Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
520 research outputs found
Sort by
Pengaruh konseling kelompok dengan media kartu terhadap pencegahan perilaku agresi di sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengetahuan anak tentang agresi di sekolah SMP N 16 Kota Pontianak dengan metode ceramah maupun di SMP Nurul Islam dengan Konseling Kelompok menggunakan Media Kartu; 2) Mengetahui seberapa besar pengaruh konseling kelompok dengan media kartu terhadap perubahan perilaku dan sikap anak. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa kelas IX di SMP Nurul Islam dan SMP N 16 Kota Pontianak. Analisis data untuk skor pengetahuan awal dan proses pembelajaran diperoleh melalui pretest dan post test dengan menggunakan angket dan untuk melihat signifikasi peningkatan pengetahuan siswa tentang agresi dan melakukan observasi serta wawancara pada siswa untuk kemudian dideskriptipkan guna memperoleh informasi tentang perubahan perilaku dan sikap siswa dengan menggunakan SPSS 16. Adapun teori pendukung berdasarkan penelitian sebelumnya tentang layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan pendekatan humanistik berpengaruh untuk mengurangi perilaku agresif siswa (Ikhsan, 2018). Manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya (James Bugental dalam Gantina, 2011). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa : 1) Metode konseling kelompok dengan media kartu dan metode ceramah sama-sama efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang agresi di sekolah; 2) Konseling kelompok dengan media kartu sangat berpengaruh terhadap perubahan perilaku dan sikap anak di SMP Nurul Islam. Berdasarkan penjelasan di atas maka konseling kelompok dengan media kartu berpengaruh positif terhadap pencegahan perilaku agresi di sekolah
Gambaran tingkat mikroagresi pada siswa penghayat kepercayaan
Mikroagresi merupakan penghinaan verbal atau perilaku singkat dan umum sehari-hari, baik disengaja atau tidak disengaja, dengan mengkomunikasikan penghinaan dan penghinaan ras yang negatif, penghinaan yang berpotensi memiliki dampak psikologis yang berbahaya atau tidak menyenangkan pada orang atau kelompok sasaran. Mikroagresi terjadi di berbagai kelompok budaya dan dapat bervariasi berdasarkan penanda identitas interseksional seperti jenis kelamin, kelahiran, ras, agama, dan orientasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat mikroagresi pada siswa penghayat kepercayaan di SMA/SMK se-Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa penghayat kepercayaan di SMA/SMK se-jabodetabek dengan teknik non-probability sampling dengan bentuk purposive sampling. Sehingga sampel yang diambil sebanyak 22 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument Microaggressions Against Religious Individuals Scale (MARIS) yang diadaptasi dari Zhen Hadassah Cheng. Skala yang digunakan pada penelitian ini ialah skalalikert dengan pilihan jawaban dari tidak pernah sampai lebih dari 10 kali. Analisa data hasil penelitian menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan analisa data, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 19 orang atau 86.4% dalam kategori rendah, 2 orang atau 9.1% dalam kategori sedang dan 1 orang atau 4.5% dalam kategori cenderung tinggi.Dampak dari mikroagresi yang terjadi terus-menerus dapat menciptakan efek psikologis yang negatif
Fear of missing out mahasiswa; analisis gender, akses internet, dan tahun masuk universitas
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi fear of missing out (FoMO) mahasiswa, dan FoMO berdasarkan gender, tahun masuk mahasiswa, serta akses internet perhari. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 202 mahasiswa (laki-laki = 22; perempuan = 174), individu yang menjadi sampel penelitian ini adalah mahasiswa dengan tahun masuk yang bervariasi (Tahun 2019 = 85, 2020 = 67, dan 2021 = 50). Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen FoMO (19 item), realiabilitas instrument FoMO sbesar (.98) pada kategori sangat baik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan perangkat lunak JASP. Temuan pada penelitian menunjukkan fear of missing out mahasiswa berada pada kategori sedang dengan nilai 61,39%. Selain itu, kondisi fear of missing out menunjukkan mahasiswa laki-laki maupun perempuan tidak ada perbedaan, karena laki-laki dan perempuan sama khawatirnya saat kehilangan akses internetdan kecenderungan akses internet yang digunakan mahasiswa perhari lebih dari 6 Jam
Implementasi kebijakan pembelajaran daring di kota Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pembelajaran daring di Kota Pontianak. Pelaksanaan model pembelajaran daring selama pandemi virus Covid-19 ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemerintah Kota Pontianak penerbitan surat edaran No 13/DIKDIKBUT/ Tahun 2020 Tentang Kebijakan Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Virus Corona (Covid-19) tahun yang dikeluarkan oleh Kota Pontianak dalam upaya pencegahan covid-19. Implementasi pembelajaran daring dirumah ini menggunakan media watshapp, google classroom atau zoom. Fokus dalam penelitian ini adalah model implementasi menurut George Edward III yaitu Komunikasi (communication), Sumber Daya (Resources), Disposisi (Disposition) dan Struktur Birokrasi (Bureucratic Structure). Hasil penelitian menjukkan bahwa Komunikasi yang terjadi di jajaran Pemerintah Kota Pontianak dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak sudah cukup baik, terlihat dalam penerbitan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kota Pontianak dalam upaya pencegahan covid-19, selanjutnya di respon oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak dengan mengeluar-kan surat edaran perihal pencegahan covid-19 dengan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mengintruksikan untuk belajar di dalam rumah. Ada beberapa kendala yang dialami saat melaksanakan kebijakan pembelajaran daring, seperti keterbatasan akses jaringan internet dibeberapa wilayah di kota Pontianak, dengan adanya pembelajaran daring ini juga bisa memberatkan orang tua siswa karena harus mempunyai gadget beserta kuota internet untuk mengaksesnya. Ada beberapa Siswa yang kesulitan dalam mengakses materi yang diberikan secara onlinen karena tidak memiliki kuota.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pembelajaran daring di Kota Pontianak. Pelaksanaan model pembelajaran daring selama pandemi virus Covid-19 ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemerintah Kota Pontianak penerbitan surat edaran No 13/DIKDIKBUT/ Tahun 2020 Tentang Kebijakan Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Virus Corona (Covid-19) tahun yang dikeluarkan oleh Kota Pontianak dalam upaya pencegahan covid-19. Implementasi pembelajaran daring dirumah ini menggunakan media watshapp, google classroom atau zoom. Fokus dalam penelitian ini adalah model implementasi menurut George Edward III yaitu Komunikasi (communication), Sumber Daya (Resources), Disposisi (Disposition) dan Struktur Birokrasi (Bureucratic Structure). Hasil penelitian menjukkan bahwa Komunikasi yang terjadi di jajaran Pemerintah Kota Pontianak dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak sudah cukup baik, terlihat dalam penerbitan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kota Pontianak dalam upaya pencegahan covid-19, selanjutnya di respon oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak dengan mengeluar-kan surat edaran perihal pencegahan covid-19 dengan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mengintruksikan untuk belajar di dalam rumah. Ada beberapa kendala yang dialami saat melaksanakan kebijakan pembelajaran daring, seperti keterbatasan akses jaringan internet dibeberapa wilayah di kota Pontianak, dengan adanya pembelajaran daring ini juga bisa memberatkan orang tua siswa karena harus mempunyai gadget beserta kuota internet untuk mengaksesnya. Ada beberapa Siswa yang kesulitan dalam mengakses materi yang diberikan secara onlinen karena tidak memiliki kuota
Contribution of students’ self-leadership in online learning activity to academic achievement during covid-19 pandemic
Are the students able to well lead themselves in online learning activity during the Covid-19 pandemic? This study aims 1). measuring how well the students' self-leadership abilities in online academic activities during the pandemic, 2). identify the qualities of students' self-leadership abilities that are weak/not present in online academic activities, and 3). explore whether or not there is a correlation/contribution of students’ self-leadership ability in academic activities to GPA during the pandemic? The research subjects were 210 students of the Guidance and Counseling study program at Sanata Dharma University. The data employed the Student Self-leadership Scale in Online Learning with 6 grades differential semantic model with an alpha reliability index of 0.956. The data were analyzed using descriptive categories and rPM correlation techniques. The results showed that some students were able to lead themselves in carrying out academic activities during the pandemic; 9 items of students’ self-leadership measurement were identified that were not optimal in online academic activities during the pandemic; and there was no correlation/contribution between students’ self-leadership abilities in online academic activities and GPA during the pandemi
Service quality and institutional reputation on student’s loyalty
This study highlights the effect of service quality and the reputation of private higher institutions in building student loyalty. This research uses a quantitative approach with a survey method. The research respondents were 185 students from PGRI Palembang University. Analysis techniques using variance-based structural equation models (SEM) SmartPLS. The results of the study indicate that the quality of service has a significant direct effect on reputation, not a significant direct effect on student loyalty. Institutional reputation has a very significant direct effect on loyalty. Student service quality has a significant indirect effect on student loyalty through the reputation of the institution, this implies that the reputation of the institution carries an influence relationship (antecedents) between service quality variables on student loyalty. These findings can help higher education institutions to make better strategic plans to increase student loyalty through improving the quality of service and the reputation of the institution
Model development of Rejang culture-cased Islamic religious education textbook to improve hard work character
Using a combined approach and the Research and Development/R&D method, this study aims to provide Rejang culture-based PAI textbooks that can improve the character of hard work in junior high school students in the Lebong district, as well as to assess whether the textbook is appropriate and effective for increasing the character of hard work in high school students. The research findings are as follows: 1) The following steps are taken to create Rejang culture-based PAI textbooks: First, conduct a needs assessment at the research site. The needs analysis results are used as the basis for compiling a draft textbook, secondly validating the draft textbook that has been made, thirdly revising the textbook in accordance with input from validators consisting of material experts, education experts, linguists, and practitioners/teachers, fourthly conducting limited trials of books that have been revised, fifthly revising based on consideration of the results of limited field trials, and sixthly conducting tr 2) PAI textbooks based on Rejang Culture are appropriate for developing a work ethic. 3) Rejang Culture-based PAI textbooks are effective at developing students' work ethic. The implication of this research is that as the distance between students and learning materials closes, the use of local culture in textbooks creates an attraction for reading books, fostering enthusiasm for learning, making it easier to absorb, understand, and achieve learning goals faster. Furthermore, using textbooks that incorporate elements of local culture can help students improve their character
Spiritual Group Counseling: An Overview of the Gestalt Approach in Handling Imitation Behavior
Negative-imitation behavior follows a behavior that they feel is acceptable, and it becomes a common thing for students to imitate and sometimes becomes a habit. Also, the habits learned from their parents, and the environment makes them a person who follows the climate as they are around. Without realizing it, negative imitation will have a negative impact, sometimes even contrary to existing norms. With that, the Gestalt Spiritual group counseling service is expected to understand and realize that the behavior they imitate is wrong. The research method used is a pre-experiment that will be used to determine whether there is any influence in gestalt spiritual group counseling. The research sample consisted of sixteen people who were divided into two groups of guidance. The research results obtained after the experiment was carried out, namely that there were changes for students' better. The SPSS analysis carried out showed a decrease in negative-imitation behavior in student
Teachers’ self-efficacy: through micro teaching, practical field experience, and motivation
The study's objectives were to: 1) determine the effect of Micro Teaching and practical field experience on motivation to become a student teacher for prospective PAI PTKIN teachers in North Sumatra, and 2) determine the direct effect of Micro Teaching and practical field experience on self-efficacy as a student teacher for prospective PAI teachers in PTKIN Se North Sumatra. This is a quantitative study with an ex post facto research design. The analytical strategy is a quantitative descriptive analysis with four variables to be investigated: (1) Micro Teaching Implementation, (2) Practical Field Experience, (3) Motivation to Become a Teacher and (4) Self-Efficacy. Based on the study's findings, the following conclusions were reached: 1) there is a strong relationship between Micro Teaching and Motivation to Become a Teacher (Y), students who are serious about implementing micro teaching will increase their motivation to become a teacher; 2) the implementation of PPL sufficiently influences student motivation to become teachers; 3) the variable that most influences Self-Efficacy is the Implementation of PPL; 4) the variable Motive is the variable that most influences Self-Efficacy
Kajian analisis bibliometrik tentang pendidikan agama islam: potensial isu untuk studi masa depan di bidang penelitian
Islamic religious education is to equip students with knowledge of Islamic teachings, the history of religious development, Islamic norms and values, and assist them in applying these teachings in everyday life. The purpose of this research is to provide additional knowledge about various studies in the field of Islamic religious education. This research was conducted using a qualitative approach with a bibliometric. The data was taken in 2022 with the number of documents after the limitation of 621 sourced from the Scopus database. Analysis was carried out with the help of openrefine, vosviewer, and Rstudio software. The results of the study show that the most author's countries are Indonesia, Malaysia and followed by the United Kingdom. The most prominent keyword in accordance with the research theme is Islamic religious education. As a popular topic in the future, discussions on education, humanity and research in several places such as Eurasia, Asia and South Asia are predicted to be influential research