Jurnal Konseling dan Pendidikan
Not a member yet
520 research outputs found
Sort by
Penggunaan Ifdil perceptual light technique (IPLT) dengan ayat-ayat Al-quran
This study aims to evaluate the effectiveness of the Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) combined with Qur'anic verses in enhancing clients' mental and spiritual balance. The research employs a case study approach with qualitative methods, involving in-depth interviews and observations of six participants, consisting of two therapy experts and four clients from Padang and Pekanbaru. Data analysis was conducted using NVivo software to identify relevant key themes. The study results revealed seven main themes, including the integration of spirituality and IPLT technology, the role of sensory elements in therapy, client responses to the therapy, success in mental and spiritual recovery, challenges in implementation, personalized therapy based on client needs, and perspectives on the future of holistic therapy. The key findings indicate that integrating IPLT with Qur'anic verses can help reduce anxiety levels, enhance spiritual connection, and create a deeper therapeutic experience. However, the study also highlights challenges in balancing technological and spiritual elements, as well as the importance of personalizing sensory elements such as light intensity and sound for each client. The implications of this study include the development of technology-based therapies tailored to clients' spiritual values, as well as recommendations for counseling services to create more holistic and inclusive approaches. These findings are particularly relevant for communities with strong cultural and religious backgrounds, such as those in Padang and Pekanbaru.
How do physical fitness, nutritional status, and self-concept affect student learning outcomes in physical education with a focus on health and hygiene education?
This study explores how physical fitness, nutritional status, and self-concept influence Physical Education (PE) learning outcomes at State Junior High School 13 Padang. Using a quantitative correlational approach, the research involved 58 students sampled from a population of 160. Data were gathered through physical fitness tests, Body Mass Index (BMI) measurements, self-concept questionnaires, and final PE grades. The results revealed that physical fitness contributes 5.18%, nutritional status contributes 6.78%, and self-concept contributes 9.33% to PE learning outcomes. Together, these factors explain 21.07% of the variance in students' PE performance. The analysis showed that each of these variables plays a significant role in shaping students' success in PE. To address the issues identified and enhance learning outcomes, the study recommends increasing the number of PE class hours, introducing school-based nutritional programs to improve students' diets, and developing initiatives to boost students' self-esteem and motivation. By focusing on these areas, schools can better support students' physical and psychological well-being, leading to improved educational outcomes in PE. This approach aims to provide a more holistic improvement in students' physical education, addressing both physical and mental aspects to foster better overall performance. Further research could examine the effectiveness of these interventions and their impact on broader educational goals
Pengembangan model kolaborasi antara sekolah dan puskesmas dalam Implementasi trias uks berdasarkan pedoman nasional
Trias UKS, mencakup Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sehat, merupakan strategi penting untuk mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Namun, implementasinya sering menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas dan rendahnya koordinasi antara sekolah dan puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kolaborasi antara sekolah dan puskesmas untuk meningkatkan implementasi Trias UKS sesuai pedoman nasional. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain studi kasus multipel di lima sekolah (3 SD, 2 SMP) dan tiga puskesmas di Kabupaten Seluma. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner, wawancara mendalam, FGD, dan observasi fasilitas sekolah. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kualitatif untuk mengidentifikasi hambatan, peluang, dan strategi implementasi Trias UKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama mencakup keterbatasan fasilitas UKS, kurangnya integrasi pendidikan kesehatan, dan koordinasi yang belum optimal. Faktor keberhasilan meliputi koordinasi yang lebih baik, pembagian peran yang jelas, dan dukungan sumber daya. Model kolaborasi yang dikembangkan menawarkan pendekatan praktis untuk meningkatkan efektivitas implementasi Trias UKS. Kesimpulannya, model ini mampu menjawab berbagai kendala implementasi Trias UKS dengan pendekatan terstruktur dan berkelanjutan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji model ini melalui pendekatan longitudinal dan pengukuran dampak jangka panjang terhadap kesehatan siswa
Growing up citizens: mengintegrasikan pendidikan kewarganegaraan dan manajemen peserta didik
Elemen penting dari kegiatan politik dan ideologi di perguruan tinggi dan universitas termasuk pengajaran mata kuliah tentang teori politik dan ideologi serta proyek-proyek mahasiswa. Pendidikan ideologi dan politik mahasiswa saat ini menimbulkan sejumlah masalah, seperti pembagian konsep pendidikan, kurangnya alat manajemen, kesenjangan antara teori dan praktik, dan integrasi tim kerja yang buruk dengan keterasingan. Artikel ini mengklasifikasikan komponen-komponen sistem ke dalam tiga dimensi, yakni acceptance, control, dan dissemination untuk menyelidiki bagaimana distribusi informasi mempengaruhi pendidikan kewarganegaraan dan politik. Untuk meningkatkan keefektifan kerja ideologi dan politik di perguruan tinggi dan universitas, makalah ini bertujuan untuk memfasilitasi integrasi yang mendalam antara mata kuliah teori ideologi dan politik dan kerja mahasiswa. Hal ini dicapai dengan mereformasi metode pengajaran dan pendidikan, eksplorasi proaktif mode pengajaran praktis, integrasi mendalam tim pengajar, dan peningkatan mekanisme penanaman yang sedang berlangsung. Penelitian di masa depan yang bertujuan untuk meningkatkan integrasi kepemimpinan mahasiswa dan pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi untuk pengembangan keterampilan generasi berikutnya dapat dipandu oleh model difusi pengetahuan
Efektivitas Ifdil perceptual light technique untuk mengurangi social anxiety siswa obesitas
Obesitas pada remaja sering dikaitkan dengan permasalah psikologis, seperti stres, anxiety, depresi bahkan trauma dan PTSD. Obesitas dapat menjadi salah satu faktor yang beresiko bagi perkembangan social anxiety siswa. Social anxiety merupakan salah satu jenis gangguan kecemasan yang bersifat khusus. Pada gangguan ini penderitanya akan merasakan kekhawatiran yang berlebihan ketika berada di sekitar orang banyak. Beberapa gejala fisik yang dapat diamati adalah munculnya keringat dan gemetar saat berinteraksi dengan orang banyak. Sehingga siswa dengan gangguan ini cenderung untuk menghindari pertemuan dan kegiatan yang melibatkan orang lain. Oleh karena itu penting bagi siswa yang mengalami obesitas untuk mendapatkan bantuan psikologis yang sesuai. Salah satu bantuan yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan teknik Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT). Teknik IPLT merupakan sebuah alternatif pendekatan brief untuk mereduksi berbagai macam permasalahan psikologis, salah satunya kecemasan. Intervensi menggunakan IPLT dilakukan melalui modifikasi sensorik dan persepsi individu melalui spektrum cahaya. IPLT menggunakan kombinasi teknologi, bahasa pemrograman, dan beberapa pendekatan sebelumnya, yang bertujuan untuk mengurangi stes, kecemasan, trauma, fobia dan gangguan psikologis lainnya dalam waktu yang relatif singkat yaitu kurang dari sepuluh menit Penelitian ini bertujuan untuk menguji IPLT dalam mengurangi social anxiety siswa obesitas. Penelitian ini menggunakan desain subjek tunggal terhadap satu subjek yang mengalami soial anxiety.Desain penelitian menggunakan desain A-B single subject penelitian. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, teknik scaling dan menggunakan instrumen social anxiety. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat social anxiety tinggi sebelum intervensi. Namun setelah diberikan intervensi melalui IPLT tingkat social anxiety menurun. Hasilnya menunjukkan bahwa IPLT efektif untuk mengurangi social anxiety pada siswa obesitas
Membangun kepemimpinan inklusif: studi kasus manajemen layanan inklusi pada sd negeri 25 Banda Aceh
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi kepemimpinan inklusif dalam manajemen layanan pendidikan inklusi di SDN 25 Banda Aceh. Fokus penelitian mencakup bagaimana kepala sekolah menciptakan lingkungan yang inklusif, membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, dan mengatasi tantangan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen dari kepala sekolah, guru, orang tua, serta pihak komunitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif di SDN 25 Banda Aceh telah berhasil menciptakan budaya sekolah yang mendukung keberagaman melalui kolaborasi intensif dengan para pemangku kepentingan. Kepala sekolah memainkan peran sentral sebagai fasilitator, mediator, dan inovator dalam mendukung program inklusi. Namun, penelitian ini juga mengungkap beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya, kompetensi guru, dan persepsi masyarakat terhadap pendidikan inklusi. Kendala-kendala ini diatasi melalui pendekatan kolaboratif dan pelibatan aktif komunitas sekolah. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi strategi kepemimpinan inklusif yang efektif dalam konteks pendidikan inklusi di Indonesia, khususnya di Aceh, yang memiliki karakteristik sosial-budaya unik. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan baik secara teoritis maupun praktis dengan menawarkan kerangka kerja kepemimpinan inklusif yang dapat diadaptasi di sekolah lain. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah penyusunan rekomendasi strategis untuk memperkuat tata kelola pendidikan inklusi, termasuk pelatihan guru, pengembangan kebijakan berbasis bukti, dan penguatan partisipasi komunitas
Analisis Politomi Rasch Model Skala PTSD
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) is a significant mental health issue, particularly in Indonesia with its complex cultural diversity. This study aims to assess the validity of the Indonesian Version DSM-V PTSD scale using an Item Response Theory (IRT) approach through the Rasch model. The research method involved 70 respondents who experienced trauma, measured using a Likert scale consisting of 20 items. Data were collected from an online questionnaire and analysed using the Rasch Polytomous model. The results indicate that the PTSD scale has good reliability, with a Person Reliability value of 0.865. The analysis revealed that several items have varying difficulty levels, suggesting the need for adjustments to reflect local experiences. The Partial Credit Model (PCM) was found to be more suitable than the Rating Scale Model (RSM), with likelihood ratio test results showing significant differences (χ² = 155, p < .001). This study provides new insights into the importance of validating psychological measurement tools in diverse cultural contexts and contributes to the development of better mental health policies in Indonesia
How self-disclosure of student based on demographic perspective?
Gangguan psikologis yang dialami oleh mahasiswa sebagai individu dewasa awal cenderung menjadikan mahasiswa tidak terbuka dan cenderung gangguan tersebut direpresi ke alam bawah sadar. Apabila kondisi ini tidak diatasi maka dapat menimbulkan gangguan psikologis tingkat berat dan dapat mengganggu aktivitas akademik mahasiswa tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap 317 mahasiswa Universitas Negeri Padang. Instrument penelitian yang digunakan menggunakan instrument penelitian Collage Self Disclosure Instrument (CoSDI). Instrumen digunakan untuk mengukur tingkat keterbukaan diri yang mencakup aspek perasaan, pengalaman pribadi dan pandangan terhadap orang lain. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa perguruan tinggi dengan mengadministrasikan instrument penelitian self-disclosure terhadap mahasiswa.Teknik analisis yang digunakan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi gender self disclosure laki-laki beragam dibandingkan perempuan. Dari segi jumlah bersaudara, anak tunggal menunjukkan keterbukaan diri yang lebih tinggi. Dari segi urutan kelahiran, anak bungsu cenderung memiliki self disclosure yang tinggi. Dari segi lokasi/tempat tinggal responden, responden yang berasal dari pedesaan cenderung memiliki self disclosure yang tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa self disclosure yang cenderung tinggi ditinjau dari demografi yaitu kelompok laki-laki, anak tunggal, anak bungsu dan responden yang berasal dari pedesaan
Sexual violence among college students in East Java: patterns, gender perspectives, and implications for prevention
Sexual violence among university students is a critical issue that demands serious attention, especially in the East Java region. This study aims to explore the prevalence, patterns, and gender perspectives of sexual violence while offering recommendations for prevention efforts. Using a quantitative approach with a cross-sectional survey design, data were collected from 155 undergraduate students from various universities in East Java, selected through random assignment. A sexual violence instrument measured verbal, physical, sexual, and emotional abuse. Descriptive statistical analysis was employed to examine the data. The findings reveal that 56.8% of respondents reported experiencing sexual violence, while 43.2% did not. Verbal abuse emerged as the most prevalent form of violence (40.6%), followed by emotional abuse (32.9%), unwanted sexual behavior (20.6%), and physical abuse (20%). Gender-based analysis highlighted distinct patterns: female respondents reported higher rates of verbal abuse (43.4%) compared to males (26.9%), whereas male respondents experienced more physical abuse (30.8%) than females (17.8%). The study also suggests potential underreporting and a lack of awareness regarding certain forms of sexual violence. These findings underscore the urgent need for gender education, awareness campaigns, and campus policies that foster safe and inclusive environments. Collaboration among educational institutions, government bodies, and communities is essential to design evidence-based interventions to prevent sexual violence among university students
Efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi pendidikan anak usia dini untuk mendukung kurikulum merdeka
Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan bagaimana guru dapat menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan dan karakteristik unik setiap anak. Dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi dan memahami masalah yang terjadi. Peneliti berpendapat bahwa model pembelajaran berdiferensiasi efektif digunakan untuk memenuhi kebutuhan unik setiap anak. Model pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan di PAUD dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar, memenuhi kebutuhan belajar setiap anak, membantu mereka mencapai potensi mereka, mendukung pembelajaran inklusif, mengurangi stres dan tekanan, dan mendorong semua orang untuk belajar bersama, anak-anak usia dini memiliki beragam perkembangan yang meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa, meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri, relevan dengan kurikulum merdeka dalam konteks kurikulum yang fleksibel seperti kurikulum merdeka, mendukung guru dalam mengelola keberagaman kelas, mendukung konsep bermain sambil belajar dan membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka