8320 research outputs found
Sort by
TA : Rancang Bangun Aplikasi Penjualan pada UMKM Dea Berbasis Website
UMKM Dea merupakan UMKM yang berfokus pada bidang menjual pakaian, meskipun telah berhasil beroperasi, UMKM Dea masih menghadapi beberapa
permasalahan dalam proses penjualan konvensionalnya. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi lambatnya proses penjualan, kesulitan dalam pengecekan stok
barang, dan keterlambatan dalam pembuatan laporan penjualan. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan aplikasi yang dapat mempercepat dan mempermudah
proses-proses tersebut. Diharapkan aplikasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi potensi kesalahan, memberikan pengalaman lebih baik kepada pelanggan, dan secara keseluruhan meningkatkan manajemen operasional UMKM Dea. Permasalah tersebut peneliti bertujuan untuk merancang bangun aplikasi penjualan untuk mempermudahkan kegiatan penjualan, pengecekan stok barang, serta pembuatan laporan. Metode pengembangan yang digunakan dalam merancang bangun aplikasi jual menggunakan system development life cycle waterfall. Hasil penelitian dari hasil perbandingan tiga kegiatan dan hasil dari kepuasan penggunaan aplikasi untuk UMKM Dea, yaitu penjualan, pengecekan persediaan stok, dan pembuatan laporan, menunjukkan hasil yang positif, terutama pada kegiatan pengecekan persediaan stok dan pembuatan laporan. Meskipun pada kegiatan penjualan perubahan tidak begitu signifikan, dapat disimpulkan bahwa rancang bangun aplikasi penjualan pada UMKM Dea mampu mempermudah dan mempercepat proses kegiatan tersebut. Selain itu, aplikasi yang diuji menggunakan
blackbox-testing juga berjalan dengan baik
TA : Pengaruh Financial Knowledge, Financial Attitude, dan Income Terhadap Financial Behavior Melalui Locus of Control sebagai Variabel Intervening
Pengetahuan merupakan sebagai jendela utama menuju kehidupan seseorang, memungkinkan seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup. Keberagaman pengetahuan, terutama dalam konteks keuangan, menjadi kunci penting di setiap aspek kehidupan manusia. Financial knowledge menjadi fondasi utama bagi individu dalam mengelola aspek keuangan seseorang. Namun, faktanya literasi keuangan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Tingginya tingkat inklusi keuangan namun rendahnya literasi keuangan menunjukkan risiko potensial yang tinggi. Meskipun masyarakat memiliki akses keuangan, kurangnya pemahaman terhadap produk jasa keuangan dapat mengarah pada financial attitude yang kurang baik. Perilaku konsumtif, tercermin dalam pola hidup masyarakat yang cenderung membeli berdasarkan insting atau kurangnya pemahaman, menjadi bagian budaya dan dapat mengakibatkan masalah sosial.
Penelitian ini bertujuan menguji hubungan sebab akibat yang mempengaruhi financial knowledge, financial attitude, dan income terhadap financial behavior melalui locus of control sebagai variabel intervening pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 240 responden mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Manajemen pada kampus swasta yang ada di Surabaya. Penelitian ini diuji dengan menggunakan SmartPLS 4 versi student dengan analisis Partial Least Square Strucutral Equation Modeling (PLS-SEM).
Hasil temuan pada penelitian ini, variabel financial knowledge dan financial attitude berpengaruh signifikan terhadap financial behavior dan locus of control. Income tidak berpengaruh terhadap financial behavior dan berpengaruh terhadap locus of control. Locus of control berpengaruh secarea langsung dan berpengaruh dalam memediasi hubungan financial knowledge dengan financial behavior. Locus of control berpengaruh dalam memediasi hubungan financial attitude dan financial behavior. Locus of control berpengaruh dalam memediasi hubungan income dan financial behavior
TA : Perancangan Strategi Digital Marketing pada Start Up Dlexicon dengan menggunakan Metode Sostac untuk Meningkatkan Zero Moment of Truth (ZMoT)
dLexicon merupakan startup yang menyajikan solusi terjemahan online berbasis teknologi, dengan memanfaatkan Instagram dan Facebook sebagai platform utama untuk berpromosi. Namun dalam perjalanannya, startup dLexicon menghadapi tantangan dalam strategi digital marketing, terutama terkait jadwal konten, perhatian terhadap jangkauan yang minim, dan jumlah followers yang terbatas, menyebabkan cakupan jangkauannya terbatas. Penelitian ini menerapkan strategi digital marketing menggunakan kerangka kerja SOSTAC untuk meningkatkan jangkauan dan kinerja social media, dengan fokus pada pencapaian Zero Moment of Truth (ZMoT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kerangka kerja SOSTAC memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah followers, tingkat interaksi, dan jangkauan postingan, terutama di kalangan mahasiswa dan dosen. Analisis data sebelum dan setelah implementasi SOSTAC memberikan pemahaman tentang dampak strategi ini pada pencapaian Zero Moment of Truth (ZMoT). Analisis tersebut mengungkap tren positif (peningkatan) dan negatif (penurunan) dalam mencapai Zero Moment of Truth (ZMoT) serta efektivitas penerapan SOSTAC pada kinerja campaign social media. Selain itu, startup dLexicon berhasil mengatasi tantangan jumlah followers dan jangkauan di social media, dengan peningkatan followers di Instagram dan Facebook masing-masing sebanyak 382 dan 117. Jangkauan di Instagram melonjak drastis dari 139 menjadi 148,143, sementara di Facebook dari 26 menjadi 15,510, menunjukkan keefektifan strategi ini. Meskipun tidak ada data awal dari TikTok karena merupakan platform pemasaran baru, target tercapai dengan peningkatan sebesar 2.62%. Peningkatan kesadaran merek melalui Google Trends juga mencapai 903 pencarian, menandakan kesuksesan implementasi SOSTAC dalam meningkatkan kinerja media sosial dan kesadaran merek perusahaan
TA : Perancangan UI/UX Website Pemasaran Ikan di Kampung Nelayan Gisik Cemandi Menggunakan Metode User Centered Design
Kampung Nelayan Gisik Cemandi merupakan salah satu desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan penjual ikan, yang berada di Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Selama ini, penduduk pesisir banyak menggantungkan hidup dengan mencari ikan di laut dan dari hasil budidaya ikan air payau. Berdasarkan Data Kementrian Kelautan dan Perikanan Sidoarjo jumlah nelayan di Sidoarjo sebanyak 1.008 nelayan tangkap, sebanyak 3.572 nelayan pembudidaya dan petani garam sebanyak 50 orang. Pemasaran ikan dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan dengan menyusun ikan di pasar dan menunggu pelanggan datang. Melihat kondisi tersebut permasalahan utama yang dihadapi adalah cakupan wilayah pemasaran ikan yang sangat kecil sehingga masyarakat luar tidak mengetahui hasil dari nelayan Gisik Cemandi. Solusi dari permasalahan pemasaran
adalah dengan mengubah sistem pemasaran saat ini yaitu sistem pemasaran tradisional, menjadi sistem pemasaran modern. Melalui website pemasaran ikan
yang didalamnya meliputi transaksi penjualan dan pembayaran. Perancangan User Interface dilakukan sebagai tahap awal untuk mengetahui bagaimana alur aplikasi website pemasaran ikan akan berjalan. Perancangan dilakukan menggunakan tahapan metode user centered design dan perhitungan hasil kuisioner prototype dilakukan menggunakan system usabillity scale. Analisis kompetitor dilakukan pada 3 website dengan hasil perhitungan BelanjaIkan 73 kategori good, SayurBox 74 kategori good, Sesa.Id 68 kategori ok. Analisis digunakan untuk menentukan karakteristik aplikasi yang akan dibangun. Hasil dari penelitian ini merupakan sebuah rancangan UI/UX website pemasaran ikan berbasis website dengan rata-rata hasil perhitungan kuisioner adalah 74,32 dari 26 responden degan karakteristik 69,2% perempuan dan laki-laki sebanyak 30,8% dengan ratting good yang artinya hasil perancangan desain UI/UX website pemasaran ikan untuk Kampung Nelayan dapat digunakan untuk memperluas wilayah pemasaran. Hasil dari peracangan
UI/UX website akan diserahkan kepada kelompok usaha bersama Sekar Arum
LKP : Pemanfaatan Digital Marketing pada UMKM Misscrip
Power Academy adalah salah satu unit dari perusahaan Power Commerce Asia yang mengikuti program Kampus Merdeka melalui program Studi Independen Bersertifikat. Dengan tujuan membantu UMKM untuk meningkatkan penjualan melalui digital marketing. Pada MSIB Batch 4 ini, Power Academy mengusung tema “Digital Technology Upskilling Collaboraction” dengan merancang strategi pemasaran hingga mengimplementasikannya pada digital marketing seperti media sosial dan e-commerce.
Tim proyek juga melakukan pemasaran produk hingga promosi secara digital marketing melalui e-marketplace, website, Tiktok Shop, dan media sosial seperti Instagram ataupun WhatsApp untuk meningkatkan brand awareness. Program MSIB Digital Marketing Camp 02 merupakan program yang melatih mahasiswa untuk belajar digital marketing dengan 7 spesialisai khusus yakni digital strategist, content creator video, copywriter, advertiser, web developer, customer service dan graphic designer. Tujuan pembelajaran digital marketing ini untuk menarik calon konsumen dengan memanfaatkan pengelolaan teknologi dan media sosial sebagai solusi
LKP : Menjadi Asisten Camera 1 dalam Kegiatan Produksi Video Microlearning KEMENDIKBUD
Asisten Camera 1 adalah merupakan salah satu profesi yang sangat penting dalam industri film dan produksi video. Posisi ini juga dikenal dengan sebutan "Camera Trainee" atau "Camera Intern" dalam beberapa konteks. Sebagai seorang Asisten Camera 1, seseorang biasanya berada di bawah bimbingan seorang Asisten Camera yang lebih berpengalaman atau direktur fotografi (cinematographer).. Tugas dan tanggung jawab Asisten Camera 1 adalah bertanggung jawab melibatkan berbagai aspek yang mendukung kelancaran pengambilan gambar. Seperti mempersiapkan dan mengecek peralatan kamera sebelum serta selama pengambilan gambar, memastikan kelaikan dan fungsionalitasnya. Penanganan kamera dan peralatan pendukung, seperti lensa dan tripod, menjadi fokus utama, sementara transportasi peralatan dari dan ke lokasi syuting juga menjadi tanggung jawab. Dalam hal dokumentasi, CA1 membantu dalam pembuatan catatan teknis, seperti log sheet kamera, mencatat detail setiap klip. Pemeliharaan perangkat keras, pengaturan lampu, dan pemahaman terhadap perangkat lunak kamera juga termasuk dalam tugasnya. Kerja tim dengan anggota kru lainnya, pemahaman terhadap protokol keamanan di lokasi syuting, dan kesempatan untuk belajar dan berkembang profesional adalah unsur penting dalam peran ini. Sebagai langkah awal dalam industri ini, CA1 memainkan peran krusial dalam mendukung produksi film dan video yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan suatu ilmu untuk mempelajari tentang pengambilan gambar menggunakan kamera yang baik untuk menghasilkan sebuah video yang baik dan indah saat dilihat. Oleh karena itu saya melakukan Kerja Praktik di Produksi Film dan Televisi Sehingga dalam penulisan laporan kerja diambillah judul: "Asisten Camera 1 di Pembuatan Video Microlearning Kemendikbud”
LKP : Menjadi Asisten Sutradara dalam Kegiatan Produksi Video Microlearning Kemendikbud
Video microlearning merupakan solusi yang responsif di tengah kesibukan masyarakat dalam kemajuan teknologi. Dengan memiliki aksesibilitas yang mudah, membuat video microlearning menjadi alternatif sarana pembelajaran yang efisien. Dalam proses pembuatan video microlearning melibatkan sejumlah tahap produksi yang terorganisir secara sistematis.
Maka dari itu laporan ini bertujuan pada pembuatan beberapa video microlearning yang melewati beberapa tahapan kompleks. Sebagai Asisten Sutradara, Penulis berfokus untuk membantu menjalankan produksi film secara efisien. Mulai dari Menyusun timeline, scheduling, koordinator antar kepala divisi hingga membantu di ranah pengadeganan dalam set.
Hasil dari Pembuatan Video microlearning adalah penulis mampu mendalami peran dan tugas sebagai Asisten Sutradara sebagai professional sesuai arahan. Penulis juga dapat menerapkan hasil selama perkuliahan di kampus
LKP : Pemanfaatan Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan pada Usaha Wants
Wants adalah sebuah usaha mikro yang bergerak di bidang parfum yang dijual secara offline maupun online dengan menggunakan essential oil. Bisnis ini didirikan dengan tujuan untuk memberikan solusi bagi konsumen yang mencari parfum dengan bahan alami yang aman untuk digunakan di kulit. Selain itu, bisnis ini juga memberikan pilihan parfum dengan aroma yang tahan lama dan dikemas dengan box yang millennial agar tampilan produk semakin menarik.
Usaha Wants mengalami kendala terhadap penjualan yang semakin lama semakin menurun dan masalah yang meliputi susahnya mendapatkan pelanggan baru sehingga Solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut ialah Digital marketing melalui media Instagram dan Shopee. Penggunaan platform tersebut dapat memudahkan pemilik Wants dalam meraih pelanggan baru serta meningkatkan penjualan.
Hasil penerapan digital marketing pada usaha Wants yaitu meningkatnya penjualan pada semua varian produk Wants selama tiga bulan yang awalnya produk Wants terjual tiga puluh satu produk, setelah penerapan digital marketing meningkat menjadi sembilan puluh empat produk. Namun hasil penerapan digital marketing tidak mencapai target yang telah ditentukan meskipun strategi yang telah dibuat telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Kemungkinan target tidak tercapai karena frekuensi unggah konten yang masih belum cukup untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Kedepannya Wants harus menambah frekuensi unggah konten dan juga menambah bentuk pemasaran dengan menggunakan fitur iklan untuk menjangkau pelanggan baru lebih luas lagi
LKP : Editor dalam Kegiatan Produksi Video Microlearning Kemendikbud
Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis peran editor dalam kegiatan produksi video micrlearning Kemendikbud. Micrlearning merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan konten pendek dan terfokus untuk memberikan informasi atau keterampilan kepada peserta didik. Dalam konteks Kemendikbud, video micrlearning digunakan sebagai salah satu media pembelajaran untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap editor yang terlibat dalam kegiatan produksi video micrlearning Kemendikbud. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi peran editor dalam proses produksi video micrlearning.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa editor memiliki peran penting dalam kegiatan produksi video micrlearning. Mereka bertanggung jawab untuk mengedit dan menyusun konten video agar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan standar kualitas yang ditetapkan oleh Kemendikbud. Selain itu, editor juga berperan dalam memilih dan mengatur elemen-elemen visual, audio, dan grafis yang mendukung pesan yang ingin disampaikan dalam video micrlearning. Temuan kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran editor dalam kegiatan produksi video micrlearning Kemendikbud. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Kemendikbud dalam mengoptimalkan peran editor dalam proses produksi video micrlearning, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui media video micrlearning
LKP : Perancangan Desain Konten Media Sosial PT Indomobil Prima Niaga sebagai Media Marketing
Berkembangnya teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial membuat PT Indomobil Prima Niaga memanfaatkan media Instagram untuk meningkatkan kesadaran merk dan penjualan produk. Sehingga dalam hal ini, sangat penting bagi tim digital marketing untuk merancang konten yang bermanfaat dan menarik untuk mencapai target pasar yang lebih luas.
Perancangan konten yang bermanfaat dan menarik untuk media sosial Instagram memerlukan beberapa tahapan penting. Proses dimulai dengan pencarian aset visual yang relevan kemudian diikuti dengan pembuatan artboard untuk mendesain konten. Selanjutnya, dilakukan proses editing konten dengan menyesuaikan citra perusahaan. Proses ini dilanjut dengan screening untuk memastikan kualitas dan diakhiri dengan final editing sebelum akhirnya konten dipublikasi. Langkah-langkah ini difokuskan untuk menghasilkan konten yang meyakinkan, informatif, dan selaras dengan target perusahaan.
Konten Instagram yang efektif berhasil dirancang dengan pemahaman mendalam mengenai kriteria audiens dan mengikuti kebutuhan pasar. Dengan menggunakan metode yang tepat dan senantiasa memastikan kualitas konten, strategi ini terbukti menjadi alat pemasaran yang efektif dalam mencapai tujuan perusahaan