Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
520 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Inkuiri untuk Materi Pengembangan Diri (PKN) pada Siswa Kelas V SD Negeri 26 Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan
Pendidik harus bisa menyiapkan anak didik menjadi orang dewasa yang mandiri, mampu menggunakan dan mengembangkan sendiri kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang telah dimilikinya, dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran/informasi bagi guru PKn tentang pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VI SD Negeri 26 Nanggalo, dengan jumlah siswa 30 orang terdiri atas 14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan metode inkuiri 5,7 sedangkan sesudah menggunakan metode inkuiri meningkat menjadi 7,46, terdapat selisih nilai sebesar 1,76. Selain data yang dihasilkan dari tes, terdapat data lain yang berupa hasil wawancara tentang kesan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. Sebanyak 16 siswa (56,5%) mengakui bahwa belajar dengan menggunakan metode inkuiri sangat menarik dan dapat cepat dipahami, sedangkan sebanyak 14 siswa (43,5%) mengatakan bahwa pembelajaran terkesan sama saja dengan menggunakan metode inkuiri ataupun metode lain
Penanaman Konsep Membaca Awal Menggunakan Alat Peraga Berupa Kartu Huruf dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 12 Nan Sabaris
Learning to read and write at primary school level is the main staple for Indonesian lessons, if students do not have the ability to read and write at an early stage, it will be very difficult for any lesson. Results of preliminary observations at 12 Nan Primary School Sabaris shows that there are some constraints faced by teachers in the learning process. One problem is difficult to instill the concept of reading and writing in students. The purpose of this action research are (1) to determine the extent to which the use of learning resources in the form of cards of letters and syllables and words can influence the level of student ability in assembling verbatim and read (2) to improve the ability of students to practice reading by using the card shared-card teacher said. Data obtained through tests and usage observation guide, the data is processed by a percentage. Results of the analysis of the data obtained in the first cycle of learning success; 61.00%, and the second cycle; amounting to 81.50%. So it showed no increase student learning from the first cycle to the second cycle. Thus the letter card usage can improve the understanding of stringing words and reading in students. This is evident from the enthusiasm with studentsmenyususun verbatim via encrypted card
Pengembangan Karakter Jujur Melalui Pembiasaan
Honesty is a the important character in the student. The creation of this character takes quite a long time and cannot be conducted in an instant. Honest character can be developed using the behavioristik theory by conditioning with stimulus-response technique-reinforcement. The role of teacher, counselors, other school personnel, parents and the community are very important in the development of the student’s characters through conditioning
Efektivitas Pelatihan Asertivitas untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa Korban Bullying
Bullying a concrete impact on the victim both physically and psychologically. The main characteristics of bullying victims is students who have not been able to be assertive. To improve the student assertive behavior bullying victim, the counselor can use assertiveness training. The purpose of this research was to know the effectiveness of assertiveness training to improve the student assertive behavior bullying victim. This research uses a pure experimental design pretest-posttest control group design. The research population was a 8 student of class VII & VIII SMPN1 Jombang - Jember who are bullying victims. The data analysis used Two independent sample test man withney U. These results indicate that statistic score of Z (-2.323) and sig.(2-tailed) is 0.020 <0.05, So assertiveness training effective to improve assertive behavior student bullying victims. Suggestions of the researchers as follows: 1) for the instution of the school should give counselor should gives assertiveness training to improve the student assertive behavior bullying victims. 2) for the counselor be creative for improve assertive training module. And 3) for other researcher should use time series design and broad population so that get good generality broader
Konsep Body Image Remaja Putri
Munculnya penilaian dikalangan remaja putri standar tubuh saat ini yang mementingkan penampilan fisik dengan bentuk tubuh yang proposional, telah membuat remaja putri saat ini menjadi kurang percaya diri, remaja putri selalu menilai dirinya melalui kaca mata oranglain yaitu teman-teman sepergaulannya. Berawal dari penampilan fisik, remaja mulai memberikan gambaran dan persepsi tentang bentuk fisik yang dimiliki, kemudian beranjak pada penampilan fisik yang dimiliki orang lain hingga standar tubuh yang harus dimiliki setiap perempuan. Gambaran dan persepsi tentang penampilan fisik inilah yang disebut body image
Kontribusi Dukungan Orangtua, Teman Sebaya, dan Guru Bimbingan dan Konseling terhadap Minat Siswa pada Jurusan yang Ditempati di SMA
SMA Negeri 1 Reteh has two departments: IPA and IPS. Majors placement is an effort so that all students can develop their knowledge and skill, accordance with their potential and interests. Students who take unsuitable courses with their potential and interests, will have a lot of problems in learning. Interest in their department can be influenced by parent, peer, and counselor. The purpose of this research is to describe and determine the contribution a parent support, peer, and counselor to the occupied student’s interest. This study uses a quantitative approach with a descriptive correlational method. The population in this study were students of class X and XI, the technique used purposive sampling. The instrument used a questionnaire with Likert scale. The results of the parent-support reliability test is 0.922, peer is 0.908, counselor is 0.906, and the interest of students in the occupied department is 0.944. The data were analyzed using multiple regression. The findings of this study indicate that the results description support of parent, peer, and counselor individually or together to the student's interest in the occupied department in high category and results hypothesis the support of parent, peer, and counselor individually or together contribute to the student's interest in the occupied department
Melalui Pendekatan Kontekstual untuk Peningkatan Keterampilan Mendeskripsikan Binatang dengan Bahasa Tulis Menggunakan Media Gambar Binatang pada Siswa Kelas II SD Negeri 26 Nanggalo Tahun Pelajaran 2014/2015
Pembelajaran bahasa Indonesia berfungsi membantu peserta didik untuk mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat dengan menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam Meningkatkan Keterampilan Mendeskripsikan Binatang Dengan Bahasa Tulis Menggunakan Media Gambar Binatang, Melalui Pendekatan Kontekstual. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classromm-based action research). Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan dari siklus I dan siklus II. Siswa yang mengalami ketuntasan belajar sebanyak 35 % setelah dilakukan tindakan ketuntasan belajar siswa naik menjadi 97 %. Temuan yang lain anak menjadi senang, percaya diri dalam melakukan proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disarankan bahwa pelaksanaan pendidikan hendaknya berwawasan lingkungan karena lingkungan banyak menyediakan alat bantu yang murah, mudah didapat dan mudah dikenal anak
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa melalui Metode Belajar Kelompok pada Mata Pelajaran IPS Kelas VI SD Negeri 35 Kampung Sawah Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun Pelajaran 2013/2014
Fungsi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar adalah untuk mengembangkan sikap rasional tentang gejala-gejala sosial serta wawasan tentang perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia di masa lampau dan masa kini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah metode belajar kelompok dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di Kelas VI SD Negeri 35 Kampung Sawah Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun Pelajaran 2013/2014?Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang sejauh mana metoda belajar kelompok dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS di Kelas VI SD Negeri 35 Kampung Sawah Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun Pelajaran 2013/2014.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa SD Negeri 35 Kampung Sawah Kecamatan Koto XI Tarusan.Hasil penelitian menunjukan peningkatan hasil belajar siswa.Siswa yang aktif juga mengalami peningkatan.Siswa juga berpendapat bahwa pembelajaran ini dapat meningkatkan keterampilan mereka untuk berpendapat dan menyelesaikan masalah
Peningkatan Perilaku Prososial Siswa di Sekolah melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modeling
The low prosocial behavior of students can inhibit the developmental tasks of adolescent such as the inability of appreciating others and getting others’ respect. Group guidance can be used to improve students’ prosocial behavior. The aim of this study was to reveal the effectiveness of group guidance service with modeling techniques in improving students’ prosocial behavior. This quasi-experimental research with pretest and posttest control group design aims to find out whether group guidance services with modeling techniques can improve students' prosocial behavior or not. Two groups were selected by using purposive sampling. They were selected from Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Rabbi Radhiyya Curup Tengah and Madrasah Tsanawiyah Pesantren Muhammadiyah Curup Timur. Each group consisted of 10 students. There were five meetings of group guidance service for each experimental and control group. The data of prosocial behavior were collected by using pretest and posttest, then they were analyzed by using the Wilcoxon Signed Ranks Test and Kolmogorov-Smirnov Two Sample with SPSS version 16.00. The findings of this study were: (1) there was a significant difference between students’ pretest and posttest of prosocial behavior in the experimental group, (2) there was a significant difference between students’ pretest and posttest of prosocial behavior in the control group, (3) there was a significant difference between posttests of students’ prosocial behavior in the experimental and the control group. Based on those findings, it is concluded that the students’ prosocial behavior can be improved through group guidance with modeling techniques. Therefore, it is suggested for counseling teachers to do group guidance by using modeling techniques, especially in enhancing prosocial behavior and other social behaviors
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran IPS melalui Metode Sosiodrama dan Media Gambar Komik pada Siswa Kelas I SD Negeri 45 Pulau Karam Kecamatan Koto XI Tarusan Tahun Pelajaran 2012/2013
Penelitian ini didasarkan pada pembelajaran yang kurang mengajak siswa berfikir logis dan hanya mementingkan pemahaman dan hafalan.Keadaan ini mengakibatkan siswa jenuh belajar.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pembelajaranmenggunakan metode sosiodrama dan media gambar komik untuk pembelajaran tentang anggota keluarga pada siswa kelas I SD. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus.Penelitian dilaksanakan pada SD Negeri 45 Pulau Karam, Kecamatan Koto XI Tarusan Kabung. Subjek penelitian siswa kelas 1 sebanyak 32 orang yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Berdasarkan analisis hasil evaluasi yang telah dilaksanakan, sebelum adanya perbaikan pembelajaran (pra siklus) tercatat 18 siswa dari 32 siswa yang mendapat nilai kurang dari 60 dengan nilai terendah 35 dan nilai rata-rata 57,58. Namun setelah adanya perbaikan pembelajaran siklus I, siswa yang mencapai nilai 60 semakin bertambah dengan rata-rata kelas 62,32 pada siklus II siswa yang mencapai nilai diatas 60 semakin bertambah dengan rata-rata kelas 74,03. Sebelum diadakan perbaikan pembelajaran (pra siklus) Ilmu Pengetahuan sosial, tingkat aktivitas dan keberanian siswa tergolong rendah yaitu hanya 77%.Aktifitas pembelajaran masih didominasi oleh guru. Namun setelah perbaikan pembelajaran siklus I, kegairahan dan keberanian siswa dalam pembelajaran meningkat menjadi 86 %.Pada siklus II aktivitas siswa semakin bertambah menjadi 95 %. Penelitian ini membuktikan bahwa metode sosiodrama sangat tepat digunakan untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran IPS pada siswa SD kelas I