JURNAL AGRICA
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
PENGARUH STATUS PENGUASAAN LAHAN TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN BANYUMAS
This study aimed to determine the effect of agricultural land tenure status on rainfed lowland rice production in Banyumas Regency. One of the most important factors of production affecting the production of rainfed lowland rice is the land used. This study used  survey method by taking primary data and secondary data. Primary data obtained through a list of questions that have been prepared, while secondary data obtained from the relevant agencies. The sampling method is carried out by stratified random sampling. Each stratum of the sample is drawn with a total sample of 50 farmer respondents. Data were analyzed used one-way analysis of variance (One-way ANOVA). The results of this study indicated that the amount of rainfed lowland rice production in Banyumas District showed significant difference between farmers who were not owners and farmers who own land. Non-owner farmers get an average production yield greater than those of farmers who own rainfed lowland rice in Banyumas Regency
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Di Kabupaten Klaten
Pangan merupakan kebutuhan dasar dari manusia selain sandang dan papan. Pangan dibutuhkan sebagai upaya kelangsungan hidup manusia. Terpenuhinya kebutuhan pangan dari berbagai segi seperti keamanan, keterjangkauan dan aspek lain sering dikaitkan dengan ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketahanan pangan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh rumah tangga petani yang ada di Kabupaten Klaten dan sampel dari penelitian ini adalah petani yang tergabung dalam desa mandiri pangan di Kabupaten Klaten. Responden pada peneitian ini berjumlah 30 orang petani yang berasal dari desa dengan program mandiri pangan serta desa yang memiliki klinik pertanian yaitu Desa Jambakan dan Desa Karanglo. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Analisis ketahanan pangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pangsa pengeluaran pangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui ada tiga variabel yang mempengaruhi ketahanan pangan diantaranya adalah tingkat pendapatan, harga beras dan dummy pengetahuan gizi oleh ibu rumah tangga. Terdapat pula empat variabel yang tidak mempengaruhi ketahanan pangan diantaranya adalah jumlah tanggungan keluarga, pendidikan ibu rumah tangga, harga minyak dan harga tempe
Kepuasan Dan Loyalitas Petani Jagung Menggunakan Benih Bersubsidi Di Desa Laubaleng Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo
Salah satu faktor terpenting yang dapat menentukan tinggi atau rendahnya hasil produksi tanaman adalah benih yang bermutu baik dan berasal dari varietas unggul, namun harga benih unggul yang tinggi membuat biaya produksi petani meningkat sehingga pemerintah berupaya untuk meringankan beban petani dengan memberikan benih bersubsidi. Di sisi lain alasan petani menggunakan benih bersubsidi menjadi pertanyaan tersendiri, apakah petani jagung merasa puas terhadap hasil produksi jagung atau petani menggunakan benih jagung bersubsidi hanya karena diperoleh dari bantuan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh produk dan distribusi terhadap kepuasan petani jagung menggunakan benih bersubsidi serta untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh produk, distribusi dan kepuasan petani jagung terhadap loyalitas petani jagung menggunakan benih bersubsidi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Laubaleng Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo dengan Jumlah  sampel  sebanyak 30 orang.  Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dan distribusi secara serempak dan parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani jagung menggunakan benih bersubsidi serta produk, distribusi dan kepuasan secara serempak dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas petani jagung menggunakan benih bersubsidi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa petani jagung merasa puas terhadap benih bersubsidi dengan produk dan distribusi sebagai variabel yang mempengaruhi kemudian juga dapat diketahui bahwa petani jagung loyal terhadap benih bersubsidi dengan produk, distribusi dan kepuasan sebagai variabel yang mempengaruhi
Hubungan Karakteristik Dan Tingkat Kesejahteraan Petani Pada Usahatani Karet (Studi Kasus Di Desa Teraju Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau)
Kesejahteraan petani adalah tolok ukur utama kesuksesan suatu usahatani. Salah satu usahatani tersebut adalah usaha tani karet khususnya Kabupaten Sanggau. Desa Teraju termasuk sentra produksi karet di Kabupaten Sanggau dan merupakan ibukota Kecamatan Toba. Namun, Karakteristik petani Karet di Kabupaten Sanggau tergolong petani dengan lahan sempit, pendapatan rendah, anggota keluarga banyak, umur petani relatif tua, namun pengalaman juga relatif banyak. Hal tersebut secara teori membuat tingkat kesejahteraan petani menjadi rendah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan karakterisitik dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sanggau dengan mengambil studi kasus di Desa Teraju Kecamatan Toba. Jumlah populasi sebesar 428 petani dengan sampel sebesar 45 petani. Teknik pengambilan data dengan kuesioner dan wawancara. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantiatif dengan teknis analisis korelasi rank spearman. Hasil analisis menggambarkan bahwa umur dan pendidikan memiliki hubungan dengan tingkat kesejahteraan petani
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI PADI CIHERANG DI DESA TEBING TINGGI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
Petani padi sebagai pengelola usaha tani sampai saat ini belum mendapatkan hasil dan pendapatan yang diharapkan baik dari sisi petani itu sendiri maupun dari pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha tani padi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha tani padi di Desa Tebing Tinggi Kabupaten Deli Serdang. Alasan pemilihan lokasi ini dikarenakan desa ini merupakan penerima bantuan benih dari Sekolah Lapangan Pertanian Tanaman Terpadu dimana terdapat 160 petani yang menggunakan benih Ciherang. Jumlah petani yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 40 petani dan variabel yang diuji adalah biaya tenaga kerja, biaya pupuk phonska, biaya pupuk SP, biaya pupuk KCl, biaya pestisida, luas lahan, biaya pupuk urea, biaya pupuk ZA dan harga benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani memiliki R/C ratio sebesar 3,27 yang menunjukkan bahwa usaha tani ini layak. Sedangkan variabel biaya tenaga kerja, biaya pupuk KCl dan biaya pupuk urea berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha tani padi, sedangkan variabel lain tidak berpengaruh. Subsidi pupuk dan bantuan benih merupakan kebijakan pemerintah yang sangat meringankan petani dalam pembiayaan usaha taninya sehingga kebijakan ini harus terus dijalankan dan diawasi dalam pelaksanaannya dalam upaya peningkatan pendapatan petani padi
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN PRODUK AGROINDUSTRI KELAPA (Cocos nucifera L.) PADA PERUSAHAAN WOOTAY COCONUT
The Wootay Coconut Company is a company engaged in the field of coconut production which was established in 2018. The coconut production process changes the primary form into a new product with higher economic value after going through processing, and can provide added value due to costs incurred so that prices are formed new higher and greater profits when compared without going through processing. This research aims to determine the characteristics, added value and level of income of Wootay Coconut company, Teon Nila Serua Subdistrict, Central Maluku Regency. The method used is the measurement of added value based on the Hayami method, then the analysis of income for coconut raw material products.  The results of the study showed that the added value in Copra was IDR 2,600, - value added ratio of 42.62%. Nata De Coco small size added value of IDR 311,100, - the ratio of value added 99.33% while for large size added value of IDR 296,191.68, - value added ratio of 90.30%. Virgin Coconut Oil (VCO) small size of IDR 515,250, - value added ratio of 99.33%, medium size of value added of IDR 577,500, - the ratio of value added 99.40% while the large size of the added value of IDR 634,960.9, - value added ratio of 99.45% of the production value. The overall income of the Wotay Coconut Company generates a monthly net income of IDR 55,117,833
PERANAN TENAGA KERJA DAN INVESTASI TERHADAP PRODUKSI INDUSTRI PENYULINGAN NILAM DI KABUPATEN ACEH JAYA
Aceh Jaya regency becomes the best patchouli producing area in Aceh. Patchouli oil levels produced above 30 percent make patchouli produced in Aceh Jaya have high economic value. This condition should be able to increase the passion of patchouli distillation industry in Aceh Jaya Regency. However, the development of the patchouli distillation industry cannot be separated from the role of labor and investment in the industry. This study aims to analyze the role of labor and investment to production of patchouli distillation industry in Aceh Jaya Regency. The sample in this study was 51 micro and small scale patchouli distillation industries in Aceh Jaya Regency. This study uses multiple regression analysis. The result of estimation shows that investment significantly gives positive influence to production patchouli distillation in Aceh Jaya Regency while labor insignificantly influents to production of patchouli distillation industry in Aceh Jaya Regency. Thus, local government and relevant agencies have to be able to increase the interest of investor and gives training both managerial and technical to increase the workers’ quality of patchouli distillation industry in Aceh Jaya Regency.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan tenaga kerja dan investasi terhadap produksi industri penyulingan nilam di Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil estimasi menunjukkan bahwa investasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap produksi industri penyulingan nilam sedangkan tenaga kerja tidak secara signifikan berpengaruh terhadap produksi industri penyulingan nilam di Kabupaten Aceh Jaya. Dengan demikian, pemerintah daerah dan instansi terkait harus mampu menarik minat investor serta memberikan pelatihan baik manajerial maupun teknis untuk meningkatkan kualitas pekerja pada industri penyulingan nilam di Kabupaten Aceh Jaya. This study aims to analyze the role of labor and investment to production of patchouli distillation industry in Aceh Jaya Regency. This study uses multiple regression analysis. The result of estimation shows that investment significantly gives positive influence to production patchouli distillation in Aceh Jaya Regency while labor insignificantly influents to production of patchouli distillation industry in Aceh Jaya Regency. Thus, local government and relevant agencies have to be able to increase the interest of investor and gives training both managerial and technical to increase the workers’ quality of patchouli distillation industry in Aceh Jaya Regency. Â
MOTIVASI PETANI DAN TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH PADA PERTANIAN LAHAN KERING
The motivation of farmers in adopting groundnut cultivation technology, especially relay cropping patterns technology of corn and groundnut on dry land is relatively low. The study aims to determine the motivation of farmers in adopting groundnut cultivation technology that can increase farmers' incomes. The study was conducted in Labangka Subdistrict, Sumbawa Regency from December 2016 until August 2017 using survey approach. Data collection techniques carried out by observation, recording, and in-depth interviews with respondents. The sample population who adopted corn relay cropping pattern with groundnuts was 276 people. Determination of the sample of respondents was purposive as many as 40 people. Data were analyzed using descriptive analysis method. The results showed that the motivation of farmers in adopting technology was 79,29%. The adoption rate of groundnut technology components was 81,39%. Net income level or profitability of groundnut farming produced in the rainy season averages Rp 9.967.500/ha with an R/C Ratio of 2,65. Net income level or profitability of groundnut farming cultivated in the dry season averages of Rp 8.517.000/ha with an R/C ratio of 3,34. The R/C ratio value is more than 1 on groundnut farming that are cultivated in rainy season or in dry season are feasible to be cultivated because it can provide benefits and high income
PENGARUH HARGA KOMODITI PANGAN TERHADAP INFLASI DI KOTA MEDAN
Inflation greatly affects the regional economy. It can be enlarge positively and negatively. When considering a high area it has negative influence, which is considered to have an influence. If in a low area, it must be something positive that can be encourage improvement for the better. This study aims to analyze the majority of changes in food prices to conversion in Medan. The data used in this study are time series data from January 2014 to August 2019, the data used are secondary data consisting of the development of monthly food prices and data analysis method used is VAR or VECM analysis. The result showed, in the short term inculding several variables that influence the price of rice one month earlier, the price of rice two months before, the price of red chili one month before, the price of red chili two months before, the price of cayenne pepper one month before, the price of cayenne pepper two month before, The price of onion two month before, the price of garlic two months before, one better variable length is a red chili
Pengaruh Fluktuasi Harga Komoditas Pangan Terhadap Inflasi di Provinsi Sumatera Utara
Perubahan harga komoditas pangan merupakan penyumbang terbesar laju inflasi di Provinsi Sumatera Utara. Inflasi di Provinsi Sumatera Utara mengalami perubahan naik turun. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh fluktuasi harga beras, cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras, telur ayam ras dan jagung terhadap inflasi di Provinsi Sumatera Utara. Model analisis yang digunakan adalah Vector Error Corection Model (VECM). Variabel yang digunakan adalah inflasi, harga beras, cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras, telur ayam ras dan jagung. Data yang digunakan data sekunder mulai tahun 2013-2017 berupa data bulanan sehingga diperoleh data sebanyak 60 pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan pada jangka pendek, inflasi bulan sebelumnya berpengaruh positif terhadap inflasi bulan sekarang, pada jangka pendek dan jangka panjang, harga beras berpengaruh positif terhadap inflasi bulan sekarang, pada jangka panjang, harga daging ayam ras berpengaruh positif terhadap inflasi bulan sekarang, pada jangka panjang dan jangka pendek, harga cabai merah berpengaruh positif terhadap inflasi bulan sekarang, pada jangka panjang, harga minyak goreng berpengaruh positif terhadap inflasi bulan sekarang, pada jangka panjang harga telur ayam ras berpengaruh positif terhadap inflasi bulan sekarang, pada jangka pendek dan jangka panjang, harga jagung tidak berpengaruh positif terhadap inflasi bulan sekarang.Â