PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
229 research outputs found
Sort by
Dokter Pustaka Inovasi Layanan Masa Pademi Covid-19 Di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
The Covid-19 pandemic has changed everything a lot, as well as providing services. During the Covid-19 pandemic, all face-to-face services were eliminated. During a pandemic, services must continue and must not reduce the quality of service. Staff in agencies, both public and private, do various ways to keep providing good service. Creativity and innovation are highly demanded in providing services during the Covid-19 pandemic. Library of the Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas Gadjah Mada to provide services to users by innovating service facilities, namely Doctor of Library. Doctor of Library online service to the academic community and alumi for requests for scientific information. Doctor Pustaka facilities are installed on the library website address http://libmed.ugm.ac.id. Hopefully, with the Doctorof Libary, requests for scientific information on the Covid-19 pandemic will still be well served
Pola Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malang Tahun 2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk urutan pola elemen pada perilaku pencarian informasi dan untuk mengetahui elemen yang dominan digunakan pada pola perilaku pencarian informasi Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 dalam menelusuri sumber informasi untuk sumber belajar perkuliahan dan rujukan dalam pembuatan karya. Sebanyak delapan belas mahasiswa anggota finalis ajang mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat sembilan pola perilaku pencarian informasi yang berbeda dan terdapat delapan elemen yang dominan digunakan pada pola perilaku pencarian informasi Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2019 dalam menelusuri sumber informasi untuk sumber belajar perkuliahan dan rujukan dalam pembuatan karya, dimana perilaku pencarian informasi mahasiswa berprestasi tersebut ditunjang oleh peran Perpustakaan Perguruan tinggi Universitas Negeri Malang
Peran Pustakawan Sebagai Teman Karib (Tempat Efektif Menemukan Aneka Referensi Ilmiah dan Buku) dalam Pembelajaran
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kewenangan peran pustakawan ULM sebagai TEMAN KARIB (Tempat Efektif Menemukan ANeKA Referensi, Ilmu, dan Buku) dalam belajar. Rancangan penelitian ini adalah metode campuran dengan prosedur Triangulasi. Desain: Validasi Model Data Kuantitatif. Dalam model ini, peneliti akan mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif, kemudian menganalisis masing-masing data tersebut. Tahapan selanjutnya adalah melakukan analisis lebih lanjut dengan memvalidasi hasil analisis kuantitatif menggunakan hasil kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa ULM. Sampel untuk melihat peran pustakawan dalam pembelajaran yaitu 500 siswa.Teknik data yang validasi instrumen oleh validator, pengisian kuesioner, wawancara terbuka untuk memperdalam gambaran yang memiliki kewenangan peran pustakawan ULM sebagai TEMAN KARIB (Tempat Efektif Menemukan ANeKA Referensi, Ilmu, dan Buku) dalam belajar. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagian besar siswa yaitu 40,466% siswa setuju bahwa pustakawan dapat berperan sebagai TEMAN KARIB (Tempat Efektif Menemukan ANeKA Referensi, Ilmu, dan Buku) dalam pembelajaran. 27,84% siswa sangat setuju. Sedangkan sebagian kecil siswa masing-masing sebesar 7,11% dan 1,34% menyatakan tidak setuju dan tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kompetensi Pustakawan Dalam Memberikan Layanan Di Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung
Menjadi seorang pustakawan harus memiliki dua kompetensi yaitu kompetensi profesional dan kompetensi personal. Untuk mencapai keduanya, pustakawan diharapkan bisa mengintegrasikan antara pengetahuan, kemampuan (skill) dan sikap. Agar dapat memberikan layanan secara maksimal, maka perlu memperhatikan kompetensi dari pustakawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pustakawan berkompeten dalam memberikan layanan kepada pemustaka dilihat dari sudut pandang pemustaka sebagai obyek/ penerima layanan perpustakaan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan survei berupa angket pertanyaan. Jumlah responden dalam penelitian ini sejumlah 167 pemustaka yang merupakan mahasiswa IAIN Tulungagung. Hasil survei menunjukkan bahwa pustakawan pada Pusat Perpustakaan IAIN Tulungagung berkompeten dalam memberikan layanan sebesar 85,1% serta kemampuan pustakawan dalam memberikan layanan dengan baik sebesar 89,8%
Perilaku Pencarian Informasi Pada Mahasiswa Strata Satu (S1) Pendidikan Biologi Angkatan 18 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Setiap orang memiliki kebutuhan informasi dan memiliki perilaku pencarian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Biologi angkatan 18 UNTIRTA. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku pencarian informasi mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA. Penulis menggunakan model perilaku pencarian yang dikembangkan oleh David Ellis. Kuesioner yang disebarkan adalah skala likert dengan rentang 5. Responden berjumlah 34 orang. Dari hasil analisis kuesioner, mahasiswa pendidikan biologi angkatan 18 UNTIRTA tahu akan kebutuhan informasinya. mahasiswa pendidikan biologi angkatan 28 UNTIRTA melakukan proses starting hingga extracting selama proses pencarian. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi angkatan18 UNTIRTA memiliki kesadaraan akan kebuutuhan informasi dan mampu mencari, memilah dan mengolah informasi sesuai dengan kebutuhanny
KETERSEDIAAN KOLEKSI BERDASARKAN SILABUS DAN STANDAR BAN-PT: Analisis Koleksi Perpustakaan IAIN Pekalongan untuk Jurusan Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Pekalongan
Abstrak : Ketersediaan koleksi sering dianggap sebagai ukuran efektivitas perpustakaan atau kinerja perpustakaan secara keseluruhan. Karena pengguna hanya menilai ketersediaan koleksi berdasarkan yang dia butuhkan, bukan yang perpustakaan sediakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi ketersediaan koleksi perpustakaan IAIN Pekalongan berdasarkan silabus jurusan PAI FTIK IAIN Pekalongan, menganalisis ketersediaan koleksi berdasarkan standar BAN-PT, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pengadaan koleksinya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan sifat deskriptif. Teknik analisis data menggunakan metode checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan koleksi untuk semua jenis mata kuliah adalah sebanyak 409 judul atau sebesar 50%, dan ketidaktersediaan koleksi sebanyak 301 judul atau sebesar 42%. Dan kategori ketersediaan koleksi Perpustakaan IAIN Pekalongan berdasarkan analisis dari standar BAN-PT sangat baik. Beberapa faktor yang menjadi kendala dalam ketersediaan koleksi berdasarkan silabus adalah karena tidak semua dosen menyerahkan silabus ke jurusan, beberapa koleksi yang ada dalam daftar pustaka silabus yang merupakan terbitan instansi pemerintah tidak tersedia, dan ada beberapa koleksi yang sudah tidak diterbitkan lagi Abstract : Availability of collections is often seen as a measure of library effectiveness or overall library performance. Because the user only assesses the availability of collections based on what he needs, not what the library provides. The purpose of this study was to determine and identify the availability of Pekalongan IAIN library collections based on the Pekalongan IAIN FTIK PAI syllabus, analyze the availability of collections based on BAN-PT standards, and identify the factors that being obstacles in procuring their collections. The approach in this study is descriptive quantitative. The data analysis technique uses the checklist method. The results showed that the level of availability of collections for all types of subjects was 409 titles or 50%, and the unavailability of collections was 301 titles or 42%. And the category of availability of collections in Pekalongan IAIN Library based on analysis from the BAN-PT is very good. Some factors that become obstacles in the availability of collections based on the syllabus are that not all lecturers submit syllabus to departments, some collections in the bibliography syllabus published by government agencies are not available, and there are several collections that are no longer publishe
Refleksi Hadits terhadap Kualitas Pelayanan Referensi dalam Membantu Memenuhi Kebutuhan Informasi Pemustaka di Perguruan Tinggi
Abstract: In the hadith, Rasulullah SAW had advocated for Muslims to help each other and facilitate the difficulties faced by other Muslims. The hadith can be reflected in various activities in the library. In this casemore focused on reference services in the college library. In harmony with the hadith, that reference services can also solve various difficulties faced by the user and facilitate any difficulties experienced by the user. Reflexes of hadith on library activities, especially in reference services in the library, in this article are reviewed using the library study method. Thus, the reflexity between the two will be analyzed using various literature related to the topic.The purpose of this study is to know how the implementation of the hadith reflection and to know the impact given by the implementation of the hadith reflection on the quality of reference services in helping meet of the information needs of the users in the college. Abstrak: Di dalam hadits, Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada umat islam agar saling membantu dan memudahkan kesulitan yang dihadapi oleh muslim lainnya. Hadits tersebut dapat direfleksikan ke dalam berbagai kegiatan di perpustakaan. Dalam hal ini lebih difokuskan kepada pelayanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi. Selaras dengan hadits tersebut, bahwasanya layanan referensi juga dapatmenyelesaikan berbagai kesulitan yang dihadapi oleh pemustaka dan memudahkan setiap kesulitan yang dialami oleh pemustaka. Refeleksi hadits terhadap kegiatan perpustakaan, khususnya pada layanan referensi di perpstakaan, dalam artikel ini dikaji menggunakan metode studi kepustakaan. Sehingga, refleksitas diantara keduanya akan dianalisis menggunakan berbagai literatur yang terkait dengan topik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana refleksi hadits terhadap kualitas pelayanan referensi dan untuk mengetahui dampak yang diberikan oleh pengimplementasian refleksi hadits terhadap kualitas pelayanan referensi dalam membantu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka di perguruan tinggi
Pendidikan Pengguna Di Perpustakaan Daerah Jawa Tengah Menggunakan Animasi 3 Dimensi Berbasis Muvizu
Animation technology have developed in the last few decades rapidly. Many animation tools can be used to make a 3D animations by users easily one of which is Muvizu software. It can be used without specialist skills, so users can reduce the time needed to create 3D animation movie. Muvizu is used for the develope a 3D animation that used as a media of user education programs in the library, so the program can use at any time. The research method used ADDIE models beginning with analysis, design, development, implementation which is tested to experts and evaluation at each step. This research is foccus on designing and developing 3D animation using muvizu software consist of story development, pre-production, production, and post-production. The results of the research from material expert showed very good results on general material aspects and user education content. While the results media expert showed very good on the aspects of software engineering, audiovisual communication, and learning design
Problematika pengembangan kepustakaan Islam: studi kasus di empat perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Jawa Timur
Introduction. This study aims to examine the Islamic collection development process conducted by 4 (four) Islamic universities’ libraries in East Java, including selection criteria and tools, the use of the collection, and challenges faced by the librarian Data Collection Method. Using a mixed-methods approach with surveys and interviews, four head of libraries and 338 students participated in this research. Analysis Data. Data from the questionnaire were analyzed using descriptive quantitative analysis method while the qualitative data from interviews were analyzed using the thematic analysis technique. Results and Discussions. The results showed that the libraries did not have any written collection development policies. The four libraries have used the right selection tools, but most of them have not utilized reviews of books based on online sources and social media. At present, the four libraries have not had any special subjects which potentially emerged as a distinction of the libraries’ collection. Nevertheless, there has been a plan to develop such a special subject of Islamic collection. The use of Islamic literature collections among students were considered in medium level of use. The challenges in developing Islamic literature collections are sourced both from internal and external sources. Internally, the library has not evaluated their collection development policies. While the low participation of lecturers in the development of library collections emerged as obstacles from external sources. Conclusions. Based on the findings, it can be concluded that the libraries involved in this study still needs improvements in some areas.
Relasi Kemampuan Literasi Jaringan dengan Manajemen Privasi Pelajar Sma Negeri 1 Sumedang
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi relasi antara kemampuan literasi jaringan dengan manajemen privasi pada pelajar SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi asosiatif. Populasi merupakan para siswa SMA Negeri 1 Sumedang. Ukuran sampel sejumlah 150 siswa berdasarkan ukuran proposi binomial dan sampling error. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket kuesioner, observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data penelitian menggunakan skala nominal dan dianalisis menggunakan analisis chi square dan analisis koefisien kontingensi C dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat relasi yang signifikan antara pemahaman mengenai sistem jaringan internet serta kemampuan mengakses dan menyaring informasi dengan manajemen privasi. Para siswa memiliki pemahaman mengenai jaringan internet yang tinggi dan mampu menerapkannya dalam menentukan kontrol dan kepemilikan terhadap informasi pribadi. Para siswa juga memiliki kemampuan menyaring informasi yang tinggi dan mampu menerapkannya dalam menentukan batasan privasi. Sedangkan kemampuan menyebarkan informasi serta keterbukaan diri dalam jaringan internet tidak memiliki relasi yang signifikan dengan manajemen privasi. Para siswa mampu menyajikan dan menyebarkan informasi melalui internet, namun kurang berhati-hati dalam memeriksa kembali konten yang mungkin mengandung informasi pribadi sebelum diunggah di media sosial. Mayoritas siswa cenderung bersikap terbuka dalam berinteraksi dengan pengguna internet lainnya, namun langkah privasi yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan para siswa yang cenderung tertutup. Abstract: This research aims to determine the relationship between network literacy skills and privacy management of high school students. This research uses quantitative method with associative study. The population is students of SMA Negeri 1 Sumedang. The sample size is 150 students based on the binomial proportion and sampling error size. Research data are collected through questionnaire, observation, interview, and literature study. The research data uses nominal scale and analyzed using chi square analysis and contingency coefficient C analysis with confidence level of 95%. The result of this research indicates that there are significant relationships between understanding of internet network system and information access and filtering skills with privacy management. The students have a high understanding about internet network and able to apply it in determining control and ownership of private information. The students also have good information filtering skills and able to apply it in determining their private boundaries. Whereas information sharing skills and self-opennes in internet network do not have any significant relationship with privacy management. The students are able to present and distribute information through internet, but not careful enough in rechecking contents that may contain private information before uploading it into social media. Majority of the students tend to be open in interacting with other internet users, but the privacy measures that they are doing are not much different from the students who tend to be closed