JURNAL KIMIA MULAWARMAN
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
Profil Senyawa Metabolit Sekunder Dalam Minyak Obat Ramuan Tradisional Masyarakat Sandosi Adonara Dan Masyarakat Lamatuka Lembata
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tumbuh-tumbuhan yang digunakan dalam pembuatan minyak obat tradisional masyarakat Sandosi di pulau Adonara dan masyarakat Lamatuka di pulau Lembata serta kandungan senyawa dalam minyak obat tradisional yang digunakan dan manfaat senyawa-senyawa yang terkandung. Metode penelitian yaitu wawancara untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam pembuatan ramuan minyak obat, serta analisis senyawa dalam sampel ramuan minyak obat tradisional menggunakan GC-MS. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa tumbuhan yang digunakan dalam pembuatan ramuan minyak obat tradisional masyarakat Sandosi yakni 3 jenis tumbuhan dan masyarakat Lamatuka 45 jenis tumbuhan. Senyawa dominan dari hasil analisis GC-MS ramuan minyak obat tradisional masyarakat Lamatuka antara lain: senyawa asam laurat, asam miristat, Dilauri, Tridecanal, asam oleat, oleamide, 1,3-dipalmitin, trilaurin, trioctanoin dan corwin. Sedangkan senyawa dominan pada ramuan minyak obat tradisional masyarakat Sandosi Adonara antara lain: senyawa asam laurat, asam palmitat, asam oleat, delta decalactone, oxacyclododecan-2-one, 10-undecenyl chloride, 9-octadecenal, asam tridekanoat, ethyl trans-3-(2-oxo-5-methylcyclohexyl) propionate, delta dodecalactone, trioctanoin, 10-Undecenoic acid, methyl ester dan oleamid
Uji Aktivitas Penghambatan Enzim α-Amilase dan Glukoamilase dari Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.)
Research has been carried out to test the inhibitory activity of α-amylase and glucoamylase enzymes in the ethanolic extract of kirinyuh (Chromolaena odorata L.) leaves. The use of kirinyuh leaf ethanol extract as a diabetes drug in vivo has been carried out, but its mechanism of action have never been researched before, so further research is needed on the specific mechanism of ethanolic extract of kirinyuh leaves in reducing blood sugar levels, especially through inhibition of α-amylase and glucoamylase enzymes in vitro. The purpose of this study was to test the antidiabetic activity of the ethanol extract of kirinyuh leaves in vitro using α-amylase and glucoamylase inhibition methods. This research uses DNS spectrophotometric method. The results showed that kirinyuh leaf ethanol extract proved to have inhibitory activity against α-amylase and glucoamylase enzymes with IC50 values of 3730.15 ± 28.91 ppm or 3730.15 ± 28.91 µg/mL and 2510.78. ± 383.37 ppm or 2510.78 ± 383.37 µg/mL. From the results, it can be concluded that the ethanolic extract of kirinyuh leaves has inhibitory activity against α-amylase and glucoamylase enzymes.
Telah dilakukan penelitian uji aktivitas penghambatan enzim α-amilase dan glukoamilase ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Penggunaan ekstrak etanol daun kirinyuh sebagai obat diabetes secara in vivo telah dilakukan,tetapi belum diketahui mekanisme kerjanya, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai mekanisme spesifik ekstrak etanol daun kirinyuh pada penurunana kadar gula darah terutama melalui aktivitas penghambatan terhadap enzim α-amilase dan glukoamilase secara in-vitro. Tujuan penelitian ini untuk untuk menguji aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun kirinyuh secara in vitro menggunakan metode penghambatan enzim α-amilase dan glukoamilase. Penelitian ini menggunakan metode DNS secara spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan ekstral etanol daun kirinyuh terbukti memiliki aktivitas penghambatan terhadap enzim α-amilase dan glukoamilase dengan nilai IC50 masing-masing, yaitu sebesar 3730,15 ± 28,91 ppm atau 3730,15 ± 28,91 μg/mL dan 2510,78 ± 383,37 ppm atau 2510,78 ± 383,37 μg/mL. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kirinyuh memiliki aktivitas penghambatan terhadap enzim α-amilase dan glukoamilase
Penentuan Vitamin C, pH , Total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan Respon Sensoris pada Soyghurt dari Nanas Madu (Ananas comosus L.)
Soyghurt adalah merupakan salah satu produk fermentasi yang diolah dari susu kedelai dengan menambahkan kultur bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Soyghurt dengan penambahan buah nanas madu dapat meningkatkan nilai fungsionalnya, namun perlu formulasi yang tepat agar didapatkan soyghurt nanas madu dengan nilai fungsional dan sensoris terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima taraf dan diulang tiga kali. Faktor tersebut adalah persentase perbandingan nanas madu dan susu kedelai yaitu (30:70), (40:60), (50:50), (60:40) dan (70:30). Parameter yang diamati adalah kadar vitamin C, pH, total bakteri asam laktat dan sifat sensoris (hedonik dan mutu hedonik). Hasil penelitian menunjuukan bahwa perlakuan nanas madu dan susu (70:30) memiliki kandungan vitamin C 50,75 mg/100 g, pH 4,48, total BAL log 7,57 cfu/g dan disukai oleh panelis pada uji hedonik. Sedangkan pada karakteriktik mutu hedonik pada perlakuan 70:30 memberikan warna kuning, beraroma nanas dan agak beraroma susu kedelai, tekstur kental, dan berasa asam, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan yang lain
Pengaruh Daya Serap Air Terhadap Porositas Dan Densitas Komposit Hdroksipatit Berpori Dan Selulosa Nata De Coco
The material that used to bone replacement is much needed. In the beginning, the material of bone replacement came from human or animal bones, but now, the development of synthetic materials as the bone replacement from natural materials increase very fast. The Aim of this study was synthesizing bone graft composite derived from hydroxyapatite and cellulose of nata de coco (HAP/cellulose nata de coco) which tested porosity, density, and water absorption and we expected the porosity, density, and water of the composite were approaching to human or animal bones. Based on statistical analysis by Kruskal Walis (p <0,05) and AUC showed HAp/cellulose of nata de coco with 25 hours precipitation time having bony-like human porosity and there were correlation between porosity and density with water absorption capacity of HAp / cellulose nata de coco our by linear correlation statistical analysis.
Keywords: Hydroxyapatite, Cellulose nata de coco, Porosity, Density, Water absorptio
Pemanfaatan Berbagai Macam Limbah Menjadi Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Bioetanol merupakan etanol atau senyawa alkohol yang diperoleh melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif, minyak bumi dan energi lain yang berasal dari fosil. Sumber energi tersebut semakin menipis jika tidak ditemukan energi cadangan/alternatif. Untuk mengantisipasi sumber energi nasional yang semakin menipis, maka diperlukan energi terbarukan. Beberapa peneliti menemukan bahwa banyak limbah yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Salah satu untuk menghasilkan bioetanol yang berkualitas sebagai pengganti energi alternatif adalah memiliki kadar bioetanol yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia serta syarat kualitasnya. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui nilai kadar bioetanol dari setiap jenis limbah dengan berbagai macam tahapan yang digunakan. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah penelusuran pustaka melalui database Google, Google Scholar serta Science Direct dengan menggunakan keyword. Jurnal yang telah ditemukan dilakukan screening dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil dari berbagai penelusuran yang dicantumkan dalam artikel ini didapatkan bahwa kadar bioetanol yang terbaik yaitu pada produksi bioetanol dari limbah tepung tapioka melalui penambahan starter dan lama fermentasi. Kadar bioetanol yang dihasilkan sebesar 92% dengan lama fermentasi 7 hari. Bioetanol ini diperoleh melalui proses Sakarifikasi, hidrolisis, Fermentasi, serta distilasi. Setelah melewati hari ke-7 fermentasi
Pembuatan Edible Film Yang Bersifat Antibakteri Dari Glukomanan Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri) Yang Diinkorporasi Dengan Ekstrak Etanol Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine Bulbosa (Mill.) Urb.)
ABSTRAK
Penelitian mengenai pembuatan edible film yang bersifat antibakteri dari glukomanan umbi Porang (Amorphophallus muelleri) yang diinkorporasi dengan ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) untuk mendapatkan formula edible film glukomanan umbi Porang dan ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 telah selesai dilakukan. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai dilakukan dengan metode difusi agar dengan konsentrasi 2, 4, 6, dan 8% menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai dengan konsentrasi 4% memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri masing-masing sebesar 13 mm dan 15,83 mm. Formula edible film yang mengandung glukomanan 6%, gliserol 25%, dan ekstrak etanol umbi Bawang Tiwai 4% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 masing-masing sebesar 14,83 mm dan 16 mm
Antifeedaant Compound From Daruju Leaves (Acanthus Ilicifolius Linn) Against Eggplant Leaves Beetle (Epilachna Sparsa)
Daruju (Acanthus ilicifolius Linn) contain flavonoids, terpenoids, steroids, saponins, alkaloids and tannins that can be used as antifeedant compounds. The purpose of this study is to identify the active compound antifeedant from daruju leaves against the eggplant leaf beetle (Epilachna sparsa). The antifeedant activity test was carried out on the methanol extract, the partitioned fraction and the isolate. This study was began by maceration of daruju leaf powder (1000 g) with methanol that obtained methanol extract of 130.3 g. The methanol extracts were then separated by partitioning that obtained n-hexane, dichloromethane, ethyl acetate and methanol fraction. Antifeedant activity test against eggplant leaf beetle (Epilachna sparsa) showed the dichlormethane fraction at a concentration of 6 ppm had the best activity compared to other fractions with an activity of 90.62%. Separation and purification of the dichloromethane fraction to obtain isolation was carried out by column chromatography. The isolate showed 96.1% antifeedant activity at a concentration of 6 ppm. Based on 1H-NMR spectrum showed isolate is p-Oxy-2-ethylhexyl benzaldehyde
Fermentasi Singkong Karet (Monihot carthagenensis MÜII) menjadi Etanol dengan Pemanfaatan Albumin Dari Ikan Gabus (Channa striata) Sebagai Sumber Nitrogen Bagi Mikroba
Has been cassava rubber fermentation (M. carthagenensisMÜll) as a raw material for making ethanol with the utilization of fishcork albumin (Channastriata) as nitrogen Saccharomyces cerrevisiae with enzymatic hydrolysis result through 2 stages ieliquification using α-amylase and saccharification stage using gluco -amilase. The best reducing sugar content was obtained at 0.1307%. Based on this research, maximum ethanol content was obtained with 0.5% concentration of nutrient at fermentation time for 232 hours, obtained by result of 12,688% at 5.6 mL distillate volume using gas chromatography method
PEMBUATAN SILIKA GEL DARI ABU AMPAS TEBU (Saccharum Officinarum) DAN APLIKASINYA UNTUK ADSORPSI ION Cu (II)
The research of silica gel manufacturing from cane pulp cinders (Saccharum Officinarum) and the application for Cu (II) ion adsorption has been done. The adsorption of Cu (II) ion done by some variaties, such as pH, concentration, and contact time. The result of the research shows the optimum of pH was 8, concentration optimum was 8 ppm, and contact time was 75 minutes. The perecentage of recovery was 90,28%, shows the effectivity of silica gel from cane pulp cinders can be applicated for adsorption Cu (II) ion