247 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TPS PADA KONSEP CAHAYA KELAS VIII B SEMESTER 2 SMPN1 JAMBU TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan kreativitas belajar dan (2) meningkatkan hasil belajar IPA peserta kelas VIII B SMP Negeri 1 Jambu Kabupaten Semarang melalui model pembelajaran kooperatif Tipe Think, Pair, Share(TPS) pada pembelajaran IPA semester 2. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah peningkatan kreativitas dan hasil belajar. Sumber data berasal dari peserta didik, hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, test, dokumentasi, dan angket. Validasi data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Analisis data adalah deskriftif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis model interaktif melalui hasil wawancara, observasi, angket, jurnal kelas dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA di kelas VIII B SMP Negeri 1 Jambu mengalami peningkatan setelah menggunakan model pembelajaran TPS. Peningkatan kreativitas peserta didik dapat diketahui dari hasil observasi yang dilaksanakan pada akhir siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan peningkatan skor rata-rata kreativitas peserta didik dari 66,4 pada siklus 1 menjadi 81 pada siklus 2. Sedangkan peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari hasil ulangan pra siklus dengan rata-rata 72,2 menjadi 74,4 pada siklus 1 dan 80,5 pada siklus 2
KESESUAIAN BUKU TEKS KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA DENGAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII
Perubahan pendidikan yang diemban oleh Kurikulum 2013 menja- dikan guru harus merubah sistem pembelajarannya di kelas. Untuk itu pemerintah telah menyiapkan berbagai perangkat sebagai panduan di lapangan, diantaranya adalah buku teks pelajarn untuk guru dan untuk siswa. Oleh karena itu sudah seharusnya apabila buku teks ini sesuai den- gan kaidah kurikulum 2013. Namun pada kenyataannya pada buku teks siswa kelas VII untuk mata pelajaran Matematika terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan ketentuan Kurikulum 2013. Untuk itu perlu di- lakukan analisis isi terhadap buku ini agar kekurangannya dapat menjadi perbaikan. Kajian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian isi buku teks se- bagai pegangan siswa kelas VII mata pelajaran Matematika dengan Kom- petensi Dasar yang tercantum dalam Permendikbud No. 68 tahun 2013 tentang Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs. Hasil ka- jian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa Kompetensi Dasar di buku yang tidak berasal dari Permendikbud tersebut, dan juga terdapat bebera- pa Kompetensi Dasar yang ada di Permendikbud yang belum termuat di dalam buku teks
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL
The purpose of this research is to improve the skills of teachers, activities, and student learning outcomes.The research design is a classroom action research consists of four phases: planning, action, observation, and reflection is done in three cycles. The subjects were 42 students in grade IVA SDN Tambakaji 04 Semarang. The techniques of data collection is using tests and non-test. Analysis using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed the average teacher skills first cycle was 26 including good category, increased in the second cycle to 28, and increased again in the third cycle the 34 scores obtained with very good category. The average student activity first cycle is 23.8 with enough categories, increased in the second cycle to obtain a score of 28 including both categories, and increased again in the third cycle to 34 with a very good category. Likewise, the percentage of student learning outcomes first cycle of 60%, with the lowest value and the highest 40 100, increased in the second cycle of 76%, with the lowest value and highest value 60 100, and rose again the third cycle to 86% with the lowest value of 60 , and the highest value of 100. Conclusion Research is through role playing with a model of audiovisual media, can improve the quality of science teaching include teachers skills, students activities and student learning outcomes
ANALISIS PENILAIAN KINERJA DENGAN TEKNIK SELF ASSESSMENT SEBAGAI EVALUASI KINERJA MAHASISWA PADA PRAKTIKUM FISIKA DASAR II TADRIS FISIKA IAIN WALISONGO SEMARANG
Penelitian ini membahas penggunaan teknik self assessment dalam penilaian kinerja mahasiswa pada praktikum Fisika Dasar II. Self assessment merupakan suatu penilaian yang melibatkan mahasiswa untuk melakukan penilaian terhadap kompetensi diri mereka sendiri. Kajian ini dilatarbelakangi bahwa penilaian selama ini berpusat pada dosen kadang sering membuat kerepotan dalam menilai dan mahasiswa kurang terlibat. Sehingga mahasiswa sebagai objek penilaian yang seharusnya dapat mengambil manfaat paling besar dari penilaian, ternyata belum mendapatkan feedback yang maksimal dari penilaian tersebut. Dengan penilaian self assessment ini diharapkan bisa dijadikan alternatif dalam penilaian kinerja praktikum. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang penilaian kinerja dengan teknik self assessment dalam evaluasi kinerja mahasiswa pada praktikum Fisika Dasar II, meliputi gambaran kemampuan mahasiswa dalam melakukan self assessment; hasil self assessment dalam mengungkap kinerja praktikum mahasiswa; tanggapan mahasiswa mengenai penilaian kinerja praktikum Fisika Dasar II dengan teknik self assessment, serta kendala dalam pelaksanaan penilaian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Mahasiswa semester II Tadris Fisika tahun 2012 (TF2) yang terdiri dari 36 mahasiswa, pemilihan subjek ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui sejumlah instrumen, diantaranya berupa angket, rubrik penilaian kinerja yang terdiri dari rubrik self assessment yang diisi oleh mahasiswa serta rubrik yang diisi oleh observer, dokumentasi, observasi dan wawancara.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam melakukan self assessment tergolong baik, mahasiswa pun memberikan respon positif terhadap pelaksanaan self assessment, mahasiswa merasa lebih mengetahui kemampuan dirinya. Akan tetapi, self assessment belum dapat mengungkap kinerja praktikum mahasiswa secara optimal karena adanya kecenderungan menilai lebih mahasiswa terhadap kinerjanya. Pemanfaatan hasil self assessment dapat digunakan pada penilaian formatif, untuk pemberian feedback kepada mahasiswa agar meningkatkan kinerjanya. Adapun kendala penilaian kinerja praktikum dengan teknik self assessment yaitu kesulitan memahami indikator penilaian, kriteria penilaian dan pemberian skor. Sehingga untuk menerapkan self assessment perlu dilakukan optimalisasi pada saat sosialisasi dan pelatihan kepada mahasiswa
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM INKUIRI TERBIMBING UNTUK MEWUJUDKAN HASIL BELAJAR BERKARAKTER
Pada masa kini ini kita semua terkesima dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara In- donesia. Pada tataran kehidupan masyarakat banyak ge- jala perubahan perilaku dan tatanan dalam masyarakat. Makin banyak perilaku masyarakat yang menunjukkan pola hidup yang sarat dengan ketidakpedulian, keputusa- saan, mudah menyerah, etos kerja rendah, konflik atau perselisihan antar warga bahkan antar pelajar. Pada tata- ran kehidupan bernegara, makin banyak kita amati gejala penyalahgunaan kewenangan/kekuasaan, kecurangan, kebohongan, ketidakadilan, ketidakpercayaan, dan keti- dakpedulian. Ini semua menunjukkan makin lunturnya rasa kebangsaan dan makin tebalnya egoisme pribadi, kelompok, dan/atau suku. Yang lebih meresahkan lagi adalah gejala bahwa generasi muda sudah makin jauh dari ajaran agama dan akar budaya leluhurnya, mungkin kare- na pengaruh suguhan budaya asing lewat berbagai media informasi dan komunikasi, baik cetak maupun elektronik. Semua ini telah menyentak kesadaran pendidik dan tokoh masyarakat yang peduli pada nasib bangsa, bahkan juga para petinggi Negara. Oleh sebab itu, untuk lima tahun ke depan pendidikan karakter, budaya, dan kewirausahaan diberi perhatian besar oleh pengambil kebijakan pendidi- kan di Pusat dan daerah tentu saja diharapkan dapat men- jabarkan kebijakan ini ke dalam program pendidikan nya- ta sampai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Tatanan pembelajaran karakter tentunya diawali dari perangkat pembelajaran yang mampu mengangkat karakter siswa dan mahasiswa. Adapun prsayarat yang bersesuaian den- gan pembelajaran yang dapat mewakili nilai-nilai karakter agar tertampilkan dalam setiap pembelajaran. Tulisan ini akan memberikan informasi tentang beberapa persiapan pembelajaran yang digunakan dalam menata kembali agar peserta didik mengaplikasikan nilai-nilai karakter yang terilhami dalam pembelajaran
KONTRIBUSI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PEMBIASAN CAHAYA PADA SISWA KELAS X SMA
Dalam mengajarkan pokok bahasan pembiasan cahaya, terdapat kendala yang mendasar di SMA Negeri 1 Mijen Demak, yaitu visualisasi tentang jalannya sinar pada peristiwa pembiasan. Oleh karena itu untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika perlu dilakukan terobosan baru dalam menyajikan pokok bahasan ini, salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi media pembelajaran interaktif dengan macromedia flash profesional 8 terhadap peningkatkan pemahaman konsep pembiasan cahaya. Subyek dalam PTK ini adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Mijen Demak Tahun 2008/2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif program macromedia flash professional 8 dapat meningkatkan pemahaman konsep pembiasan cahaya. Pada siklus I nilai rata-rata adalah 63,07 dan ketuntasan klasikal 64,10 %. Setelah siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 74,10 dan ketuntasan klasikal menjadi 92,31 %.. Dari hasil uji t diperoleh nilai thitung sebesar 4,66 dan ttabel sebesar 1,68. Nilai thitung >ttabel, berarti terjadi peningkatan yang signifikan untuk pemahaman siswa dari siklus I ke siklus II. Simpulan dari penelitian adalah media pembelajaran interaktif berkontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman siswa
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN PUPUK BOKASI, CASTING DAN PUPUK GENDONING (LARVA KUMBANG KELAPA/Orcyctes rhinoceros)
Kotoran hewan dan sampah organik dapat mencemari di lingkungan air, udara dan tanah. Penelitian ini bertu- juan untuk membandingkn keefektifan antara pupuk gen- doning dan pupuk bokashi. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan bantuan aktifator EM4 (Efektif Mik- roorganisme). Proses pengomposan tersebut juga dapat melibatkan hewan lain yaitu Cacing tanah dan larva kum- bang kelapa (Orcyctes rhinoceros) yang disebut dengan nama gendon (bahasa Jawa) yang bekerja sama dengan mikroba dalam proses dekomposer. Gendon dalam hal ini memakan bahan organik yang tidak terurai, mencampur bahan organik dan membuat lubang-lubang aerasi. Keha- diran gendon dapat mempercepat penghancuran bahan or- ganik karena mempunyai mulut yang tajam sebagai mesin pencacah sampah organik. Metode penelitian eksperimen sampah organik ditreatmen yaitu dengan menggunakan EM4, dan dengan menggunakan gendon. Peruraian oleh EM4 disebut pupuk Bokashi. Sedang keterlibatan gendon dalam proses pengomposan menghasilkan butir-butir kecil berwarna hitam dinamakan pupuk Gendoning (penemuan pribadi). Dari kedua pupuk tersebut dipraktekan untuk menanam labu air (Lagenaria leucantha). Dari experimen tersebut dapat diketahui bahwa pupuk gendoning ini ter- bukti lebih efektif dan efisien dari pupuk bokashi, karena gendon mampu melakukan dekomposisi lebih sempurna dari EM4. Dekomposisi tersebut dilakukan baik secara me- kanik maupun secara enzimatis. Pupuk gendoning adalah hasil bioteknologi sederhana yang dapat menjadi alternatif dalam mengatasi kelangkaan pupuk, sebagai pupuk organ- ik yang efektif dan efisien serta bernilai ekonomis sebagai
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI POKOK TEKANAN SISWA KELAS VIII B SEMESTER 2 MTS NU MIFTAHUL ULUM MARGASARI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015
Pembelajaran Ilmu IPA pada siswa MTs memberikan suatu tantangan yang besar bagi para pengajarnya. Hal itu disebabkan oleh sebagian besar materi Ilmu IPA terdiri dari dari konsep-konsep yang abstrak yang harus diajarkan. MTs NU Miftahul Ulum Margasari Kabupaten Tegal kelas VIII B, dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam penugasan siswa cenderung pasif dan menunggu temanya untuk mengerjakan tugas. Beberapa siswa bahkan sama sekali tidak mengerjakan tugas dan lebih memilih bercakap-cakap atau bermain-main dengan temannya. Dalam diskusi kelompok siswa cenderung diam, tidak aktif dan induvidualis, hal ini menunjukan aktivitas belajar masih rendah. Dari keadaan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw, peneliti berusaha untuk menerapkan efektifitas pembelajaran pada siswa. Peningkatan kualitas proses dapat diamati dari meningkatnya partisipasi dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, sedangkan kualitas hasil belajar dapat diketahui dari adanya peningkatan rerata hasil belajar. Adapaun pelaksanaannya terdiri dari : Pra-Siklus, Siklus I, dan Siklus II. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengumpulan data, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini adalah pada saat kondisi Pra-Siklus dengan metode konvensional, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa 17 % dengan nilai rata-rata 58, sedangkan untuk keaktifan 22 %. Setelah melaksanakan pembelajaran pada Siklus I dengan metode diskusi, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mengalami kenaikan yaitu menjadi 46 % dengan nilai rata-rata 62, untuk keaktifan ketuntasan siswa 54 %. Pada saat melaksanakan pembelajaran pada siklus II dengan metode jigsaw, di dapat hasil untuk tingkat persentase ketuntasan hasil belajar siswa 83 %, dengan ketuntasan keaktifan siswa 82 % dan rata-rata hasil belajar siswa 80, hal ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dari tahap Pra-Siklus, siklus I dan siklus II. Dan juga membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran jigsaw pada mata pelajaran IPA materi Tekanan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII B MTs NU Miftahul Ulum Margasari Kabupaten Tegal Tahun ajaran 2014 / 2015
REKAYASA MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS WEBSITE UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI I GUBUG POKOK BAHASAN GERAK LURUS
Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran sika mendorong keinginan guru untuk memperbaiki model pembelajaran sika agar mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan harapan. Dalam materi sika dibutuh- kan adanya kemampuan siswa untuk berabstraksi dalam memahai konsep sika. Hal ini dapat di atasi dengan adan- ya praktikum sika, itu kalau fasilitas laboratorium sika lengkap. Untuk mengatasi kekurangan sarana laborato- rium sika dapat digunakan media computer untuk me- nampilkan konsep sika yang abstrak menjadi nyata baik dalam bentuk lm atau animasi. Selain itu adanya kegiatan guru dan kelembagaan mengurangi jumlah tatap muka dalam pembelajaran sika. Dengan demikian dibutuh- kan media pembelajaran sika yang berbasis website agar siswa dapat belajar. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini media pem- belajaran computer yang berbasis website yang bagaimana yang akan diciptakan dan yang dapat dimanfaatkan un- tuk meningkatan hasil belajar sika kelas X SMA Negeri 1 Gubug. Untuk mengetahui layak ataupun tidak layak peng- gunaan media pembelajaran sika menggunakan media komputer berbasis website tersebut perlu adanya uji in- strument. Uji kelayakan instrument dalam penelitian ini menggunakan white box dan black box. Selain itu juga di- lakukan uji respon user dan hasil belajar siswa terhadap pemakaian instrument ini menggunakan angket (kuision- er) dengan metode membandingan instrument ini dengan instrument lain yang ada di SMA N I Gubug.Dari hasil uji whitebox dan blackbox tidak ada ma- salah dan program dapat berjalan dengan baik. Dari uji respon user menggunakan angket diperoleh data dan anal- isis data menyatakan bahwa 80% respon user memiliki ke- cenderungan yang tinggi dan l3,3%7 dalam kategori cukup untuk menyukai media pembelajaran sika berbasis web dari pada instrument lain yang hanya 23,33% dalam kat- egori cukup dan 66,67% pada kategori rendah. Selain itu dari uji hasil belajar siswa menggunakan tes hasil belajar sika diperoleh data dan analisis data menyatakan bahwa 63,33% respon user memiliki kecenderungan yang tinggi dan 30% dalam kategori cukup dan sisanya rendah untuk menyukai media pembelajaran sika berbasis web daripa- da instrument lain yang hanya 6,67% kategori tinggi dan 23,33% dalam kategori cukup dan 66,67% pada kategori rendah sisanya rendah. Selain itu pada uji-t pada respon user diperoleh hasil bahwa t hitung ( 16,1 ) lebih besar dari t table ( 1,67 ), ini menunjukkan media pembelajaran sika berbasis web lebih baik dari media pembelajaran lain ( lm) dilihat dari respon user dan dari hasil belajar diperoleh hasil bahwa t hitung ( 4,271) lebih besar dari t table ( 1,67 ), ini menunjukkan media pembelajaran sika berbasis web lebih baik dari media pembelajaran lain ( lm) dilihat dari hasil belajar siswa.Dari penelitian diperoleh hasil berupa media pembela- jaran sika berbasis web yang layak digunakan
KANDUNGAN BUAH-BUAHAN DALAM ALQUR’AN: BUAH TIN (Ficus carica L), ZAITUN (Olea europea L), DELIMA (Punica granatum L), ANGGUR (Vitis vinivera L), DAN KURMA (Phoenix dactylifera L) UNTUK KESEHATAN
Aneka ragam buah-buahan segar diciptakan Sang Khalik untuk umat manusia. Di antara sekian banyak buah-buahan itu, salah satu yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran. Adalah buah tin, zaitun, delima, anggur, dan kurma. Untuk itulah kita sebagai muslim perlu men- getahui zat-zat yang terkandung dalam buah tersebut, se- hingga dapat memanfaatkan buah tersebut dengan sebaik- baiknya. Tidak ada sekecil apa pun Allah ciptaan jika tidak membawa kemanfaatan bagi manusia