Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
    271 research outputs found

    PENDAYAGUNAAN IRIGASI AIR TANAH MENUNJANG BUDIDAYA PERTANIAN SECARA PRODUKTIF PADA LAHAN TADAH HUJAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pendayagunaan irigasi air tanah dangkal secara produktif menunjang budidaya pertanian pada lahan tadah hujan. Lokasi penelitian adalah lahan pertanian (sawah) di Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Penelitian dilakukan dengan rancangbangun irigasi air tanah, analisis kebutuhan air irigasi dengan crop wat, dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil analisis dari 24 perencanaan waktu tanam dalam satu tahun, 21 periode waktu tanam layak secara finansial, dan 3 periode yang tidak layak yaitu Mei periode 2, Juni periode 1 dan Agustus periode 1. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka waktu tanam dalam satu tahun direkomendasikan dimulai dari November 2, Maret 2 dan waktu tanam yang ketiga Juli 2.Kata kunci : irigasi air tanah, lahan tadah hujan, kebutuhan air irigas

    ANALISIS BEBAN KERJA PADA PROSES PENGEPRASAN TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L.) LAHAN KERING DENGAN MENGGUNAKAN TRAKTOR TANGAN

    Get PDF
    Indonesia started to apply and develop agricultural mechanization to increase agricultural productivity. However, the development of agricultural mechanization is not always get success, we still can found fatigue in operation of tool of agricultural mechanization , which if this still happen would able to make a decline of productivity. This research aims to find out of workload that produced by operator in stubble shaving process by using hand tractor with two different hand tractor engine rotation speeds, it is 1600 RPM and 1800 RPM. This research is located in sugarcane plantation at Kebun Tanjung Jatti, Binjai, Sumatera Utara.Key words: Ergonomic, Stubble Shaving, Sugarcane,Workloa

    PENGARUH JENIS GULA YANG BERBEDA TERHADAP MUTU PERMEN JELLY RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii)

    Get PDF
    Bahan pemanis yang sering digunakan dalam pembuatan permen jelly adalah jenis gula sukrosa. Sukrosa sebagai bahan pemanis memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi yaitu sebesar 400 kalori dalam 100 gram bahan. Jenis bahan pemanis alami yang dapat menimbulkan efek kesehatan sangat dibutuhkan dalam industri pengolahan. Adapun jenis pemanis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sukrosa, gula merah, gula jagung dan gula aren. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis gula yang terbaik terhadap mutu permen jelly rumput laut (Eucheuma cittonii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yakni mengadakan  pengamatan   langsung terhadap objek penelitian. Rancangan  yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan (sukrosa, gula aren, gula merah dan gula jagung). Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis gula yang terbaik dalam pembuatan permen jelly rumput laut (Eucheuma cottonii) jenis gula sukrosa (J0) dengan rasa manis dan sedikit keasaman, serta warna merah muda bening dan tekstur yang kenyal dan elastis dengan kadar air dan kadar gula reduksi yang tinggi serta jumlah mikroba selama penyimpanan suhu kamar tidak melebihi yang ditetapkan SNI (2008) maksimum 5×104sel / gram.Kata kunci: Eucheuma cottonii, gula aren, gula jagung, gula merah, permen jellyÂ

    ANALISA SOSIOEKONOMI PENERAPAN PENGUMPANAN TEBU DALAM PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA MERAH TEBU DI LAWANG

    Get PDF
    Pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah usahatani terus digalakkan. Sejalan dengan itu, peran inovasi teknologi makin strategis dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi sistem produksi. Pengembangan agroindustri tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi mekanisasi, baik di dalam maupun luar usahatani. Begitu juga halnya dengan agroindustri gula merah tebu (GMT) yang merupakan agroindustri skala kecil yang menghadapi berbagai kendala dalam pengembangannya. Salah satunya adalah rendemen dan produkstivitas agroindustri GMT yang rendah di Lawang yang disebabkan diantaranya kurang optimalnya proses penggilingan. Berbagai alternatif teknologi dapat diterapkan untuk mengatasinya, salah satunya melalui cara pengumpanan tebu. Namun perlu dilakukan pemilihan teknologi yang tepat baik secara teknis, ekonomi dan sosial. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah  menentukan dan menganalisis kelayakan sosioekonomi cara pengumpanan tebu yang diterapkan dalam pengembangan agroindustri gula merah tebu. Metode MPE digunakan untuk memilih pengumpanan tebu yang akan diterapkan, sedangkan analisa sosioekonomi dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif. Dari penelitian ini diketahui bahwa (1) Perbaikan cara pengumpanan tebu dengan melakukan pengumpanan tebu 4 batang sekaligus dipilih sebagai alternatif dalam pengembangan agroindustri GMT di Lawang (berdasarkan metode penilaian MPE) dengan nilai 749, dengan mengacu pada kriteria laju pengumpanan, ketersediaan tenaga kerja ,ketersediaan bahan baku, kemampuan operator dan kemampuan modal, (2) Cara pengumpanan tebu 4 batang sekaligus ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial layak untuk diterapkan dalam pengembangan agroindustri GMT di Lawang.Kata Kunci: Gula merah tebu, pengembangan agroindustri, pengumpanan teb

    RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT PUPUK ORGANIK GRANULAR TIPE SCREW

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Mesin Pembuat Pupuk Organik Granular Tipe Screw. Mesin menghasilkan pupuk organik berbentuk granular yang kompak sehingga mudah untuk dibawa dan diaplikasikan ke lahan. Keberadaan mesin ini dapat mengolah bahan-bahan organik yang tersedia di sekitar areal pertanian dibuat menjadi pupuk organic granular sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan ketersediaan pupuk bagi petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan fungsional dan pendekatan struktural. Data teknis mesin yang dibuat adalah;  panjang  160 cm, lebar 80 cm, tinggi 140 cm, mesin penggerak  24 Hp, Rpm 1200, transmisi 1: 6 berat 188 kg. Hasil pengujian kinerja mesin  didapat hasil sebagai berikut; kapasitas efektif  penggranularan  sebesar 409,94 kg per jam  pada Rpm  198,2 ; granular yang dihasilkan diameter 6 mm panjang  6-10 mm, daya motor terpakai 3,052 Hp dan dengan tingkat  kebisingan 97,4 dB operator dapat mengoperasikan mesin selama 3 jam tanpa berpengaruh buruk pada dirinya.  Hasil analisa ekonomis mesin didapat nilai BP = Rp. 35,34/kg; BEP =  4013,067kg; BC ratio = 1,414  dan NVP = 28.474.600.Keberhasilan penelitian ini dapat memacu perkembangan industri pupuk organik dan industri alsitan di Sumbar serta dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat seperti tumbuhnya bengkel alsitan baru dan  jadi pengusaha pupuk organik.Kata kunci: Mesin, pupuk organic, granular, tipe screw dan kinerja

    ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN DI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG

    Get PDF
    Pemanfaatan lahan tertinggal merupakan salah satu upaya untuk mengatasi penurunan produktifitas lahan. Lahan tertinggal memiliki peluang yang besar untuk dapat dimanfaatkan, terutama dalam kegiatan perkebunan.  Salah satu daerah di Kota Padang yang sudah banyak mengalami perubahan lahan dan berpotensi menjadi lahan tertinggal adalah di Kecamatan Bungus Teluk Tabung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk dikembangkan menjadi lahan perkebunan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh lahan yang tersedia di Kecamatan Bungus Teluk Kabung memiliki luas 3.004,81 ha atau 31,35% dari total luas Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Lahan tersedia ini merupakan lahan yang berpotensi untuk ditanami durian, kakao, dan karet, yaitu perkebunan campuran, lahan terbuka, dan semak/belukar. Setelah dilakukan analisis kesesuaian lahan, Kelurahan Bungus Barat, Bungus Timur, Bungus Selatan, dan Teluk Kabung Utara sangat sesuai (S1) ditanami durian, kakao, dan karet, karena keempat daerah ini rata–rata memiliki kategori sangat sesuai pada lahan yang tersedia lebih dari 56%. Sementara itu, di Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Teluk Kabung Selatan, tanaman kakao tidak direkomendasikan karena curah hujan yang tinggi dan kurang sesuai di daerah ini. Tanaman yang direkomendasikan di daerah ini adalah durian dan karet karena lebih dari 77% dari luas lahan yang tersedia di Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Teluk Kabung Selatan sesuai (S2) untuk tanaman durian dan karet.Kata kunci: Bungus Teluk Kabung, Kesesuaian Lahan, Tanaman Perkebuna

    UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KAPUR PERTANIAN MASYARAKAT NAGARI SITANANG-HALABAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

    Get PDF
    Penelitian ini   bertujuan  untuk meningkatkan   produksi dan kapur pertanian yang ada di Nagari Sitanang yang proses produksinya masih dikerjakan  secara manual atau tradisional.  Peningkatan  produksi dan  efisiensi dapat dicapai dengan menerapkan mesin-mesin pengolahan. Produksi kapur pertanian ini dapat ditingkatkan dengan mempergunakan  mesin hammer mill  dan  mesin sortasi. Untuk  meningkatkan kemampuan produksi kapur pertanian dengan mutu yang lebih baik, sangat perlu diadakan mesin-mesin pengolahan yang efisien dan murah sehingga dapat  menekan  biaya produksi  dan  selanjutnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat pada Nagari Sitanang.  Mesin hammer mill  yang sediakan, mempunyai panjang  180 cm, lebar 60 cm dan tinggi 140 cm  menggunakan mesin penggerak  36 HP, dengan transmisi  satu tingkat perbandingan pulley 3:9  berkapasitas  1.250 kg/jam. Selain itu mesin sortasinya  mempunyai dimensi : panjang 570 cm, lebar  130 cm, dan tinggi  180 cm. Ukuran ayak  yang digunakan  adalah  ayak  I  ukuran 100 mesh  , ayak II  ukuran 80 mesh  dan ayak  III  ukuran 60 mesh.  Mesin penggerak ukuran  16 HP,  transmisi  3 tingkat  dan kapasitas  sebesar 882,4 kg /jam. Penerapan mesin-mesin ini, dapat meningkatkan kapasitas produksi, meringankan beban kerja dan biaya serta mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja. Penelitian ini ditujukan kepada masyarakat di  Kenagarian Sitanang kecamatan  Halaban yang sehari-hari bekerja sebagai penghasil kapur pertanian atau   memproduksi  kapur pertanian. Penerapan  mesin-mesin ini dapat  meningkatkan produksi sampai dengan 3 kali dari kapasitas produksi semula.Kata kunci : Kapur pertanian, kapasitas  produksi, hammer mill dan  sortasi

    RANCANGAN POLA PENGEMBANGAN IRIGASI POMPA DANGKAL BERDASARKAN DATA GEOSPASIAL PADA DAERAH IRIGASI POMPA III NAGARI SINGKARAK

    Get PDF
    Pemanfaatan pompa air dangkal sebagai alternatif pemecahan permasalahan dalam penyediaan kebutuhan air tanaman pada lahan pertanian di Daerah Irigasi Nagari Singkarak perlu diatur pola pengembangannya, sehingga keberlanjutan ketersediaan air tanah tetap terjaga. Rancangan pola pengembangannya memanfaatkan data geospasial sehingga dapat dikaji ruang atau wilayah layanan dari suatu pompa air dangkal. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan DI Pompa III Nagari Singkarak dengan luas 61,93 ha mempunyai irigasi pompa dangkal sebanyak 40 unit (hasil survey Agustus 2013). Dalam pengembangan irigasi pompa dangkal dari hasil analisis berdasarkan luas layanan optimum, hanya dibutuhkan 32 unit pompa dangkal untuk DI Pompa III Nagari Singkara

    ANALISIS SPASIAL KONVERSI LAHAN PERTANIAN KOTA PADANG TAHUN 2003-2012

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas lahan pertanian (sawah) Kota Padang yang telah dikonversi menjadi lahan non pertanian dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2012. Analisis data tahun 2003 – 2012 menggunakan data spasial (peta). Setelah diketahui luas lahan pertanian (sawah) Kota Padang yang telah terkonversi menjadi lahan non pertanian dari tahun 2003 – 2012, maka dilakukan perhitungan untuk mengetahui berapa persentase (%) yang terkonversi menjadi lahan terbangun (pemukiman) dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Total luas lahan pertanian (sawah) kota Padang yang telah terkonversi menjadi lahan non pertanian dari tahun 2003-2012 adalah 1.605,418766 ha. Total luas lahan pertanian (sawah) kota Padang yang telah terkonversi menjadi lahan terbangun (pemukiman) dari tahun 2003-2012 adalah 1,217.998614 ha atau 75,87 % dari total lahan pertanian (sawah) yang telah terkonversi

    Analisa Kebutuhan Teknis Peralatan dan Sarana Pendukung Bagi Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) “Simpati†Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat

    Get PDF
    IKM â€Simpati†telah beroperasi selama tiga bulan. Selama waktu tersebut seluruh biaya operasi disubsidi dari anggaran bantuan peralatan, dan hasil operasi seluruhnya diserap oleh pabrik makanan Unibis di medan. Namun Saat ini kondisi peralatan pengolahan coklat di IKM tersebut tidak lagi beroperasi. Hal ini disebabkan untuk mengoperasikan peralatan tersebut dibutuhkan infrastruktur dan biaya operasional yang cukup tinggi. Agar seluruh alat tersebut dapat beroperasional, maka setidaknya dibutuhkan daya Listrik sebesar 6500 watt – 7500 watt dengan biaya operasional 2 -3 juta rupiah perbulan. Biaya ini seharusnya dapat ditutupi oleh penjualan hasil produksi, namun rendahnya kapasitas kerja peralatan yang dihibahkan tersebut membuat operasi seluruh peralatan ini tidak ekonomis.Dari seluruh peralatan pengolahan kakao yang ada di IKM Simpati, kapasitas alat yang satu dengan yang lainnya tidak seragam. Pada alat alat seperti Alat Pemasta, Alat Pengempa, Alat Grinding/Kounching dan Alat pengayak kapasitas kerja alat hanya 600 – 1200gr/jam. Sedangkan pada peralatan lainnya, kapasitas kerja alat bervariasi antara 28 – 150 kg/jam. Dengan demikian maka akan terjadi â€Bottle Neck†(penyumbatan) pada alat-alat produksi dengan kapasitas kecil. Penyumbatan ini akan mengakibatkan bertumpuknya bahan baku pada fase tertentu dalam alur produksi sehingga waktu operasional alat bertambah dan mengakibatkan biaya produksi tidak ekonomis lagi. Untuk itu maka seluruh perlatan pengolahan kakao harus mempunyai kapasitas kerja yang seragam. Bagi peralatan dengan kapasitas kecil, maka jumlah alat harus ditambah atau alat diganti dengan kapasitas kerja yang lebih besar. Sebagai acuan kapasitas kerja yang digunakan adalah alat pengering dengan kapasitas kerja 1.5ton/hari atau 62.5kg/jam

    260

    full texts

    271

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇