PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan
Not a member yet
229 research outputs found
Sort by
Perkembangan Penerbitan Jurnal Open Access Dalam Mendukung Komunikasi Ilmiah Dan Peranan Perpustakaan
Sekitar akhir abad ke-20, penerbitan jurnal sebagai salah satu bentuk komunikasi ilmiah (scholarly communication) mengalami masa krisis (serials crisis) yang ditandai dengan meroketnya biaya berlangganan jurnal (ACRL, 2003). Kuatnya kendali penerbitan ilmiah di tangan para konglomerat penerbitan komersial yang berakibat melemahnya kekuatan penerbit berbasis nir-laba dianggap sebagai penyebab utama dari krisis ini. Pesatnya komersialisasi penerbitan jurnal ilmiah serta naiknya biaya penerbitan pada saat itu membuat jurnal ilmiah semakin sulit diakses. Akhirnya, kemampuan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya menurun seiring dengan melemahnya kemampuan untuk melanggan jurnal (B.-C. Björk, 2017). Pada saat yang sama, perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mulai menunjukkan dampak yang nyata terhadap perkembangan penerbitan ilmiah. Penyebaran dan penyimpanan dijital informasi ilmiah, termasuk, e-jurnal, membuka peluang penyediaan konten informasi dengan biaya murah dengan mengurangi biaya yang berkaitan dengan pencetakan dan distribusi hard copy. Perkembangan TIK juga membuka potensi untuk mengabaikan peran penerbit tradisional dengan menyajikan jurnal online langsung kepada pembaca. Akibatnya kemudian adalah berkembangnya konsep penerbitan Open Access (OA), sebuah strategi yang dikembangkan dan didukung oleh jaringan ilmuwan, penerbit, dan pustakawan sebagai solusi atas terjadinya krisis jurnal ilmiah. OA dianggap sebagai sebuah solusi yang strategis karena memungkinkan tersedianya “akses online terbuka” untuk karya ilmiah (Harnad, 2005; Suber, 2004). Berkaitan dengan hal di atas, tulisan ini akan memaparkan sekilas tentang perkembangan penerbitan jurnal OA dalam mendukung proses komunikasi ilmiah serta peran yang dapat dilakukan oleh perpustakaan dan pustakawan
Relevansi dan Penerapan Subject Authority dalam Sistem Temu Kembali Koleksi Kitab Kuning Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
This research describe about how relevation and subject authority implementation on yellow book collections in retrieval system UIN Maulana Malik Ibrahim Library Center Malang. Background in this research is from the past researchs and because UIN Maulana Malik Ibrahim Library Center Malang based from Islamic and have so many book collections. In this library have a different wisdom to managing book collections and general collections. Result from this research is : (1) relevansion rank yellow book collections in retrieval system UIN Maulana Malik Ibrahim Library Center Malang from subject authority method are low and not effective and ideal and then bring out recall 70% and precision 58.3%. (2) implementation process on subject authority yellow book collections UIN Maulana Malik Ibrahim Library Center Malang are not match with implementation principal, and have a result: there are not consistent using a subject (from 97 sample, 37 sample are not consistent), vocabulary index subject implementation don’t have a control language (from 97 sample, 56 are not controlling), using original name versus foreign is lack of attention (from 74 subject, there some Arabic name are not consistent with Arabic-Indonesian transliteration process) and subject authority implementation are not focus with primary books (in 16 book collections
Pemanfaatan Koleksi Referensi di Perpustakaan IAIN Purwokerto
Reference service is necessary especially in research activity which is appropriate with the reference collection charachteristic. Reference collection service in IAIN Purwokerto Library needs a scientific discourse to know the extent of its utilization. So it can be formulated that the problem statement is how the utilization of reference collection in IAIN Purwokerto Library. This research is start from April to August in 2016 for five mounths. The research is using quantitative approach that the presentation is performed in numeral form. Population is determained from the quantity of the reference collection users in one mounth, with 10% of sample. Data collecting technique is using observation, questionnaire, docomentation and interview. The result showed that the interest of the library user to the reference collection is high at 86,79%. The most intresting collection is comperhensive paper materials (43,40%), and there was 41,51% who use the librarian service in using reference collection. Some of library visitor pruposed to increase the number of comperhensive materials collection either english books or arabian books, collection that is relevance with academical needs, and improving the quality of services such as the amiability of the librarian, the arrangement of shelves, and the comfort of the room
Urgensi Kemampuan Komunikasi Interpersonal Bagi Pustakawan
To serve, librarian will meet users of many characters and behaviours. If librarians have and able to implement skill of interpersonal communication, it will bear a positive impression from users, he can treat one person with specifc treatment, and other person with other treatment, so every users will be satisfed. This article dealts with how to increase interpersonal communication skill of librarians, so that they can undergo their activities smoothly
Membangun Media Komunikasi Ilmiah Dalam Perpustakaan Perguruan Tinggi
Para ilmuwan sejak beberapa abad yang lalu telah melakukan aktivitas komunikasi ilmiah secara formal dalam rangka penyebaran ilmu pengetahuan serta hasil penelitian yang telah dilakukannya. Penggunaan media pada saat itu masih berupa selebaran hasil penelitian dalam karangan ilmiah atau melalui sebuah buku. Sampai pada saat diterbitkannya sebuah majalah, para peneliti telah serius menerbitkan tulisan-tulisan mereka pada media tersebut, karena selain penerbitannya lebih teratur, juga akan lebih cepat daripada proses penerbitan sebuah buku. Seiring perkembangan pengetahuan serta teknologi, penggunaan media cetak untuk penyebaran ilmu pengetahuan secara bertahap telah berganti pada media elektronik. Perpustakaan, yang dalam hal ini telah berkembang menjadi lembaga pengelola ilmu pengetahuan memiliki peran cukup penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan dengan media-medianya serta fungsinya sebagai sarana komunikasi ilmiah. Dalam tulisan ini akan dipaparkan mengenai peran dan usaha perpustakaan dalam membangun media komunikasi ilmiah. Diantaranya ialah dengan pengelolaan jurnal secara elektronik yang akan membawa perubahan terhadap media komunikasi tersebut. Hasilnya ialah perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai media-media yang dibangun oleh perpustakaan terhadap berlangsungnya komunikasi lmiah. Karena perpustakaan merupakan lembaga yang sudah seharusnya menjadi atau menyediakan wadah untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahua
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGETAHUAN PADA PERPUSTAKAAN STAIN PADANGSIDIMPUAN
Library for a higher education is a center even a heart of thisinstitution, but with the internet, users prefer this new technology than libraries. To solve this problem it must strive to provide information for the most appropriate time, using most appropriate resources, and budget. Library of the State College for Islamic Studies Padangsidimpuan is challenged to give excellent service for the users with minimal budget, so the performance is impaired.This article explores the use of knowledge management to solve the above problem. The implementation of the knowledge management is done by carrying out human resources, knowledge sharing, and information and technology empowerin
Analisis Artikel Civitas Akademika Universitas Islam Negeri Yang Terindex Scopus
Abstrak: Integrasi ilmu, interkoneksitas bidang ilmu, merupakan beberapa istilah yang mengemuka semenjak Kementerian Agama mengubah IAIN menjadi Universitas. Dari perubahan ini, diharapkan akan muncul kajian berbagai bidang ilmu dengan sentuhan Islam di dalamnya. Sampai saat ini terdapat 11 UIN yang tersebar di Indonesia. Pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan tidak lagi terkotak-kotak antara ilmu agama dan umum, universalitas Islam akan semakin tampak, sehingga perkembangan ummat Islam sendiri akan semakin maju.Artikel ini hendak menganalisa produk artikel ilmiah civitas akademika UIN, yang terindex oleh SCOPUS. Artikel ilmiah dari civitas akademika, dianggap sebagai produk intelektual dalam rangka mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang integral sesuai visi/misi UIN. Metode analisa yang dilakukan adalah dengan pencarian melalui SCOPUS, menggunakan kata kunci atau gabungan kata kunci yang mengacu pada lembaga UIN di Indonesia. Daftar artikel yang muncul, kemudian dikelompokkan dan dinarasikan sesuai tujuan penelitian.Harapannya akan dapat diketahui produktifitas civitas UIN dalam melakukan riset dan menuliskannya dalam artikel, sebaran bidang ilmu, kerjasama kepenulisan yang dilakukan, perkembangan jumlah artikel yang diindex SCOPUS dalam tahun. Selain itu, diharapkan akan muncul perbandingan produktifitas dan sebaran bidang ilmu antara sebelum menjadi UIN dan setelah menjadi UIN.Abstract: The Analysis of indexed article from UIN Academicians in SCOPUS Integration of science, interconnectivity of science, are a few terms that surfaced since the Ministry of Religious change IAIN to the Universitas Islam Negeri (UIN). The expectation of these changes, is to emerge study of various fields of science with a touch of Islam. There are 11 UIN in Indonesia. Development of science in UIN, is expected to no longer fragmented between religion and general knowledge. Thus, the universality of Islam will be more visible, so the development of the Muslims knowledges will be more advanced.This article is going to analyze the scientific articles of UIN academicians, which is indexed by SCOPUS. Scientific articles from the academic community, is regarded as an intellectual product in order to support the integral development of science according to the vision / mission of the UIN. Method of this analysis is by searching through SCOPUS, using keywords or combination of keywords that refer to UIN institutions in Indonesia. A list of articles that appeared, then grouped and narrated according to the purpose of research.The hope would be known productivity of UIN community, the distribution of science, cooperation of authorship, increase of articles indexed in the SCOPUS per years. In addition, we will know the trend of the article before becoming UIN and after becoming UIN
Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Pengalaman Perpustakaan STAIN Kediri
Abstrak; Pentingnya mutu atau kualitas (quality) telah menjadi perhatian pengelola perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan Nasional RI telah menyusun standar yang dapat dijadikan acuan minimal dalam penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi yang berkualitas. Suatu bentuk formal pengakuan terhadap pemenuhan standar tersebut yaitu dengan pelaksanaan akreditasi perpustakaan. Akreditasi perpustakaaan bertujuan untuk memperbaiki perpustakaan yang diakreditasi sehingga bermanfaat untuk membangun kualitas perpustakaan. Sesuai amanat UU RI No 43 tahun 2007 dan PP No 24 tahun 2014, Perpustakaan Nasional telah membentuk Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAP-N).Sertifikat terakreditasi dapat diperoleh suatu perpustakaan berdasarkan jumlah nilai tertimbang dari komponen komponen layanan, kerjasama, koleksi, pengorganisasian materi perpustakaan, sumber daya manusia, gedung / ruang dan sarana prasarana, anggaran, manajemen perpustakaan dan perawatan keoleksi perpustakaan. Pengalaman Perpustakaan STAIN Kediri dalam melaksanakan akreditasi perpustakaan dengan menempuh langkah-langkah antara lain merencanakan kegiatan akreditasi, membentuk tim persiapan akreditasi, melakukan asesmen mandiri (self assessment), menyiapkan berkas pendukung, mengirimkan surat permohonan dan berkas data pendukung, melakukan penilaian borang, menyiapkan dan melaksanakan asesmen lapangan. Hal yang pokok dari sebuah akreditasi adalah budaya kualitas. Harapan untuk memperoleh nilai akreditasi terbaik terletak pada budaya kualitas yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.Abstract; The importance of quality has been a concern of college library librarian. National Library has compiled standards can be used as a minimum level college library quality. A form of formal recognition of compliance with these standards is by accrediting library. Accreditation aims to improve accredited institution so useful to build a library quality. As stipulated by Law Decree(UU) No. 43 of 2007 and Government Regulation (PP)No. 24 of 2014, the National Library has the National Library Accreditation Agency (LAP-N). Accredited certificate can obtain a library based on the number of components weighted values of service, cooperation, collection, organization of library materials, human resources, building / space and infrastructure, budget, library management and maintenance of library collection. The experience of STAIN Kediri library in carrying out the library accreditation including : make a plan of accreditation activities, form preparation team of accreditation, perform self assessments, set up support files, send a letter of application and data file support, assessment accreditation forms, prepare for site assessment and carry out the acreditation. The main thing is the accreditation is a culture of quality. Hope to obtain the best value of accreditation lies in the culture of quality.
Penerapan Peminjaman Mandiri Berbasis SLiMS Versi Desktop: Studi Kasus di Perpustakaan STAIN Kediri
Abstrak; Layanan peminjaman mandiri adalah layanan peminjaman yang dilakukan sendiri oleh pemustaka. Peminjaman mandiri merupakan antarmuka peminjaman koleksi perpustakaan yang terkoneksi dengan database perpustakaan berbasis SLiMS sebagai pusat datanya. Tujuan layanan mandiri adalah untuk mengefektifkan layanan peminjaman di Perpustakaan STAIN Kediri yang memiliki petugas terbatas. Sebelumnya, transaksi peminjaman dilakukan oleh seorang petugas saja. Sering terjadi antrian panjang terutama ketika perpustakaan menjelang tutup atau istirahat. Sehingga diperlukan alternatif pelaksanaan transaksi peminjaman yang lebih efektif dan efisien. Layanan mandiri dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman lazarus freepascal dan mengambil data dari aplikasi senayan. Proses peminjaman dilakukan dengan melakukan verifikasi user akun pemustaka, verifikasi koleksi dan verifikasi peminjaman di database SLiMS.Abstract; Selfservice loan isa loan services conducted by the member of library themselves. Self services loan is interface loan transaction that connected to SLiMS Library database server. The purpose is to get more efectivelly loan services at Library of STAIN Kediri because of the lack of staffs. Before hand, Loan services was controlled by one operator. Long waiting line happens almost everyday asspecially at the approach of closing library or break time. however, it needed to develop the loan services that is more effective and eficient. Self sevices loan is developed by using Lazarus free Pascal software and the data is connected to senayan database. Self services loan processed is initiated from the verification of user account, verification of bibliography data and verification of loan data in the SLiMS database
Peran Pemerintah Dalam Menyelamatkan Naskah Kuno Minangkabau Pasca Gempa Pada Untuk Pelestarian Budaya Masyarakat Minangkabau
The manuscripts of Minangkabau has many content about society, lives, and rules, such as the story of the batle that happened at that time, infuential scholars, the natural disasters that have occurred,and traditional medicine, all of it be writen with beautiful handwriting letered Arabic and Malay. On September 30, 2009 an earthquake with a strength of 7.9 on the Richter scale destroyed half of West Sumatera regions, include the buildings of information centers,and the storage areas of ancient texts Minangkabau. That makes all of ancients texts lost and broken. These manuscripts are original publications and unparalleled. This research is to know how the government’s role in saving the post-earthquake ancient manuscripts, for cultural preservation society of Minangkabau. This study is qualitative, using interview, observationand documentation. This study shows that in the preservation of the collection of ancient manuscripts damaged after the earthquake, West Sumatera provincial government assisted by the National Library team in repairing damaged manuscripts collection. National library team brings 17 boxes of ancient manuscripts Minangkabau to be treated. And to replace the lost collection, the government is conducting a search of the ancient manuscripts in houses to the public because there are still many collection of ancient manuscripts held by the public