Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
    520 research outputs found

    Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Artikel pada Guru-Guru Sekolah dasar di SD N 17 Limau Manis Padang

    No full text
    Bimbingan Teknis ini disenggarakan dalam upaya peningkatan atau pemecahan masalah dan peningkatan mutu pendidikan di berbagai bidang. Kegiatan ini diberikan kepada Guru-guru Sekolah Dasar Negeri 17 Limau Manis Padang. Guru-guru Sekolah ini merasa kurang memahami tentang Penelitian Tindakan Kelas. Setelah diberikan pelatihan/workshop tentang Penelitian Tindakan Kelas para guru yang terlibat sudah memilik pemahaman atau pengetahuan tentang pengertian penelitian tindakan kelas, karakteristik, prinsip prinsip, langkah-langkah dan alasan pentingnya penelitian tindakan kelas bagi guru di sekolah dasar. Respon guru pun cenderung positif dan menilai sangat baik,  mereka mendapatkan sesuatu yang baru, hal ini terlihat dari respon positif masing-masing guru dan kepala sekolah dari Sekolah Dasar Negeri 17 Limau Manis Padang. Begitu juga pihak sekolah menyediakan waktu untuk pelaksanaan kegiatan workshop ini dan memfasilitasi tempat serta menerima kegiatan Ipteks ini dengan bersemangat, guru-guru juga mengikuti setiap sesi pelatihan dengan aktif dan antusias dalam melaksanakan kegiatan latihan mulai dari merancang proposal dan menyusun artikel hasil penelitian. Kegiatan ini perlu ditingkatkan untuk sekolah lain

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru pada Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

    No full text
    This study aims to determine the critical thinking skills of prospective teachers of biology at Pasundan University in the course of educational psychology. Implementation of Problem Based Learning learning model aims to measure students' critical thinking skills. The method used in this study is a quasi-experimental design with Randomized Control Group Posttest, data obtained based on the analysis, the data is described to obtain information or a description of the results of this research. The population in this study were 104 students, the sample in this study were 39 students for the experimental group-1 and 39 students for the experimental group-2. Data collected test data obtained from the test results of students who are given a score based on the indicators. results of research show that the critical thinking skills of prospective teachers of biology in educational psychology courses including category sufficient for the experimental group-1 and category well for the experimental group-2. The average score of the experimental group-1 amounted to 2.73, and the average score of the experimental group-2 by 3.05. Indicators of critical thinking skills at the highest indicator 3 (I-3) with an average of 3.38 for the experimental group-1 and 3.41 for the experimental group-2. Indicators of critical thinking skills are the lowest in two indicators (I-2) that is equal to 2.23 for the experimental group-1 and 2.74 for the experimental group-2. The average percentage of absorption problems in the experimental group-1 amounted to 51.25%, while the experimental group-2 amounted to 57.21%. The results of significance test p-value (0.008). Based on the significance of the test results can be concluded that the experimental group-2 has the critical thinking skills is better than the experimental group-1

    Pelatihan dan Workshop Pendekatan dan Teknik Konseling Expressive Therapy bagi Guru BK SLTP/ MTs.N Kota Padang

    No full text
    Kegiatan pelatihan dan workshop ini dijalankan berdasarkan banyaknya fenomena siswa yang tidak mampu menyampaikan perasaan dan pemikirannya dalam proses konseling.  Hal ini berkemungkinan terjadi karena dampak psikologis dari berbagai kejadian, salah satu contohnya adalah ketakutan terhadap ujian nasional. Dampak psikologis ini, seharusnya bisa diminimalkan dan/atau dihilangkan apabila siswa mau menyampaikan permasalahannya kepada guru BK/Konselor. Untuk itu guru BK/konselor harus memiliki wawasan dan keterampilan tentang berbagai pendekatan dan teknik dalam konseling. Salah satunya adalah teknik konseling expressive therapy. Para ahli terapi ekspressif meyakini bahwa individu berbeda dalam mengekspresikan apa yang ada dalam dirinya, ada individu yang lebih terbuka mengungkapkan apa yag terasa dalam dirinya, termasuk mengkomunikasikan kecemasan yang dirasakannya. Sebaliknya ada individu lainnya agak tertutup tidak bisa mengkomunikasikan secara langsung apa yang terasa dan menjadi beban pikirannya, termasuk mengkomunikasikan kecemasan yang dirasakannya. Untuk itu konselor perlu memiliki metode yang bervariasi dalam kegiatan pelayanan konseling, sehingga konselor dapat mengembangkan kemampuan klien untuk mengkomunikasikan secara efektif dan otentik apa yang ada dalam dirinya dan apa yang menjadi beban pikirannya, serta yang menjadi obyek kecemasannya. Pelatihan dan workshop ini diberikan kepada guru BK/Konselor tingkat SLTP/MTsN se Kota Padang dalam pertemuan MGBK Kota Padang

    Kondisi Kehidupan Rumah Tangga Pasangan Sebelum Bercerai dan Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian

    No full text
    Perkawinan bertujuan membangun keluarga yang harmonis, namun kenyataannya tidak demikian, sehingga mengakibatkan terjadinya perceraian. oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengungkap kondisi kehidupan rumah tangga pasangan sebelum berceerai dan faktor-faktor penyebab perceraiannya.Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) 65,71% kondisi usia pasangan baik, (2) 45,71% kondisi fisiologis pasangan cukup baik, (3) 71,43% kondisi psikologis pasangan kurang baik, (4) kondisi spiritual pasangan kurang baik, (5)65,71% kondisi komunikasi kurang baik, dan (6) 89% kondisi kehidupan seksual pasangan kurang baik. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian adalah: (1) 94,28% pasangan bersifat egois, (2) 85,71% pasangan tidak menghargai, (3) 82,85% pasangan tidak berada dekat saat pasangan membutuhkan, (4) sebanyak 80% pasangan tidak bisa diajak untuk saling berbagi, (5) 71,42 pasangan suka mengatur, dan tidak meluangkan waktu, dan 54,28% s/d 68,57% perceraian disebabkan oleh faktor lainnya

    Correlation between the role of principle with the pedagogical competences of teachers in Vocational School

    No full text
    This research examined the role of the headmaster and pedagogical competences of teacher in Vocational School and also to see the relationship between the two variables. The populations in this research were 72 teacher and 40 samples using proportional stratified random sampling technique. The research used likert scale as instrument. A score of variable leadership of headmaster was 0,907 and pedagogical score of teachers competence was, 897, which mean the instrument was reliable. The data was analyzed by product moment correlation, r score = .33 > = .284 believed r table standard 95%. Research found that there are relationships between the roles of headmaster with the pedagogy competencies of teacher in Vocational School

    Pengaruh Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling IKIP-PGRI Pontianak Tahun Akademik 2014/2015

    No full text
    This study uses fieldwork (Field Research), with a population of 150 students / i Prodi Counseling third semester of the academic year 2014/2015, which was divided into two groups: the experimental group (students who are high school level of education their parents / S1) totaled 30 people, and the control group (students whose parents education level SD) numbered 30 people. The results showed that no significant relationship between the level of formal education of parents on student achievement guidance and counseling courses Teachers' Training College PGRI Pontianak. This is shown by the price of "t" arithmetic (0.487) is less than the price of "t" of criticism, both at the 5% significance level (2.01) as well as on the significance of 1% (2.68). This means the hypothesis Alternative (Ha) rejected that there is significant between formal education level of parents on student achievement, and on the contrary hypothesis Nil (Ho) filed unacceptable that no significant relationship between the level of formal education of parents on achievement student learning. So it can be concluded that the level of education among students high school parents with a college education level of parents SD no difference in academic achievement

    Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek Ilmiah dalam Meningkatkan Sikap terhadap Ilmu Pengetahuan Siswa SMP Kota Malang

    No full text
    One of Indonesian national education goals is to educate the intellectual life of the nation which is embodied in the preamble of the 1945 Constitution. Education plays a very central role to facilitate students to prepare the demands of science and technology advancement in the 21st century. To achieve these goals, education requires a powerful learning methods which can improve the positive attitude toward science of student from an early age. This study aims to determine the differences in attitude toward science between students in experimental group who received projects based learning and students who become the control group. This was quasy experimental research with Pretest-Postest Control Group Design. The populations were VIII graders in Malang city. The sampling was 54 student selected using purposive sampling. Instruments were validated by expert and tried out. The reliability coefficients for attitude toward science scale was 0,954. The results showed that attitude toward science students in experimental group who received projects based learning has significant difference with students in control group

    Acceptance and Commitment Therapy (ACT) Bagi Penderita Gangguan Stress Pasca Bencana

    No full text
    Bencana alam menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia  mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya. Bencana ini menimbulkan dampak psikologis yang sangat besar berupa trauma dan stress pada individu, keluarga dan masyarakat. Gangguan stress pasca trauma (PTSD) merupakan reaksi maladaptif yang berkelanjutan terhadap suatu pengalaman traumatis yang dapat diderita berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kondisi demikian akan menurunkan kualitas hidup bagi penderitanya dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, salah satu penanganannya dengan menggunakan terapi ACT (acceptance and commitment therapy). Terapi ini merupakan terapi keperilakuan (behavioral) yang relatif baru dikembangkan dan digunakan untuk mengurangi perilaku menghindar atau melarikan diri dari pikiran-pikiran, emosi dan memori mengenai peristiwa-peristiwa yang traumatic. Perilaku menghindar ini kemudian digantikan dengan perilaku menerima peristiwa traumatis dan membuat komitmen untuk mengubah/ memperbaiki perilaku sesuai dengan tujuan-tujuan hidup klien. Tujuan akhr dari terapi ACT tidak hanya sekedar menghilangkan gejala-gejala trauma akan tetapi meningkatkan kualitas hidup klien di masa mendatang. Adapun tujuan artikel penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai terapi ACT (Acceptance and Commitent Therapy), dan manfaatnya bagi penderita gangguan stress pasca bencana

    Analisis Kritik Terhadap Model Kipas; Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur

    No full text
    Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen integral dalam pendidikan yang eksistensinya dari waktu ke waktu semakin dibutuhkan. Sayangnya, pelaksanaan bimbingan dan konseling selama ini masih mengadopsi secara membabi-buta rumusan yang dibuat oleh para ahli yang berlandaskan pada falsafah Barat. Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur (KIPAS) yang dikreasikan oleh Andi Mappiare-AT muncul sebagai salah satu dari sedikit jenis bimbingan dan konseling yang berlandaskan pada budaya Nusantara. Fokus penulisan artikel ini mencakup deskripsi dan analisis kritis terhadap Model KIPAS; uraian tentang kontribusi Model KIPAS terhadap pengembangan diri dan penyelesaian masalah konseli, dan kontribusi terhadap citra konseling Indonesia. Basis budaya yang diusung oleh Model KIPAS menjadi keunggulan utama model ini, menjadikannya sangat efektif untuk diaplikasikan dalam pelayanan bimbingan dan konseling Indonesia. Disamping itu, terdapat beberapa kritikan terhadap Model KIPAS, khususnya terkait dengan masih minimnya kajian mendalam tentang karakteristik manusia Indonesia, dan “pemangkasan” tahapan konseling. Sebagai model yang berbasis pada budaya bangsa, Model KIPAS perlu mendapat dukungan dan upaya pengembangan lebih lanjut dari segenap praktisi dan akademisi bidang bimbingan dan konseling

    Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI.IPS.1 SMAN 2 Mejayan pada Materi Fenomena Biosfer dan Persebaran Hewan Tumbuhan melalui Desain Pembelajaran Cooperative Learning

    No full text
    Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan desain pembelajaran Cooperative Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada siswa Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri 2 Mejayan pada mata pelajaran Geografi. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 2 Mejayan. Hipotesis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan desain pembelajaran Cooperative Learning pada pelajaran Geografi dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar pada siswa Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri 2 Mejayan Tahun Pelajaran 2013/2014. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh penerapan desain pembelajaran Cooperative Learning terhadap aktivitas belajar Geografi pada siswa Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri 2 Mejayan (2) untuk mengetahui pengaruh penerapan desain pembelajaran Cooperative Learning terhadap hasil belajar Geografi pada siswa Kelas XI.IPS.1 SMA Negeri 2 Mejayan.  Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Mejayan  pada Kelas XI.IPS.1, dengan menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas yang diteliti yaitu desain pembelajaran Cooperative Learning, sedangkan variabel terikatnya yaitu  aktivitas belajar Geografi dan hasil belajar Geografi pada siswa kelas XI.IPS.1 SMA Negeri 2 Mejayan. Metode pengumpulan data melalui metode observasi dan metode hasil pengukuran tes. Teknik analisis data meliputi teknik analisis data kuantitatif. Melalui uji statistik dengan uji t menunjukkan aktivitas belajar berkontribusi dalam hasil belajar Geografi siswa, sedangkan baik media pembelajaran kuis interaktif maupun konvensional memberikan kontribusi yang tidak sama dalam meningkatkan hasil belajar Geografi siswa di kelas. Implikasi dari penelitian ini adalah desain pembelajaran Cooperative Learning maupun konvensional memberikan kontribusi yang tidak sama dalam meningkatkan hasil belajar Geografi, oleh karena itu perlu adanya sosialisasi media pembelajaran kuis interaktif dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan Geografi siswa

    0

    full texts

    520

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Konseling dan Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇