JURNAL AGRICA
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK PT SUJ MEDAN
The poultry industry, especially broilers is the basis of the people's economy which has high potential in increasing inclusive economic growth. In addition, it can also be studied from the product distribution side, from the point of producer to the end consumer. One of the companies engaged in the production of broiler broilers is PT SUJ. The purpose of this study is to analyze the performance of farmer and company supply chains using the Supply Chain Operational Reference (SCOR) model approach with regard to internal and external attributes. The results showed that PT SUJ has four institutions involved in marketing broiler chickens, namely breeder partners, companies, brokers / agents and consumers. For measuring supply chain performance, the results of measuring the performance of broiler broiler supply chains at the level of partner farmers on the attributes of responsiveness and flexibility have achieved the best performance position (superior). However, for the attributes of reliability and assets are still at the level of advantage. Meanwhile, the value of chicken supply chain performance for the broiler company level on the attributes of reliability, responsiveness and flexibilty has achieved the best performance (superior). However, for attributes the company's assets only achieve a good position (advantage). Generally, the performance of broiler chicken supply chains is good at the farmer and company level
Faktor – Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Daya SaingBuahApel Khas Aceh di Kota Langsa
Buah Apel Aceh merupakan hasil dari konsep kawin silang mentimun dan melon, dengan bentuk menyerupai apel dengan warna khas putih, dan rasa manis khas menyerupai buah melon dan metimun. Apel Aceh belum banyak dikenal secara nasional, dengan pemasaran yang masih terbatas yakni sampai dengan Palembang, dikarenakan pembudidaya apel aceh masih sedikit dan belum populer untuk dikembangkan. Apel aceh memiliki potensi secara ekonomi untuk dikembangkan baik berupa buah segar maupun olahan, karena merupakan salah buah khas yang mudah ditemukan di Aceh.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor – faktor apakah yang mempengaruhi daya saing apel khas aceh, menganalisis faktor apakah yang dominan mempengaruhi daya saing apel khas aceh, ditinjau dari persepsi konsumen.Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan Confirmatory Factor Analysis (CFA), populasi dalam penelitian ini adalah warga Kota Langsa yang sedang berada di sejumlah supermarket dan pasar tradisional, jumlah responden adalah 100 orang dengan metode purposive sampling.Hasil dari penelitian ini adalah dari delapan item yang berpengaruh terhadap daya saing apel khas Aceh, terbentuk menjadi dua faktor utama yaitu faktor kualitas buah dan faktor harga dengan pengaruh mencapai lima puluh persen. Dan faktor kualitas buah mempunyai pengaruh dominan dengan skor eigenvalue dua koma lima enam
Persepsi Dan Tingkat Kepuasan Petani Dalam Penggunaan Benih Padi Bersertifikasi Di Kabupaten Deli Serdang
Benih adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan produksi pertanian. Benih bersertifikasi merupakan salah satu cara untuk menunjukkan benih bermutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan tingkat kepuasan petani terhadap benih padi bersertifikasi. Lokasi penelitian di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang menggunakankan benih padi bersertifikasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang diambil secara sengaja (Purposive Sampling). Metode analisa data yang digunakan adalah analisis multi atribut Fishbein dan Indeks Kepuasan Konsumen (Customer Satisfaction Index/CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani dalam menggunakan benih bersertifikasi disebabkan oleh atribut benih padi bersertifikasi bermutu. Selain itu, kemudahan dalam memperoleh benih serta produktivitas yang dihasilkan sangat baik menjadi faktor lain petani menggunakan benih bersertifikasi. Tingkat kepuasan petani dalam menggunakan benih sebesar 87,3 persen yang berarti bahwa petani sangat puas terhadap benih bersertifikasi. Atribut yang paling memuaskan petani yakni ketahanan benih terhadap rebah serta ketahanan benih terhadap hama penyaki
PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) TERHADAP EFEKTIFITAS KERJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PELAKSANA DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (Persero)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap efektivitas kerja dan implikasinya terhadap kinerja karyawan pelaksana di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero).Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitiannya adalah survey.Sampel ditentukan dengan metode random sampling sebanyak 260 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, tingkat pengetahuan dan keterampilan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan, sedangkan sikap terhadap pekerjaan berpengaruh tidak signifikan. Nilai pengaruh yang paling tinggi adalah variabel keterampilan, artinya keterampilan berpengaruh lebih dominan terhadap efektivitas kerja karyawan pelaksana, dengan total pengaruh sebesar 62,74% (pengaruh langsung sebesar 56,7%). Secara simultan, kualitas SDM (tingkat pengetahuan, sikap terhadap pekerjaan dan keterampilan) secara langsung dan tidak langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja karyawan pelaksana. Nilai pengaruh kualitas SDM terhadap efektivitas kerja adalah sebesar 70,17% dengan pengaruh langsung sebesar 58,01%. Efektivitas kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pelaksana di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero), dengan total pengaruh sebesar 80,28%, artinya perubahan kinerja karyawan pelaksana dipengaruhi oleh perubahan efektivitas kerja sebesar 80,28%. Efektivitas kerja karyawanmerupakan variabel intervening variabel kualitas SDM terhadap kinerja karyawan pelaksana, karena terjadi peningkatan pengaruh variabel kualitas SDM terhadap kinerja karyawan sebesar 10,11% jika melalui variabel efektivitas kerja
IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING BIOFARMAKA DI SUMATERA UTARA
This study aims to identify superior biopharma commodities that are priority commodities to be developed and priority areas for the development of biopharma leading commodities in Sumatera Utara Province. The analytical methods used were descriptive analysis, location quotient analysis, and shift-share analysis. The results showed that the leading biopharma commodities in Sumatera Utara Province were ginger, turmeric, and dlingo and the regions that had the potential to develop ginger and turmeric were Simalungun and Toba Samosir Regencies while the potential for dlingo development was Langkat Regency
ANALISIS KORELASI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA
This study aims to analyze correlation of the agricultural sector on the level of poverty in North Sumatra Province. The data used are data on a gross domestic regional product (GDRP) according to the business field and the percentage of poor people during the years 2010-2017. The analytical method used in this study is a simple correlation analysis. The results showed that the agricultural sector variables significantly correlate poverty in North Sumatra but in a negative direction
ANALISIS RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) GARAM RAKYAT DI KABUPATEN PIDIE, ACEH
The purpose of this research is to analyze the product, financial, and information flow in the local salt supply chain in Pidie Regency, Aceh. The sampling technique used is non-probability sampling, precisely the snowball sampling technique. Product flow, financial flow, and information flow were three elements that investigated. The analysis based on the SCOR (Supply Chain Operation Reference) method to see supply chain performance by studying at the Plan, Source, Make, and Deliver process. The results showed two types of supply chains, depends on whether farmers have an agreement with the collecting agent or not. For farmers who had a deal with the collecting agent, The salts are sold to the collecting agent and then forwarded to the selling agent. The selling agent passes it on to the wholesale seller, who then distributed to retailers and consumers. The flow of finance goes from the opposite direction, except when purchasing raw materials for firewood, the collecting agent pays it first to the farmers. To farmers who did not have agreements with collecting agents, the salt directly sold to retail stores or consumers. Financial flows run in the opposite direction for both types of supply chains, and information flow goes both ways. The main obstacle in the salt supply chain is the lack of information between salt producer and consumers expectations. Moreover, it is often difficult for large customers to believe that the quality of farmers' salt will be consistent.Kata Kunci : supply chain; local salt; SCOR;
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT DALAM MENGEMBANGKAN TERNAK SAPI POTONG
The aim of this research is to analyze factors which affected interest in developing beef cattle. The sampling method was used Simple Random Sampling method, based on this research of the 176 population of beef cattle breeders available, 37 farmers were taken as samples. The analyze method used is multiple linear regression with dependent variable is interesting in developing beef cattle and independent variable were beef cattle seed price, education, experience and age of breeder cattle. The results show that experience effected the interest in developing beef cattle meanwhile beef cattle seed price, education and age of breeder cattle were not affected in developing beef cattle in Nagori Tempel Jaya. Â
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun demikian, Provinsi Sumatera Utara masih mengalami defisit bawang merah. Permintaan akan bawang merah akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perkembangan produksi bawang merah, mengindentifikasi sentra-sentra produksi bawang merah, serta menganalisis peluang investasi usahatani bawang merah di Provinsi Sumatera Utara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, metode Location Quotient (LQ), serta analisis finansial (RC Rasio, BC Rasio, BEP, dan analisis sensitivitas). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan 35 sampel petani bawang merah dan data sekunder dari 33 kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah tahun 2018 mencapai 7,83 ton/Ha dengan luas panen sebesar 2.086 Ha. Laju pertumbuhan produksi mencapai 5,48% per tahun dan laju pertumbuhan produktivitas -1,54% per tahun. Sentra produksi bawang merah meliputi kabupaten Dairi, Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasudutan, Padang Lawas utara, Tapanuli Utara, serta Kabupaten Simalungun. Secara finansial, usahatani bawang merah menguntungkan. Pendapatan usahatani bawang merah Rp 72.116.667 per Ha, RC Rasio sebesar 2,30. BC Rasio 1,30. Harga titik impas dalam usahatani bawang merah mencapai Rp 7.384/Kg
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER
Cabai merah merupakan komoditas hortikultura unggulan yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan petani di Indonesia. Usahatani cabai merah di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, baik kendala yang bersifat teknis maupun kendala ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi serta menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani cabai merah di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Survey dilakukan pada 60 petani sampel yang melakukan usahatani cabai merah pada musim tanam April-September 2017. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah fungsi produksi dengan pendekatan frontier stokastik. Hasil penelitian menunjukkan nilai efisiensi teknis masih di bawah 1 yaitu 0,92. Artinya usahatani cabai di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember tidak efisien secara teknis. Nilai efisiensi harga sebesar 1,63 yaitu lebih dari 1 artinya belum efisien secara harga. Sedangkan nilai efisiensi ekonomi sebesar 1,49 yaitu lebih besar dari 1artinya belum efisien, ini menunjukkan bahwa usahatani cabai di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember belum efisien secara ekonomi. Nilai return to scale pada usahatani cabai merah adalah sebesar 1,94, yang menunjukkan bahwa usahatani cabai merah di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember berada pada posisi skala hasil yang meningkat atau increasing return to scale