment of palm kernel withthe addition of mananase enzyme and fermentationof Trichoderma reesei mould

    PENGELOMPOKKAN HABITAT DASAR PERAIRAN DANGKAL BERBASIS DATA SATELIT QUICKBIRD MENGGUNAKAN ALGORITMA SELF ORGANISING MAP

    Get PDF
    Pengembangan algoritma self organising map dalam penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan habitat perairan dangkal berbasis data satelit Quickbird. Data primer dikumpulkan melalui data penginderaan jauh dan survey lapang, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi algoritma self organising map dapat mengklaster/ mengklasifikasi citra Quickbird dari berbagai kombinasi kanal. Dari berbagai kombinasi input data setelah direduksi kolom air dengan algoritma Lyzenga, Self organising map menunjukkan hasil klaster yang relatif baik. Algoritma Lyzenga dapat mengelompokkan habitat perairan dangkal 6 (enam) kelas habitat, yaitu karang mati (merah), karang hidup (hijau), lamun (orange), pasir (kuning), dan habitat campuran (hijau muda), daratan (hitam) dan perairan (biru). Setelah menggunakan self organising map secara visual terlihat 6 kelas habitat yang berbeda dari Lyzenga, yaitu karang mati (kuning), karang hidup (cyan), lamun (ungu), pasir (kuning), dan habitat campuran (biru), daratan (hijau) dan perairan (coklat). Algoritma self organising map dapat mengurangi kesalahan tematik habitat perairan dangkal dan sangat membantu proses ekstraksi ROI (region of interset) untuk reklasifikasi lebih lanjut dengan teknik klasifikasi supervised

    KONSERVASI SUMBERDAYA PERIKANAN BERBASIS MASYARAKAT, IMPLEMENTASI NILAI LUHUR BUDAYA INDONESIA DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM

    Get PDF
    Laut Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, sementara itu terumbu karang Indonesia merupakan pusat dari segitiga terumbu karang dunia. Namun, meningkatnya jumlah penduduk serta faktor-faktor ekonomi lain, menyebabkan tekanan terhadap sumberdaya alam laut dan ekosistemnya semakin meningkat pula yang berpengaruh pada menurunnya produktivitas dan keanekaragaman sumberdaya hayati tersebut. Sehubungan dengan hal itu, upaya pengelolaan lingkungan dan konservasi sumberdaya pesisir dan laut merupakan langkah yang penting dan strategis. Deparetemen Kelautan dan Perikanan mengklaim bahwa Luas Kawasan Konservasi Laut Indonesia pada awal Tahun 2005 memiliki luas ± 7.227.757,26 Ha atau 7,2 Km2 pada 75 kawasan konservasi. Lalu bagaimana posisi dan peran serta masyarakat di sekitar kawasan tersebut, apakah masyarakat menjadi penghalang bagi keberlanjutan kawasan konservasi? atau apakah mungkin, masyarakat justru dapat diharapkan memiliki peran aktif dalam pelestarian dan pengelolaan kawasan konservasi?. Berbagai contoh pengelolaan sumberdaya laut berbasis masyarakat berdasarkan hukum adat (kearifan lokal) di berbagai daerah di Indonesia yang secara tidak disadari justru menerapkan kaidah-kaidah konservasi mung kin merupakan gambaran bahwa konservasi laut berbasis masyarakat (comunity based management) atau kolaborasi dengan pemerintah (co-management) merupakan sesuatu yang sangat mungkin dikembangkan

    176

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AQUASAINS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇