JURNAL AGRICA
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
PERMINTAAN DAN PENAWARAN BAWANG MERAH DI PROVINSI SUMATRA UTARA
Permintaan bawang merah akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk, berkembangnya industri produk olahan berbahan baku bawang merah. Kuantitas penawaran bawang merah tidak mampu memenuhi kuantitas permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh harga bawang merah, jumlah penduduk, pendapatan per kapita terhadap permintaan bawang merah, menganalisis pengaruh harga bawang merah, luas panen, harga pupuk subsidi terhadap penawaran bawang merah, dan menganalisis pendapatan per kapita dan harga pupuk terhadap harga bawang merah. Metode analisis yang digunakan dengan persamaan simultan menggunakan data tahun 1989-2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial harga bawang merah, jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan bawang merah. Harga pupuk subsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran bawang merah. Sedangkan harga pupuk bersubsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga bawang merah di Provinsi Sumatera Utara
Pengaruh Luas Lahan, Curahan Tenaga Kerja Dan Biaya Sarana Produksi Terhadap Produksi Usaha Tani Kentang Di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi,Kabupaten Karo
Kentang merupakan komoditas yang berperan penting bagi masyarakat karena berperan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan dan juga gizi masyarakat. Salah satu propinsi penghasil kentang di provinsi Sumatera Utara adalah Kabupaten Karo sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi kentang, menganalisis layak atau tidaknya usaha tani kentang, dan mengetahui saluran pemasaran kentang di desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Adapun metode yang digunakan dalam penentuan sampel petani kentang adalah Stratified Random Sampling, yaitu strata luas lahan kecil (£ 0,5 ha) dan strata luas lahan besar (> 0,5 ha). Metode penentuan sampel pedagang kentang yang digunakan adalah snowball sampling dengan jumlah sebanyak 8 (delapan) orang. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif dan regresi non linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan luas lahan, curahan tenaga kerja, dan biaya sarana produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi usaha tani kentang. Secara parsial biaya sarana produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani kentang. Pada daerah penelitian layak diperolehnya nilai R/C rasio sebesar 2,14 > 1, BEP produksi sebesar 6.082,14 kg < rata-rata produksi petani sampel sebesar 7.930 kg, dan BEP harga sebesar Rp 2.583,73/kg < rata-rata harga jual kentang sebesar Rp 5.500,-/kg. Selanjutnya, terdapat tiga saluran pemasaran kentang di daerah penelitian. Saluran pertama yaitu petani, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen di Medan. Saluran kedua yaitu petani, pedagang pengecer, konsumen di Medan. Saluran ketiga yaitu petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer di Berastagi
ANALISIS PENDAPATAN DAN RISIKO USAHATANI UDANG WINDU DI KELURAHAN BELAWAN SICANANG KECAMATAN MEDAN BELAWAN
Usahatani udang windu merupakan usaha yang memiliki potensi yang besar karena harga jual yang cenderung stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani udang windu, untuk mengetahui risiko produksi, harga dan pendapatan usahatani udang windu. Penelitian dilakukan di Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Jumlah sampel sebanyak 30 petambak. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh setiap musim tanam sebesar Rp. 3.038.955/ha/ musim tanam. Analisis risiko produksi menunjukkan bahwa koefisien variasi produksi sebesar 0,19 dengan batas bawah sebesar 49,99. Analisis risiko harga menunjukkan bahwa koefisien variasi harga sebesar 0,19 dengan batas bawah sebesar 58.051. Analisis risiko pendapatan menunjukkan bahwa koefisien variasi pendapatan sebesar 0,48 dengan batas bawah sebesar 124.489 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu tidak mengalami risiko terhadap produksi, harga dan pendapatan
PELAYANAN PENYULUH PERTANIAN DAN KEPUASAN PETANI PROGRAM SYSTEM RICE OF INTENSIFICATION (SRI) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam meningkatkan jumlah luas lahan persawahan yang menerapkan sistem budidaya System Rice Of Intensification (SRI) perlu diteliti pelayanannya. Sistem budidaya SRI sangat besar potensinya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, karena terjadinya peningkatan produksi. Keadaan yang ada ternyata berbading terbalik dengan luas lahan petani yang menerapkan program SRI di Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh kehandalan penyuluh secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan petani, untuk mengetahui pengaruh perhatian penyuluh secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan petani, untuk mengetahui kehandalan penyuluh memoderasi pengaruh perhatian terhadap kepuasan petani. Lokasi penelitian dilakukan pada tujuh kecamatan Serbajadi, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Pengejahan, Perbaungan, Dolok Marsihul dan Bandar Khalifah di Kabupaten Serdang Bedagai. Metode sampling dilakukan dengan random sampling dan penentuan sampel dilakukan dengan mengunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh jumlah sampel 77 responden dari 327 populasi. Metode analisis data dengan mengunakan analisis Structural Equation Modelling using Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa:Kehandalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan petani program budidaya SRI di Kabupaten Serdang Bedagai, perhatian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan petani program budidaya SRI dan kehandalan memberikan pengaruh yang lemah ketika memoderasi perhatian penyuluh terhadap kepuasan petani program budidaya SRI
Pemetaan Sebaran Tingkat Alih Fungsi Lahan Sawah di Kabupaten Serang
Lahan merupakan sumber daya alam yang mempunyai fungsi penting guna memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Data statsitik tahun 2019 menunjukkan bahwa 71,34% wilayah Kabupaten Serang merupakan lahan pertanian, Namun seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk, luas lahan pertanian terutama lahan sawah di Kabupaten Serang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi non pertanian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan sebaran tingkat alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dan metode studi literatur dengan alat analisis spasial yang diolah menggunakan software ArcGIS. Hasil penelitian adalah berupa peta sebaran tingkat alih fugsi lahan sawah di Kabupaten Serang. Luas lahan sawah di Kabupaten Serang mengalami penurunan sebesar 2,78% dalam kurun waktu 2015-2019. Wilayah yang berbatasan langsung dengan kota-kota besar seperti Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang menunjukan adanya penurunan luas lahan sawah dalam kategori tinggi, diantaranya Kecamatan Tanara, Ciruas dan Mancak dengan penurunan luas lahan sawah berturut-turut sebesar 478,10 hektar; 340,70 hektar; dan 334,00 hektar. Diharapkan ketegasan pemerintah daerah perihal perizinan aktivitas pembangunan semua sektor, penetapan wilayah berdasarkan keunggulannya, serta perlu adanya peraturan yang jelas dan tegas mengatur tentang lahan pertanian yang dilindungi, terutama lahan sawah.Â
ANALISIS FORECASTING KOMODITI STRATEGIS DAERAH SERTA KETAHANAN PANGAN YANG BERKELANJUTAN
Pertanian memberikan peran untuk ekonomi masyarakat desa dan pangan nasional. Usahatani padi merupakan penghasil pangan paling utama dikalangan masyarakat. Untuk Metode digunakan forecasting produksi dengan data produksi tahun 2010 – 2019 di Provinsi Sumatera Utara dan SWOT untuk menentukan strategi pemerintah daerah Kabupaten Langkat dengan jumlah responden berjumlah 5 orang ahli dalam bidang pangan. Hasil olah data penelitian, untuk forecasting, produksi padi mengalami trend positif per tahun sebesar 134.681 ton, untuk tahun 2020 sebesar 4.647.876 ton dan diprediksi ditahun 2030 sebesar 5.994.690 ton. Untuk SWOT, hasil olah data untuk skor selisih untuk strategi dititik kuadran II (Strategi Divesifikasi) berarti posisi ini memiliki kekuatan untuk meminimalkan ancaman dan tantangan untuk pemerintah daerah mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan
Strategi Pengembangan Agribisnis Kentang (Solanum tuberosum L.) di Kabupaten Brebes
Brebes Regency is the third largest potato producer in Central Java. Potatoes have decreased production growth, but the amount of demand is increasing. In fact, the highlands of Brebes Regency have the potential for potatoes agribusiness. The purpose of this study to analyze the internal and external factor, and formulate the development strategy of potatoes agribusiness in Brebes Regency. Respondents consisted of potato farmers, stakeholder, and key person through in-depth interview. The internal and external factor are identified using the IFE and EFE matrix. The combination of it are used as a basis of the preparation of alternative strategies with IE and SWOT matrix by considering stakeholder and key person. The result showed that potatoes agribusiness in Brebes Regency is in a position to grow and build (cell I). The alternative strategies divided into 4 strategic groups; S-O, S-T, W-O, and W-T. The strategic priority is in the S-O strategy.Brebes Regency is the third largest potato producer in Central Java. Potatoes have decreased production growth, but the amount of demand is increasing. In fact, the highlands of Brebes Regency have the potential for potatoes agribusiness. The purpose of this study to analyze the internal and external factor, and formulate the development strategy of potatoes agribusiness in Brebes Regency. Respondents consisted of potato farmers, stakeholder, and key person through in-depth interview. The internal and external factor are identified using the IFE and EFE matrix. The combination of it are used as a basis of the preparation of alternative strategies with IE and SWOT matrix by considering stakeholder and key person. The result showed that potatoes agribusiness in Brebes Regency is in a position to growth-agresif (kuadran I). The alternative strategies divided into 4 strategic groups; S-O, S-T, W-O, and W-T. The strategic priority is in the S-O strategy.Keywords: Strategy, Agribusiness, Potato, SWO
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Persetujuan Pembiayaan Petani Kelapa Sawit Di Bank Syariah Mandiri
The role of financial institutions is very much needed in the form of supporting the development of the oil palm agricultural sector. Banking is one of the agents of development. The main function of banking is as a financial intermediary institution. Therefore, banks are expected to be able to channel financing to the agricultural sector. However, in the distribution of credit or financing facilities, there are terms and elements of credit that must be fulfilled by farmers as prospective debtors at Bank Mandiri Syariah, after which a feasibility analysis will be carried out on prospective debtors. The purpose of this study was to analyze the effect of financing needs, income, collateral value, education, and length of farming on financing approval for oil palm farmers. The method of determining the sample was carried out by using a census, namely the entire debtor in which the farmers who applied for oil palm financing were sampled in this study as many as 61 people. In this study, it was processed using logistic regression analysis. The results showed the variables of financing needs and collateral have a significant effect on financing approval, while income, education and length of farming variables have no significant effect on financing approval. If the variables of financing needs, income, collateral, education and length of farming increases, the financing approval will increase/agree.Keywords: Palm oil; Farmers; Financing; Banking
Analisi Efisiensi Teknis, Alokatif dan Ekonomi Produksi Kubis di Kabupaten Karo
The productivity level of cabbage farming in North Sumatra Province is low compared to other provinces on the island of Sumatra, where Karo Regency represents the general condition in North Sumatra Province. This study aims to estimate the level of technical, allocative, economic efficiency and the factors that affect the technical inefficiency of cabbage farming. The production function uses the Cobb-Douglas production function. Data analysis used the stochastic frontier method with a total sample of 116 farmers. The results of the analysis showed that cabbage farming in Karo District had not achieved technical, allocative and economic efficiency. The average technical, allocative and economic efficiency values of the respondent farmers were 0,697, 0,374 and 0,215. These results indicate that low efficiency is a contributing factor to the low productivity of farmer respondents' cabbage in Karo District. Factors that have a significant effect on efficiency are farming experience, labor ratio, land ownership status and cabbage harvest age. Based on the estimation results, the research policy suggestions include; increase farmer activeness to be involved in farmer groups, build and facilitate the growth and development of agricultural institutions and provide good seeding training so that farmers have good skills, thus improving the technical efficiency of cabbage farming in Karo District
STRATEGI PENGEMBANGAN DAN KEBERLANJUTAN USAHATANI AREN MELALUI PENGUATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DI SALAWU KABUPATEN TASIKMALAYA
Usahatani gula aren di Kabupaten Salawu memiliki potensi ekspor yang tinggi. Namun perkembangan dan keberlanjutan usahatani menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks. Strategi pengembangan dan keberlanjutan sebuah usahatani dapat diidentifikasi dari orientasi dan karakter kewirausahaan petani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sikap dan orientasi kewirausahaan terhadap pengembangan dan strategi keberlanjutan usahatani gula aren di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Penelitian dilakukan mulai Juli hingga Oktober 2020. Responden penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri dari petani dan pengrajin gula aren yang tergabung dalam UKM Sirin dan Asosiasi Waringin Sari. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner dan diskusi aktif pada kegiatan FGD (Focus Group Discussion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kewirausahaan petani dan pengrajin pada faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu sikap kerja keras, ketekunan, dan sikap menghadapi resiko, sedangkan karakter kewirausahaan yang masih menjadi kelemahan pelaku usaha tani yaitu inovasi, inisiatif, manajemen perencanaan, dan pemasaran. Sikap kerja keras pelaku usahatani adalah kemauan dan kedisiplinan dalam menjalankan usahatani. Selain itu, petani dan pengrajin gula aren berani menghadapi risiko dari sistem budidaya organik yang diterapkan. Strategi yang dapat digunakan petani dan pengrajin gula aren setelah menggabungkan faktor internal dan eksternal untuk menjamin keberlanjutan usahatani di Kecamatan Kawalu adalah offensive strategy