BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan
Not a member yet
94 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Praktik Kejuruan Inovatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Psikomotorik Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Teknik Bangunan
Tujuan penelitian ini adalah menyusun bahan ajar praktik yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa baik kognitif maupun psimotorik, dengan menggunakan kombinasi dua strategi pembelajaran yaitu Training Within Industry (TWI) dan Laboratory Training (LT). Desian penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan. Berdasarkan prosedur pengembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menghasilkan produk berupa bahan ajar mata diklat praktik yaitu (a) Teknik Konstruksi Kayu, (b) Teknik Konstruksi Batu dan Beton, (c) Teknik Gambar Bangunan, dan (d) Teknik Perabot Kayu pada Jurusan Teknik Bangunan SMK yang berbasis strategi pembelajaran inovatif TWI dan LT, untuk kelas XI. Bahan ajar ini terdiri dari bahan ajar untuk pegangan guru, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan bahan ajar pegangan siswa berupa lembar kerja siswa/job sheet
Analisa Agihan Frekuensi Hujan Di Daerah Aliran Sungai Kali Keser Untuk Perencanaan Bendungan Tugu Di Kabupaten Trenggalek
Kali Keser adalah salah satu anak sungai dimana aliran debitnya bermuara ke Kali Ngasinan Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur. Peristiwa berbagai banjir bandang (flash flood) di Trenggalek yang disebabkan meluapnya debit dari Kali Ngasinan salah satu penyebabnya adalah meningkatnya debit di Kali Keser. Untuk mengontrol serta memanfaatkan debit yang keluar dari Kali Keser direncanakan dibangun Bendungan Tugu di Kali Keser. Dalam perencanaan bendungan, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah analisis hidrologi. Analisis agihan frekuensi hujan adalah tahap awal dalam bagian analisis hidrologi untuk perencanaan bendungan. Empat jenis agihan frekuensi hujan yang banyak digunakan adalah agihan normal, agihan log normal , agihan log Pearson tipe III , agihan Gumbel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa agihan frekuensi hujan yang sesuai di DAS Kali Keser. Metode penelitian yang dilakukan dalam analisis adalah pengumpulan data hujan harian maksimum, uji konsistensi data hujan, analisa hujan daerah, analisa agihan frekuensi, pengeplotan probabilitas, uji kecocokan agihan frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan agihan frekuensi log Pearson tipe III paling sesuai untuk DAS Kali Keser
Pengembangan Perangkat Analisis Kinerja Teknis Hasil Rehabilitasi Bangunan Sekolah Melalui Program Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan
Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, digunakan untuk menunjang pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun, khususnya untuk membiayai rehabilitasi gedung/ruang kelas SD/SDLB, MI/Salafiyah termasuk sekolah-sekolah setara SD yang berbasis keagamaan, baik negeri maupun swasta. Sesuai Permendiknas No. 10 Tahun 2008, DAK bidang pendidikan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan partisipasi komite sekolah dan lingkungan masyarakat di sekitar sekolah sebagai bagian integral dari manajemen berbasis sekolah. Karena dana yang digulirkan sangat besar maka untuk mencegah terjadinya kebocoran dalam penggunaan DAK dan meningkatkan good governance, perlu disusun perangkat analisis kinerja teknis hasil rehabilitasi bangunan sekolah untuk mengetahui kondisi awal sekolah, proses dan hasil pelaksanaan program rehabilitasi sebagai bahan masukan bagi Direktorat Pembinaan TK dan SD dalam menyusun program DAK tahun-tahun berikutnya
Meredam Kebisingan Pada Bangunan Yang Telah Ada
Salah satu aspek polusi adalah bersumber dari bunyi yang lebih dikenal dengan permasalahan kebisingan, yang dalam hal ini akan menyebabkan gangguan kenyamanan bagi penghuni sebuah bangunan. Aturan AMDAL bagi rencana proyek baru dengan mudah dapat dilaksanakan, akan menjadi suatu permasalahan apabila hadirnya kebisingan muncul setelah bangunan berdiri. Pemecahan permasalahan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, namun beberapa hal perlu juga dipertimbangkan, tentu hal ini berkaitan dengan finansial yang akan dikeluarkan di dalam pembenahan kawasan atau bangunan, sehingga apa yang diinginkan oleh kaidah-kaidah kebisingan dapat terpenuhi
Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Kasus: Karanglo –Purwosari)
Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian yang bersifat acak dan tak terduga dengan melibatkan paling sedikit satu kendaraan pada satu ruas jalan yang mengakibatkan jatuhnya korban serta kerugian materi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi dan lokasi rawan kecelakaan. Hasil menunjukkan bahwa tahun 2008 sampai 2010, terdapat 326 kali kecelakaan yang mengakibatkan 432 luka ringan, 16 luka berat, dan 122 meninggal dunia pada usia terbanyak 31-40 tahun (24,39%). Kecenderungan kecelakaan terjadi hari Sabtu (17,48%), bulan April (11,87%), antara jam 06.00-12.00 (36,8%). Tabrakan samping-samping berpeluang (38,96%) sebagai kecelakaan ganda (64,11%) dengan melibatkan kendaraan terbanyak sepeda motor (57%) pada cuaca cerah (74,54%). Kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp. 440.445.000,-. Berdasarkan hasil perhitungan angka UCL = 45,529 dapat ditentukan posisi blackspot dan blacksite berada pada STA 14 + 000 s/d 15 + 000 (KM 67-66) AR/FR = 60,62/47,38, STA 16 + 000 s/d 17 + 000 (KM 65- 64) AR/FR = 128,82/124,55, dan STA 18 + 000 s/d 19 + 000 (KM 63-62) AR/FR = 70,09/48,31 arah menuju kota Surabaya dari titik awal stationing pada KM 81 SBY
Manajemen Perawatan Gedung Fasilitas Umum Di Kota Malang
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan manajemen pemeliharaan dan perawatan bangunan yang berfungsi sebagai fasilitas umum dan sosial di Malang. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif , yang bertjuan mendeskripsikan pola manajemen perawatan gedung yang berfungsi sebagai fasilitas umum. Data dikumpulkan dengan teknik survey Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem perawatan bangunan pasar di lakukan pada semua komponen bangunan, dimana pelaksaanaannya lebih ditekankan pada perawatan perbaikan dan pembaharuan komponen bangunan, (2) strategi perawatan gedung yang bersifat berat seperti komponen teknik sipil, elektrikal utama, mekanikal dan keamanan perawatannya dilakukan secara contracting, (3) dilihat dari waktu perawatan ada 4 komponen bangunan yang dilakukan proses perawatan secara teratur dan 5 komponen bangunan yang dilakukan proses perawatan secara tidak teratur (tergantung kerusakan yang terjadi), (4) jumlah dan tingkat kualifikasi keahlian personel yang dilibatkan dalam setiap kegiatan perawatan bangunan gedung pasar sangat tergantung dari tingkat kerusakan yang terjadi, (5) struktur organisasi perawatan pasar menggunakan struktur organisasi fungsional, (6) dana perawatan gedung pasar bersumber dari dana Pemda Kota Malang
Pengembangan Bahan Ajar Manajemen Proyek Konstruksi Berbasis Social Science Inquiry guna Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa dan Kualitas Pembelajaran Prodi Teknik Sipil
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengembangkan perangkat bahan ajar matakuliah Manajemen Proyek Konstruksi di Jurusan Teknik Sipil dengan metode Social Science Inquiry, dan (2) Mengetahui hasil validasi perangkat bahan bahan oleh akhli bidang studi, ahli pembelajaran, dosen pengajar dan mahasiswa terkait dengan bahan ajar yang dikembangkan tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan, dan jenis data yang diperoleh untuk menyempurnakan bahan ajar hasil pengembangan bersifat kuantitatif dan kualitatif. Validator dalam pengembangan bahan ajar ini adalah (1) seorang akhli pembelajaran, minimal S2 TEP, (2) seorang praktisi manajemen proyek konstruksi, minimal pengalaman 5 tahun sebagai manajer proyek, dan (3) 8 orang dosen pengajar matakuliah manajemen proyek konstruksi. Disamping itu juga dipilih 8 orang mahasiswa jurusan Teknik Sipil yang pernah menempuh matakuliah Manajemen Proyek Konstruksi sebagai validator bahan ajar. Hasil analisis validitas untuk Bahan Ajar adalah sebesar 83,00%, Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran sebesar 81,11% dan Bahan Ajar oleh Mahasiswa sebesar 81,25%. Dari hasil validitas tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa produk bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan vali
Kajian dan Pengembangan Standar Sarana Pembelajaran Taman Kanak-Kanak Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia
Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang (UU) No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu unsur dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan kajian dan analisis kebutuhan sarana pembelajaran di sejumlah TK di Indonesia, baik TK Negeri Pembina, TK Negeri, dan TK Swasta. Kajian dan analisis akan mengacu pada sejumlah kompetensi dasar, hasil belajar, dan jenis kegiatan TK (kurikulum TK) serta aturan dan persyaratan yang berlaku untuk perancangan sarana peralatan pembelajaran. Hasil penelitian adalah Standar Sarana Bermain/ Pembelajaran Taman Kanak-kanak, yang memuat ketentuan-ketentuan atau persyaratan tertulis sesuai dengan kajian perancangan teknisnya. Hasil analisis menunjukan bahwa prosentase terbesar metode pembelajaran untuk mencapai indikator keberhasilan pembelajaran TK yang digunakan adalah penyampaian guru secara langsung melalui metode bercerita dan bercakap-cakap dengan memanfaatkan media-media pembelajaran yang berupa media visual atau media bergambar, buku dan model-model atau miniatur obyek. Hasil kajian spesifikasi desain/rancangan terdapat 94 media atau peralatan pembelajaran untuk mendukung kurikulum belajar mengajar sesuai indikator pencapaiannya
Aliran Kas (Cash Flow) Pada Pelaksanaan Proyek
Menyusun aliran kas adalah tahap paling penting dan paling sulit dalam analisa sebuah proyek. Ada banyak variabel terlibat di dalam merencanakan aliran kas, dan melibatkan partisipasi banyak individu, mulai dari engineer sampai akuntan biaya dan pemasaran. Dalam menggambarkan aliran kas diperlukan usaha memperinci semua penerimaan dan semua pengeluaran yang akan timbul dari operasional yang dipertimbangkan. Arus kas merupakan aliran masuk (penerimaan) dan aliran keluar (pengeluaran) pada titik waktu yang berbeda yang terjadi selama masa proyek. Cash Flow adalah tata aliran uang masuk dan keluar per periode waktu pada suatu perusahaan atau lembaga. Cash flow terdiri dari: (l) cash-in (uang masuk), umumnya berasal dari penjualan produk atau manfaat terukur (benefit); dan (2) cash-out (uang keluar), merupakan komulatif dari biaya-biaya (cost) yang dikeluarkan
Berbagai Masalah Manajemen Waktu Dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi
Manajemen waktu merupakan pengelolaan waktu secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan proyek, sedangkan pengelolaan waktu mempunyai tujuan utama agar proyek diselesaikan sesuai atau lebih cepat dari rencana dengan memperhatikan biaya, mutu dan lingkup proyek. Manajer proyek tidak hanya melakukan pengelolaan saja tetapi juga sebagai pelaku/pelaksana proyek. Dengan demikian seorang manajer proyek akan mengalami kehilangan waktu/waktunya banyak tersita baik sebagai manajer maupu pelaksana proyek. Jika seorang manajer proyek tidak hati-hati, dan lebih menekankan perannya sebagai pelaku/pelaksana proyek dari pada manajer, maka akan mengakibatkan banyak kehilangan waktu dalam mengelola proyek. Ternyata terdapat hubungan yang erat antara manajemen waktu dan stress seseorang. Karena dikejar target waktu seseorang dalam melakukan pekerjaaan selalu mendapat tekanan maka akibatnya akan mengalami stress (perasaan tertekan) dalam kesehariannya. Manajer proyek merupakan subyek stress karena menghadapi berbagai jenis pekerjaan yang penuh target yang harus diselesaikan