Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Not a member yet
271 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN MESIN SORTASI UNTUK PENDUGAAN KUALITAS BIJI KEDELAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIFAT AKUSTIK
Penentuan harga jual kedelai di pasar tradisional Indonesia saat ini masih dilakukan secara manual yaitu berupa penilaian berdasarkan penampakan visual oleh tengkulak. Hal ini tentunya menyebabkan kesenjangan harga pasar kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan mesin sortasi untuk pendugaan kualitas biji kedelai menggunakan pendekatan sifat akustik dengan pengendali mikrokontroller arduino. Sensor akustik yang digunakan adalah sensor suara LM393. Mesin yang dibuat menggunakan prinsip angkut belt conveyor sederhana dengan tenaga penggerak motor stepper. Hasil analisis rancangan mesin menunjukkan kapasitas kerja mesin sebesar 1,431 kg/jam, torsi kerja sebesar 0,000085 Nm dan daya mesin sebesar 7,038 watt. Hasil pengujian data akustik pada kedelai dengan kadar air yang sama 10,65% dengan massa rata-rata 0,202 gram (Grade A) dan pengujian data akustik pada kedelai dengan massa rata-rata 0,165 gram (Grade B) masing-masing menghasilkan rata-rata nilai amplitudo sebesar 3671 mV dan 1993 mV. Berdasarkan uji statistik menggunakan metode Independent T-Test didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0.05) menunjukkan perbedaan bobot kedelai memiliki pengaruh yang nyata terhadap data akustik biji kedelai
KAJIAN KANDUNGAN VITAMIN C, SIFAT FISIKOKIMIA, DAN SENSORI SELAI MANGGA ALPUKAT
Selai merupakan makanan semi padat yang terbuat dari gula, pektin dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari suhu dan lama pemasakan terhadap perubahan kandungan vitamin C, sifat fisikokimia, dan kesukaan selai mangga alpukat, serta mendapatkan proses pengolahan selai terpilih. Metode penelitian meliputi pengujian kadar vitamin C pada buah mangga alpukat dan pembuatan selai mangga alpukat dengan melibatkan suhu pemasakan (70ºC, 75ºC dan 80ºC) dan lama pemasakan (15, 20 dan 25 menit) melalui rancangan acak lengkap faktorial dengan dua kali pengulangan. Analisis produk selai meliputi kadar vitamin C, kadar air, pH, total padatan terlarut (TPT), dan viskositas yang kemudian dibandingkan dengan selai buah komersil dan selanjutnya dilakukan uji hedonik pada parameter warna, rasa, aroma, dan kemudahan oles. Kadar vitamin C pada buah mangga alpukat menunjukkan nilai sebesar 41,523±4,894 mg/per 100 gram bahan. Kemudian, diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan kadar vitamin C selai dibandingkan dengan buahnya sebesar 39-66%. Selain itu, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan lama pemasakan dapat menurunkan kadar vitamin C dan kadar air, namun meningkatkan pH, TPT, dan viskositas selai secara signifikan. Proses pemasakan selai terpilih melalui pembandingan vitamin C dan sifat fisikokimia selai buah komersil adalah selai yang diolah pada suhu 70ºC selama 20 menit dan 25 menit serta suhu 75ºC selama 20 menit. Berdasarkan analisis kesukaan dari ketiga selai ini, selai yang diolah pada suhu 70ºC selama 20 menit merupakan selai terpilih yang mangandung vitamin C 22,43 mg/100g, viskositas 11650±42 cP, kadar air 37,10±0,13%, pH 3,407±0,001, dan TPT 53,5±0,7%
PENGARUH KONSENTRASI PUREE PISANG BILE (Musa paradisiaca) TERHADAP SIFAT MIKROBIOLOGI, KIMIA DAN SENSORIS KEFIR SUSU KAMBING
Susu kambing dalam kondisi segar merupakan bahan pangan yang rentan mengalami kerusakan dan memiliki aroma perengus sehingga kurang diminati. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah pengolahan menjadi kefir dengan penambahan puree pisang bile. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh puree pisang bile terhadap kualitas kefir susu kambing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor (perbedaan konsentrasi puree pisang bile : 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%) yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Adapun parameter yang diuji adalah total Bakteri Asam Laktat (BAL), viabilitas Bakteri Asam Laktat (BAL), total asam tertitrasi (TAT), derajat keasaman (pH), viskositas dan sifat sensoris meliputi aroma, warna, kekentalan dan rasa. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan Co-Stat. Apabila terdapat beda nyata, dilakukan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi puree pisang bile memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap seluruh parameter, kecuali hedonik rasa kefir susu kambing. Kefir susu kambing dengan konsentrasi puree pisang bile 30% merupakan perlakuan terbaik berdasarkan nilai total Bakteri Asam Laktat (BAL) 8,32±0,03 log CFU/mL, penurunan viabilitas Bakteri Asam Laktat (BAL) pada perlakuan asam dan garam empedu adalah 0,28±0,03 log CFU/mL dan 0,12±0,07 log CFU/mL, total asam tertitrasi (TAT) 3,57±0,14%, pH 4,04±0,01, nilai viskositas 4.533,33±230,94 cP serta sifat sensoris secara skoring dan hedonik yang sesuai
ANALISIS POLA TANAM DAN KALENDER TANAM PADI SAWAH MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 OLI TIRS DI DAERAH IRIGASI BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Pertumbuhan tanaman padi dipengaruhi oleh faktor pendukung alami yaitu iklim dan tanah, kendala yang sering dihadapi terjadinya perubahan iklim global yang berdampak terhadap pola curah hujan di berbagai wilayah. Dalam menentukan pilihan pola tanam yang efisien pada areal pertanian padi sawah, maka diperlukan upaya monitoring yang mampu mengamati, menganalisis, menyajikan dan memunculkan model keputusan, sehingga aktifitas pertanian padi sawah dapat dilakukan pada waktu yang tepat secara berkelanjutan. Penginderaan jauh (remote sensing) telah berkembang pesat dan penerapannya semakin luas untuk berbagai bidang, salah satunya pada sektor pertanian. Algoritma indeks vegetasi Normalized Difference Vegetation Indeks (NDVI) dan Enhanched Vegetation Indeks (EVI) untuk melakukan identifikasi fenologi tanaman padi. Melalui identifikasi umur tanam padi dapat diketahui pola tanam dan kalender tanam di daerah irigasi Batang Anai. Pola tanam interpretasi citra Landsat 8 selama 6 tahunan dengan menggunakan algoritma NDVI dan EVI adalah 2 kali setahun, musim tanam I pada bulan Januari dan musim tanam II pada bulan Juli. Pola tanam berdasarkan kondisi klimatologi adalah 2,5 kali setahun, musim tanam I pada bulan Januari, musim tanam II pada bulan Juni dan musim tanam III pada bulan November. Musim tanam IV pada bulan Maret dan musim tanam V pada bulan Agustus tahun berikutnya. Sebaran pola tanam dan kalender tanam berdasarkan interpretasi citra Landsat 8 dapat menjadi acuan, karena merupakan kebiasaan masyarakat setempat dan didukung oleh ketersediaan air dari curah hujan dan air irigasi
PENGARUH KONSENTRASI SARI TAUGE LAYU SEBAGAI SUMBER NITROGEN TERHADAP KARATERISTIK NATA JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.)
Penelitian ini menggunakan berbagai konsentrasi sari tauge layu sebagai sumber nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sari tauge layu sebagai sumber nitrogen serta mengetahui konsentrasi terbaik sari touge layu sebagai sumber nitrogen dalam memproduksi nata jambu biji merah. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan konsentrasi nitrogen dari tauge layu yang berbeda (18,17%, 21,38%, 24,59%, 27,79%, 31,00%). Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan ANOVA (Analysis of Variance) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s News Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kadar air, kadar nitrogen tauge layu, pH media, ketebalan, berat, yield, kadar serat kasar, warna dan organoleptik yang meliputi warna, tekstur, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrogen dari sari tauge layu yang berbeda berpengaruh terhadap ketebalan, berat, dan yield, serta tidak berpengaruh nyata terhadap kadar serat kasar, dan warna. Berdasarkan analisa kimia perlakuan E (penambahan konsentrasi nitroge 31,00%) merupakan produk terbaik dengan ketebalan (0,503cm), yield (48,79%), berat (243,97g), serat kasar (6,50%)
PENGARUH PERBEDAAN KECEPATAN PUTARAN MESIN (RPM) TERHADAP KINERJA MESIN PENCACAH LIMBAH JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK SAPI DI NUSA TENGGARA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putaran mesin pencacah terhadap kualitas hasil cacahan dan menentukan kecepatan putaran mesin dengan hasil cacahan yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental untuk menganalisis ragam pengaruh perlakuan terhadap pengaruh perbedaan kecepatan putaran mesin. Dengan metode ini dapat menganalisis dan diketahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kerja tertinggi terdapat pada RPM 3400 sebesar 13,11 gr/menit yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kapasitas kerja alat terbaik terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata rata sebesar 5,43 gram/menit. Hasil uji jarak berganda duncan terhadap keseragaman hasil cacahan menunjukkan bahwa pada pada kecepatan putaran 3400 rpm menghasilkan ukuran cacahan terbaik dengan ukuran 2 cm paling besar yaitu sebanyak 5,43 gram, yang berbeda nyata dengan kecepatan putaran mesin lainnya
PENGGUNAAN TAUGE YANG BERBEDA SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA PEMBUATAN NATA DE YAM
Penelitian ini menggunakan tauge dari kacang hijau sebagai sumber nitrogen untuk memproduksi nata dari bengkoang. Tauge yang digunakan adalah dari 4 kondisi tauge yang berbeda, dengan tujuan penelitian menentukan kondisi tauge terbaik sebagai sumber nitrogen berdasarkan karakteristik nata yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan kondisi tauge berbeda diantaranya adalah; tunas tauge, tauge segar, tauge akan busuk dan tauge layu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah total gula dan nitogen pada bahan baku, serat kasar, rendemen, ketebalan, berat, tekstur dan organoleptik meliputi; warna, tekstur, aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tauge yang berbeda menyebabkan serat kasar, rendemen, ketebalan, berat, tekstur dan snsory yang berbeda. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimia produk perlakuan D (tauge layu) merupakan produk terbaik dengan rata-rata nilai serat kasar 5,82%, rendemen 81,73%, ketebalan 1,05 cm, berat 335,07 g, tekstur 123,58 N/cm
RANCANG BANGUN MESIN PEMBELAH BUAH PINANG (Areca cathecu L.) DENGAN SUMBER PENGGERAK MOTOR LISTRIK
Komoditas buah pinang (Areca catechu L.) sudah tidak asing lagi di Tanah air. Pascapanen buah pinang terdiri dari beberapa metode, tergantung dengan jenis pinang dan kebutuhan dari masyarakat salah satunya adalah proses pembelahan. Pembelahan pinang yang dilakukan oleh masyarakat masih dengan cara tradisional dan memerlukan keahlian khusus, tenaga kerja yang banyak, jam kerja yang lama sehingga mempunyai kapasitas kerja yang rendah serta peluang terjadinya kecelakaan kerja cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Perancangan Mesin pembelah Pinang Tua dengan Menggunakan Dua Silinder pembelah sebagai teknologi tepat guna bagi masyarakat dengan kapasitas yang lebih besar dari pembelahan tradisional dan memperhatikan keselamatan kerja. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Manajemen Produksi Alat dan Mesin Pertanian, Teknik Pertanian dan Biosistem. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, inventarisasi ide, penyempurnaan ide, serta perancangan fungsioanl dan struktural serta pengujian mesin. Pada penelitian ini menggunakan sampel buah pinang tua dengan kadar air 71,5% yang berasal dari daerah padang dengan berat sampel untuk masing-masing pengulangan adalah 10 kg. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali sehingga total sampel yang digunakan adalah 30 kg. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh Kapasitas kerja efektif Mesin 55,68 kg/jam, Efisiensi alat 47,72%, rendemen pembelahan 64,3%, rata-rata kerusakan hasil sebesar 10,1%, rata-rata kehilangan hasil 2,3 %, persentase pinang tidak terbelah 23,3%, dan tingkat kebisingan untuk tanpa bahan dan ada bahan adalah sebesar 85,9 dan 96,6 dB. Secara keseluruhan mesin pembelah pinang ini mempunyai kapasitas kerja lebih besar jika dibandingkan dengan pembelahan manual
OPTIMALISASI SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour) DAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita Moschata) TERHADAP KARAKTERISTIK DONAT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik dari substitusi tepung labu kuning dan tepung mocaf terhadap karakteristik donat. Formulasi tepung labu kuning dan tepung mocaf pada pembuatan donat dengan membuat berbagai variasi campuran dengan 4 perlakuan perbandingan tepung labu kuning dan tepung mocaf yaitu A (Tepung Labu Kuning :Tepung Mocaf 90 % : 10%), B (Tepung Labu Kuning : Tepung Mocaf 75% : 15%), C (Tepung Labu Kuning : Tepung Mocaf 60% : 30%), D (Tepung Labu Kuning : Tepung Mocaf 55% : 35%). Selanjutnya adonan yang sudah diberi perlakuan dilanjutkan dengan penggorengan. Masing-masing perlakuan dibuat dengan 3 kali ulangan, sehingga didapatkan 12 unit sampel yang akan dianalisis. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji Anova. Dari hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik adalah pada perlakuan D yaitu dengan perbandingan konsentrasi tepung labu kuning 60% dan tepung mocaf 30 %. Hasil analisis karakteristik produk berdasarkan nilai kadar air adalah sebesar 12,27%, kadar abu 1,67% , kandungan kalori 3.894,85 kal/g
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae Var. Acephala)
Tanaman Kailan (Brassica oleraceae Var. Acephala) merupakan sayuran yang, memiliki kandungan gizi cukup tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh. Produksi sayuran kailan masih belum memenuhi jumlah permintaan pasar, sehingga perlu dilakukan upaya. peningkatkan produksi kailan yaitu dengan penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan interval pemberian PGPR yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 15 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman dan berat segar konsumsi. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan Anova, jika hasil menunjukkan berbeda nyata dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi dan interval pemberian PGPR terhadap semua parameter. Faktor tunggal perlakuan konsentrasi PGPR 12.5 ml berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan interval pemberian PGPR pada 20 hari menunjukkan tinggi tanaman berbeda nyata dengan perlakuan interval waktu pemberian PGPR 10 hari