JURNAL AGRICA
Not a member yet
    256 research outputs found

    Kontribusi dan Trend Produksi Padi Daerah Pengembangan Sulawesi Selatan, Indonesia

    Get PDF
    Rice is still a strategic commodity in the economy and national food security. Improvement effortsto rice production can be impelemented and one of them is through the intensification of riceplants. The aim of this study was to analyze the contribution and trend of rice production indevelopment areas to rice production in South Sulawesi. This study uses secondary time seriesdata for rice production in South Sulawesi and central areas for a period of 15 years (2004 -2018). For development areas in South Sulawesi, there are 12 regencies : Selayar, Sinjai,Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Enrekang and Tator. Descriptive and quantitative methods and analyzes were used to determine the contribution andtrend of rice production in development areas to rice production in South Sulawesi. For theanalysis of rice production trends in the development area of South Sulawesi is the least squaremethod. The results of the research on the contribution of development area rice production toSouth Sulawesi rice production for 15 years (2004 - 2018) showed an increase. The trend of riceproduction in the development area of South Sulawesi has increased with the assumption that thecurrent situation is the same as that in the future.Padi masih menjadi komoditas strategis dalam perekonomian dan ketahanan pangan nasional. Upaya peningkatan produksi padi dapat dilakukan salah satunya adalah melalui intensifikasi tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi dan trend produksi padi daerah pengembangan terhadap produksi padi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series produksi padi sawah di Sulawesi Selatan dan daerah sentra selama periode 15 tahun (2004 - 2018). Untuk daerah pengembangan di Sulawesi Selatan ada 12 kabupaten yaitu Kabupaten Selayar, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Enrekang dan Tator. Metode dan analisis deskriptif dan kuantitatif yang digunakan untuk kontribusi dan trend produksi padi daerah pengembangan terhadap produksi padi di Sulawesi Selatan. Untuk analisis trend produksi padi daerah pengembangan Sulawesi Selatan yaitu metode kuadrat terkecil (least square method). Hasil penelitian kontribusi produksi padi daerah pengembangan  terhadap produksi padi Sulawesi Selatan selama 15 tahun (2004 - 2018) menunjukkan peningkatan. Trend produksi padi daerah pengembangan Sulawesi Selatan mengalami peningkatan dengan asumsi keadaan pada saat ini sama dengan keadaan yang akan datang

    Pengaruh Penerapan Sanksi Terhadap Pengembalian Kredit Macet Pada Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Di Kabupaten Pesisir Selatan

    Get PDF
    Micro credit is a loan that is intended for the poor to continue their business. Since 2008, the Government has distributed micro credit assistance through the Rural Agribusiness DevelopmentProgram (PUAP) which is managed by the Agribusiness Microfinance Institution (LKMA). In theimplementation of this credit, there are still many bad loans. This study aims to determine the effectof the application of sanctions on the repayment of bad credit at the Agribusiness MicrofinanceInstitution (LKMA) in Pesisir Selatan Regency. The object of this research is the LKMA in PesisirSelatan Regency which was founded in 2011 - 2015 as many as 70 LKMA. Evaluation of the effect ofsanctions on LKMA credit returns is carried out using the Propensity Score Matching (PSM) methodbased on factors that significantly influence the LKMA's decision to apply sanctions. The factors thatsignificantly influence LKMA decisions are obtained from the results of logistic regression.Furthermore, the matching is done using the Nearest Neighbor Matching (NNM) method. Outcomethat is compared is the amount of arrears and length of arrears of credit. The results show thatsanctions have a positive effect on LKMA credit repayments as seen from the side of the length ofarrears because the longer the farmers are in arrears, the greater the sanctions imposed, so thatfarmers will seek to repay credit in a faster time. Meanwhile, in terms of the amount of arrears,sanctions do not have a significant effect on the repayment of bad debtsKredit mikro merupakan pinjaman yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin untuk melanjutkan usahanya. Sejak tahun 2008, Pemerintah menyalurkan bantuan kredit mikro melalui Program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang dikelola oleh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Dalam penyelenggaraan kredit ini masih ditemukan banyaknya kredit macet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sanksi terhadap pengembalian kredit macet pada Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) di Kabupaten Pesisir Selatan. Objek penelitian ini adalah LKMA di Kabupaten Pesisir Selatan yang didirikan pada tahun 2011 - 2015 sebanyak 70 LKMA. Evaluasi pengaruh sanksi terhadap pengembalian kredit LKMA ini dilakukan dengan metode Propensity Score Matching (PSM) berdasarkan faktor - faktor yang signifikan mempengaruhi keputusan LKMA untuk menerapkan sanksi. Faktor - faktor yang siginifikan mempengaruhi keputusan LKMA diperoleh dari hasil regresi logistik. Selanjutnya pencocokan dilakukan dengan metoda Nearest Neighbor Matching (NNM). Outcome yang dibandingkan yaitu jumlah tunggakan dan lama tunggakan kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi berpengaruh positif terhadap pengembalian kredit LKMA yang dilihat dari sisi lama tunggakan karena semakin lama petani menunggak maka sanksi yang dibebankan akan semakin besar, sehingga petani akan mengupayakan pengembalian kredit dalam waktu yang lebih cepat. Sedangkan dilihat dari segi jumlah tunggakan, sanksi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengembalian kredit macet.Â

    Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Stik Rumput Laut dan Marning Jagung sebagai Produk Pangan Olahan di Kota Kupang

    Get PDF
    Industri Rumah Tangga Pangan memiliki peran penting dalam ekonomi rakyat sebagai penggerak ekonomi keluarga. Pengembangan komoditi unggulan seperti rumput laut dan jagung di Kota Kupang tidak hanya tertuju pada sektor budidaya saja, namun perlu difokuskan pada pengembangan produk olahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar produk yang dihasilkan dapat memberikan keuntungan bagi pengusaha, menganalisis kelayakan usaha dan menganalisis nilai tambah dari produk olahan pangan. Penelitian ini dilaksanakan pada dua Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang berada di Kota Kupang, NTT dalam kurun waktu April – Oktober 2021, dengan produk utama yang diusahakan yaitu stik rumput laut dan marning Jagung. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan produk olahan yang dipilih mewakili komoditi hasil laut dan pertanian di NTT khususnya Kota Kupang. Analisis data secara kuantitatif berupa analisis biaya dan penerimaan, analisis kelayakan usaha dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: IRTP olahan pangan di Kota Kupang layak diusahakan dilihat dari nilai R/C rasio 2,07 untuk stik rumput laut dan 2,03 untuk marning jagung, yang berarti setiap Rp.1,00 biaya yang dikeluarkan dalam usaha pangan olahan memberikan penerimaan masing-masing usaha sebesar 2,07 dan 2,03 kali dari biaya yang telah dikeluarkan. Selain itu hasil pengujian rasio nilai tambah, produk marning jagung dan produk stik rumput laut berada pada kategori rasio nilai tambah tinggi dengan persentase > 40%. Namun pencatatan usaha yang tidak memisahkan biaya-biaya input tenaga kerja untuk setiap varian produk yang dihasilkan oleh IRTP marning jagung membuat perhitungan nilai B/C Rasio kurang dari satu

    Respon Peternak Terhadap Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kecamatan Getasan

    Get PDF
    Kementrian Pertanian mengeluarkan program yang bernama Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) sebagai dukungan pemerintah untuk memajukan usaha ternak sapi perah di Indonesia. AUTS adalah mekanisme pengalihan risiko dari peternak kepada pihak asuransi dengan tujuan memberikan perlindungan dalam menanggung risiko usaha ternak sapi melalui pemberian klaim asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan respon peternak terhadap program AUTS. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 71 peternak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner yang sudah dipersiapkan Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan di skor dengan skala likert, serta menggunakan uji proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program AUTS pertama kali diimplementasikan secara nasional pada tahun 2016. Implementasi program AUTS di Kecamatan Getasan telah sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Sedangkan respon peternak terhadap program AUTS tergolong kategori baik dengan persentase 82,85% yang menujukkan bahwa peternak mengetahui dan paham akan manfaat dari program AUTS. Baiknya respon peternak dapat ditinjau dari hasil uji proporsi yang menunjukkan bahwa peternak memiliki respon yang sangat tinggi terhadap program AUTS dengan sejumlah indikator yang melekat pada program AUTS. Indikator tersebut yaitu Kemudahan Memperoleh Informasi, Kemudahan Pendaftaran, Syarat dan Ketentuan, Besaran Biaya Premi Besaran Subsidi Perlindungan dan Pertanggung jawaban dan Kemudahan Mengajukan klaim.Kementrian Pertanian mengeluarkan program yang bernama Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) sebagai dukungan pemerintah untuk memajukan usaha ternak sapi perah di Indonesia. AUTS adalah mekanisme pengalihan risiko dari peternak kepada pihak asuransi dengan tujuan memberikan perlindungan dalam menanggung risiko usaha ternak sapi melalui pemberian klaim asuransi. Klaim yang diperoleh dapat mengurangi kerugian yang dihadapi oleh peternak sehingga dapat dijadikan modal untuk membeli ternak kembali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan respon peternak terhadap program AUTS. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 71 peternak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner yang sudah dipersiapkan Data dianalisis menggunkan analisis deskriptif dan di skor dengan skala likert. Hasil penelitian menujukkan bahwa Program AUTS pertama kali diimplementasikan secara nasional pada tahun 2016. Impelemtasi program AUTS di Kecamatan Getasan telah sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Sedangkan respon peternak terhadap program AUTS tergolong kategori baik dengan persentase 82,85% yang menujukkan bahwa peternak mengetahui dan paham akan manfaat dari program AUTS. Baiknya respon peternak dapat ditinjau berdasarkan sejumlah indikator yang melekat pada program AUTS. Indikator tersbut yaitu Kemudahan Memperoleh Informasi, Kemudahan Pendaftaran, Syarat dan Ketentuan, Besaran Biaya Premi Besaran Subsidi Perlindungan dan Pertanggung jawaban dan Kemudahan Mengajukan klaim. Semua indikator termasuk dalam kategori baik. Respon yang baik dari peternak dapat meningkatkan keberhasilan dan perkembangan dari program AUTS

    Integrasi Pasar Berjangka Komoditi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia Di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Crude Palm Oil (CPO) commodity trading has been carried out domestically and exported, so that theprice developments formed are domestic trading prices in the spot market and global prices ininternational market level. Price fluctuations in CPO agriculture increased the risk of trade causinguncertainty in the spot market and derivatives market. Price uncertainty was the impact of theinability of a market to follow the price changes in other markets. Research on CPO prices in thederivatives market and spot market was aimed to analyze market cointegration and causality.Johansen Cointegration Test and the Granger Causality Test were applied to this research. TheJohansen Cointegration test results explained that the derivatives market and the spot market ofCrude Palm Oil (CPO) were not long-term cointegrated. The Indonesian CPO market has not been ableto become an international reference market due to derivative transactions and lack of literacy. Thespot market that was unable to follow the movements of the derivatives market might be caused byprice fluctuations due to uncertainty during the Covid-19 pandemic with social restrictions on globaltrade activities. There was one-way causality from the analysis using Granger Causality. The causality test depicted the derivatives market affected the spot market, so that changes or shocks in thederivatives market could be transmited into spot market. The derivatives market at the global levelheading to Rotterdam as a market leader showed price discovery function, while the Indonesian spotmarket became market follower. The demand of CPO in the European market was high for biofuelsand many industral purposes and there were regulations on the use of CPO which have contributedto the influence of the spot market in Indonesia. The derivative market provided future priceinformation intended minimize the uncertainty of price changes.Perdagangan komoditas Crude Palm Oil (CPO) dilakukan di dalam negeri dan diekspor, sehingga perkembangan harga yang terbentuk merupakan harga perdagangan domestik di pasar spot dan di tingkat pasar internasional. Fluktuasi harga pada komoditas CPO dapat meningkatkan risiko ketidakpastian perdagangan di pasar spot dan pasar derivatif. Ketidakpastian harga merupakan dampak dari ketidakmampuan suatu pasar dalam mengikuti perkembangan harga di pasar yang lain. Penelitian terhadap harga CPO di pasar derivatif  dan pasar spot bertujuan menganalisis kointegrasi pasar dan hubungan kausalitas. Metode analisis yang digunakan yaitu Johansen Cointegration Test dan  Granger Causality Test. Hasil analisis uji Johansen Cointegration menunjukkan pasar derivatif dan pasar spot komoditi Crude Palm Oil (CPO) tidak terkointegrasi jangka panjang. Pasar CPO Indonesia belum dapat menjadi pasar acuan internasional karena transaksi derivatif dan literasi masih rendah. Pasar spot yang tidak dapat mengikuti pergerakan pasar derivatif disebabkan gejolak harga akibat ketidakpastian di masa pandemi Covid-19 berupa pembatasan aktivitas perdagangan global. Kausalitas satu arah hasil analisis menggunakan Granger Causality yaitu pasar derivatif mempengaruhi pasar spot, sehingga perubahan atau shock di pasar derivatif dapat memberikan dampak ke pasar spot. Pasar derivatif di tingkat global yang mengacu di Rotterdam berperan sebagai leader market dengan fungsi price discovery, sedangkan pasar spot Indonesia merupakan market follower. Permintaan CPO di pasar Eropa yang tinggi untuk biofuel, sehingga terdapat peraturan penggunaan CPO turut memberikat pengaruh pasar spot di Indonesia. Pasar derivatif dapat menyediakan informasi harga yang akan datang, sehingga dapat meminimalisir ketidakpastian perubahan harg

    ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING INCOME FROM CAPITAL CHILLIES (Capsicum frutescens L.)

    No full text
    Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura sayuran yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi sehingga mampu memberikan pendapatan yang tinggi bagi petani yang membudidayakannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis produksi, pendapatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani di Kelurahan Siwalima Kota Dobo dari usahatani cabai rawit. Penelitian dilakukan di Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau-Pulau Aru Kota Dobo dengan jumlah responden sebanyak 37 orang petani. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kuantitatif (produksi, pendapatan dan uji regresi linear berganda) menggunakan excel kemudian dijelaskan secara kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi cabai rawit petani sebesar 275,81 kg per musim tanam/ha dengan nilai pendapatan Rp.8.034.569,55 per musim tanam. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan yang di peroleh petani adalah produksi cabai rawit, harga jual cabai rawit, biaya tenaga kerja dan biaya benih.Cayenne pepper is a vegetable horticultural crop that has high economic value so that it can provide high income for farmers who cultivate it. The purpose of this study was to analyze the production, income and factors that influence the income of farmers in Siwalima Village, Dobo City from cayenne pepper farming. The research was conducted in Siwalima Village, Aru Islands District, Dobo City with 37 farmers as respondents. The data collected was then analyzed quantitatively (production, income and multiple linear regression test) using excel and then explained qualitatively. The results showed that the average production of cayenne pepper farmers was 275.81 kg per growing season on a land area of 0.33 ha with an income value of Rp. 8,034,569.55 per growing season. The factors that have a significant effect on the income earned by farmers are the production of cayenne pepper (X2), the selling price of cayenne pepper (X3), labor costs (X6) and seed costs (X7)

    Pendapatan dan Nilai Tambah Squash Kalamansi Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) Bengkulu Tengah

    Get PDF
    Sektor industri pertanian merupakan suatu sistem pengelolaan secara terpadu antara sektor pertanian dengan sektor industri guna mendapatkan nilai tambah produk hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan nilai tambah  Squash Kalamansi Di Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) Desa Pondok Kubang Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi yaitu dengan mengamati dan praktek pembuatan squash kalamansi  langsung   di lapangan dan wawancara langsung kepada pengelola  industri squash kalamansi dengan menggunakan quisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran umum dari usaha industri  dan analisis kuantitatif yaitu analisis pendapatan dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan yang diperoleh  dalam memproduksi  usaha Squash Kalamansi dalam satu kali proses produksi dengan bahan baku 10 kg jeruk kalamansi yaitu  Total biaya produksi  sebesar  Rp. 276.500,98,-  Penerimaan sebesar   Rp. 437.500,00,-  Pendapatan sebesar  Rp. 160.999,2,- , R/C sebesar 1,58    dan  nilai tambah sebesar   Rp.71.950,-/liter. Implikasi temuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan UMKM squash kalamasi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Bengkulu Tengah

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Menjual Sayuran ke Sub Terminal Agribisnis Ngoro Kabupaten Jombang

    No full text
    Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang menjadi sentra produksi sayuran adalah Kabupaten Jombang. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pemerintah daerah mendirikan Sub Terminal Agribisnis (STA) Ngoro, yang bertujuan membantu pemasaran produk-produk sayuran yang dihasilkan oleh petani. Berdasarkan fakta di lapangan, terdapat banyak petani yang belum memanfaatkan STA sebagai tempat untuk menjual produk sayuran yang mereka hasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani menjual sayuran ke STA Ngoro. Responden sebanyak 43 petani, yang ditentukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Sedangkan tujuan penelitian dianalisis dengan memanfaatkan model regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menjadi pengaruh dalam mengambil keputusan penjualan sayuran di STA Ngoro adalah luas lahan, pengalaman berusahatani, harga jual dan kualitas pelayanan.  Implikasi penelitian adalah  STA harus meningkatkan kualitas pelayanan penjualan kepada petani, seperti melayani petani dengan sikap dan komunikasi yang baik, memberikan respon yang cepat dan tidak melakukan penundaan pembayaranTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani menjual sayuran ke Sub Terminal Agribisnis Ngoro (STA) Ngoro. Responden sebanyak 43 petani, yang diambil dengan menggunakan metode snowball sampling. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan petani responden memiliki usia yang produktif, mayoritas berpendidikan SD dan SMP, rata-rata memiliki lahan dengan kategori luas, dan rata-rata telah berpengalaman berusahatani sayuran selama 10-20 tahun. Faktor-faktor yang menjadi pengaruh dalam mengambil keputusan penjualan sayuran di STA Ngoro adalah luas lahan, pengalaman berusahatani, harga jual dan kualitas pelayanan

    Analisis Rantai Nilai dan Efisiensi Pemasaran Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk.) di Provinsi Papua Barat

    Get PDF
    Tanaman buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) merupakan salah satu komoditas lokal unggulan Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai dan efisiensi pemasaran buah merah di Papua Barat. Penelitian ini dilakukan di tiga kabupaten yaitu kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, dan Sorong Selatan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terhadap petani, pedagang dan konsumen dengan menggunakan teknik bola salju untuk nilai R/C ratio dan analisis rantai nilai. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai R/C ratio terbesar diperoleh petani (3,75), pengolah (2,2) dan distributor (1,3). Selain itu, terdapat 3 pola alur rantai nilai buah merah di Provinsi Papua Barat, yaitu pola Petani – Konsumen, Petani - Pengolah – Konsumen, dan Petani – Pengolah – Distributor – Konsumen. Tingkat keuntungan paling tinggi secara nominal diperoleh oleh pengolah minyak buah merah dan keuntungan terkecil diperoleh petani dengan 16,7 % farmer share pada pola saluran ke-3 dan 18,3% pada pola saluran ke-2. Ditinjau dari marjin pemasaran, marjin keuntungan, farmer share dan efisiensi pemasaran menunjukan pola alur rantai nilai ke-2 dan ke-3 telah efisien.Tanaman buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) merupakan salah satu komoditas lokal unggulan Papua Barat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis rantai nilai dan efisiensi pemasaran buah merah di Papua Barat. Penelitian ini dilakukan di 3 kabupaten yaitu kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, dan Sorong Selatan dengan menggunakan teknik bola salju. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai R/C ratio terbesar diperoleh petani (3,75), pengolah (2,2) dan distributor (1,3). Selain itu, terdapat 3 pola alur rantai nilai buah merah di Provinsi Papua Barat, yaitu: 1. Petani - Konsumen, 2. Petani - Pengolah - Konsumen, dan 3. Petani – Pengolah – Distributor - Konsumen. Tingkat keuntungan paling tinggi secara nominal diperoleh oleh pengolah minyak buah merah dan keuntungan terkecil diperoleh petani dengan 16,7 % farmer share pada pola saluran 3 dan 18,3% pada pola saluran 2. Ditinjau dari marjin pemasaran, marjin keuntungan, farmer share dan efisiensi pemasaran menunjukan pola alur rantai nilai 2 dan 3 telah efisien.Â

    Pemasaran Padi Sawah Di Desa Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma

    Get PDF
    Kebutuhan beras di negara kita terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi perkapita pertahun dan Desa Bukit Peninjauan II merupakan sentra produksi padi di Kecamatan Sukaraja. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran dan farmer share bagi petani padi sawah di desa Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma.   Penelitian ini   dilaksanakan pada bulan Maret s/d Agustus 2019 di Desa Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa Bukit Peninjauan II merupakan sentra produksi padi di kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Jumlah sample 24 orang dari 120 orang petani padi sawah (20%) dan lembaga pemasaran yang terlibat. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis saluran pemasaran, analisis margin pemasaran, dan farmer share. Terdapat dua saluran pemasaran padi sawah di Desa Bukit Peninjauan II   : Saluran Pemasaran  I : Petani - pedagang pengumpul - pengecer.  Saluran Pemasaran II : Petani - pedagang pengumpul - pedagang besar – grosir -  pengecer.  Margin tertinggi pada Saluran Pemasaran I dan II  adalah pada pedagang pengecer  yaitu 10%  dengan Farmer share 81,81 %   dan   5,83% , farmer share 80,72 % dengan demikian pemasaran sudah efisien

    184

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL AGRICA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇