Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
520 research outputs found
Sort by
Therapeutic Community (TC) pada Residen Penyalah Guna Narkoba di Panti Social Marsudiputra Dharmapala Inderalaya Sumatera Selatan
Terapi dan rehalibitasi korban penyalahgunaan narkoba, merupakan sistem pelayanan terpadu dengan menggunakan Therapeutic Community (TC) merupakan treatment yang menggunakan pendekatan psikososial, yaitu bersama-sama dengan mantan pengguna narkoba lainnya mereka hidup dalam satu lingkungan dan saling membantu untuk mencapai kesembuhan. Dalam rangka memberikan layanan rehalibitasi di Panti Sosial Marsudi Putra Dharmapala Indralaya. Proses perubahan yang diharapkan dari Therapeutic Community (TC) adalah perubahan tingkah laku perkembangan emosi, perkembangan intelektual, spiritual dan keterampilan kerja serta memberikan perhatian, perlindungan, dan mendukung perkembangan secara fisik, mental, dan spiritual yang seimbang, dengan penuh cinta kasih dan rasa saling menghargai terhadap setiap individu dan komunitas secara keseluruhan, sehingga terciptanya keharmonisan didalam lingkungan tersebut. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran mengenai hasil penerapan Therapeutic Community (TC) pada residen penyalahguna narkoba terjadinya perubahan tingkah laku pada ketiga residen setelah mengikuti proses rehabilitasi karena penyalah gunaan narkoba disebabkan oleh interaksi antara factor yang terkait dengan individu, factor lingkungan dan factor tersedianya zat (narkoba
Penerapan Microskills dalam Domain Multicultural
Konselor multikultural menggunakan microskills yang bertujuan untuk memodifikasi interaksi konselor dalam membuat perbedaan yang signifikan pada kehidupan konseli dengan: (1) mengidentifikasi faktor-faktor dari respon nonverbal untuk diri konselor sendiri dan konseli, (2) memahami dasar intervieu microskills dalam proses menerima (attending), mendengarkan (listening), dan mempengaruhi (influencing), serta dampak potensial pada konseli untuk berubah, (3) mencatat fokus microskills, dan perhatian secara selektif yang merupakan dasar untuk masalah keluarga dan konseling multikultural, (4) mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan konfrontasi microskill, dan (5) mengetahui keterampilan intervieu sebagai acuan frame multikultural. Sedangkan domain kompetensi konseling multikultural untuk pendidikan dan praktek, antara lain: (1) Counselor Awareness of Own Cultural Values and Biases), (2) Counselor Awareness of Client’ Worldview), dan (3) Culturally Appropriate Intervention Strategies
Pengembangan Modul Bimbingan dan Konseling untuk Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Sekolah
The problem of drug abuse has penetrated up to the world of education, including SMP. Many ways that could be used by guidance and counseling teachers or counselors to enhance students' understanding of the dangers of drug abuse, one of them by using the media as an exciting learning modules. Module was one of tools that addresses learning about a subject systematically arranged and sequentially to facilitate students achieve and master a targeted competencies along with guidelines for the use of teachers. This study aimed: (1) to formulate guidance and counseling module for drug abuse prevention in school-appropriate content to be used by guidance and counseling teacher or counselor, and (2) to describe the level of applicability formulation guidance and counseling module for drug abuse prevention in school by guidance and counseling teacher or counselor. This research was conducted using development research methods, with guided model development step ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subjects of the trial research were (1) the content expert, and (2) the target users of the product, was guidance and counseling teacher or counselor, who was taken by using purposive sampling method, in order to obtain test subjects research, namely 3 content experts, and 3 people guidance and counseling teacher or counselor. This study was conducted with a limited research product tested and the data was analyzed descriptively. The results of the research showed that: (1) guidance and counseling module to prevent drug abuse, as a content was very feasible for used by students and guidance and counseling teachers or counselors in implementation of service, (2) the level of guidance module and counseling applicability to prevent of drug abuse rated very high for used by students. Based on these results of the research, generally, it could be concluded that the research products produced were feasible and could be used to help students in the context of prevention of drug abuse in schools. Finally the research product was highly recommended to be introduced and used by guidance and counseling teacher or counselor at school in SMP
Kinerja Dosen Penasehat Akademik dan Hubungannya dengan Masalah Akademik Mahasiswa dalam Perkuliahan Guru
Penelitian ini berawal dari rendahnya kinerja dosen penasehat akademik yang diketahui berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan mahasiswa jurusan TV dan FILM ISI Padangpanjang. Kinerja dosen penasehat akademik adalah sesuatu yang telah dicapai oleh dosen penasehat akademik yang diukur melalui persepsi mahasiswa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Jenis penelitian adalah korelasional deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat populasi sebesar 135, teknik pengambilan sampel teknik Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah sampel 100. Pengumpulan data dengan skala likert, dan analisis data dengan analisis deskriptif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dosen PA berkategori rendah dan masalah akademik mahasiswa berada pada kategori sedang, , sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kinerja dosen PA dengan masalah akademik mahasiswa. Tingkat korelasi antara kinerja dosen PA dengan masalah akademik mahasiswa sangat rendah atau tidak terlalu signifikan bahkan bisa dikatakan hampir tidakberkorelasi sama sekali
Stategi Intervensi Konseling Untuk Mengatasi Kecemasan Siswa
Dewasa ini, ditengarai bahwa banyak siswa di SMP dan SMA di Kab Magelang yang mengalami masalah dalam kehidupan pribadinya; salah satu diantaranya ialah masalah kecemasan. Apabila siswa mengalami kecemasan berlebihan, biasanya tidak mampu mengatasinya sendiri. Sebagai akibatnya siswa tersebut selalu mengalami kegagalan yang menyebabkan ia menjadi pesimis, mempunyai harga diri kurang, putus asa, frustasi, tak dapat bertindak efektif dan tak dapat mencapai prestasi optimal. Untuk mengatasi kecemasan yang dialami siswa SMP dan SMA di Kabupaten Magelang perlu dirancang dan diterapkan Strategi Intervensi Konseling yang tepat, tingkat kecemasan yang dialami para siswa dapat diturunkan secara maksimal dengan cara mendesain Strategi Intervensi Konseling dengan teknik Cognitive Restructuring (CR) dan Systematic Desensitization (SD) yang efektif diterapkan untuk mengatasi kecemasan para siswa SMP dan SMA di Kabupaten Magelang. Dengan melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) menganalisis tingkat kecemasan para siswa SMP dan SMA di Kabupaten Magelang, 2) mengidentifikasi factor penyebab timbulnya kecemasan siswa, 3) menganalisis terori-teori yang mendukung pemecahan masalah kecemasan, dan 4) mendesain Strategi Intervensi Konseling yang cocok digunakan untuk mengentaskan kecemasan siswa. Sampel penelitian dipilih secara purposive random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Kecemasan (Manivest Anxiety Scale) dan angket evaluasi perlakuan. Desain eksperimen yang digunakan adalah pretest-postest control group desain. Penelitian ini diharapkan dapat menciptakan sebuah Strategi Intervensi Konseling yang cocok digunakan untuk mengurangi tingkat kecemasan siswa SMP dan SM
Kesiapan Guru Bimbingan dan Konseling Menjalani Penilaian Kinerja Guru
The aim of this research is to reveal the readiness of guidance and counseling teachers toward Teacher’s Performance Assesment (TPA) at the quality of their understanding and attitude by using quantitative-descriptive method.The subject of this research is all guidance and counseling teachers at State Senior High Schools and State Vocational High School in Batu Bara District, North Sumatera Province. The number of the research subjects is 33 persons. Semantic differential model scale is the instrument being used in this research to measure the understanding and attitude of research subjects toward TPA.Statistic technique of Mann Whitney U is used to compare the data of two independent samples, and of Kruskal Wallis One Way Anova is used to compare the data of more than two independent samples, and Correlation Product Moment to see the correlation of the data.Based on the results of data analysis, it can be concluded that the readiness scores of research subjects toward TPA are not in good categor
Pelayanan Konseling untuk Remaja Putri Usia Pernikahan
Young marriage is a bond between the outer and inner man as a husband who has not aged 25 years and women 21 years old wife is not with the purpose of achieving happiness. Marriage and family counseling is a profession that will be developed in Indonesia. Counseling emphasizes on changes contained in the family system. Stages counseling, theory and dynamics as well as the use of counseling skills in marriage and family counseling has similarities with individual counseling and group counselin
Pengembangan Internal Locus of Control dalam Pelayanan Konseling dan Implikasinya terhadap Perbedaan Budaya Klien
The goal of counseling, among other thing, is to develop an internal locus of control of a clients. Research, especially in western cultures, has shown that those with an internal locus of control were correlated to their characters, they are: hard work, problem solving skilss, optimistic, engaging in social activities and high in achievement motivation. However, for clients who are not from western cultures a tendency to foster an internal locus of control in the counseling process should be considered properly. This paper describes how to enhance client’s internal locus of control for those who do not embrace western cultures
Kondisi Stres Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Padang
This research conduct base from increasing the National Examination standards from recent years, and overload student’s learning activity in Senior High School (SMA). These conditions as triggers stress students, from a long time, its influence on their learning. Based that, the research is to identify level of student academic stress, and differences base gender, and school location. This research use Cluster Random Sampling. Samples are grouped into 3 (three), that’s school is located in downtown, midtown and the Suburbs. Research findings show that there are 15% of student’s stress academic at low levels of, 71,8% experiencing stress academic at medium level, and 13.2% of students experiencing stress academic at high level. There was no significant difference between the academic stress Student SMAN in Padang by location and gender. These research findings can then be an important basic need for guidance and counseling services in order to decrease the level of stress of academic students in Padang city, so that they can learn by making every effort that is optimal
Perkembangan Profesional Konselor Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Industri
Perubahan sosial yang amat cepat dan makin kompleksnya keadaan masyarakat dewasa ini telah terjadi di seluruh belahan dunia. Perubahan itu melahirkan diferensiasi dan situasi global yang berbeda. Masyarakat industri yang tiap hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kariernya. Bekerja di bawah tekanan dan kecemasan akan kesuksesan dalam kariernya. Bahkan banyak diantara mereka yang melupakan bahwasanya di rumah mereka mempunyai anak-anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang. Kecenderungan kriminalitas meningkat dan kenakalan remaja serta perbuatan-perbuatan yang melampaui norma-norma sosial semakin subur. Kehadiran konselor sepertinya menjawab tantangan zaman dan seiring dengan pesatnya kemajuan pasar global. Kantor berita online, careerbuilder.co.uk menulis dan menempatkan konselor dalam 10 besar profesi yang sangat dibutuhkan di dalam masyarakat saat ini. Alasannya dikemukakan bahwa tekanan hidup yang semakin meningkat membuat banyak orang menderita stres dan mengalami kecemasan berlebihan. Karena itu, tenaga konselor merupakan profesi yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan di zaman globalisasi seperti saat sekarang ini. Seorang calon konselor yang hanya cukup puas dengan kemampuan dan keahlian serta kompetensi yang sudah dikuasai secara benar dibangku perkuliahan saja tanpa membekali dengan kemampuan (skill) lain. Hal ini, jelas akan menjadi pertanyaan besar, “apakah bisa menembus ketatnya persaingan dunia profesi di pasar global?”. Sementara dunia globalisasi menuntut pekerja profesional yang handal. Oleh karena itu, untuk dapat bersaing di pasar global konselor memang diharapkan untuk selalu mengembangkan kemampuan profesionalnya dibidang konseling. Arah pengembangan profesional konselor hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pasar global, hingga tenaga konselor dapat membantu masyarakat industri keluar dari berbagai permasalahan yang dihadapinya. Pada akhirnya profesi konselor makin dipercayai di tengah masyarakat dengan keprofesionalan tenaga pelaksananya