JURNAL AGRICA
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
Analisis Skala Usaha Dan Finansial Usahatani Kopi Arabika (Coffea arabica) Di Kabupaten Gayo Lues
Kopi Arabika yang ada di Kabupaten Gayo Lues masih sangat berpotensi untuk dikembangkan. Dengan luasan pengembangan kopi yang cukup besar, dan merupakan salah satu kopi dengan cita rasa terbaik di dunia serta pangsa pasar yang menjanjikan dapat menjadi mata pencaharian dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan para petani. Tujuan penelitian ini adalah skala usaha dan finansial usaha tani kopi Arabika pada kelas kesesuaian lahan di Kabupaten Gayo Lues. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gayo Lues, dengan metode deskriptif yaitu metode penelitian dalam meneliti data-data yang dikumpulkan, disusun, dijelaskan, serta dianalisis. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah data yang diambil Petani sebanyak 45 responden serta Pedagang sebanyak 10 responden. Hasil penelitian dengan luas lahan 0,49 ha atau 4.864,96 m2 petani kopi arabika sudah mencapai titik impas dalam mengusahakan usahataninya. Dengan produksi kopi arabika sebesar 920,29 kg/tahun maka petani sudah pulang pokok pada produksi. Dengan harga Rp. 17.243,59 per kg petani sudah bisa menutupi semua biaya yang dikeluarkan untuk usahatani kopi arabika. Selanjutnya pada tingkat suku bunga sebesar 12% nilai Net B/C > 0 yaitu sebesar 2,24 artinya, setiap satu rupiah yang dikeluarkan selama umur usaha menghasilkan Rp. 2,24 satuan manfaat bersih
Daya Saing dan Potensi Ekspor Melati Putih Segar (Jasminum sambaac) Indonesia
The Indonesian Ministry of Agriculture is working to increase exports of Indonesian white jasmine flowers. These efforts will be realized more quickly if the competitiveness and development potential of commodity in various export destination countries are known. Therefore, this study aims to determine the competitiveness and development potential of white jasmine flower exports. The data used is the 2010-2019 time series data sourced from UN-COMTRADE and the trade map. The data were analyzed by using RCA to determine the competitiveness of commodities, followed by EPD to determine the position of the commodity market and the last stage with the X-model analysis to determine the potential for export development. The results show that the competitiveness of Indonesian white jasmine flowers is strong in China, Japan, Australia, Vietnam, Singapore and the United States and that Indonesian white jasmine flowers have potential in the optimistic category in Australia, Vietnam and Singapore and potential in China, Japan, Netherlands, United Kingdom and United States. This optimistic and potential market potential can be seized by Indonesia by striving for the quality of white jasmine flowers in accordance with the demands of export destination countries
KAJIAN STRATEGI INTEGRASI NILAI-NILAI KEBERLANJUTAN KEDALAM PROSES PEMBANGUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI TAPANULI SELATAN
Perkembangan luas areal kelapa sawit sangat mengkhawatirkan karena sudah merangsek ke areal dengan kemiringan lebih dari 40%. Masalahnya bukan hanya karena nilai produktivitas sawit yang rendah, tetapi juga karena laju deforestasi semakin meningkat. Kajian bertujuan untuk mengidentifikasi nilai keberlanjutan kelapa sawit di Tapanuli Selatan, dalam rangka memberikan pilihan strategi penerapan Rencana Aksi Sawit Berkelanjutan (RAD-SB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif dan survei lapangan dengan Interview terstruktur dan tidak terstruktur dengan petani independen, agen TBS dan pengelola PKS. Hasil penelitian dikelompokkan dua strategi yaitu strategi pada tingkat kelembagaan di Kabupaten dan strategi pada tingkat lapangan di Desa. Pada tingkat kelembagaan di Kabupaten terlihat bahwa peranan lembaga pendukung yang tergabung dalam FOKSBI masih belum solid, meskipun sudah memiliki komitmen yang sama untuk menerapkan aksi pembangunan sawit berkelanjutan.Elaborasi aspek-aspek keberlanjutan yang diperlukan untuk menerapkan RAD-SB masih dimengerti dalam dimensi yang berbeda-beda. Strategi tingkat lapangan bertujuan untuk mencari cara-cara atau sistem budidaya sederhana untuk meningkatkan pendapatan petani, tanpa merusak sumberdaya hutan dan lahan. Terdapat potensi yang besar untuk meningkatkan produktivitas TBS tanpa merusak sumberdaya alam, meningkatkan kualitas buah dan melepas jerat monopoli pasar TBS yang terjadi. Praktik budidaya ekspansif dapat diubah menjadi budidaya hemat lahan dengan sistem perkebunan yang lebih intensif dan teknologi yang sederhana, murah, mudah dan memenuhi persyaratan konservasi. Penguatan lembaga penyuluhan dan pendanaan berkelanjutan merupakan keniscayaan penerapan RAD-SB agar meeningkatkan output dan outcome yang nyata, yaitu terwujudnya kesejahteraan petani secara luas dan terwujunya sustainable-landscape di Tapanuli Selatan
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN BUAH PISANG SEBAGAI KOMODITI UNGGULAN DI KOTA LANGSA
Pisang di Kota Langsa merupakan salah satu komoditi buah unggulan dimana pisang adalah buah dengan produksi terbesar. informasi preferensi konsumen terhadap buah-buahan unggulan di Kota Langsa akan membuat produsen memproduksi buah-buahan dengan kualitas yang sesuai dengan keinginan konsumen, sehingga produksi dapat terserap kepasar dan dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pasar Kota Langsa dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil melalui metode accendental sampling. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan metode analisis factor untuk melihat preferensi konsumen buah pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek yang terbentuk, dimana aspek buah menjadi aspek dengan nilai keragaman terbesar dan variabel ketersediaan buah pisang lokal dipasar menjadi variabel pertimbangan konsumen terbesar dikarenakan tedapat pasar khusus yang menjual buah pisang di Kota Langsa
PERAN KOMODITI PERKEBUNAN RAKYAT UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KAWASAN SUNGAI BATANG LUBUH KABUPATEN ROKAN HULU
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran komoditi perkebunan rakyat unggulan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan pelestarian lingkungan di kawasan Batang Lubuh Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif dan location quotient (LQ), dengan data sekunder time series 2015-2020. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan,  komoditi perkebunan rakyat unggulan yang terdapat di kabupaten Rokan Hulu terdiri atas 3 (tiga) jenis komoditi yaitu; komoditi karet, kopi dan kemiri, untuk mengembangkan komoditi perkebunan rakyat unggulan sangat diperlukan peran Pemerintah dalam upaya peningkatan produktifitas secara spesifik melalui berbagai program, pengembangan komoditi perkebunan rakyat unggulan akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarawat dikawasan Sungai Batang Lubuh di Kabupaten Rokan Hulu, selain sebagai sumber pendapatan masyarakat komoditi perkebunan rakyat unggulan ini berperan penting dalam pelestarian alam di kawasan sungai batang lubuh kabupaten Rokan Hulu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan; pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus melakukan peningkatan produktifitas yang lebih fokus pada komoditi perkebunan rakyat unggulan melalui berbagai program yang didukung dengan perbaikan teknologi usahatani dan teknologi budidaya, pengembangan infrastruktur, pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus melakukan berbagai pelatihan kepada petani yang mengelola perkebunan rakyat,  pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus melakukan penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah ini,  pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus mendukung dan mengarahkan masyarakat dalam rangka pelestarian kawasan Sungai Batang Lubuh dengan berbasis kearifan lokal.Â
Implementasi Pembiayaan Pertanian Akad Salam Studi Kasus KSM-KUB Jaya Amanah
Permasalahan utama dalam kegiatan usahatani yaitu masih kurangnya modal untuk memenuhi kebutuhan input-input produksi. Pembiayaan syariah dapat dipilih menjadi solusi dikarenakan kesesuaiannya dengan karakteristik pertanian. Lembaga Keuangan Mikro Syariah dapat dijadikan solusi terbaik untuk merealisasikan pembiayaan syariah pertanian ke petani-petani secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akad salam pembiayaan pertanian di KSM Jaya Amanah di Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Pendekatan penelitian dirancang dengan kualitatif melalui metode studi kasus. Perolehan data bersumber dari wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian mengambarkan bahwa beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam program pembiayaan pertanian di KSM Jaya Amanah, seperti Survei ke ke rumah petani, Menganalisis karakter petani, Menganalisis keuangan calon petani anggota (pendapatan dan pengeluarannya), Survei sawah calon petani anggota (menghitung luasnya, menganalisis potensinya), Briefing, Persetujuan dan tanda-tangan kontrak, Serah terima uang, dan Serah terima panen. Dampak penerapan akad salam pada KSM Jaya Amanah sangat dirasakan oleh petani, pemberian modal sesuai dengan kebutuhan petani dan hasil produksi dijual kepada pihak lembaga dengan harga di atas tengkulak atau bandar sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak
KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KOMPETITIF REMPAH-REMPAH INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL
Indonesia menjadi salah satu produsen rempah-rempah dan termasuk dalam 5 negara produsen rempah-rempah terbesar di dunia pada komoditas kayu manis, cengkeh, pala, lada, dan vanili, sehingga memiliki peluang dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing komparatif dan kompetitif komoditas rempah-rempah Indonesia di pasar internasional dibandingkan dengan negara pesaingnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari UNComtrade dengan jangka waktu 18 tahun (2000-2017). Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Daya saing komparatif diketahui dengan menggunakan analisis Revealed Comparative Trade Advantage (RCTA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) sedangkan daya saing kompetitif diketahui dengan menggunakan Export Product Dynamic (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing komparatif komoditas rempah-rempah Indonesia sangat kuat, namun memiliki daya saing kompetitif yang belum baik karena posisi produk berada pada lost opportunity. Peningkatan kinerja dan daya saing rempah-rempah Indonesia dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai ekspor rempah-rempah Indonesia dengan memberikan nilai tambah dan peningkatan mutu melalui inovasi teknologi. Selain itu, perlu mengembangkan intelijen pasar dan meningkatkan peran atase dalam diplomasi perdagangan rempah-rempah dengan negara-negara mitra dan negara-negara potensia
PENERAPAN ANALISIS JALUR DALAM MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB FLUKTUASI HARGA CABAI MERAH DI KABUPATEN ACEH JAYA
Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu daerah penghasil cabai merah di Provinsi Aceh. Secara umum komoditas pertanian tidak terkecuali cabai merah mempunyai masalah fluktuasi harga. Fluktuasi harga cabai merah menyebabkan risiko kerugian bagi produsen/ petani dan menurunnya daya beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab fluktuasi harga cabai merah baik pada tingkat produsen/ petani maupun konsumen di Kabupaten Aceh Jaya periode januari 2017 hingga desember 2019 dengan menggunakan analisis jalur. Hasil estimasi menunjukkan bahwa produksi cabai merah secara signifikan berpengaruh langsung terhadap harga cabai merah baik pada tingkat produsen/ petani maupun konsumen di Kabupaten Aceh Jaya. Hasil estimasi juga menunjukkan bahwa adanya pengaruh tidak langsung produksi cabai merah terhadap harga cabai merah pada tingkat konsumen di Kabupaten Aceh Jaya. Produksi cabai merah secara signifikan berpengaruh terhadap harga cabai merah pada tingkat konsumen melalui harga cabai merah pada tingkat produsen. Sebaliknya, harga pupuk urea tidak secara signifikan berpengaruh terhadap harga cabai merah baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, diperlukan upaya peningkatan produksi cabai merah serta penetapan harga cabai merah tertinggi dan terendah khususnya pada tingkat produsen/ petani di Kabupaten Aceh Jaya
Analisis Skala Usaha Dan Finansial Minyak Sere Wangi (Cymbopogon nardus rendle. Lin) Di Kabupaten Gayo Lues
Sere Wangi is a plantation commodity which is the prima donna in Gayo Lues Regency with the largest production compared to the production of other commodities. The contribution of the plantation sub-sector to the regional economy is also quite large because in Gayo Lues Regency, up to now, there have been many activities in the plantation business, especially the Sere Wangi plant. The purpose of this study was to determine the scale of business and financial business of citronella farming which is processed into citronella oil in Gayo Lues Regency. The research was conducted in Gayo Lues Regency, with a descriptive method. The research method is survey with sampling done by purposive sampling with the amount of data taken by farmers as many as 99 respondents and traders as many as 10 respondents. The research results of sere wangi farmers have obtained profits with an average production of citronella oil of 164.55 kg / year, with a minimum cultivated area of 0.67 ha or 6,657.09 M2, farmers have BEP for land area. Financially, sere wangi farming is feasible to continue to be developed with a Net Benefit Cost Ratio (NBCR) value of 2.57. This means that every one rupiah that is spent during the farming life of lemongrass produces Rp 2.57 units of net benefits.Keywords: Citronella Oil, Business Scale, Feasibility. BE
Keputusan Petani Kopi Arabika Dalam Mengambil Kredit Di Sumatera Utara
Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Modal menjadi permasalahan penting bagi perkebunan kopi rakyat di Sumatera Utara. Penambahan modal diharapkan akan meningkatkan produksi kopi. Ketersediaan kredit menyebabkan memungkinkannya dilakukan proses produksi dan konsumsi yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan petani sehingga memberikan hasil produksi yang lebih baik. Faktor- faktor yang mempengaruhi pengambilan kredit adalah mendapatkan peningkatan akses layanan tabungan dan pinjaman untuk pertanian. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor keputusan petani kopi arabika dalam mengambil kredit di Provinsi Sumatera Utara dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kredit yang diambil oleh petani kopi arabika di Provinsi Sumatera Utara Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor dan Analisis Regresi Linear Berganda. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 150 responden petani kopi arabika yang terdiri dari 75 orang petani kopi yang mengambil kredit dan 75 orang petani kopi yang tidak mengambil kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan petani kopi arabika dalam mengambil kredit adalah aspek pribadi petani, kesesuaian penawaran kredit, jaminan kredit dan sifat usahatani kopi dan Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kredit yang diambil oleh petani kopi arabika di Provinsi Sumatera Utara adalah aspek pribadi petani, kesesuaian penawaran kredit , jaminan kredit dan sifat usahatani kopi, namun faktor aspek pribadi petani adalah faktor yang sangat besar pengaruhnya (signifikan) terhadap jumlah kredit yang diambil di Provinsi SumateraUtara