Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
520 research outputs found
Sort by
Metoda Maternal Reflektif (MMR) untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Lisan Anak Tunarungu
Kemampuan berbahasa lisan anak tunarungu sering mengalami gangguan dalam kelas IV yang berjumlah 4 orang. Hasil penelitian pada siklus pertama dengan pengucapan dan berkomunikasi, sehingga anak lebih suka berbahasa isyarat daripada berbahasa secara verbal. Hal ini disebabkan kosakata yang dimiliki anak tunarungu sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak tuna rungu dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif (MMR).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas, dengan berkolaborasi antara peneliti dan guru kelas. Penelitian ini dirancang melalui 1) perencanaan. 2) tindakan 3) Observasi dan 4) refleksi. Subjek peneltian ini terdiri dari siswa tunarungu menggunakan Metode Maternal Reflektif terhadap keempat anak tunarungu belum sepenuhnya berhasil dengan baik, hal ini disebabkan anak masih mengalami hambatan dalam berbahasa lisan. Sedangkan pada siklus kedua kemapuan lisan pada anak tunarungu telah meningkat dengan baik. Karena pada siklus ini diberikan perlakuan secara individual, dengan menggunakan media yang menarik sehingga keempat anak tunarungu pada penelitian ini telah dapat berbahasa lisan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif secara individual dan penggunaan media yang menarik maka kemampuan berbahsa lisan anak tunarungu mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa lisan anak tunarungu dapat ditingkatkan dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif. Disarankan kepada guru-guru di SLB agar sering melatih anak berbahasa lisan dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif untuk yang mengalami gangguan berbahasa lisan
Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Disiplin Belajar Siswa Di SMPN 7 Kubung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan-persoalan disiplin siswa SMPN 7 Kubung dalam belajar, seperti: siswa datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), persiapan belajar kurang baik, kurang memperhatikan materi pelajaran, dan menggunakan asesoris yang tidak diperbolehkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tiga hal, pola asuh orang tua, disiplin belajar siswa, dan hubungan antara pola asuh orang tua terhadap disiplin belajar siswa SMPN 7 Kubung. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional melalui pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 orang. Selanjutnya, instrumen dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data untuk penelitian ini menggunakan rumus korelasi produk moment. Simpulan penelitian ini ada tiga, yaitu (1) pola asuh orang tua siswa memiliki nilai rata-rata baik, (2) disiplin belajar siswa SMPN 7 Kubung dikategorikan cukup baik, dan (3) tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap disiplin belajar siswa SMPN 7 Kubung
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS melalui Penerapan Metode STAD pada Peserta Didik Kelas VIII
Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang peningkatan aktivitas dan hasil belajar pseerta didik dengan menerapkan metode STAD pada kelas VIII.8 SMPN 1 Kecamatan Luak Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitin ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, dan masing-masing siklus dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tambahan informasi dan pemikiran tentang salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan didampingi oleh teman sejawat sebagai observer dengan menggunakan lembar observasi. Kemudian hasil pengamatan akan dianalisis dengan melihat peningkatannya dalam setiap siklus. Keberhasilan penerapan model, pemilihan media, strategi, maupun pendekatan pembelajaran tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun penelitian ini setidaknya memberikan gambaran bagaimana seorang guru berusaha untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik melalui proses pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan
Pengintegrasian Motif Ibadah Pendidik Sebagai Upaya Optimalisasi Pencapaian Tujuan Pendidikan
Pendidikan secara praktiknya tidak terlepas dari proses pembelajaran sepanjang ayat. Konsep ini bertujuan untuk mengidentifikasi keadaan muatan motif yang ada pada diri para pelaksana pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, terutama terkait dengan penyelenggaraan proses pembelajaran sebagai suatu ibadah. Secara implisit penyelenggaraan proses pembelajaran merupakan suatu perbuatan ibadah. Perbuatan ibadah ini dilatarbelakangi oleh motif-motif tertentu oleh pelakunya, terutama pendidik dan peserta didik yang secara langsung terlibat di dalamnya. Setiap peserta didik sudah diberikan oleh Allah seperangkat potensi (fitrah) yang harus dikembangkan seoptimal mungkin melalui pendidikan. Potensi yang diberikan itu berjumlah 99 buah, seperti yang termuat dalam Asmaul Husna yang apabila dikembangkan akan mengembangkannya menjadi berbagai potensi. Hal ini sangat bergantung kepada peran pendidik yang akan membimbing pengembangannya
Peningkatan Kehadiran Siswa kelas XI Pemasaran 2 Menggunakan Konseling Perorangan Teknik Eklektik
Penelitian ini bernama Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dalam Bimbingan dan Konseling (BK) lebih dikenal dengan nama Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian ini dilakukan karena banyak ditemui siswa yang datang terlambat ke sekolah dan kurangnya frekuensi absensi siswa. Oleh sebab itu guru BK mencoba mengurangi keterlambatan ini dengan melakukan layanan konseling perorangan. Untuk lebih memaksimalkan hasil yang diharapkan menggunakan pendekatan konseling perorangan teknik eklektik. Subjek penelitian ini adalah lima orang siswa kelas XI Pemasaran 2 SMKN 2 Padang. Manfaat dari penelitian ini agar siswa yang absen dan terlambat datang ke sekolah dapat berkurang atau bahkan sampai tidak ada lagi siswa yang terlambat datang ke sekolah tiap harinya. Peneliti sebagai konselor dalam memberikan layanan konseling perorangan, dan rekan sejawat sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan layanan dilakukan sebanyak dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni; (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) observasi, dan (d) refleksi. Setelah dilakukan analisis hasil setelah dilakukan pelaksanaan konseling perorangan dengan teknik eklektik, terjadi pengurangan frekuensi ketidakhadiran siswa kelas XI Pemasaran 2. Dari hasil penelitian disarankan kepada guru BK hendaknya mendata dan memantau siswa yang terlambat datang ke sekolah, karena masih ada guru kelas dan guru BK yang bersikap acuh dengan ketidakdisiplinan siswa tersebut
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Perkuliahan Diagnostik Kesulitan Belajar Melalui Pengajaran Tutorial
Each of students appealingly is entitled to gain a chance to achieve a satisfactory academic performance. In other words, s/he has the same opportunity to gain satisfactory learning outcomes. As the matter of fact, every student has various differences both in terms of intellectual abilities, talents, interests, willingness, attention, participation, family background, attitudes, and study habits that sometimes very conspicuous between one to another. Consequently, they receive diversity in satisfactory learning outcomes. This study aims to illustrate the improvement of students' understanding in diagnostic lectures of learning difficulties through tutorial teaching using method of Classroom Action Research (PTK). The subjects of the study were students enrolled in one of the difficulty diagnostic lecture sessions during semester of January - June 2016 amounted to 37 people. This research used observation format as research instrument through tutorial activity, diagnostic PTK diagnostic instrument and answer sheet. Data was analysed applying descriptive statistical techniques, whereas the analysis of diagnostic PTK instruments of learning difficulties based on scores obtained by the students and described in tabulation. The results of this study revealed that there is an improvement in student understanding in diagnostic lecture of learning difficulties through tutorial teaching
Inovasi Metode dan Media dalam Pembelajaran Seni Di Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran seni budaya. Penelitian ini berisi tentang paparan studi kepustakaan. Selain itu, studi kepustakaan tersebut memuat konsep-konsep mengenai hakikat seni, karya seni, pembelajaran seni, fungsi dan kedudukan pembelajaran seni budaya, serta inovasi dan media pembelajaran seni budaya di sekolah. Berdasarkan konsep tersebut, dapat dipahami bahwa guru dapat memilih beberapa alternatif metode dan media yang tepat dalam pembelajaran seni budaya di sekolah, seperti: ceramah, diskusi, demonstrasi, latihan, pemecahan masalah, teman sejawat, karya wisata, dan lainnya serta beberapa media inovatif, seperti: media berbasis cetakan, media gambar, media audio, visual, media audiovisual, dan media berbasis manusia
Mensinergikan Nilai-Nilai Keagamaan dengan Kearifan Lokal sebagai Upaya Mewujudkan Masyarakat Madani (Studi Kasus Komunitas Keagamaan Kejawen di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk)
AbstractThis research executed in Countryside of Bajulan of Subdistrict Loceret of Regency Nganjuk. A lot of society assuming, that Countryside Bajulan very go together the mistical things like ritual-ritual kejawen that is nyadranan, clean countryside, ceremony of parna prahista, kirab pusoko and arca, ritual malem syuro, holy ritual water intake, ritual take a bath in source water, medium of lelaku ritual/meditating, ceremony of ngangsu kaweruh, and others. The Ritual-ritual not get out of the belief kejawen, like shalat at the same time sit, not execute the fasting ramadhan but following feast day of Ramadan and others Internal issue Formula this research is: 1) How form of activity of Islam kejawen and its resolving in in perpective of Islam in realizing and creating environment which madani in region Nganjuk 2) How method for the menyinergikan of religious value wisely is local budanya, in in perpective of Islam in realizing and creating environment which madani in region Nganjuk 3) How method applying for the menyinergikan of religious value wisely is local budanya, in in perpective of Islam in realizing and creating environment which madani in region Nganjuk?This research use the method qualitative (qualitative approach), in the form of utterance or article and behavior perceived the. Research type used is case study, that is a research conducted intensively, inch, and circumstantial to an organization, institute, or certain symptom. Procedure of data collecting with the interview, observation, and documentation. Analyse the data conducted by data discount, data presentation, and conclusion withdrawal. Checking of data Authenticity use the lengthening of taking part in, perception assidinity, and trianggulasi.Conclusion from this research result is: 1) forms of Activity of Islam kejawen in Countryside Bajulan among other things is nuptials, ceremony of tingkeban or mitoni, birth ceremony, ceremony of sunatan or circumcision, last offices, nyadran, clean of countryside, ceremony of commemoration of birthday of Prophet of Muhammad Saw., and ceremony of nifsu sya'ban of mid of month sya'ban (ruwah). 2) Method for the menyinergikan of religious value wisely is local culture in Countryside Bajulan is with the mission of bil matter, blaze the way the activity Islamic, Commemoration of Red-Letter Day Islam, Islam education, strategy infiltrate the culture, strategy of ta'lim or education, and sentimental strategy. 3) Method applying for the menyinergikan of religious value wisely local culture in perpective of religion in realizing and creating environment which madani in Countryside Bajulan by applying mission of bil matter, blaze the way the activity Islami, Commemoration of Red-Letter Day Islam, Islam education, forming of dirasah Islamiyah for the parent of, istighosah, and activity practice the shalat. With the the method applying, expected to make Islam as acceptable majority religion by society of Countryside Bajula
Bimbingan Motivasi bagi Mahasiswa pada Pembelajaran Bulutangkis
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi motivasi mahasiswa pada pembelajaran bulutangkis. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel sebanyak 50 orang mahasiswa jurusan Kepelatihan FIK UNP yang mengikuti perkuliahan bulutangkis pada semsester Januari-Juni 2017 yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan motivasi mahasiswa jurusan Kepelatihan FIK UNP mengikuti mata kuliah bulutangkis pada semester Januari-Juni tahun akademik 2017 pada umumnya sedang dan beberapa pada katagori sangat rendah, rendah, tinggi dan sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti merekomendasikan diperlukan adanya bimbingan untuk meningkatkan dan mengembangkan motivasi bagi mahasiswa dengan tujuannya dapat membantu pencapaian prestasi belajar yang maksimal
Students Attitude Towards LGBTQ; the Future Counselor Challenges
The condition of sexual disorientation behavior is a condition that develops from various and interrelated factors. This behavior is not the result of a single major factor, its formation occurs throughout the individual life span instead. The sexual behavior disorientation is a phenomenon that is always happening almost in all communities in various countries, which in the modern world popular with the term LGBTQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender and Queer). Another condition related to this community is that in recent years human rights related to this matter have been straightforwardly defended in some countries. This condition brings many problems and polemics in various dimensions of life. This study focuses on the trend of student attitudes toward LGBTQ phenomena that in the society. Data were collected through a student's attitude scale on the LGBTQ phenomenon adapted from "Worthen's (2012) Attitudes toward LGBT People Survey" and involving 213 respondents. Students in West Sumatera generally have an unfavorable attitude towards the LGBTQ phenomenon. But in one aspect, students have a moderate attitude towards the transgender phenomenon. This has become an important concern for counselors as social workers who deal directly with this issue. Counseling and psychotherapist services are one of the important points in problem solving. Related conditions that need attention are the paradigm and attitude of the students themselves against the LGBTQ phenomenon