Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
520 research outputs found
Sort by
Makna dan Sumber Kebahagiaan Remaja Suku Minangkabau
Penelitian ini melibatkan subjek yang berafiliasi dengan suku Minangkabau, berusia remaja, yang terdiri dari representasi subjek berusia remaja dengan tingkat pendidikan SMP dan SMA. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk menggali makna kebahagiaan berdasarkan perspektif subjek dan mengenali sumber-sumber kebahagiaannya sekaligus sumber ketidakbahagiaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan metode survei dengan kuesioner terbuka (open ended questionnaire) dengan mengajukan pertanyaan tentang definisi kebahagiaan dan hal-hal apa saja yang membuat subjek merasa bahagia dan hal-hal apa saja yang membuat subyek merasa sangat tidak bahagia. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan remaja bersumber dari keluarga, prestasi, teman, rekreasi, materi dan aktivitas religi. Sumber ketidakbahagiaannya juga keluarga, prestasi, teman, orang lain, kecelakaan, bencana alam, dan diri sendiri. Makna kebahagiaan dibagi menjadi beberapa dimensi yaitu bentuk kebahagiaan, sumber kebahagiaan, status kebahagiaan, dan manfaa
Penerapan Model Pembelajaran Saintifik untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Topik Prosedur Teks Kelas IX SMP
Penelitian ini didasarkan pada kurangnya motivasi siswa melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan siswa lebih banyak kurang efektif dalam belajar. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan model pembelajaran saintifik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas IX SMP. Penelitian ini menggunakan metode PTK untuk melakukan perbaikan terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa aktivitas siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siswa juga meningkat dan hanya 4 orang siswa yang tidak tuntas dalam belajar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran saintifik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris dengan topik prosedur tesks
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IX.2 SMPN 1 IX Koto Sungai Lasi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar IPA Terpadu siswa di kelas IX.2 SMPN 1 IX Koto Sungai Lasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA Terpadu siswa di kelas IX.2 SMPN 1 IX Koto Sungai Lasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, yang meliputi: tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa IX.2 SMPN 1 IX Koto Sungai Lasi yang berjumlah 21 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan tes hasil belajar yang dianalisis dengan statistik deskriptif, yaitu mencari persentase peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran koopertaif tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA Terpadu siswa di kelas IX.2 SMPN 1 IX Koto Sungai Lasi
Konsep Stres Akademik Siswa
Siswa yang mengalami stres akademik memiliki persepsi yang maladaptif terhadap tuntutan akademik. Stres akademik adalah persepsi subjektif terhadap suatu kondisi akademik atau respon yang dialami siswa berupa reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif yang muncul akibat adanya tuntutan sekolah atau akademik. Hal ini menunjukkan perlu adanya upaya guru Bimbingan dan Konseling atau konselor untuk melakukan pengembangan pada praktik pelayanan Binbingan dan konseling untuk meningkatkan kualitas atau potensi siswa dalam mengantisipasi muculnya stres akademik siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya stres akademik. Naskah ini akan mengenalkan konsep dasar stres akademik siswa meliputi; konsep stres, konsep stres akademik, faktor yang mempengaruhi stres akademik, gejala-gejala stres akademik, respon stres akademik. Semoga ini dapat digunakan sebagai salah satu rujukan
Karakteristik Anak Bungsu
Each child in the birth order has advantages and disadvantages, but the most often attracts attention in the family is the youngest child. The phenomenon found in the presence of younger children who lack the motivation of achievement, less independent, likes to seek the attention of others, and difficult to adapt in new environment and lack of willingness in taking responsibility. The type of this research is descriptive quantitative. Research subjects of all youngest children at Junior High School totaling 107 people. The results reveal that, (1) independence is generally in the category of less good; (2) adaptation in school is generally in very good category; (3) achievement motivation is generally in the less good category; and (4) responsibility in learning is generally in the good category
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Pembelajaran IPA dengan Model Pembelajaran Make A Match Di SDN 12 Api-Api Pesisir Selatan
The purpose of this study was to describe the improvement of student learning outcomes IPA with Model make a match at SDN 12 Api-Api. This type of research is the Classroom Action Research (PTK) is conducted in two cycles. The data source is the fourth grade students of SDN 12 Api-Api numbered 17 people. The instrument used in this study is the assessment sheet affective student, teacher activity sheet and test the students' understanding. Based on analysis of the affective ratings of students In the first cycle the change in student behavior responsibilities increased 51.0% to 83.3% in the second cycle and the change in behavior of the cooperation of students in the first cycle of 44.1% increased to 74.5% in the second cycle. The results of cognitive learning that an understanding had also increased. In the first cycle student comprehension 58.8% increase to 82.4 in the second cycle. From the data obtained it can be concluded that there is a learning outcome IPA fourth grade students of SDN 12 Api-Api after using the model make a match
Mengatasi Masalah Kepercayaan Diri Siswa melalui Konseling Kelompok
Tahap pengembangan diri tidak terlepas dari peran penting akan kepercayaan diri disamping sebagai sumber motivasi kepercayaan diri juga dapat menjadi faktor dari kesuksesan seseorang. Berdasarkan wawancara terhadap salah satu guru bimbingan konseling (BK) di SMK 1 Depok mengatakan bahwa masih banyak terdapat di antara siswa yang kurang akan rasa kepercayaan diri dalam proses pembelajaran. Hal itu dapat terlihat saat siswa mengikuti pembelajaran yang bersikap grogi, malu, takut untuk menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan konseling kelompok. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui penerapan konseling kelompok dalam mengatasi masalah kepercayaan diri siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Deskriptif Kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 1 Guru Bimbingan Konseling. Objek penelitian ini adalah tahap-tahap pelaksanaan konseling kelompok dan tehnik yang digunakan dalam mengatasi rasa kepercayaan diri siswa SMK 1 Depok Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tahap-tahap pelaksanaan konseling kelompok di SMK 1 Depok Sleman Yogyakarta dalam mengatasi rasa kepercayaan diri, terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pembentukan, transisi/peralihan, pelaksanaan, dan tahap pengakhiran dengan menggunakan 1 teknik, yaitu teknik umum
Perkhidmatan Kaunseling di Institusi Penjagaan Kesihatan: Isu dan Cabaran Kaunselor di Sarawak
Perkhidmatan kaunseling di Malaysia tidak hanya bertapak di institusi pendidikan tetapi telah berkembang dengan pesat di pelbagai agensi kerajaan dan swasta mulai 1990an dengan tertubuhnya Unit Psikologi dan Kaunseling oleh Jabatan Perkhidmatan Awam Malaysia. Perkhidmatan kaunseling di institusi penjagaan kesihatan adalah bertujuan untuk membantu klien memahami dan berupaya menghadapi perasaan dan emosi berkaitan dengan masalah kesihatan di samping membantu klien untuk berkembang serta memberi sokongan yang berterusan sepanjang proses rawatan. Kajian kualitatif ini bertujuan untuk mengenal pasti isu dan cabaran yang dihadapi oleh para kaunselor dalam melaksanakan perkhidmatan kaunseling di institusi penjagaan kesihatan. Dapatan kajian mendapati enam tema utama isu dan cabaran yang dihadapi oleh kaunselor iaitu peranan kaunselor (24.6%), limitasi perkhidmatan (22.8%) kelayakan kaunselor (19.3%), aplikasi perkhidmatan kaunseling kesihatan (15.5%), cadangan penambahbaikan (14%) dan keperluan garis panduan (3.8%). Seterusnya, kajian ini juga membincangkan implikasi kajian terhadap peranan, latihan dan aplikasi kaunseling kesihatan di institusi penjagaan kesihatan
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VI dalam Pembelajaran IPA melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Di SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI dalam pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) di SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru dan lembar tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rata persentase dari observer yang mengamati sebanyak 2 kali pertemuan adalah siswa meningkatkan aktivitas yaitu dalam kegiatan berdiskusi adalah 49,15%, siswa mempresentasikan hasil diskusi adalah 49,19%, siswa mengerjakan tes adalah 55,30%. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata persentase 37,93%. Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata persentase dari observer yang mengamati sebanyak 2 kali pertemuan adalah siswa dalam kegiatan berdiskusi adalah 81,08%, siswa mempresentasikan hasil diskusi adalah 82,43%, siswa mengerjakan tes adalah 85,13%. Hasil belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata persentase 82,35%. Ini berarti proses pelaksanaan pembelajaran IPA melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation berlangsung dengan baik. Hasil penelitian yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa melalui melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan aktivitas, hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 07 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Standar Kompetensi Menerapkan Konsep Barisan Dan Deret Dalam Pemecahan Masalah Melalui Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok Di Kelas XI AP 3 Semester Ganjil SMKN 1 Payakumbuh Tahun Ajaran 2015/2016
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika Standar Kompetensi Menerapkan Konsep Barisan Dan Deret Dalam Pemecahan Masalah di kelas XI AP 3 semester ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui metode pembelajaran diskusi kelompok. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 3 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan , observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal diakhir setiap siklus, aktifitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi. Metode yang digunakan dalam upaya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah Metode Diskusi Kelompok. Secara umum hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat diungkapkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai hasil belajar siswa. Pada kompetensi dasar sebelumnya rata-rata hitung nilai ulangan harian adalah 69,45 dengan persentase ketuntasan belajar 54,05% (20 siswa), serta banyak persentase siswa yang tidak tuntas berjumlah 45,95% (17 siswa) dari 37 orang siswa. Setelah dilakukannya penelitian ini, diharapkan kepada guru untuk dapat menerapkan hasil penelitian ini dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Matematika agar pembelajaran menjad lebih efektif dan berkualitas di masa yang akan datang, sehingga output dari pendidikan juga lebih berkualitas