247 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI ELEKTROKIMIA
Project Based Learning is a learning model that need collaboration from group member in each stage, so that students can develop their critical thinking skills. The aim of this study is to determine the effect of PjBL to students’ critical thinking skills on electrochemistry material. The research design used true experimental design with pretest-posttest control group design and sampling technique is cluster random sampling. The data collection techniques used pretest-posttest to understand 10 critical thinking indicators, observation sheet used to understand students’ project activities and questionnaire to know students’s responses. Data Analysis techniques that used in this study are average difference test, significant test, product moment correlation test, coefficient of determination test. Analysis of product moment correlation value is 0,67 for students’ critical thinking skill with significant test result is 7,10 indicate the significant effect of PjBL to students’ critical thingking skills on electrochemistry material. The effect of PjBL to students’ critical thinking skills pointed by coefficient of determination 44,89%. Based on the results of the study, it was conclude that PjBL had positive effects on students’ critical thinking skills on electrochemistry material
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS BERDASARKAN MULTIPLE INTELLIGENCES
Kemampuan pemahaman konsep matematis selama ini masih ditinjau dari kemampuan berfikir secara keseluruhan. Setiap orang memiliki kemampuan berfikir ditinjau dari multiple intelligences. Artikel ini akan menunjukan pemetaan kemampuan pemahaman konsep matematika berdasarkan multiple intelligences sesuai teori Gardner. Metode kualitatif deskriptif digunakan guna mengambil subjek para siswa kelas X MIPA-1 SMA Negeri 1 Kendal. Data diperoleh menggunakan teknik tes dan wawancara. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa Tipe Multiple Intelligences logis matematis lebih unggul dibanding Tipe Multiple Intelligences lain. Hal ini disebabkan karena karakteristik Tipe Multiple Intelligences logis matematis mendukung kemampuannya dalam menyelesaikan masalah yang membutuhkan kemampuan pemahaman konsep matematis. Tipe Multiple Intelligences visual-spasial, kecerdasan kinestetik dan kecerdasan interpersonal memiliki kemampuan pemahaman konsep yang rendah karena karakteristik yang dimiliki ketiga Tipe Multiple Intelligences ini tidak mendukung kemampuannya dalam memecahkan masalah yang membutuhkan pemahaman konsep matematis
Attitudes towards Physics Subjects based on the Norms of Scientists, Attitudes towards Investigations in Physics and The Adoption of Scientific Attitudes from Students of SMA N 11 Jambi City
The purpose of this study is to describe student attitudes toward physics based on the indicators of scientific normality, attitudes toward inquiry in physics and adoption of students' scientific attitudes. The type of research used is quantitative type with survey method. This research subject are 235 students from science major in Senior High School 11 Jambi city. The instruments in this research is a questioner by Darmawangsa (2018). The results show that attitudes of high school 11 students tend to be good with a scientific normality category of 47%, attitudes toward inquiry in physics by 53% and adoption of scientific attitudes by 63
PENGARUH MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DILENGKAPI LDS TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI MIKROORGANISME DI VAISHNAVI SECONDARY SCHOOL NEPAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dilengkapi LDS terhadap minat dan hasil belajar kognitif pada materi mikroorganisme di Vaishnavi Secondary School Nepal. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan pola One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di Vaishnavi Secondary School yaitu pada Low Secondary School setingkat SMP dengan sampel siswa kelas 8 yang berjumlah 14 siswa sebagai kelas eksperimen yang diambil secara langsung melalui kepala sekolah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang diambil berupa hasil belajar kognitif, minat belajar dan aktivitas siswa berupa observasi aktivitas siswa dan tanggapan siswa. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji N-gain dan ketuntasan klasikal 85% pada hasil belajar kognitif, angket minat belajar dan aktivitas siswa digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil belajar kognitif siswa rerata pretest 45,43 sedangkan rerata posttest 66,78 dengan ketuntasan klasikal 85,7% sedangkan pada uji N-gain diperoleh 64,3% kategori sedang dan 35,7% kategori rendah dengan rerata peningkatan sedang sebesar 0,381. Analisis angket minat belajar rerata sebelum treatment 60,1 kategori sedang meningkat menjadi 67,37 kategori tinggi setelah treatment. Analisis aktivitas belajar siswa dari kurang aktif dengan rerata 29,08 menjadi cukup aktif dengan rerata 47,96% kemudian mengalami peningkatan rerata 62,75% kategori aktif. Dari tanggapan siswa mengenai aktivitas siswa sejumlah 92,86% memberikan tanggapan baik dan 7,14% cukup baik. Hasil penelitian ialah penerapan pembelajaran model TGT dilengkapi LDS memberikan pengaruh positif terhadap minat dan hasil belajar kognitif siswa pada materi mikroorganisme
SIMPLE CHATBOT DEVELOPMENT TO HELP STUDENTS UNDERSTANDING EDUCATIONAL RESEARCH METHODOLOGY
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan chatbot sederhana untuk membantu mahasiswa memahami metodologi penelitian pendidikan, (2) Mengetahui kelayakan chatbot sederhana untuk membantu mahasiswa memahami metodologi penelitian pendidikan, (3) Mengetahui respon chatbot sederhana untuk membantu mahasiswa memahami metodologi penelitian pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Developement (RND). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian aplikasi tersebut layak digunakan yaitu ditandai dengan skor 4,425 yang diberikan oleh 4 ahli teknologi. Pada penilaian SUS aplikasi secara adjective rating bernilai excellent, dengan grade scale bekategori B dan acceptability ranges masuk pada acceptableKata kunci: chatbot, metodologi penelitian pendidika
KONTRIBUSI VIRTUAL LABORATORY PADA PEMBELAJARAN GUIDED-INQUIRY MATERI LARUTAN PENYANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi aplikasi virtual laboratory pada pembelajaran guided-inquiry terhadap hasil belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis (KBK) siswa. Desain penelitian menggunakan pre-test post-test control group design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Kedungwuni. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA tahun ajaran 2018/2019, dengan sampel penelitian yaitu XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. kelas eksperimen dilakukan pembelajaran guided-inquiry berbantuan virtual laboratory disertai demonstrasi, kelas kontrol dilakukan pembelajaran dengan guided-inquiry dengan metode demonstrasi. Kedua kelas melakukan eksperimen riil setelah pemberian perlakuan. Metode pengumpulan data melalui tes bentuk two-tier, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar dan KBK kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol dan diperoleh bahwa virtual laboratory pada pembelajaran guided-inquiry berkontribusi terhadap hasil belajar sebesar 14,57% dan kontribusi terhadap keterampilan berpikir kritis sebesar 20,54%.Kata kunci: Hasil Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis, Pembelajaran Guided-Inquiry, Virtual Laborator
METAKOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Realistic Mathematics Education (RME) untuk melatihkan kemampuan metakognitif pada peserta didik di Sekolah Dasar (SD). Perangkat yang dikembangkan berupa Silabus, RPP, Penilaian Hasil Belajar/ PHB (istilah untuk THB dalam kurikulum 2013) dan Tes Kemampuan Metakognitif/ TKM berupa angket kemampuan metakognitif. Proses pengembangan perangkat tersebut mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri dari lima fase yaitu: (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi, (4) fase tes, evaluasi dan revisi, serta (5) fase implementasi. Pada fase tes, evaluasi dan revisi, perangkat yang telah dikembangkan, kemudian diujicoba pada kelas ujicoba. Hasil ujicoba tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkualitas baik, dilihat dari: (1) keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, yang berkategori terlaksana dengan sangat baik, (2) aktivitas peserta didik dalam pembelajaran yang berkategori aktif, (3) respon peserta didik terhadap pembelajaran yang berkategori positif, (4) ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga tercapai. Kegiatan belajar yang terjadi pada setiap pembelajaran baik di kelas ujicoba maupun implementasi mengacu pada learning trajectory yang dikembangkan oleh peneliti. Melalui learning trajectory inilah metakognitif dilatihkan dalam pembelajaran RME dilihat dari aktivitas metakognitif yang dilakukan peserta didik selama pembelajaran, bahkan pada kelas implementasi menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan perangkat berbasis RME ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan metakognitif.
EFEKTIVITAS SIMULASI DRAMA MATERI SISTEM PERNAFASAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP KREATIF SISWA
Pembelajaran simulasi drama diyakini mampu meningkatkan dan mempermudah siswa dalam mengingat suatu materi yang sulit, dan meningkatkan kreativitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode simulasi drama pada materi sistem pernapasan terhadap hasil belajar dan sikap kreatif siswa SMA. Penelitian dirancang menggunakan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ialah seluruh kelas XI MIA SMAN 12 Semarang semester genap Tahun Ajaran 2018/2019. Sampel diambil dua kelas dengan teknik purposive sampling. Kedua kelas diberi perlakuan sama yaitu dengan menerapkan metode simulasi drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal untuk kedua kelas rata-rata 93% (kriteria sangat tinggi), nilai N-Gain berdasarkan skor pretes - postes siswa berkategori sedang, dan aktivitas siswa selama pembelajaran berkategori sangat aktif. Pembelajaran menggunakan simulasi drama juga dapat menumbuhkan sikap kreatif siswa pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Berdasarkan analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa simulasi drama efektif meningkatkan hasil belajar dan menumbuhkan sikap kreatif siswa
DESAIN E-DIAGNOSTIC TEST UNTUK ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI REDOKS DAN TATA NAMA SENYAWA
Kesulitan belajar peserta didik dalam memahami konsep kimia perlu diidentifikasi dengan sebuah instrumen evaluasi yang tepat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan pengembangan instrumen e-diagnostic test berupa three tier multiple choice (TTMC) untuk menganalisis ketercapaian kompetensi dasar ranah kognitif dan pemahaman konsep. Instrumen tersebut terdiri dari tiga tingkat, pertama mengenai jawaban, kedua mengenai alasan, dan ketiga mengenai keyakinan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode Plomp yang meliputi beberapa fase yaitu fase investigasi awal, desain, realisasi, tes dan evaluasi, serta implementasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang dikembangkan layak dengan hasil validasi isi oleh pakar dan validasi konstruk melalui uji skala kecil dan besar. Profil paham konsep tertinggi ditunjukkan oleh IKD-5 yaitu sebesar 61,02%. Profil miskonsepsi tertinggi ditunjukkan oleh IKD-4 yaitu sebesar 69,49%. Dan profil tidak paham konsep tertinggi ditunjukkan oleh IKD-3 yaitu sebesar 26,27%. Hasil analisis profil pemahaman konsep secara keseluruhan pada materi redoks dan tata nama senyawa menunjukkan 37,85% peserta didik paham konsep, 43,84% peserta didik miskonsepsi, dan 18,30% peserta didik tidak paham konsep
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) BERMUATAN SWH (Science Writing Heuristic) PADA MATERI STOIKIOMETRI KELAS X DI MA FUTUHIYYAH 2 MRANGGEN DEMAK
Penelitian pengembangan petunjuk praktikum kimia berbasis POGIL bermuatan SWH ini didasarkan pada karakteristik peserta didik yang menyukai praktikum. Namun, petunjuk praktikum yang digunakan seperti buku resep, sehingga belum mampu mengarahkan peserta didik menemukan konsep materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kualitas petunjuk praktikum kimia berbasis POGIL bermuatan SWH yang dapat mengarahkan peserta didik menemukan konsep materi. Petunjuk praktikum berbasis POGIL bermuatan SWH dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri dari tahap define (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Akan tetapi yang dilakukan dalam penelitian ini hanya terbatas pada tahap development. Subjek penelitian ini adalah 9 peserta didik dari MA Futuhiyyah 2 Mranggen Demak dengan tingkat pemahaman berbeda. Karakteristik dari petunjuk praktikum kimia yang dikembangkan antara lain: 1) Petunjuk praktikum disusun dengan tahapan-tahapan (orientasi, eksplorasi, penemuan konsep, aplikasi, dan penutup) yang dapat mengarahkan peserta didik menemukan konsep, 2) pertanyaan-pertanyaan dalam petunjuk praktikum bersifat rinci dan dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik. Penilaian kualitas petunjuk praktikum kimia berbasis POGIL bermuatan SWH menggunakan validasi ahli dan respon peserta didik. Hasil penilaian validasi ahli materi mendapat kategori sangat baik (SB) dengan persentase 92,3%, sedangkan penilaian ahli media mendapat kategori sangat baik (SB) dengan persentase 90,83%. Respon peserta didik terhadap petunjuk praktikum menunjukkan kategori sangat baik (SB) dengan persentase 84,2%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa petunjuk praktikum berbasis POGIL bermuatan SWH layak digunakan sebagai panduan pelaksanaan praktikum di Laboratorium dan perlu diuji lebih lanjut pada kelas besar untuk mengetahui keefektifan produk dalam pembelajaran