JURNAL AGRICA
Not a member yet
    256 research outputs found

    ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI SEMANGKA INUL DI KABUPATEN DEMAK

    Full text link
    The largest watermelon production in Demak District, Demak Regency is in Bango Village, reaching 7.91/ton and a harvest area of 46/ha with a productivity of 17.2 tons/ha per year based on data from BPS in 2022. The purpose of this study is to determine the factors that affect production, return to scale and efficiency of using Inul watermelon farming production factors. The research was conducted in June 2023, using the survey method.    The determination of respondents by purposive sampling was farmers who were active as members of farmer groups and were planting Inul watermelons, as many as 36 farmers.  Primary data collection through interviews using questionnaire guidance. Secondary data comes from BPS and literature literature. The production function uses the Cobb-Douglas production function. Data analysis uses multiple linear regression analysis, scale-up analysis of results and production efficiency analysis. Based on the results of the analysis, production factor factors, namely land area, KNO3 fertilizer and pesticides have a real effect on the 95% confidence level while NPK seeds and fertilizers have a real effect on the 90% confidence level. The sum of elasticity in the Cobb Douglas production function is 0.621 < 1, meaning decreasing returns to scale.    The ratio between the marginal product value (NPM) of production factors and the price of production factors for land area of 4 means that it is not yet efficient. Meanwhile, seed production factors, NPK fertilizers, KNO3 fertilizers and pesticides with NPMXi / HXi values < 1 mean that the allocation of production factors is inefficient.   The use of production factors needs to be increased and the use of seeds, NPK fertilizers and KNO3 fertilizers and pesticides needs to be reduced according to the land area.Produksi semangka terbesar di Kecamatan Demak Kabupaten Demak adalah di Desa Bango mencapai 7.91/Ton dan luas panen 46/ha dengan produktivitas 17,2 Ton/ha per tahun berdasarkan data dari BPS tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  faktor  –  faktor  yang  mempengaruhi  produksi, skala atas hasil (return to scale) dan efisiensi penggunaan faktor- produksi usahatani semangka Inul. Penelitian dilaksanakan bulan Juni 2023 , dengan metode  metode survey.    Penentuan  responden secara purposive sampling yaitu  petani yang  aktif sebagai anggota kelompok tani dan sedang menanam semangka Inul, sebanyak 36 petani.  Pengambilan data primer melalui wawancara menggunakan panduan kuesioner. Data sekunder berasal dari BPS dan literatur pustaka. Analisis data menggunakan fungsi produksi model cobb-Douglas, analisis regresi linier berganda, analisis skala atas hasil dan analisis efisiensi  produksi.   Berdasarkan hasil  analisis,  penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, NPK, KNO3 dan pestisida secara serempak berpengaruh  sangat signifikan (p= 0,0000 < 0,01) terhadap produksi semangka Inul. Penjumlahan elastisitas  pada fungsi produksi cobb Douglas adalah 0,621  < 1, artinya skala kenaikan hasil yang semakin berkurang (decreasing returns to scale).    Rasio antara nilai produk marginal (NPM) faktor produksi dengan harga faktor produksi NPMXi/HXi > 1 untuk luas lahan sebesar 4 artinya belum efisien. Faktor produksi benih sebesar 0,34;  pupuk NPK sebesar 0,39; pupuk KNO3 sebesar - 9,69 dan pestisida sebesar 0,01 sehingga  NPMXi/HXi < 1 artinya pengalokasian faktor produksi tidak efisien.  Kesimpulan penggunaan faktor produksi luas lahan perlu ditambah dan penggunaan benih, pupuk NPK dan pupuk KNO3 serta pestisida perlu dikurangi disesuaikan dengan luas lahan.  Kata kunci : efisiensi; semangka inul; faktor-faktor produksi; dema

    Analisis Transmisi Harga Bawang Merah Di Provinsi Sumatera Utara

    Full text link
    Shallot are vegetables that often experience problems in the off-farm aspect, namely high price fluctuations because shallots are a commodity that can cause inflation. This study aims to analyze the transmission pattern of shallot prices at the producer, wholesaler, and consumer levels and to analyze the factors that influence the formation of shallot price at the consumer level in North Sumatra Province. The data studied is monthly data for 2016-2020, totaling 60 observations. The analytical model used in this research is the Asymmetric Error Correction Model (AECM). The results showed that price transmission between shallot marketing agencies in North Sumatra Province was asymmetric in the short and long term in the relationship between wholesalers-producers and consumers-producers. Asymmetric price transmission in the short term is formed due to adjustment costs in line with price changes that occur. Meanwhile, long-term price transmission occurs as a result of the abuse of market power by buyersBawang merah merupakan sayuran yang sering mengalami permasalahan pada aspek off-farm yaitu fluktuasi harga yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola transmisi harga bawang merah pada tingkat produsen, grosir, dan konsumen dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga bawang merah tingkat konsumen di Provinsi Sumatera Utara. Data yang diteliti adalah data bulanan yang berjumlah 60 pengamatan. Model analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Asymmetric Error Correction Model (AECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transmisi harga antar lembaga pemasaran bawang merah di Provinsi Sumatera Utara bersifat asimetri dalam jangka pendek dan jangka panjang pada hubungan grosir-produsen dan konsumen-produsen. Transmisi harga asimetri dalam jangka pendek terbentuk disebabkan adanya biaya penyesuaian (adjustment cost) seiring dengan pergerakan perubahan harga yang terjadi. Sedangkan transmisi harga jangka panjang terjadi akibat adanya penyalahgunaan kekuatan pasar (market power) yang dilakukan oleh pembeli. Kata Kunci: Asimetri, Bawang Merah, Transmisi Harg

    DAMPAK KERUSAKAN EKOSISTEM MANGORVE TERHADAP KONDISI EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN LANGKAT (Studi Kasus Masyarakat Di Sekitar Kawasan Ekowisata Mangrove Beras Basah): (Studi Kasus Masyarakat Di Sekitar Kawasan Ekowisata Mangrove Beras Basah)

    No full text
    The rampant planting and expansion of oil palm plantations and the construction of charcoal kitchens in Langkat Regency has caused damage to mangroves around the coast, which have the status of protected forest areas. The aim of this research is to examine the impact of mangrove damage and the potential for ecotourism development in an effort to find solutions for conservation efforts and poverty alleviation of fishermen and to study socio-economic obstacles to developing ecotourism so that mangrove damage does not continue. This research is in the form of qualitative and quantitative descriptive. This research was conducted in the Mangrove Ecotourism area in Beras Basah Village, Pangkalan Susu District, Langkat Regency, a sample of 82 residents was used. The analysis technique used in this research is two regression models looking at the influence of the independent variable on the dependent variable, namely the poverty rate and unemployment rate. The results of this research show that mangrove damage, the number of charcoal kitchens and the number of fish catches partially influence the poverty rate and unemployment rate in the Beras Basah Mangrove Ecotourism Area. Ecotourism is the right solution to maintain the mangrove ecosystem while improving the economic level of the Langkat community, especially the Beraswet Village.Maraknya penanaman dan ekspansi perkebunan kelapa sawit dan pembangunan dapur arang di Kabupaten Langkat membuat kerusakan mangrove di sekitar pesisir pantai yang statusnya berada pada kawasan hutan lindung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak kerusakan Bakau dan potensi pengembangan ekowisata dalam upaya mencari jalan keluar bagi usaha konservasi dan pengentasan kemiskinan nelayan dan mempelajari kendala-kendala sosial ekonomi untuk mengembangkan ekowisata agar kerusakan bakau tidak berlanjut, penelitian ini berbentuk diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di kawasan Ekowisata Bakau di Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ekowisata Beras Basah yang berjumlah 2212 jiwa atau 442  rumah tangga (RT), sampel yang digunakan adalah sampel slovin dengan jumlah 82 warga dijadikan sampel.Teknik analasis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regressi berganda model Cobb-Douglas, hasil penelitian ini adalah Kerusakan Mangrove yang ada di Kabupaten Langkat membuat angka kemiskinan dan pengangguran bertambah, Pemahaman masyarakat  yang masih kurang Kelurahan Beras basah terhadap pentingnya konservasi mangrove, Dengan dengan membaiknya kondisi ekosistem mangrove akan meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat, Ekowisata merupakan solusi yang tepat untuk menjaga ekosistem mangrove sekaligus memperbaiki tingkat ekonomi masyarakat Langkat khususnya Kelurahan Beras basah, berdasarkan hasil wawancara dengan Lurah Beras Basah, dan Ketua LSM mereka menyatakan dengan membangun ekowisata maka progaram tersebut akan meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dan sekaligus memperbaiki ekosistem mangrove yang ada di Kabupaten Langkat khususnya di Kelurahan Beras Basa

    ANALISIS EKONOMI LIDAH BUAYA DI TANI ORGANIK MERAPI (TOM) YOGYAKARTA

    Full text link
    The existence of various processed aloe vera products produced from agro-industrial activities in CV. Merapi Organic Farmers D.I Yogyakarta who are able to provide processed products for their raw materials in the form of aloe vera cultivation. This study aims to analyze the feasibility of aloe vera farming, as well as factors that influence the decision of business actors in developing aloe vera agribusiness in Merapi Organic Farming. The analysis methods used include farming feasibility analysis, and multiple liner regression. The research was carried out in May-July 2023, using the survey method. The determination of respondents by purposive sampling is farmers in Merapi Organic Farmers. The results of the research showed that the R/C ratio of aloe vera farming had a value of 2.64 using land owned by CV. Merapi Organic Farmers, so that aloe vera farming activities in CV. Merapi Organic Farmers in Yogyakarta are declared feasible based on the calculation of the R/C ratio.  Factors that affect farmers' decision-making are the variables of monthly money needs, distance variables, experience variables, and age variables. Aloe vera farmers in CV. Merapi Organic Farmers. It is hoped that farmers will obtain their own seeds, this is in order to minimize large expenses for aloe vera seeds.Selama dekade terakhir, lingkungan yang mendukung untuk restrukturisasi dan modernisasi sektor pertanian telah terbentuk di CV. Tani Organik Merapi (TOM) Yogyakarta. Diversifikasi ke tanaman bernilai lebih tinggi dapat menjadi pilihan yang menjanjikan untuk pertanian berukuran kecil dan rata-rata, terutama selama pandemic dan pemulihan ekonomi saat ini. Salah satu tanaman alternatif paling menjanjikan yang baru-baru ini ditanam di CV. Tani Organik Merapi (TOM) adalah tanaman lidah buaya. Keuntungan utama dari tanaman ini adalah dapat memanfaatkan lahan pertanian yang sempit dan, oleh karena itu, dapat memfasilitasi pembangunan pedesaan di daerah marginal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pasca panen lidah buaya di Tani Organik Merapi (TOM) Yogyakarta dan manganalisis nilai tambah dari pengolahan lidah buaya menjadi minuman. Kinerja pemasaran rumput laut dianalisis menggunakan efisiensi pemasaran operasional menggunakan kriteria pendekatan marjin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya, sedangkan nilai tambah dianalisis menggunakan metode Hayami. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 5 saluran pemasaran. Berdasarkan analisis efisiensi pemasaran, diperoleh bahwa saluran 4 merupakan saluran yang relatif efisien dibandingkan dengan saluran lainnya dengan marjin terendah dan farmer’s share tertinggi masing-masing sebesar 28.95% dan 71.05% dan rasio keuntungan terhadap biaya tersebar merata dengan total rasio keuntungan sebesar 5.23. Nilai tambah dari pengolahan rumput laut menjadi tepung karagenan adalah RP 13 979.16/kg. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan mereka. Survei dilakukan di petani lidah buaya pada Tani Organik Merapi (TOM) Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, pola pengambilan keputusan petani salak dalam memilih saluran pemasaran lidah buaya. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengalaman bertani memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani sementara faktor lainnya tidak

    Analisis Pengaruh Penggunaan Sarana Produksi Terhadap Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Mattirotasi Kabupaten Sidenreng Rappang

    Full text link
    Corn is an important necessity for human life and is the second food crop commodity after rice in Indonesia. One of the corn production centers in Indonesia is in Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi Province. Corn production in this area is of concern to the government, because most of the people make their living as corn farmers. However, there are several obstacles in procuring production facilities in corn cultivation, starting from the use of less superior seeds, the procurement of expensive input facilities, the difficulty for farmers to obtain fertilizer. This research aims to analyze the influence of the use of production facilities on corn farming income in Mattirotasi Village, Watang Pulu District. The data analysis used is multiple linear regression analysis with the independent variables consisting of seeds, fertilizers and pesticides while the dependent variable is corn farming income. The results of this research show that the use of corn farmers' production facilities, namely seeds, fertilizers and pesticides in Mattiro Tasi Village, Watang Pulu District, Sidenreng Rappang Regency, has a big influence on increasing or decreasing corn farming income with a regression coefficient R2 value of 80.2% while it is 19.8%. others are influenced by factors other than fertilizer, seeds and pesticides. This shows that if these production facilities are used efficiently, farmers' corn production will increase. The large amount of corn production carried out by farmers will increase the level of farmer income.Corn is an important necessity for human life and is the second food crop commodity after rice in Indonesia. One of the corn production centers in Indonesia is in Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi Province. Corn production in this area is of concern to the government, because most of the people make their living as corn farmers. However, there are several obstacles in procuring production facilities in corn cultivation, starting from the use of less superior seeds, the procurement of expensive input facilities, the difficulty for farmers to obtain fertilizer. This research aims to analyze the influence of the use of production facilities on corn farming income in Mattirotasi Village, Watang Pulu District. The data analysis used is multiple linear regression analysis with the independent variables consisting of seeds, fertilizers and pesticides while the dependent variable is corn farming income. The results of this research show that the use of corn farmers' production facilities, namely seeds, fertilizers and pesticides in Mattiro Tasi Village, Watang Pulu District, Sidenreng Rappang Regency, has a big influence on increasing or decreasing corn farming income with a regression coefficient R2 value of 80.2% while it is 19.8%. others are influenced by factors other than fertilizer, seeds and pesticides. This shows that if these production facilities are used efficiently, farmers' corn production will increase. The large amount of corn production carried out by farmers will increase the level of farmer income

    Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Pengembangan Kewirausahaan dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap Kinerja Koperasi di Kabupaten Simalungun

    Full text link
    Good and professional cooperative management is based on the abilities of each member of the cooperative as well as policies made in meetings and ongoing supervision. The background of this research was conducted to determine the influence of leadership style, entrepreneurial development and good corporate governance on cooperative performance. The method used in this research is a descriptive quantitative research method. The population of this research is KUD cooperatives registered with the Simalungun Regency Cooperative Service, totaling 54 KUDs. The sample used in this research was all cooperatives in Simalungun Regency, totaling 54 people. The sampling method used is total sampling, namely using the entire population as a sample. Data were analyzed using simple regression and multiple regression. The results of this research show that leadership style is in the good category with a percentage of 100%, then entrepreneurship development is in the good category with a percentage of 12%, then good corporate governance is in the good category with a percentage of 19% and cooperative performance is in the quite good category. with a percentage of 53%. The results of the multiple regression test that has been carried out show that there is no positive and significant influence between leadership style, entrepreneurial development and good corporate governance on the performance of cooperatives in Simalungun Regency.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kinerja koperasi di Kabupaten Simalungun. Gaya kepemimpinan, pengembangan kewirausahaan dan good corporate governance merupakan faktor yang diduga mempengaruhi kinerja koperasi. Penelitian ini menggunakan metode  kausal. penelitian asosiatif kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini variabel yang diteliti meliputi variabel bebas/prediktor (X1) yaitu gaya kepemimpinan, (X2) good corporate governance dan, (X3) perkembangan kewirausahaan sedangkan variabel terikat/kriterium (Y) yaitu kinerja koperasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pemimpin koperasi yang ada di Kabupaten Simalungun. Sampel dari penelitian ini sebanyak 42 KUD. Data dianalisis dengan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berada pada kategori baik dengan presentase sebesar 100% kemudian pengembangan kewirausahaan berada pada kategori baik dengan presentase sebesar 12% lalu good corporate governance berada pada kategori baik dengan presentase sebesar 19% dan Kinerja koperasi berasa pada kategori cukup baik dengan presentase sebesar 53%. Hasil uji regresi ganda yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan, pengembangan kewirausahaan dan good corporate governance terhadap kinerja koperasi di Kabupaten Simalungun. &nbsp

    Efektivitas Kemitraan Petani Kopi dengan Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah Al-Hasany Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

    Full text link
    Effectiveness is a measure that describes the extent to which goals are achieved. The effectiveness of partnerships between parties is highly dependent on the level of trust, agreement and respect for the rights and obligations of the parties during the partnership process. This study aims to identify the implementation of partnership patterns, the effectiveness of partnership patterns, and what factors influence the effectiveness of partnerships. The study was conducted at the Ihya'us Sunnah Al-Hasany Islamic Boarding School with the number of respondents taken through the purposive sampling method of 34 samples. The research method uses quantitative and qualitative description analysis, then uses the score conversion formula and the ISM (Interpretive structural modeling) method. The results of the study are that the partnership patterns applied by coffee farmers with the Ihya'us Sunnah Al-Hasany Islamic Boarding School are general trade partnership patterns and Agribusiness Operational Cooperation (KOA) partnership patterns, Partnership effectiveness based on partnership performance, coffee farmer participation, and coffee farming is very effective, while the effectiveness of the partnership based on mentoring from the Ihya'us Sunnah Al-Hasany Islamic Boarding School is effective. The obstacles faced in the partnership between coffee farmers and the Ihya'us Sunnah Al-Hasany Islamic Boarding School with the criteria of structured obstacles, namely middlemen as the main priority.Efektivitas merupakan suatu ukuran yang menggambarkan sejauh mana tujuan tercapai. Efektivitas kemitraan antar para pihak sangat bergantung pada tingkat kepercayaan, kesepakatan serta penghormatan terhadap hak dan kewajiban para pihak selama proses bermitra. Penelitian ini bermaksud guna mengidentifikasi pelaksanaan pola kemitraan, menganalisis efektivitas pola kemitraan, dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas kemitraan. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah Al-Hasany. Jumlah responden yang diambil melalui metode purposive sampling adalah 34. Metode penelitian menggunakan analisis gambaran kuantitatif dan kualitatif, lalu menggunakan rumus konversi skor ke nilai pada skala lima dan metode ISM (Interpretive structural modelling). Hasil penelitian yaitu 1) pola kemitraan yang diterapkan petani kopi dengan Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah Al-Hasany adalah pola kemitraan dagang umum dan pola kemitraan Kerjasma Operasional Agribisnis (KOA). 2) Efektivitas kemitraan petani kopi dengan Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah Al-Hasany berdasarkan kinerja kemitraan bernilai sangat efektif. Efektivitas kemitraan berdasarkan pendampingan Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah Al-Hasany bernilai efektif. Efektivitas kemitraan berdasarkan partisipasi petani kopi bernilai sangat efektif. Dan efektivitas kemitraan usahatani kopi bernilai sangat efektif. 3) Kendala-kendala yang dihadapi dalam kemitraan petani kopi dengan Pondok Pesantren Ihya’us Sunnah Al-Hasany dengan kriteria kendala terstruktur yaitu tengkulak sebagai prioritas utama

    Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Petani Kedelai di Desa Nglebur, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan

    Full text link
    The welfare of farmers can be known through the amount of Farmer Exchange Value obtained. This research was conducted with the aim of analyzing the average exchange rate for soybean farmers and the factors that influence it in Nglebur Village, Kedungpring District, Lamongan Regency. The research location was selected purposively using secondary data and primary data from 76 farmer respondents.   The data analysis used is Farmer Exchange Rate Analysis and Multiple Linear Regression Analysis. This analysis shows that the average exchange rate for soybean farmers in Nglebur Village is 118%, meaning that soybean farmers are quite prosperous. The results of the analysis show that the factors that have a significant influence on the Farmer's Exchange Rate are Land Area, Production Costs, Selling Prices, Production Amount, Food Expenditures and Non-Food Expenditures. Meanwhile, farmer age, farmer education and number of family dependents do not have a significant effect on the exchange rate for soybean farmers in Nglebur Village.Kesejahteraan petani dapat diketahui melalui besarnya perolehan Nilai Tukar Petani. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis rata-rata Nilai Tukar Petani Kedelai beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Nglebur Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan. Lokasi Penelitian dipilih secara purposif dan data penelitian yang digunakan merupakan datasekunder dan data primer dari 76 responden petani. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Nilai Tukar Petani dan Analisis Regresi Linier Berganda. Pada Analisis tersebut menunjukkan bahwa Rata-rata nilai tukar petani kedelai di Desa Nglebur sebesar 118% artinya petani kedelai cukup sejahtera. Berdasarkan Uji F semua variabel berpengaruh signifikan terhadap Nilai Tukar Petani. Untuk hasil analisis Uji T menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan ternadap Nilai Tukar Petani adalah Luas Lahan, Biaya Produksi, Harga Jual, Jumlah Produksi, Pengeluaran Pangan dan Pengeluaran Non Pangan. Sedangkan Usia petani, Pendidikan petani dan Jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Tukar Petani Kedelai di Desa Nglebur

    Analisis Tantangan dan Strategi Ketahanan Pangan di Indonesia

    No full text
    The issues of rapid population growth, rapid urbanization, and the impact of the Covid-19 pandemic on the agricultural sector present significant challenges to food security and resilience in Indonesia. Focusing on food sovereignty, security, and resilience, this study reveals the complex problems faced by Indonesia. The results indicate that Indonesia is still struggling to ensure adequate food availability, adapt to climate change, and reduce hunger and malnutrition, especially among children. Despite progress in the category of food affordability, further efforts are needed in food technology research and development, as well as a strong political commitment to overcome existing regulatory challenges. Several strategies for achieving sustainable food security are proposed in this paper, including enhancing food biodiversity, supply chain management, increasing domestic food production, and improving farmers' incomes. However, obstacles remain in the market structure dominated by a small number of traders, which can affect food prices and accessibility for the community. Other challenges include increasing efficiency in food distribution, protecting natural resources, and sustainable approaches to land use in agriculture. By understanding the core challenges and opportunities for sustainability improvement, this study is expected to make a positive contribution to efforts to enhance food security and resilience in Indonesia, ensuring community welfare and inclusive and sustainable economic growth.Isu pertumbuhan populasi yang cepat, urbanisasi yang pesat, dan dampak pandemi Covid-19 pada sektor pertanian merupakan tantangan keamanan dan ketahanan pangan di Indonesia. Dengan fokus pada kedaulatan, keamanan, dan ketahanan pangan, penelitian ini mengungkap masalah kompleks yang dihadapi Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa Indonesia masih berjuang untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta pengurangan tingkat kelaparan dan malnutrisi, khususnya pada anak-anak. Meski terdapat kemajuan dalam kategori keterjangkauan pangan, diperlukan upaya lebih lanjut dalam penelitian dan pengembangan teknologi pangan, serta komitmen politik yang kuat untuk mengatasi tantangan regulatif yang ada. Beberapa strategi untuk mencapai keamanan pangan yang berkelanjutan telah diusulkan dalam tulisan ini, termasuk peningkatan biodiversitas pangan, pengelolaan rantai pasok, peningkatan produksi pangan dalam negeri, dan peningkatan pendapatan petani. Namun, masih terdapat hambatan dalam struktur pasar yang didominasi oleh sejumlah kecil pedagang, yang dapat mempengaruhi harga dan aksesibilitas pangan bagi masyarakat. Tantangan lainnya meliputi peningkatan efisiensi dalam distribusi pangan, perlindungan terhadap sumber daya alam, serta pendekatan yang berkelanjutan dalam penggunaan lahan pertanian. Dengan memahami tantangan inti dan peluang untuk peningkatan keberlanjutan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketahanan pangan di Indonesia untuk memastikan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan

    Analisis Distribusi Pendapatan Dan Tingkat Kemiskinan Nelayan Di Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga Sumatera Utara

    Full text link
    Fishermen are a group of people whose lives depend directly on sea products. Most of them are dominated by the profession of fishermen and are still in poverty. The poverty of fishermen as measured by the lack of wages income for the distribution of clothing, food and boards in the family's responsibility. This study aims to analyze the income distribution of fishermen, the poverty level of fishermen and analyze the factors that influence fishermen's expenditure in Sibolga Selatan District. The research method uses an analysis of the inequality indicator Gini coefficient (Gini Ratio) adjusted to the Lorenz Curve and World Bank criteria, BPS poverty line criteria (2020), Multiple Linear Regression Analysis. The results of the research show that the level of inequality in the distribution of fishermen's income according to the Gini coefficient value indicator is in the low category, while according to World Bank indicators it is in the low inequality category, namely 69 fishermen in the lower middle category and 5 fishermen in the low income category. Apart from that, according to the BPS poverty line criteria (2020), the proportion of poor fishermen is 3 fishermen. The results of this research also show that fishermen's expenses are influenced by the income and number of fishermen's dependents.Nelayan adalah sekelompok masyarakat yang hidupnya bergantung langsung pada hasil laut. Sebagian besar didomiinasi berprofesii sebagai nelayan hingga kiini masih berada dalam kemiiskinan. Kemiskinan nelayan yang diukur dari kurangnya hasil upah pendapatan untuk pendistribuan sandang, pangan dan papan dalam tanggungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi pendapatan nelayan, tingkat kemiskinan nelayan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran nelayan  di Kecamatan Sibolga Selatan. Metode penelitian menggunakan analisis indikator ketimpangan Koefisien gini (Gini Ratio) disesuaikan dengan Kurva Lorenz dan kriteria Bank Dunia, kriteria garis kemiskinan BPS (2020), Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan distribusi pendapatan nelayan menurut indikator nilai koefisien Gini berada dalam kategori rendah, menurut indikator Bank Dunia berada dalam kategori ketimpangan rendah, menurut kriteria garis kemiskinan BPS (2020) proporsi nelayan miskin sebanyak 3 nelayan menurut kriteria World Bank sebanyak 69 nelayan berada pada kategori menengah ke bawah dan 5 nelayan berpendapatan rendah, pengeluaran nelayan dipengaruhi oleh pendapatan dan jumlah tangggungan

    184

    full texts

    256

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL AGRICA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇