JURNAL AGRICA
Not a member yet
256 research outputs found
Sort by
Kajian Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Terhadap Kebutuhan Bertanam Padi Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Deli Serdang
ABSTRACTPaddy is a food ingredient that produces rice which is the staple food lndonesian population that are not easily replaced by other feed ingredients. Rice is a social commodity therefore changes in rice would be so easy mepengaruhi other social and economic life. Therefore the government's attention to rice supply be a program priorities. The research objectives are: 1). to assess the availability of subsidized fertilizer to rice cultivation needs in order to achieve food security at Deli Serdang Regency, 2) to assess the fertilizer subsidy will increase the rice productivity at Deli Serdang Regency, 3) to assess the fertilizer subsidy will increase rice production in Deli Serdang Regency .The results of this study shows that : 1) the provision of fertilizer subsidies for Deli Serdang Regency is very supportive of the needs of rice cultivation in order to achieve food security at Deli Serdang Regency, 2) the fertilizer subsidy for the Deli Serdang Regency had been increased the land productivity per hectare, 3) the fertilizer subsidy for the Deli Serdang Regency had been increased the rice production at Deli Serdang Regency. The availability of subsidized fertilizer to food security will increase the productivity of land and increase the production of rice based on the SWOT analysis, then the realization of food security in Deli Serdang Regency. Keywords: availability of fertilizer subsidies, food security, SWO
PERANAN KOMODITI JAGUNG (zea mays L) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN WILAYAH KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA
Meningkatnya permintaan pasar internasional terhadap jagung untuk bahan baku pembuatan biofuel untuk memenuhi kebutuhan lokal akan pakan ternak dan mendukung ketahanan pangan memungkinkan pengembangan komoditi jagung di kabupaten Karo lebih meningkatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan komoditi jagung dalam peningkatan penerimaan wilayah kabupaten Karo, besar penerimaan wilayah kabupaten Karo dari komoditas jagung dan apakah komoditi jagung dapat dijadikan sebagai komoditas basis. Penerimaan wilayah dari komoditi jagung diamati dalam kurun waktu 2001-2005. Untuk mengetahui komoditas jagung dapat dijadikan sebagai komoditas basis dibandingkan antara penerimaan wilayah dari komoditas jagung dengan pendapatan wilayah (PDRB) sedangkan angka pengganda pendapatan diketahui dari perbandingan penerimaan non basis dan pendapatan wilayah (PDRB). Dari hasil penelitian diperoleh diketahui pengembangan komoditi jagung di kabupaten Karo memberikan kontribusi terhadap paningkatan pendapatan wilayah sebesar 6,l 4%. Pengusahaan komoditi jagung merupakan sektor basis dan angka pengganda pendapatan berpengaruh terhadap penerimaan wilayah.Kata Kunci : Pengembangan, Jagung, Penerimaan Wilayah, Sektor Basis
TANTANGAN BAGI USAHAWAN WANITA DALAM INDUSTRI MAKANAN HALAL DI MALAYSIA
Keterlibatan wanita dalam dunia industri makanan halal bukanlah merupakan topik yang baru terutama di negara sedang membangun. Trend yang terlihat adalah keterlibatan ini semakin meningkat dengan berjalannya waktu. Bahkan para pembuat kebijakan, menyadari trend tersebut, telah menggunakan bidang usaha ini sebagai metode untuk membantu golongan miskin, termasuk ibu tunggal. Sejalan dengan terjadinya trend keterlibatan ushawan wanita dalam industri makanan halal, trend globalisasi dan liberalisasi perdagangan juga mempengaruhi industri ini. Pesatnya arus globalisasi memberikan pengaruh juga terhadap usahawan wanita. Walaupun di satu sisi globalisasi membuka banyak peluang perdagangan di pasaran global, namun juga menuntut kemampuan bersaing yang tinggi. Makalah ini mencoba menganalisis sejauh mana kemampuan usahawan wanita dalam mengelola usaha mereka untuk memenuhi tuntutan globalisasi. Makalah ini juga menguraikan hambatan-hambatan yang terpaksa dihadapi oleh wanita dalam usaha mereka untuk merebut peluang peluasan pasar yang ada, menghadapi persaingan denga usahawan lelaki maupun usahawan dari luar negeri. Penelitian dilakukan dengan metode Studi Kasus Wanita dalam Industri Makanan Halal yang dilakukan terhadap 96 orang pengusaha wanita. Data-data diperoleh dengan mengajukan pertanyaan melalui kuisioner kepada responden da selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Penelitian mendapati kebanyakan pengusaha makanan halal belum dapat mengisi sepenuhnya tuntutan-tuntutan yang diperlukan untuk berniaga dalam pasaran global. Pengusaha wanita mempunyai sikap dan persepsi yang positif, responden juga mempunyai kefahaman yang luas mengenai konsep globalisasi, AFTA dan e-dagang.Kata Kunci : wanita, industri makanan, halal, globalisas
Analisis Pemasaran Kelapa di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara
Tanjung Tiram District is the central areas and the potential for development of coconut commodities because of the natural conditions. The purpose of the study was to determine the coconut marketing channel system, to know the marketing margin on each marketing channel and to determine the level of coconut marketing efficiency. This research is quantitative descriptive by survey method. The research instruments used the interviews and questionnaires. The respondents in the sample used by 80 coconut farmers at Tanjung Tiram District of Batubara Regency. The result of study shows that the most small marketing margin at channel 3 (coconut farmer - retailer - consumer) of Rp. 700/piece of coconut, while the most of marketing margin at channel 2 (coconut farmer - wholesaler - consumer) and channel 5 (coconut farmer - trader - merchants of the city - town factory or retailer - consumer). The conclusion of this study is there are 5 types of coconut marketing channels at Tanjung Tiram District. In terms of the coconut marketing margin that channel 3 most efficient compared  to channel 1, 2, 4 and 5. The farmers choose the channel 1, channel 2, channel 4 and channel 5 even buy coconut at a price lower than the channels 3 because of the four marketing channels to absorb any coconut production whenever farmers at harvest time. Keyword : coconut, traders, marketing Â
ANALISIS PEMASARAN KOPI DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN PROVINSI SUMATERA UTARA
This study aims to determine the types of marketing channels, marketing functions in each channel marketing, marketing costs, share margins and price spread on each channel as well as the level of efficiency in the coffee marketing District Humbang Hasundutan. This study was carried on in the district as one of Humbang Hasundutan coffee production center in North Sumatra. The set of ten districts in three districts namely purporsif Lintong Nihuta districts, and a bun Dolok Sanggul, Paranginan as coffee producing districts in the District Humbang Hasundutan. This study uses field observation questionnaire and interviews, from three districts defined population of 93 coffee farmers randomly selected, 63 village traders, merchants 15 district level, district 6 merchants and traders 5 provinces (exporters). The model used data analysis is descriptive and quantitative analysis. The results showed that there are four (4) copies of marketing channels District Humbang Hasundutan, Channel Marketing I : Farmers - Traders Village - District of Traders - Traders District - Traders Province/exporters, Channel Marketing II : Farmers - District of Traders - Traders district - Traders Province/ exporters, Marketing Channels III : Farmers - Merchant District - Traders Province/exporters, Marketing Channels IV : Farmers - Merchants Province/ exporters. Each institution plays the marketing of at least 4 functions, from the existing 4 channel 3 channel turns out to have a good level of efficiency compared to most other 3 channels because of the small value of marketing efficiency. Keywords :  Coffee Marketing, Channel Marketing, Marketing Costs, Marketing Margins, Price Spread and Marketing Efficiency
PERANAN DAN PENGARUH INDUSTRI TIKAR RAKYAT TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat profil pengrajin anyaman tikar, mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap produksi dan mengetahui pengaruh lama usaha, tingkat pendidikan, status kepemilikan modal terhadap pendapatan pengrajin serta mengetahui pengaruh dan peran industri anyaman tikar terhadap pengembangan wilayah pantai cermin. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus berupa kuisioner dan wawancara dengan pengrajin dengan jumlah sampel sebanyak 10 °o dari populasi pengrajin anyaman tikar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil industri tikar rakyat sangat beragam yang dapat mempengaruhi perkembangan industri tikar rakyat. Dari hasil analisis linier berganda, modal berpengaruh signifikan terhadap produksi, namun tenaga kerja tidak berpengaruh nyata. Analisis korelasi chi-square lama usaha dan tingkat pendidikan dengan pendapatan menunjukkan tidak adanya korelasi, namun modal dengan pendapatan terdapat korelasi yang signifikan. Analisis rank-Spearman menyatakan hubungan lama usaha dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadapa pendapatan, namun modal perpengaruh positif terhadap pendapatan walaupun hubungannya lemah. Peran dan pengaruh industri anyaman tikar terhadap pengembangan wilayah dapat dilihat dari faktor bahan baku yang berasal dari dalam daerah. Selain itu, peningkatan pendapatan masyarakat mengindikasikan bahwa wilayah Kecamatan Pantai Cermin dapat dikatakan sudahberkembang. Kata Kunci : industri tikar rakyat, pengembangan wilaya
ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN DI SUMATERA UTARA
Sumatera Utara secara umum tetap memprioritaskan dan menjadikan sektor pertanian sebagai sektor unggulan dalam perekonomian wilayahnya. Sektor pertanian masih memberikan kontribusi (share) yang relatif tinggi terhadap PDRB. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keterkaitan ke depan dan ke belakang sektor pertanian dengan sektor ekonomi lainnya, dan menentukan sektor dalam pertanian yang termasuk dalam sektor kunci pada perekonomian Sumatera Utara. Data dalam penelitian ini adalah data Input-Output Provinsi Sumatera Utara Tahun 2007 Atas Dasar Harga Produsen yang di Updating dengan Metode RAS dari data Input-Output Provinsi Sumatera Utara Tahun 2003. Data diolah dan diperoleh dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara. Data dianalisis dengan menggunakan analisis indeks daya penyebaran dan indeks derajat kepekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor unggas dan peternakan lainnya merupakan salah satu sektor yang 'memiliki nilai indeks daya penyebaran terbesar diantara sektor lainnya. Disisi lain, sektor tanaman coklat, karet, dan kelapa sawit merupakan salah satu sektor yang memiliki nilai indeks derajat kepekaan terbesar diantara sektor lainnya dalam pertanian Seluruh sektor yang terdapat dalam sektor pertanian tidak termasuk ke dalam sektor kunci (sektor dengan prioritas I) melainkan masuk dalam prioritas II yakni sektor tanaman coklat, karet dan kelapa sawit. Kata Kunci : Input-Output, keterkaitan antar sektor Â
TANALISIS TINGKAT OPTIMASI FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM)
 Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi bagaimana tingkat optimasi penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, modal, sarana produksi (bibit, pupuk, obat-obatan) usahatani kentang di daerah penelitian, mengetahui pendapatan petani kentang di daerah penelitian, serta mengetahui kelayakan usahatani kentang di daerah penelitian. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara “purposive†yaitu Nagori Purbatua Baru, Kecamatan Pematang Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Dasar pemilihan daerah penelitian ini adalah berdasarkan potensi wilayah sebagai sentra produksi kentang. Disamping itu kentang merupakan sumber mata pencaharian di daerah penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 32 responden. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani kentang luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk Urea, pupukTSP, pupuk KCl, pupukNPK, pestisida Victori, pestisida Wendri, pestisida Curacron, pestisida Confidor, peralatan pompa dan ember melebihi optimal, sehingga perlu dilakukan penggunaan luas lahan milik sendiri, pengurangan tenaga kerja, pengurangan pupuk dan pestisida, serta pengurangan penggunaan peralatan pompa dan ember, sehingga biaya produksi dapat dikurangi. Sedangkan peralatan goni belum optimal. Besarnya pendapatan usahatani wortel sebesar Rp. 22.558.310.83pertani atau Rp. 37.421.483,78 perhektar permusim tanam. Nilai OIR usahatani kentang di daerah penelitian adalah sebesar 2,76, hal ini menunjukkan bahwa usahatani kentang tersebut layak. Kata kunci : Faktor Produksi, Optimasi, Pendapatan, OI
ANALISIS PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE DAN PERAN STAKEHOLDERS DI KABUPATEN INDRAMAYU
Increasing aquaculture is not accompanied by the sustainability of mangrove forests which are ecosystems along the coast of Indramayu. This research aims to estimate the extent of existing mangrove forest, to identify of mangrove forest utilization, to analyze the interests and influence of stakeholders involved in the management and utilization of mangrove forest in Indramayu Regency. The methods used are desk study, observation, and interview. Primary data were obtained from interviews with semi-structured interviews. The data were analyzed using stakeholders analysis methods. The primary data also obtined is Landsat 8 OLI image data recorded in June 2017. Secondary data is obtained from OPD in several maps type, regulation documents and main task of OPD. Spatial analysis compares the existing land cover with forest area maps and Spatial Plan. The result of the research shows that the area of mangrove vegetation cover is 2,228,79 Ha. There are 27 stakeholders involved in mangrove forest management in Indramayu Regency. The results of stakeholder mapping indicate that there are six stakeholders in the quadrant subject (high interest, low influence), eight stakeholders in the key player quadrant (high interest, high influence), eleven in the crowd quadrant (low interest, low influence), and one stakeholder in the quadrant context setters (low interest, high influence).Keyword: interest, mangrove, utilization, influence, stakeholder
Strategi Pembudidayaan Melinjo Sebagai Penghijauan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Kabupaten Batubara
three highest priority The strategy in plant breeding strategies of melinjo as reforestation and increasing incomes at Batubara District that can be taken are : (1) the greening implement with melinjo plants; (2) improve the greening funds through the participation of private sector and non-governmental; (3) the increase of motivation and participation.The income directly influence the level of public life itself, and is often associated with life prevailing in society. The revenue shows that a person's level of ability their needs.The result of studies shows that the primary income of farmer sample average Rp. 2.276.371,-/month, and additional income from the melinjo cultivation the lowest is Rp. 96.000,-/month by the number of trees as much as 2 trees, and the highest income is Rp. 2.082.167,-/month with 31 trees. The income average of Rp. 47.447,-/trees/month. The green space (greening) at the Batubara District until the year 2009 are 14.174 ha or 15% of the area of Batubara District. The greening at Batubara District still use shade unproductive trees, therefore the need to use the productive tree in this case is still very large like melinjo trees at Batubara District and also an opportunity to utilize the productions of the tree to add melinjo income apart from the benefits of greening itself. Keywords : Melinjo, motivation, greening.Â