BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan
Not a member yet
94 research outputs found
Sort by
Pemetaan Kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada Air Tanah Dangkal di Universitas Negeri Malang (UM) Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)
Air merupakan kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan manusia untuk berbagai keperluan baik domestik maupun non domestik. Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat bisa mendapatkan dari suplai PDAM atau mengambil dari air tanah. Namun, tidak semua air tanah yang dapat dikonsumsi memenuhi standard kesehatan. Seperti juga di UM, berdasarkan penelitian pendauluan yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa sebagian air tanah dangkal yang berada di dalam lokasi kampus UM mengandung Fe dan Mn yang melebihi ambang batas Kepmenkes RI No.907/MENKES/SK/VII/2002. Penelitian ini di rancang dengan menggunakan kombinasi antara deskriptif dan komparatif. Secara deskriptif hasil analisa besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air tanah dangkal ditampilkan dalam peta digital Citra Satelit agar memudahkan bagi pengguna hasil penelitian terhadap gambaran kondisi kadar Fe dan Mn dalam air tanah dangkal di UM. Berdasarkan hasil analisa laboratorium jumlah sampel dengan kadar Fe yang memenuhi standar sebesar 92,86% dan yang tidak memenuhi standar 7,14%. Sedangkan kadar Mn yang memenuhi standar hanya terdapat pada 21,43% dari jumlah sampel yang diukur, dan 78,57% tidak memenuhi standard. Kehadiran Fe dan Mn seringkali menyebabkan permasalahan dalam kualitas air tanah, terutama apabila air tersebut digunakan untuk kebutuhan air bersih atau air minum. Besi dan Mangan dalam air tanah yang kontak dengan udara mempunyai konsentrasi melebihi 0.1 mg/lt untuk Fe dan 0.2 mg/lt untuk Mn. Hal ini menyebabkan kekeruhan dan noda kotor yang membekas pada peralatan perpipaan, mesin cuci, peralatan dapur, sanitari (toilet), menimbulkan rasa dan bau amis pada air yang dikonsumsi. Selain itu dapat mempercepat proses penyumbatan pada perpipaan dan filter
Pengembangan Bahan Ajar Matadiklat Pengetahuan Dasar Teknik Bangunan (PDTB) Pada Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Pendekatan Strategi Penyampaian Pemecahan Masalah
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat bahan ajar yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa melalui peningkatan kualitas pembelajaran matadiklat Pengetahuan Dasar Teknik Bangunan (PDTB) dengan menggunakan strategi pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan mixing methods melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil pengembangan dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: penelitian ini telah menghasilkan bahan ajar matadiklat Pengetahuan Dasar Teknik Bangunann (PDTB), untuk siswa SMK kelas XI. Bahan ajar ini terdiri dari bahan ajar untuk pegangan guru, rencana pelaksanaan pembelajaran, dan bahan ajar pegangan siswa
Pengajaran Praktik Pada Lembaga Pendidikan Kejuruan
Pengajaran praktik bengkel memegang peran penting dalam membekali lulusan suatu lembaga pendidikan kejuruan dengan seperangkat keterampilan kerja. Agar lulusan lembaga pendidikan kejuruan ini mampu dengan tepat beradaptasi dengan lapangan kerja, maka mereka harus dibentuk melalui serangakaian latihan atau pengajaran praktik yang hampir menyerupai dunia kerja sebenarnya. Berkaitan dengan hal tersebut pengajar dituntut untuk dapat menerapkan metode-metode mengajar yang optimal , termasuk dalam hal pengorganisasian isi pengajaran, strategi pengajaran dan hal-hal lain yang dapat diusahakan oleh lembaga kejuruan
Organisasi Belajar (Learning Organization) Dalam Perspektif Perusahaan Jasa Konstruksi
Perusahaan jasa konstruksi di Indonesia harus mampu merespon segala tantangan yang ada dengan baik. Oleh karena itu perlu adanya langkah-langkah yang diambil untuk dapat terus bertahan dan berkembang. Langkah awal yang perlu dilakukan perusahaan jasa konstruksi di Indonesia adalah melakukan pembelajaran organisasi dan akhirnya menjadi sebuah organisasi belajar (learning organization). Tantangan utama bagi para pemimpin perusahaan jasa konstruksi pada abad 21 adalah bagaimana memberdayakan kemampuan berpikir dan belajar. Langkah awal yang perlu ditempuh untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan mendorong perusahaan jasa konstruksi untuk melakukan pembelajaran organisasi sehingga menjadi sebuah organisasi belajar. Dengan menjadi organisasi belajar, perusahaan jasa konstruksi akan menjadi suatu perusahaan jasa konstruksi yang mampu memanfaatkan potensi informasi dan pengetahuan yang ada untuk menghadapi berbagai tantangan yang terjadi baik pada saat sekarang atau di masa yang akan datang. Hal ini tentu memungkinkan perusahaan jasa konstruksi untuk tidak hanya dapat bertahan sepanjang masa tetapi juga terus berkembang
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pada Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Dengan Paradigma Total Quality Management
Implementasi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang berimplikasi pada perlunya perubahan paradigma pembelajaran dari teacher oriented learning ke students oriented learning. Dosen dituntut untuk selalu melakukan inovasi model-model pembelajaran agar mutu lulusan dapat ditingkatkan. Penerapan pembelajaran berbasis berbasis Total Quality Management merupakan alternatif untuk meningkatkan mutu lulusan. Disarankan ketua jurusan mendorong para dosen untuk menerapkan pembelajaran berbasis Total Quality Management
Pengembangan Pengajaran Konstruksi Beton Pratekan Berbasis Komputer (Computer Based Instruction) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Program D3 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
Berdasarkan pengamatan emperik dan pengalaman selama mengajar di jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang menemukan bahwa (l) lemahnya penguasaan mahasiswa pada materi inti keteknikan disebabkan karena kurangnya media pengajaran yang digunakan dalam kegiaan PBM oleh dosen, (2) hampir sebagian besar waktu yang digunakan dosen untuk mengajar hanya melalui media verbalistis (ceramah) dengan buku teks sebagai sumber utama, (3) kurang ada usaha dari pihak dosen yang menggunakan media teknologi informasi dalam kegiatan pengajaran.Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan perangkat pengajaran Konstruksi Beton Pratekan berbasis komputer, yang mampu meningkatkan hasil dan motivasi belajar mahasiswa Sesuai dengan model pengembangan yang dijadikan pijakan dasar dalam proses pengembangan, maka prosedur pengembangan dilakukan dengan urutan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menetapkan rumusan tujuan pengajaran Konstruksi Beton Pratekan, (2) mengembangkan tes untuk mengukur ketercapaian tujuan , (3) menganalisis kegiatan belajar, (4) mendesain system pengajaran, (5) melaksanakan kegiatan pengajaran dan melakukan evaluasi, dan (6) mengadakan perbaikan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pembelajaran CBI lebih tinggi (7,20) dibandingkan dengan rata-rata skor hasil belajar siswa yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional (5,80)
Uji Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Batu Pecah Karang Laut dari Pantai Malang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dari campuran batu pecah karang laut, mnegetahui ada atau tidaknya perbedaan kuat tekan beton dari campuran batu hitam (basalts) untuk komposisi campuran 1 semen portland (portland cement) : 2 pasir : 3 batu pecah. Rancangan penelitian menggunakan teknik area probability sampling di tiga pantai Malang Selatan. Data kuat tekan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis variansi. Uji kuat tekan menunjukkan bahwa pada komposisi 1 semen portland : 2 pasir : 3 batu pecah, beton dari campuran batu pecah karang laut memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 76,62 kg/cm 2 lebih rendah dari kuat tekan beton campuran batu pecah hitam sebesar 357,41 kg/cm2
Optimalisasi Partisipasi Pihak Dunia Usaha/Industri dalam Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda
Partisipasi pihak DU/I masih dirasakan kurang dan akan terus ditingkat-kan dalam pelaksanaan PSG. Tanpa peran serta dari DU/I, PSG tidak akan berjalan dan kualitas pelaksanaannya sangat tergantung dari derajat par-tisipasi serta kualitas DU/I. Untuk mengupayakan optimalisasi partisipasi DU/I dalam PSG, disarankan adanya kerjasama antara sekolah dengan DU/I yang berprinsip saling menguntungkan, pemanfaatan DU/I sebagai tempat pelatihan, DU/I sebagai pelatih, dan DU/I sebagai sumber informasi serta penggerak pelaksanaan PSG
Kajian Perilaku dalam Perancangan Bangunan Fasilitas Pendidikan
Arsitektur merupakan proses perancangan bangunan atau lingkungan binaan. Pemrogaman sebagqi tahapan mendasar dari proses perancangan, keberhasilannya sangat tergantung dari ketepatan informasi sesuai tujuan perancangan. Kajian perilaku merupakan kajian sistematis tentang hubungan-hubungan antara lingkungan dan perilaku manusia sebagai pengguna. Kajian perilaku dapat dilakukan melalui metode: (1) Person centered map, (2) Place centered map, (3) Physical traces. Kajian aspek perilaku pada suatu lingkungan bangunan fasilitas pendidikan adalah karakteristik kelompok-kelompok ( group membership) , ruang personal dan status personal, kejelasan tanda-tanda ( cue searching ). Aspek perilaku utama pada fasilitas ruang kelas dan fasilitas pengajar adalah komunikasi dan teritori. Sedangkan perpustakaan menekankan aspek perilaku kejelasan dan kemudahan pencarian ( wayfinding ) informasi atau bahan pustaka
Permukiman Berwawasan Lingkungan
Kepedulian pengembang terhadap lingkungan terlihat masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari munculnya masalah-masalah bagi para penghuni permukiman, misalnya banjir di waktu hujan, sulit mendapatkan air bersih, tidak adanya fasilitas umum dan ruang hijau. Pada dasarnya ada empat aspek ditambah satu aspek khusus kriteria permukiman yang berwawasan lingkungan, yaitu (1) aspek legal, (2) aspek hijau, (3) aspek limbah, (4) aspek air, dan (5) aspek khusus. Kelima kriteria tersebut, sangat perlu diperhatikan oleh pengembang dalam menciptakan permukiman yang berwawasan lingkungan