Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
520 research outputs found
Sort by
Identifikasi Karakteristik Konselor Efektif Berdasarkan Tokoh Punakawan Bagong
Bagong is Punakawan figure. Bagong is one of the local wisdom that comes from Indonesia. Bagong have various characteristics sublime. The purpose of this study was to describe the characteristics of Bagong. Characteristics of Bagong can be referred to a counselor to develop the characteristics of an effective counselor. The identification results show the characteristics of an effective counselor based Bagong figure are (1) genuine; (2) has a sense of humor; (3) the wise in responding to the phenomenon; (4) simple and patient in serving the counselee; (5) honesty; (6) have the view that every individual has a deficiency; (7) has the ability to see a difference value; and (8) gives the freedom to counselee for decision making
Peningkatan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan Pendekatan Konstruktivisme pada Siswa Kelas IV SD Negeri 09 IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman
Penelitian dilatarbelakangi dari kenyataan di Sekolah Dasar bahwa pembelajaran sering didominasi oleh guru sebagai sumber informasi. Berdasarkan pengamatan peneliti pada tanggal 5 Maret 2015 ditemukan hasil belajar IPA siswa masih rendah, untuk itu peneliti melalui penelitian tindakan kelas ini ingin mencoba meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme pada siswa kelas IV SD Negeri 09 IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang terdiri dari dua siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan,refleksi. Data penelitian ini berupa informasi tentang proses dan data hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan, hasil wawancara, dan tes. Subjek peneliti adalah guru dan siswa kelas IV yang berjumlah 36 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penilaian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penilaian proses (afektif dan psikomotor), penilaian hasil (kognitif) dan rambu-rambu lembaran pengamatan penggunaan pendekatan konstruktivisme dari aspek guru dan siswa. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa diadakan tes yang dianalisis dengan menggunakan penilaian dengan tolok ukur keberhasilan kelas minimal 75%. Hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme pada siklus I dan II mengalami peningkatan di mana nilai rata-rata pada siklus I diperoleh rata-rata 73 dan pada siklus II rata-rata 83. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 09 IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman
Peningkatan Keterampilan Konstruksi dengan Pendekatan Konstruktivisme di Kelas IV SD Negeri 04 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman
Pembelajaran konstruksi di SD bertujuan agar peserta didik menjadi cekat, cepat, tepat, dan mampu menciptakan serta mengkreasikan bermacam ragam ide atau gagasan kedalam bentuk vas bunga dengan memanfaatkan bahan alam dan limbah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap peserta didik kelas IV SD Negeri 04 Batang Anai, ditemukan bahwa keterampilan konstruksi peserta didik masih rendah. Pengunaan pendekatan konstruktivisme merupakan salah satu cara untuk memecahkan masalah dalam proses pembelajaran keterampilan konstruksi peserta didik. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Rancangan penelitian ini meliputi: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai praktisi yang berkolaborasi dengan teman sejawat sebagai pengamat. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan konstruktivisme terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan konstruksi peserta didik kelas IV SD Negeri 04 Batang Anai. Hal ini terlihat dari peningkatan kualitas dan nilai keterampilan konstruksi yang dihasilkan peserta didik pada setiap pertemuan dalam masing-masing siklus. Peningkatan keterampilan konstruksi peserta didik berimbas pada peningkatan nilai proses dan nilai hasil karya keterampilan konstruksi
Peningkatan Hasil Belajar Luas Bangun Datar Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Siswa Kelas III SDN 31 Lubuk Alung
Pembelajaran luas bangun datar pada siswa SDN 31 Lubuk Alung masih bersifat konvensional. Pembelajaran masih berpusat kepada guru, sehingga membosankan bagi siswa. Untuk itu peneliti tertarik untuk memperbaiki proses pembelajaran matematika khususnya pembelajaran luas persegi dan persegi panjang melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Pendekatan CTL dirasakan mampu mengatasi persoalan yang ada. Pada peningkatan hasil belajar luas persegi dan persegi panjang melalui pendekatan CTL terdapat 7 langkah yaitu: konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian otentik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa informasi tentang proses dan data hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan, hasil tes, diskusi dan dokumentasi. Sumber data adalah proses pelaksanaan pembelajaran matematika melalui pendekatan CTL di kelas III SDN 31 Lubuk Alung. Subjek peneliti terdiri dari siswa kelas III SDN 31 Lubuk Alung yang berjumlah sebanyak 29 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data. Prosedur penelitian dilakukan melalui 4 tahap yaitu 1) perencanaan 2) pelaksanaan 3) pengamatan 4) refleksi. Hasil penelitian yang dilakukan persentase rata-rata kelas hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 dengan materi luas persegi adalah 80% pada siklus I pertemuan 2 dengan materi persegi panjang adalah 69%, siklus II pertemuan 1 dengan materi luas persegi dan persegi panjang adalah 97% pada siklus II pertemuan 2 adalah 98%. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar luas bangun datar yaitu tentang luas persegi dan persegi panjang
Peningkatan Motivasi Pelaksanaan Permainan Kecil dalam Pembelajaran Penjas di Sekolah Dasar Negeri 18 Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman
Permainan kecil merupakan salah satu bentuk materi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah dasar. Perinainan kecil memimiliki unsur-unsur gerak yang dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan siswa. Disamping itu permainan kecil mudah dipahami siswa sehingga mudah diterapkan di sekolah dasar. Aturan yang tidak terlalu rumit, lama permainan dan fasilitas permainan yang bisa dimodifikasi turut membangkitkan keinginan siswa untuk melakukan permainan kecil. Untuk itu dilakukanlah penelitian untuk meilibat sejauh mana motivasi siswa terhadap modifikasi permainan kecil. Penelitian dilakukan terhadap 38 sampel yaitu siswa kelas IV dan Kelas V yang berada di SD Negeri 18 Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman . Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran angket kepada siswa yang terdiri dari lima kategori jawaban yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS) terhadap modifikasi permainan kecil. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di SD Negeri 18 Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman, didapatkan 5,00% menyatakan sangat setuju terhadap modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani olabraga dan kesehatan, 57,57% menyatakan setuju terhadap modifikasi perniainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, 37,24% menyatakan tidak setuju terhadap modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, dan 0,20% menyatakan sangat tidak setuju terhadap modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Transformasi Bangun Datar Melalui Metoda Kooperatif Model Numbered Heads Together (NHT) pada Kelas IIAP 1 SMK Negeri 1 Payakumbuh Tahun Pelajaran 2010/2011
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil Ulangan Harian yang rendah, siswa tidak mau mengerjakan latihan dengan sempurna. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian yaitu kelas II AP 1 SMK Negeri Payakumbuh. Tujuan Penelitian ini untuk melihat hasil belajar matematika siswa melalui metode kooperatif learning. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) hasil belajar siswa kelas II AP 1 Semester 1 SMK Negeri 1 Payakumbuh dengan pokok bahasan Transformasi Bangun Datar dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT), ditunjukkan dengan rata-rata nilai tes akhir siklus I dari 6,33 menjadi 7,16 dan pada siklus II ketuntasan belajar klasikal meningkat pada siklus I sebesar 63,89 % menjadi 86,11 % pada siklus II. (2) dengan strategi pembelajaran Kooperatif model “Numbered Heads Together dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran pada kelas IIAP1. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa metode kooperatif learning model Numbered Heads Together dapat digunakan pada siswa SMK
Peningkatan Partisipasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran IPA melalui Model Examples Non Examples di SDN 18 Sungai Limau
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya partisipasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA, serta guru cenderung menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa di kelas IV SDN 18 Sungai Limau dengan menggunakan model Examples Non Examples. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 18 Sungai Limau, yang berjumlah 16 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi partisipasi siswa, lembar observasi aktivitas guru dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase partisipasi siswa pada siklus I yaitu 55,20% meningkat menjadi 79,16% pada siklus II. Rata-rata hasil belajar IPA siswa yaitu pada siklus I yaitu 64,5 dengan persentase ketuntasan belajar 50% meningkat menjadi 72,68 dengan persentase ketuntasan belajar 75% pada siklus II. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model examples non examples dapat meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa. Peneliti menyarankan agar guru dapat menerapkan model examples non examples dalam pembelajaran IPA dengan baik.
Peningkatan Pembelajaran Keterampilan Berbicara Melalui Media Gambar Seri di Kelas III SDN 17 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman
Usually, students feel reluctant to speak in front of classroom. It is caused by learning Bahasa that only focus on reading and writing skill, but less on speaking skill. This research is aimed to improve speaking skill of elementary students grade III in SDN 17 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman by implementing serial pictures media. This is a class action research that consists of two cycles including four steps: planning, action, observation, and reflection. Data of research were obtained through observation, interview, and test. Obtained data were analyzed quantitatively and qualitatively. Learning output of students is improved in each cycle.In cycle I, the percentage of students’ speaking skill is 53.3%. Meanwhile in cycle II, the percentage of students’ speaking skill is 86%. Hence, it can be concluded that Bahasa learning that use serial pictures media can improve speaking skill of elementary students grade III
Peningkatan Hasil dan Kemampuan Membaca Intensif Siswa Kelas IV pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Word Square di SD Negeri 27 Batang Anai
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan dilapangan bahwa hasil belajar dan keterampilan membaca siswa di kelas IV SD N 27 Batang Anai masih kurang, disebabkan karena kurangnya minat siswa untuk membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemempuan dalam membaca intensif dengan menggunakan model Word Square di SD Negeri 27 Batang Anai. Teori yang dijadikan dalam mengamati data adalah teori membaca yang dikemukakan oleh Brooks, (1) membaca telaah isi, (2) membaca telaah bahasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya peningkatan kemampuan membaca intensif siswa yang dibuktikan dengan menigkatnya hasil dan kemampuan membaca intensif siswa berdasarkan siklus I 67,04 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 77,27. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Word Square dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca intensif
Penggunaaan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS di Kelas IV SD Negeri 06 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
Penelitian ini berawal dari kenyataan disekolah bahwa dalam penyampaian pembelajaran guru masih bersifat konvensional yang menyebabkan peserta didik bosan dan kurang aktif dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran yang tercipta bersifat monoton. Untuk dapat meningkatkan dan menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan salah satunya dengan menggunakan media gambar. Media gambar adalah suatu media pendidikan yang dapat menginformasikan pembelajaran secara komunikatif, yang bisa mengatasai ruang dan waktu dan berisi pesan yang disampaikan dalam pembelajaran melalui gambar dengan tujuan menarik perhatian dan minat peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2014/2015 di SD Negeri 06 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, dengan subjek penelitian peserta didik kelas IV SD Negeri 06 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman dengan jumlah peserta didik 22 orang, yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dua kali pertemuan dan siklus II dua kali pertemuan. Prosedur penelitian dilakukan melaluli 4 tahap yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, 4) refleksi. Pembelajaran media gambar memiliki langkah-langkah yaitu 1) menyiapkan alat dan bahan yang digunakan, 2) menyampaikan tujuan pembelajaran, 3) memberikan pengantar, 4) memperagakan gambar, 5) meminta pendapat peserta didik, 6) menjelaskan materi, 7) mengajukan pertanyaan, 8) menyimpulkan materi pelajaran, 9) memberikan evaluasi. Penelitian dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Persentase hasil belajar peserta didik pada siklus I adalah 67% dan pada siklus II adalah 81%. Dari analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPS di kelas IV SD Negeri 06 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, dengan persentase peningkatan 14%