JURNAL AGRICA
Not a member yet
    256 research outputs found

    Pemanfaatan Media Internet Dalam Mendukung Kinerja Penyuluh Pertanian Pada Pengembangan Kakao Di Luwu Utara

    Get PDF
    Using Internet media is an alternative to support the performance of agricultural extension workers. The purpose of this study was to analyze the influence of internet media in supporting the performance of agricultural extension agents on cocoa development in North Luwu. The population used in this study were agricultural extension workers who worked at the sub-district BPP in North Luwu Regency. This research uses a descriptive, explanatory method with a quantitative approach. The method used to analyze this research uses Structural Equation Modeling (SEM) based on variants. The results showed that the use of internet media had a positive and insignificant relationship to the performance of agricultural extension workers, and the performance of agricultural extension services had a positive and insignificant relationship to the behaviour of farmers in North Luwu Regency. The performance of the agricultural extension officers, achievements, or ability to work using internet usage patterns, stated that the research described the quality provided by the agricultural extension agents in the SEM analysis. In addition, the perceptions of farmer extension workers and the internet media show positive perceptions. Most respondents think it is useful for them in searching for information and that Information and Communication Technology are easy to learn.Penggunaan media internet merupakan salah satu alternatif dalam menunjang kinerja penyuluh pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media internet dalam mendukung kinerja penyuluh pertanian pada pengembangan kakao di Luwu Utara. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai penyuluh pertanian yang bekerja di BPP kecamatan di Kabupaten Luwu utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif explanatory dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis variants. Alat analisis yang digunakan adalah Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media internet berpengaruh positif terhadap kinerja penyuluh pertanian, dan kinerja penyuluh pertanian berpengaruh terhadap perilaku petani di Kabupaten Luwu Utara. Kinerja penyuluh pertanian yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, ataupun kemampuan   kerja dengan menggunakan pola penggunaan internet menyatakan bahwa penelitian tersebut menggambarkan kualitas yang diberikan oleh penyuluh pertanian pada analisis SEM. Selain itu, Persepsi petani terhadap media internet memperlihatkan persepsi yang positif. Sebagian besar responden berpendapat bahwa TIK berguna bagi mereka dalam mencari informasi dan TIK mudah dipelajari

    Persepsi Petani Padi Sawah Terhadap Teknologi Tanam Tebar Benih Langsung (TABELA) Dan Tanam Pindah (TAPIN) Di Kabupaten Kubu Raya: Persepsi, Petani Padi Sawah, Tabela, Tapin

    No full text
    The rice commodity has always been the main farming business in an area because this commodity is a producer of rice whose demand is always high for people's daily food needs. The need for a relatively high workforce and a long time in cultivating rice farming is a problem faced by farmers. The purpose of this study was to analyze the differences between the transplanting system (Tapin) and the direct seed planting system (Tabela) in terms of total productivity, production costs, number of workers and profits and find out how farmers perceive the transplanting system (Tapin) and the direct seed planting (Tabela). The method used is quantitative descriptive and uses the Paried Sample t-Test method and data is analyzed using SPSS. This study used 70 samples which were taken by purposive sampling because the respondents had already implemented both cropping systems. The results of this study show that the average profit of lowland rice farming in Kubu District, Kubu Raya Regency with the tabela system is Rp.14,945,744 while the tapin system is Rp.10,100,145 per planting season. Based on the different tests, there are significant differences between productivity, production costs, labor and profits. The perception of lowland rice farmers in Kubu District, Kubu Raya Regency, on the direct seed planting system was included in the high category with a total score of 58.8 and a percentage of 62.86%, while the transplanting system was included in the medium category with a total score of 40. 62 and with a percentage of 65.71%. This shows that the perception of lowland rice farmers in the direct seed planting system is better than the transplanting system.Komoditas padi selalu menjadi usahatani utama di suatu daerah karena komoditas tersebut merupakan penghasil beras yang kebutuhannya selalu tinggi guna kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari. Kebutuhan tenaga kerja yang cukup tinggi dan waktu yang cukup lama dalam budidaya usahatani padi merupakan permasalahan yang dihadapi oleh petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan antara sistem tanam pindah (Tapin) dan sistem tanam benih langsung (Tabela) dari sisi jumlah produktifitas, biaya produksi, jumlah tenaga kerja dan keuntungan dan mengetahui bagaimana persepsi petani terhadap system tanam pindah (Tapin) dan system tanam benih langsung (Tabela). Metode yang digunakan kuantitatif deskriptif dan penelitian ini menggunakan 70 sampel yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini rata-rata keuntungan usahatani padi sawah di Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya dengan sistem tabela sebesar Rp.14.945.744 sedangkan pada sistem tapin sebesar Rp.10.100.145. Berdasarkan uji beda terdapat perbedaan yang nyata antara produktifitas, biaya produksi, tenaga kerja dan keuntungan petani padi yang menggunakan sistem tabela dan petani padi yang menggunakan sistem tapin. Persepsi petani padi sawah di Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya pada sistem tabela masuk dalam kategori tinggi dengan total skor sebesar 58,8 dan dengan persentasi sebesar 62,86%, sedangkan pada sistem tapin masuk dalam kategori sedang dengan total skor sebesar 40,62 dan dengan persentasi sebesar 65,71%. Hal tersebut menunjukkan bahwa persepsi petani padi sawah pada sistem tabela lebih baik dari pada sistem tapin. Penyuluh pertanian selaku pihak yang berperan wajib mengarahkan petani padi sawah untuk menggunakan sistem tabela dengan syarat spesifik lokasi yang tepat karena sistem tabela menguntungkan dari pada menggunakan sistem tapin, terutama pada petani yang sulit untuk mendapatkan tenaga kerja. Kata Kunci: Persepsi, Petani Padi Sawah, Tabela, Tapi

    HYDROPONIC VEGETABLE SUPPLY CHAIN ANALYSIS (CASE STUDY OF MODERN MARKET DIAN PERTIWI POKA AMBON CITY)

    No full text
    Hydroponic vegetables are horticultural commodities that are very important to meet the nutritional needs of the community. The increase in population also contributes to the increase in demand for horticultural commodities. One of the vegetable commodities produced is hydroponic vegetables. The increasing demand for hydroponic vegetables has led to the emergence of hydroponic entrepreneurs who have begun to develop hydroponic vegetable commodities, but problems with meeting demand arise due to the limited supply of hydroponic vegetables. This study aims to determine the supply chain of hydroponic vegetables in the modern market of Dian Pertiwi Poka, Ambon City and to determine marketing margins and marketing efficiency in the supply chain. The data collected in this study are primary data and secondary data. The results of this study indicate that the supply chain of hydroponic vegetables in the Dian Pertiwi supermarket through the supply chain, namely: Dian Pertiwi supermarket → consumers. Based on the marketing analysis of lettuce hydroponic vegetables and pakcoy the marketing margin on the hydroponic lettuce supply chain is Rp. 14,985 and pakcoy Rp. 14,250. The most efficient marketing is the marketing of pakcoy vegetables with an efficiency value of 19.04 percentThis study aims to determine the supply chain of hydroponic vegetables in the modern market of Dian Pertiwi Poka, Ambon City and to determine marketing margins and marketing efficiency in the supply chain. The data collected in this study are primary data and secondary data. The results of this study indicate that the supply chain of hydroponic vegetables in the Dian Pertiwi supermarket through the supply chain, namely: Dian Pertiwi supermarket → consumers. Based on the marketing analysis of lettuce hydroponic vegetables and pakcoy the marketing margin on the hydroponic lettuce supply chain is Rp. 14,985 and pakcoy Rp. 14,250. The most efficient marketing is the marketing of pakcoy vegetables with an efficiency value of 19.04 percent

    Analisis Program Badan Usaha Milik Desa di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan

    Get PDF
    Not all BUMDes go well and some even walk on the spot. Quality human resource skills are needed in the development of BUMDes programs. This research aims to analyze the development of BUMDes and what are the businesses carried out by BUMDes in Melati II village, Perbaungan Subdistrict. The location of this research is in Melati II Village perbaungan subdistrict. Determination of the number of samples using sampling quota with the sample number of 36 people. Data analysis methods use descriptive analysis. The results showed that when viewed in terms of economic dimensions showed that as many as 69.4% of respondents rated that BUMDes in Melati II village were going very well. This is proven by the management of irrigation saluraan into the agricultural tourism sector, so that the condition of rice fields becomes more well organized. It can be concluded that the development of BUMDes in Melati II village is relatively good. This is seen from respondents' answers about several indicators of bumdes development, namely social dimension, environmental dimension, economic dimension and management dimension is in the category of good - very good.In carrying out its program, BUMDes utilize thTidak semua BUMDes berjalan dengan baik bahkan ada yang berjalan di tempat. Keterampilan sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam pengembangan program BUMDes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan BUMDes dan apa saja usaha yang dijalankan BUMDes di desa Melati II, Kecamatan Perbaungan. Lokasi penelitian ini di Desa Melati II Kecamatan Perbaungan. Penentuan jumlah sampel menggunakan kuota  sampling dengan jumlah sampel 36 orang. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa apabila dilihat dari segi dimensi ekonomi menunjukkan bahwa sebanyak  69,4 % responden menilai bahwa BUMDes di desa Melati II berjalan dengan sangat baik. Hal ini terlihat dengan adanya kontribusi BUMDes dalam peningkatan jumlah tenaga kerja. Jika dilihat dari segi dimensi lingkungan  BUMDes di desa Melati II berjalan dengan  baik. Hal ini terbukti dengan adanya pengelolaan saluraan irigasi menjadi sektor wisata tani, sehingga kondisi areal persawahan menjadi lebih tertata dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan BUMDes di desa Melati II tergolong baik. Hal ini terlihat dari jawaban responden mengenai beberapa indikator perkembangan BUMDes yakni dimensi sosial, dimensi lingkungan, dimensi ekonomi dan dimensi manajemen berada pada kategori baik- sangat baik.Kata kunci : BUMDes, Perkembangan BUMDes, Dimensi Lingkungan, Dimensi Ekonom

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Utara

    Get PDF
    Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penopang perekonomian di Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2018 dimana sektor pertanian (tanaman bahan pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan) merupakan sektor yang menyumbang nilai tambah terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto di provinsi Sumatera Utara. yaitu sebesar 21,40 persen, diikuti dengan sektor industri pengolahan sebesar 20,29. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dari tahun 1985-2018. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menujukkan bahwa tenaga kerja dan impor pertanian berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian.  Sedangkan luas lahan pertanian, ekspor pertanian, dan investasi pertanian berpengaruh positif dan nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Bertambahnya luas lahan, ekspor dan investasi pertanian tentunya mempunyai pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan sektor pertanian dari pada petani yang memiliki lahan sempit dan investasi rendah. Diharapkan pemerintah daerah dan pusat dapat menumbuhkan iklim investasi pertanian yang kondusif sesuai dengan peraturan yang berlaku

    Analisis Pendapatan Usahatani Ubi Jalar di Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan Jawa Barat

    Get PDF
    Ubi jalar merupakan komoditas tanaman pangan di Indonesia selain padi, jagung dan ubi kayu. Desa Pekembangan dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu sentra produksi ubi jalar di Kabupaten Kuningan. Luas lahan ubi jalar mengalami penurunan dan produktivitas ubi jalar yang belum maksimal serta harga jual di tingkat petani yang fluktuatif menjadi masalah dalam kegiatan usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan pendapatan usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan. Responden ditentukan dengan cara purposive sampling dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 petani.  Hasil analisis rasio R/C menunjukkan bahwa usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan bernilai lebih besar dari satu. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan menguntungkan atau layak untuk diusahakan.Ubi jalar merupakan komoditas tanaman pangan di Indonesia selain padi, jagung dan ubi kayu. Desa Pekembangan dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu sentra produksi ubi jalar di Kabupaten Kuningan. Luas lahan ubi jalar mengalami penurunan dan produktivitas ubi jalar yang belum maksimal serta harga jual di tingkat petani yang fluktuatif menjadi masalah dalam kegiatan usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, pendapatan dan efisiensi usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan. Pada penelitian ini karakteristik usahatani dijelaskan secara deskriptif dan efisiensi pendapatan usahatani menggunakan analisis rasio R/C . Responden yang ditentukan menggunakan purposive sampling dengan jumlah populasi sebanyak 71 petani dan jumlah sampel sebanyak 30 petani.  Hasil analisis rasio R/C menunjukkan bahwa usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan bernilai lebih besar dari satu. Sehingga dapat dikatakan usahatani ubi jalar di Desa Pakembangan menguntungkan atau layak untuk diusahakan

    KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Perkebunan Karet di Kalimantan Barat pada umumnya adalah perkebunan milik rakyat, dengan jenis tanaman karet lokal yang kualitas air getahnya sangat rendah. Meskipun demikian karet sampai saat ini masih mampu bersaing dengan komoditi lainnya. Usahatani karet tersebut akan bekelanjutan dalam jangka panjang bahkan sampai generasi yang akan datang, jika menguntungkan dari aspek usahatani (aspek ekonomi), kondisi lingkungan (aspek lingkungan) dan model yang dikembangkan dapat diterima dan diadopsi oleh para pihak (aspek social). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan usahatani karet dan untuk mengetahui atribut apa saja yang sensitif terhadap keberlanjutan usahatani karet rakyat dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial budaya di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Analisa data menggunakan aplikasi MDS (Multidimensional Scaling) yang terdiri dari penyuluh pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Ketapang, serta para petani karet sebanyak 31 sampel. Berdasarkan hasil dan analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dari 4 dimensi penelitian 1 dimensi berstatus cukup berkelanjutan (yaitu dimensi Ekologi) sedangkan 3 dimensi lainnya berstatus kurang berkelanjutan (dimensi Sosial budaya, Ekonomi dan Kelembagaan).Perkebunan Karet di Kaliamantan Barat pada umumnya adalah perkebunan milik rakyat dengan jenis tanaman karet lokal yang kualitas air getahnya minim, meskipun demikian karet sampai saat ini masih mampu bersaing dengan komoditi lainnya Usahatani karet tersebut akan bekelanjutan dalam jangka panjang bahkan sampai generasi yang akan datang, jika menguntungkan dari aspek usahatani (aspek ekonomi), kondisi lingkungan (aspek lingkungan) dan model yang dikembangkan dapat diterima dan diadopsi oleh para pihak (aspek social). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan usahatani karet dan untuk mengetahui atribut apa saja yang sensitive terhadap keberlanjutan usahatani karet rakyat dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial budaya di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Analisa data menggunakan aplikasi MDS (Multidimensional Scaling). Berdasarkan hasil dan analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dari 4 dimensi penelitian 1 dimensi berstatus cukup berkelanjutan (yaitu dimensi Ekologi) sedangkan 3 dimensi lainnya berstatus kurang berkelanjutan (dimensi Sosial Budaya, Ekonomi dan Kelembagaan)

    Analisis Sikap Dan Preferensi Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Varietas Unggul di Kabupaten Langkat Sumatera Utara

    Get PDF
    Farmers are the leading agricultural businesses, attitude and preferences of farmers to choosevarieties of rice are very important because farmers have the dual role as a producer and concumer.The purpose of this research is to identify and analyze attitudes and preferences farmers with seedsuperior rice varieties. The research areas which were selected purposively, that is conducted invillages Purwobinangun Sei Bingai district Langkat, North Sumatra Province. The research was donein september 2020-februari 2021.The data used in the form of primary and secondary. The method ofanalysis that used the multiatribut fishbein Model and Conjoin analysis .The results from the study isthat the most farmers purwobinangan langkat district , preferred varieties inpari 32 than ciherangand mekongga because it has a lead in attributes high productivity , hold the power of growing pestand disease and high germinating. Sample farmers preference on the use of seed rice varieties aheadlike seed 7-9 tons of rice with high productivity, types of rice pulen because it is easily marketed forhousehold consumption, pest and disease resistant, the price of grain Rp. 650.000/quintal, packagingseeds with size 10 kg, and the purchase of seeds in the small shop.Peningkatan produksi padi nasional dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas, luas tanam dan penggunaan varietas unggul. Salah satu faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan benih padi varietas unggul adalah sikap petani untuk memilih dan menggunakan benih yang tepat. Petani merupakan pelaku utama usaha pertanian, oleh karena itu sikap dan preferensi petani padi terhadap varietas benih tentu sangat penting, karena petani mempunyai peran ganda yaitu sebagai produsen padi dan konsumen antara produk benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis sikap dan preferensi petani terhadap benih padi varietas unggul. Lokasi penelitian dipilih secara purposive, yaitu dilakukan di Desa Purwobinangun Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan September 2020-Februari 2021. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan model sikap multiatribut Fishbein dan analisis Konjoin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa sikap petani di Desa Purwobinangan Kabupaten Langkat, lebih menyukai varietas Inpari 32 dibandingkan Ciherang dan Mekongga karena mempunyai keunggulan pada atribut produktivitas tinggi, tahan hama dan penyakit dan daya tumbuh (berkecambah tinggi). Preferensi petani sampel terhadap penggunaan benih padi varietas unggul lebih menyukai benih padi dengan produktivitas tinggi 7-9 ton, jenis beras pulen karena lebih mudah dipasarkan untuk konsumsi rumah tangga, tahan hama dan penyakit, harga jual gabah Rp 650.000/kuintal, kemasan benih dengan ukuran 10 kg, dan pembelian benih di kios saprotan

    Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Pada Pasar Moderen Studi Kasus Di ”Foodmart Ambon” Kota Ambon

    Get PDF
    Sayuran merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai komersial cukup tinggi, sayuran saat ini telah mampu memasok kebutuhan konsumen dalam negeri melalui pasar tradisional dan pasar modern. perilaku konsumen sangat membantu dalam mengetahui hal-hal yang diinginkan oleh konsumennya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli sayuran pada pasar moderen Foodmart Ambon dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen sayuran pada pasar moderen Foodmart Ambon. Data diperoleh dari 100 responden dengan menggunakan metode accidental sampling (secara kebetulan). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keputusan pembelian melewati beberapa tahapan, yaitu tahapan pengenalan kebutuhan produk yang didominasi oleh sayuran merupakan produk yang penting dikonsumsi yaitu 73%,  pencarian informasi melalui saudara/keluarga yang banyak mendominasi (43%). Evaluasi alternatif  yaitu kualitas produk sebesar 45%. Keputusan pembelian secara terencana 62% dan Perilaku pasca pembelian konsumen merasa puas 57%

    PERSEPSI PETANI PADI SAWAH TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KELOMPOK TANI SEKAR ABADI DESA PENDEM KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU

    No full text
    Sektor pertanian adalah satu-satunya sektor yang mampu menyediakan kebutuhan pangan, yang merupakan kebutuhan paling mendasar. Salah satu pangan strategis bagi penduduk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat adalah padi. Usahatani akan lebih produktif, efektif dan efisien, apabila melibatkan penyuluh pertanian yang berperan sebagai faktor penentu perubahan perilaku petani dalam pengembangan usahatani karena penyuluh langsung membimbing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis persepsi petani padi sawah terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kelompok Tani Sekar Abadi, Desa Pendem Kota Batu. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis SEM (Structural Equation Modeling) yang digunakan untuk melihat hubungan kausalitas antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani di kelompok tani Sekar Abadi Kota Batu berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh. Kinerja penyuluh dikatakan baik karena telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan standar indikator yang telah ditentukan. Semakin baik kinerja seorang penyuluh maka semakin mudah informasi atas kegiatan penyuluhan yang diberikan diserap dan diterima oleh para petani.Sektor pertanian adalah satu-satunya sektor yang mampu menyediakan kebutuhan pangan, yang merupakan kebutuhan paling mendasar. Salah satu pangan strategis bagi penduduk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat adalah padi. Usahatani akan lebih produktif, efektif dan efisien, apabila melibatkan penyuluh pertanian yang berperan sebagai faktor penentu perubahan perilaku petani dalam pengembangan usahatani karena penyuluh langsung membimbing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis persepsi petani padi sawah terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kelompok Tani Sekar Abadi, Desa Pendem Kota Batu. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis SEM (Structural Equation Modeling) yang digunakan untuk melihat hubungan kausalitas antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani di kelompok tani Sekar Abadi Kota Batu berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh. Kinerja penyuluh dikatakan baik karena telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan standar indikator yang telah ditentukan. Semakin baik kinerja seorang penyuluh maka semakin mudah informasi atas kegiatan penyuluhan yang diberikan diserap dan diterima oleh para petani

    184

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL AGRICA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇