247 research outputs found
Sort by
Pengembangan Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test untuk Mengetahui Tingkat Pemahaman Konsep Peserta Didik pada Materi Termokimia
Kesulitan peserta didik pada pemahaman materi termokimia melalui suatu proses pembelajaran berpotensi menyebabkan kesulitan peserta didik dalam memahami materi kimia yang lain. Untuk menghindari hal ini, maka perlu dicari letak kesulitan peserta didik dengan tes yang bersifat diagnostik agar dapat diketahui tingkat pemahaman dan kelemahan peserta didik dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kualitas instrumen tes diagnostik pilihan ganda empat tingkat yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) dengan model pengembangan yang diadaptasi oleh Reeves. Subjek dari penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI MAN 2 Kota Semarang. Instrumen yang dikembangkan terdiri atas kisi-kisi soal tes, petunjuk pengerjaan tes, soal tes, kunci jawaban, pedoman penskoran, dan pedoman interpretasi hasil tes. Melalui uji coba yang dilakukan, instrumen tes diagnostik ini dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai reliabilitas sebesar 0,985
Integrasi Pendidikan Karakter dalam Buku Saku Digital Berbasis Android Pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam buku saku digital berbasis android pada materi sistem persamaan linier dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dimana prosedur penelitian ini menggunakan model rancangan 4-D oleh thiagarajan, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun penelitian ini hanya sampai pada tahap develop saja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil validasi buku saku sebesar 88,89% dengan kriteria sangat valid. Hasil angket respon guru terhadap kepraktisan buku saku sebesar 70% dengan kriteria praktis, sedangkan hasil angket respon siswa sebesar 77% dengan kriteria praktis. Dan hasil keefektifan buku saku berdasarkan soal posttest bermuatan pendidikan karakter diperoleh keefektifan sebesar 100% dengan kriteria sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan buku saku dapat dikatakan valid, praktis, dan efektif.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Buku saku digital, Pengembangan
Analysis of Creative Thinking Ability Judging from the Confidence of Class XI Students of SMA Negeri 1 Bambanglipuro
Abstract The purpose of this study was to describe the creative thinking ability of class XI students of SMA Negeri 1 Bambanglipuro in terms of high, medium and low levels of confidence in the material of sequences and series. This research is a descriptive qualitative research. The subjects of this study were 6 students of class XI IPS 1 at SMA Negeri 1 Bambanglipuro with high, medium and low levels of self-confidence. Data collection techniques used in this study were questionnaires, tests and interviews, then the data obtained were analyzed using data triangulation techniques. This study resulted that subjects with a high level of self-confidence at TKBK 4 (very creative) were able to meet all aspects of creative thinking indicators, namely, fluency, flexibility and novelty and being at TKBK 3 (creative) were able to meet the indicators of creative thinking, namely fluency and flexibility. Subjects with a moderate level of self-confidence at TKBK 3 (creative) were able to meet the creative thinking indicators, namely fluency and flexibility. Meanwhile, subjects with low self-confidence were at TKBK 2 (creative enough) were able to meet the flexibility creative thinking indicator and were at TKBK 1 (less creative) were able to meet the creative thinking indicator, namely fluency. Keywords: Creative Thinking Ability, Self Confidence, Lines and Serie
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Laki-Laki dan Perempuan Pada Program IPA
Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa laki-laki dan siswa perempuan kelas XI SMAN 5 Surakarta. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian quasi experiment, yaitu non-equivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berpikir kritis kepada siswa kelas XI SMAN 5 Surakarta. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling yang terdiri atas 30 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan dari kelas XI MIPA 1, 2, dan 3 SMAN 5 Surakarta. Penilaian menggunakan rubrik penilaian yang dikembangkan oleh Zubaidah, Aloysius, & Mistianah (2015). Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji independence t-test. Analisis data menunjukkan hasil yang signifikan yang berarti terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki
Pengembangan Buku Ajar IPA Berpendekatan STEM untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa pada Tema Tekanan
Kreativitas merupakan keterampilan yang diperlukan di era 21. Penggunaan pendekatan STEM dalam pembelajaran memfasilitasi siswa dalam belajar sehingga siswa mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA dapat ditunjang dengan penggunaan buku ajar, namun buku ajar yang ada saat ini masih memisahkan materi yang ada sehingga pembelajaran belum sesuai dengan era 21 dan guru masih mengajarkan sesuai dasar pendidikannya. Tujuan dari penelitian dan pengembangan adalah untuk menghasilkan pengembangan buku ajar berpendekatan STEM untuk mengembangkan kreativitas siswa pada tema tekanan. Hasil dari pengembangan buku ajar menunjukkan materi pada buku siswa sebesar 94,8%, media buku siswa sebesar 91,3%. Materi buku guru sebesar 90,7% dan media sebesar 91,8%. Buku guru dan buku siswa aspek materi dan media dapat dikategorikan sangat laya
Analisis Perencanaan Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Higher Order Thinking Skills (Hots) Materi Hukum Termodinamika
AbstrakSalah stau cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang kalor dan usaha adalah termodinamika. Materi hukum termodinamika dianggap cukup sulit oleh sebagian besar peserta didik sehingga hasil belajar pada materi hukum termodinamika masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya instrumen evaluasi yang mendukung proses pembelajaran yang baik dan efektif untuk pendidik maupun peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar kebutuhan sekolah (para pendidik) terhadap instrumen evaluasi berbasis HOTS di SMA/MA se Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Studi literasi dari berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa instrumen evaluasi berbasis HOTS sangat efektif digunakan para pendidik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sedangkan, hasil dari data kuesioner yang dibagikan kepada para pendidik dari 11 sekolah menunjukkan selama ini 81,8% pendidik hanya menggunakan soal evaluasi dengan kategori C1-C3. Berdasarkan wawancara dari beberapa pendidik belum menggunakan soal berbasis HOTS karena belum terlalu menguasai model tersebut. Sebanyak 72,7% pendidik menyatakan perlu menggunakan instrumen evaluasi berbasis HOTS untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi termodinamik. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan instrumen evaluasi berbasis HOTS dibutuhkan sebagai alternatif untuk mengetahui hasil belajar peserta didik materi hukum termodinamika.
Pengembangan E-LKPD Materi Momentum dan Impuls Berbasis Android untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk e-LKPD pada materi momentum dan impuls untuk peserta didik Kelas X yang valid, praktis, dan mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu analysis, design, development, dan evaluation. Hasil penelitian ini diperoleh e-LKPD yang dikembangkan: a) kevalidan dengan kriteria valid berdasarkan penilaian ahli dengan skor rata-rata 80% dari aspek materi; 82,5% dari aspek desain, dan 85,71% dari aspek bahasa. b) kepraktisan dengan kriteria praktis berdasarkan angket respon oleh peserta didik dan guru dengan skor rata-rata 83,33% pada tahap uji perorangan; 86,88% pada tahap kelompok kecil; dan 82,5% penilaian oleh guru. c) keefektifan dengan kriteria tinggi berdasarkan hasil N-gain sebesar 0,73.
Model PBL Diperkaya dengan Reading and Concept Map: Apakah Efektif dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Minat Baca Siswa?
Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan minat baca siswa Indonesia menuntut para pendidik untuk menghadirkan alternatif pembelajaran dengan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Remap PBL terhadap keterampilan berpikir kritis dan juga minat baca siswa. Peniltian dilaksanakan menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian non-equivalent pretest posttest control group. Rubrik penilaian keterampilan berpikir kritis yang terintegrasi tes essai dan angket motivasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil pengujian Anacova menunjukkan bahwa ada pengaruh Remap PBL terhadap keterampilan berpikir kritis (p = 0,000) dan minat baca siswa (p = 0,015). Hasil analisis juga menunjukkan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas yang diajarkan Remap PBL meningkat sebesar 67,1%, sementara pada kelas yang menerapkan pembelajaran saintifik sebesar 47,7%. Demikian pula, Remap PBL terbukti mampu meningkatan minat baca siswa sebesar 9,8%, dibandingkan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran saintifik dengan peningkatan sebesar 5,9%. Dengan demikian, model pembelajaran Remap PBL dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan minat baca siswa
Analisis Literasi Sains Mahasiswa Calon Guru IPA Tingkat Pertama ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan SMA dan SMK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan literasi sains mahasiswa calon guru IPA tingkat pertama ditinjau dari latar belakang pendidikannya, yaitu SMA dan SMK. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 37 mahasiswa calon guru IPA tingkat pertama sebagai sampel yang dipilih secara random. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari 20 soal literasi sains yang mengukur domain literasi sains, yaitu pengetahuan sains dan kompetensi sains yang dibangkai dengan konteks tertentu. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Skor rata-rata literasi sains mahasiswa calon guru IPA berlatar belakang pendidikan SMA pada literasi sains secara keseluruhan dan setiap domain literasi sains lebih besar daripada mahasiswa calon guru IPA berlatar belakang SMK, 2) Secara umum, literasi sains mahasiswa calon guru IPA tingkat pertama berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa calon guru IPA ditinaju dari latar belakang pendidikanya perlu ditingkatkan melalui berbagai kegiatan perkuliahan yang mengarah pada literasi sain
Pengembangan Bahan Ajar Biologi Materi Virus Berbasis SocioScientific Issues (SSI) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
The purpose of research is to know the characteristics, feasibility and effectiveness of developing teaching materials viruses based on Socio-Scientific Issues (SSI) to improve critical thinking skills. Research method using Research and Development (R&D) with a 4D step (define, design, develop, disseminate) Thiagarajan et all. The subjects of the study are 34 students class X MIPA 1 as the experimental class and 34 students class X MIPA 4 as the control class. The eligibility of teaching material is derived from the results of expert validation questionnaires, responses of biology teachers and students' responses, and effectiveness of critical thinking skills from the results of the test questions pretest and posttest. The results of the characteristics teaching material viruses based SSI include: cover, introduction, news analysis, material, summary, evaluation, bibliography and glossary. The results of the eligibility from the material expert validation questionnaire were 88,67%, 94,67% of media experts, 83,55% of teacher responses and 82,29% of students' responses. The effectiveness of teaching materials used was obtained from the difference in the average value of experimental learning outcomes of 81.84 and 76.84 kontrol class with tcount = 4.338 and ttable = 1.6682 which means tcount > ttable and Ha accepted, concluded that there were differences in posttest results experimental class with kontrol class. The n-gain results obtained the value of the experimental class of 0.63 and the control class of 0.54 with their respective categories being moderate. So it can be concluded that the use of biological material teaching material based on Socio-Scientific Issues (SSI) is effective to improve students' critical thinking skills class X SMA 12 Semarang