BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan
Not a member yet
94 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Pelaksanaan Dan Pemeliharaan Jalan Raya Melalui E-Learning Berbasis WBL Guna Meningkatkan Fleksibilitas Dan Hasil Belajar Mahasiswa
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar Pelaksanaan dan Pemeliharaan Jalan Raya di Jurusan Teknik Sipil dengan pendekatan e-Learning Berbasis WBL. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Adapun komponen-komponen bahan ajar yang dikembangkan adalah : (l)Bahan Ajar Mahasiswa Dalam Bentuk e-Learning Berbasis WBL pada matakuliah Pelaksanaan dan Pemeliharaan Jalan Raya, (2)Panduan pengoperasian WBL, dan (3)Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP).Berdasarkan analisis data, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (l) Penelitian ini menghasilkan produk pembelajaran e-learning berbasis WBL matakuliah Pelaksanaan dan Pemeliharaan Jalan Raya
Pengembangan Multimedia Pada Matakuliah Pelaksanaan Dan Pemeliharaan Jalan Raya Pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Multi Media Pelaksanaan dan Pemeliharaan Jalan Raya, yang mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Metode/prosedur pengembangan pengajaran multi media ini mengacu pada langkah-langkah penelitian pengembangan yang dikembangkan Universitas Negeri Malang. Guna mengembangkan pengajaran multi media ini, digunakan model pengembangan pengajaran sebagai berikut: (1.) Mengenali tujuan pengajaran, (2). Mengembangkan materi pengajaran (3) Mengembangkan bahan ajar berupa diktat, (4) Mengembangkan media visual, (5) Uji coba perorangan, (6) Revisi produk multimedia. Berdasarkan atas paparan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diatas, berikut ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (l) Penelitian ini menghasilkan produk multi media matakuliah Pelaksanaan dan Pemeliharaan Jalan Raya., dan (2) Produk multi media yang dihasilkan berupa teks bahan ajar dan media visual berbasis komputer yang dirancang dengan program Flash MX
Membangun Citra Pendidikan Kejuruan:Manfaat dan Implikasinya bagi Perbaikan Kualitas Output dan Outcome
Di antara persoalan serius yang dihadapi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini adalah masih rendahnya persepsi citra SMK di tengah masyarakat. Rendahnya minat masuk SMK, rendahnya dukungan masyarakat pada penyelenggaraan SMK, rendahnya partisipasi industri pada pembelajaran SMK merukakan beberapa indikator dari rendahnya image tersebut. Hal tersebut tentu merupakan penghambat bagi upaya keberhasilan pembangunan pendidikan kejuruan. Sementara itu pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang berfokus pada penyiapan pemuda Indonesia untuk memasuki jenjang karir kehidupan sesuai kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu kondisi tersebut menjadi tantangan kepemimpinan kepala sekolah untuk melakukan pencitraan/promosi. Dari aspek-aspek filosofis, sosial, ekonomis dan ketenagakerjaan keberadaan pendidikan kejuruan memiliki justifikasi yang kuat untuk terus dikembangkan. Pencitraan memerlukan strategi pemasaran yang tepat mencakup posisioning, differensiation, dan branding keunggulan sekolah. Dengan citra yang baik diyakini dapat meningkatkan kualitas input, meningkatkan kepercayaan masyarakat industri, meningkatkan partisipasi serta kebanggaan masyarakat untuk mendukung pendidikan kejuruan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas output dan outcome pendidikan kejuruan
Perkembangan Teknologi dalam Kehidupan Manusia
Perkembangan teknologi sering dipahami dalam spektrum yang sempit, yaitu spektrum yang berhubungan dengan kreasi dan aplikasi, seperti ilmu pengetahuan dan penelitian keteknikan. Teknologi seharusnya dipahami sebagai suatu dimensi yang berupa spektrum yang luas dan perlu diintegrasikan secara efektif sehingga teknologi tersebut dapat diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan demikian terjadi suatu pergeseran sikap manusia dari ketergantungan yang tinggi terhadap alam kearah ketergantungan kepada teknologi. Dalam perjalanannya teknologi banyak mengalami loncatan-loncatan penemuan baru, mulai dari ditemukannya mesin uap pada abad ke-18 (Revolusi Industri I), kemudian peralatan perang pada Perang Dunia I dan II (Revolusi Industri II), sampai dengan munculnya teknologi canggih pada awal dekade 1980-an (Revolusi Industri III). Oleh sebab itu tulisan ini bertujuan untuk (a) mengetahui perkembangan teknologi; dan (b) manfaat teknologi bagi kehidupan manusia
Analisis Terhadap Sistem Kesehatan Hunian (Rumah) Pada Perkampungan Padat (Studi Kasus Pada Perkampungan Nelayan Di Kota Pasuruan Dan Perkampungan Padat Di Kota Malang)
Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas sistem kesehatan hunian (rumah di perkampungan padat Kota Malang dan perkampungan nelayan di pesisir pantai Kota Pasuruan serta hubungannya dengan sick building syndrome. Metode penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu (l) tahap identifikasi permasalahan, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengumpulan data, (4) tahap analisis data, dan (5) tahap penutup. Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) secara keseluruhan kualitas penataan ruang rumah, penataan ruang lingkungan, pencahayaan mata hari dan sanitasi lingkungan termasuk kualitas kurang baik, (2). gambaran antara penataan rumah/lingkungan secara keseluruhan dengan sick building syndrome dapat disimpulkan bahwa ada kecenderungan semakin baik sistem penataan rumah./lingkungan akan semakin rendah prosentase penghuni yang menderita sick building syndrome, dan (3) tidak terdapat perbedaan kualitas pengaturan ruang lingkunganan ruang rumah, pengaturan sirkulasi udara, pengaturan pencahayaan alami serta penataan sanitasi lingkungan terhadap tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan
Berbagai Pendekatan Dalam Kurikulum SMK 2004
Sampai dengan berakhirnya abad ke-20 pembangunan sumberdaya manusia di hampir diseluruh wilayah Indonesia, ternyata belum mengarah kepada kondisi yang diharapkan. Kondisi yang demikian tentu merupakan akibat langsung tidak sistematisnya pelaksanan pendidikan Indonesia, sehingga belum mampu meningkatkan kualitas SDM. Untuk mengantisipasi tuntutan dan permasalahan tersebut di atas, maka upaya-upaya pembangunan harus memberi prioritas pada upaya peningkatan kualitas SDM. Diperlukan kemauan yang keras untuk mengubah pola pikir dalam mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan melalui reposisi (penataan ulang) agar dapat mengejar ketertinggalan dalam penyiapan SDM berkualitas. Mengingat hal tersebut, maka mulai tahun ajaran 2005/2006 ini, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMK diterapkan berbagai pendekatan dalam kurikulum SMK
Pemanfaatan Cattail (Typha Angustifolia) Dan Kerang (Bivalve) Sebagai Biofilter Limbah Logam Berat Cr Dan Pb
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan cattail (Typha angustifolia), kerang (Bivalve) serta kombinasi cattail (Typha angustifolia) dan kerang (Bivalve) dalam menyerap logam berat Cr dan Pb pada lama penyerapan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Pb pada limbah penyamakan kulit berkisar 0,44 ppm sampai 1,15 ppm, sedangkan kadar Cr berkisar 0,59 ppm sampai 1,40 ppm. Kerang (Bivalve) dengan species Anodonta woodiana lebih efektif dalam menyerap limbah penyamakan kulit yang mengandung logam berat Pb dan Cr dari pada perlakuan kombinasi dan cattail (Typha angustifolia). Hasil perhitungan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan Multiple Criteria Decision Making diperoleh A3B4 dengan derajad kerapatan terbesar yaitu 1,00 pada parameter Pb dan Cr ditunjukkan oleh perlakuan (kerang pada minggu ke 3); derajad kerapatan terbesar menunjukkan nilai yang paling diharapkan. Perlakuan dengan kerang pada minggu ke 3 menunjukkan hasil yang lebih bai
Uji Analitis Kinerja Program Duflow Versi 2.0 Untuk Pengsimulasian Model Aliran Air Satu Dimensi Pada Saluran Terbuka
Program DU(tch)FLOW versi 2.0 adalah salah satu software aplikasi keairan untuk mengsimulasikan model aliran air permanent (steady flow) dan tidak permanen (unsteady flow), serta proses kualitas air dalam sistem aliran satu dimensi pada saluran terbuka. Program DUFLOW dikembangkan oleh lembaga pemerintah dan pendidikan Netherlands. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian secara analitis kinerja program dalam: (1) hukum kontinuitas, (2) gradually varied flow, (3) aliran melalui bangunan pengontrol (ambang dan pintu air), dan (4) unsteady flow. Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif evaluatif. Sampel diambil dari model contoh kasus hidraulika pada literatur-literatur hidraulika yang diselesaikan secara analitis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa software DUFLOW versi 2.0 memberikan hasil kinerja yang cukup baik dibandingkan terhadap hasil perhitungan analitis
Keberadaan Guna Lahan Sekolah Terhadap Andallin (Analisis Dampak Lalu Lintas )
Sekolah sebagai tempat proses belajar mengajar selalu mengalami perubahan dan pengembangan sarana prasarana guna meningkatkan mutu standart mutu peserta didik. Penempatan lokasi sekolah yang ada sekarang merupakan hasil penataan tata ruang kota yang belum mengantisipasi perubahan dan pemekaran lahan sesuai pemenuhan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat kota, sehingga fungsi jalan mengalami perubahan, ditandai volume kendaraan yang menuju ke lokasi sekolah dan kendaraan yang melewati ruas jalan mengalami peningkatan dari jumlah, jenis dan volume kendaraan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kinerja jalan dan sering menimbulkan kemacetan dan tundaan pada waktu aktivitas kegiatan sekolah berlangsung. Penerapam Analisis dampak lalu lintas melalui studi kinerja jalan dan managerial lalu lintas sangat diperlukan guna mengukur kemampuan daya dukung ruas jalan pada lokasi sekolah
Keefektifan Pelaksanaan Program Unit Produksi Sekolah Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Di Kota Blitar
Unit Produksi Sekolah (UPS) merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan dalam mengelola sumber daya sekolah untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual untuk mendapatkan keuntungan dan juga sebagai wahana belajar bagi siswa SMK. Bagaimanakah keefektifan pelaksanaan program UPS selama ini? Hal tersebut belum pernah diteliti secara mendalam Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan pelaksanaan program unit produksi pada Sekolah Menengah Kejuruan. Metode penelitian yang dipilih adalah deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Populasi sebanyak 41 guru SMK, dan sampel diambil dari total populasi, yaitu 41 orang. Kriteria dari keefektifan adalah: 0,00 - 1,99, sangat tidak efektif; 2,00 - 2,74, tidak efektif; 2,75 - 3,49, cukup efektif; 3,50 - 4,24, efektif; 4,25 - 5,00, sangat efektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pembelajaran termasuk kategori efektif (3,72); (2) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek ekonomi termasuk kategori cukup efektif (3,38); (3) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek pelaksanaan/pengelolaan termasuk kategori cukup efektif (3,40); (4) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek organisatoris termasuk kategori cukup efektif (3,38); (5) keefektifan pelaksanaan program UPS ditinjau dari aspek permodalan termasuk kategori cukup efektif (3,13)