Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS
Not a member yet
    115 research outputs found

    Living museum sebagai sumber pembelajaran Sejarah (comparative studies in Bali and West Java)

    Get PDF
    Artikel ini ditulis berdasarkan kajian pustaka berbasis Sejarah dan studi lapangan dengan metode etnografi mengenai museum hidup (living museum) dan potensi penggunaannya secara pedagogis dalam pembelajaran Sejarah. Artikel ini merupakan kolaborasi dua peneliti dari daerah berbeda, yaitu Bali dan Jawa Barat dengan fokus kajian pada kedua daerah tersebut. Kedua daerah ini memiliki karakteristik budaya dan pengalaman historis berbeda. Akan tetapi, keduanya memiliki persamaan yaitu warisan pengalaman masa lalu berbentuk artefak dan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Artefak yang tampak tidak hanya berbentuk benda fisik yang tersimpan di museum melainkan juga berbentuk nilai-nilai yang kini dirawat, dilestarikan dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, nilai-nilai tradisional yang diklaim menggambarkan keaslian budaya lokal tersebut tidak selalu menggambarkan keasliannya. Hal ini karena faktor interaksi budaya selain faktor hegemoni warisan zaman kolonial yang terus berlangsung hingga sekarang. Dalam perspektif pos-kolonial, upacara adat, dan relief pura di Bali sudah mengalami hibridisasi. Demikian juga tradisi mengolah dan mengonsumsi pangan lokal di Jawa Barat mengalami mimikri berupa peniruan terhadap simbol-simbol budaya dari luar. Nilai-nilai hidup itulah -sekalipun merupakan bentuk percampuran budaya- dalam penelitian ini disebut sebagai living museum. Secara pedagogis, kedua peneliti menawarkan nilai-nilai tersebut untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran Sejarah di sekolah. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa cinta pada budaya lokal dan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran sejarah kritis

    Manfaat modal sosial bagi perkembangan usaha ekonomi produktif Karang Taruna Guyub Rukun 78 Desa Bantur

    Get PDF
    Tulisan ini berusaha mengulas bagaimana manfaat modal sosial bagi perkembangan usaha ekonomi produktif Karang Taruna Guyub Rukun 78 Desa Bantur. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif milik Miles dan Huberman, yang terdiri dari empat tahap, yaitu: 1) pengumpulan data; 2) reduksi data; 3) penyajian data, dan; 4) kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki antara lain: a) ketua, wakil, dan para anggota karang taruna memiliki jaringan/hubungan baik dengan para perangkat desa dan kecamatan; b) ketua, wakil, dan para anggota karang taruna selalu kompak dan gotong royong dalam menjalankan tiap program kegiatan; c) ketua, wakil, dan para anggota karang taruna memiliki slogan “Guyub Rukun” dalam segala macam situasi organisasi. Sedangkan manfaat dari jaringan (network) pada usaha ekonomi produktif milik karang taruna antara lain: 1) memperkenalkan usaha kepada masyarakat sekitar; 2) meningkatkan permintaan produk; 3)  menambah pemasukan kas karang taruna.Kata Kunci: ekonomi produktif; karang taruna; modal sosialDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p5

    Tanggapan Masyarakat terhadap Pondok Pesantren Darul Ilmi dalam perspektif pendidikan

    Get PDF
    Pondok pesantren merupakan bagian dari lembaga pendidikan yang berupaya membina, mendidik, membimbing dan mengembangkan setiap potensi yang ada dalam diri manusia. Sejauh mana pondok pesantren berperan dalam bidang pendidikan akan terus berlanjut oleh masyarakat yang selalu mengharapkan terciptanya lingkungan yang sejahtera dan terpenuhinya kebutuhan disektor keagamaan. Tanggapan masyarakat menjadi faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya pondok pesantren dalam membina santri-santrinya. Penelitian ini berfokus pada Tanggapan masyarakat terhadap pondok pesantren  Darul Ilmi dalam perspektif pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam mengumpulkan data lapangan. Objek dalam penelitian ini adalah ponpes Darul Ilmi yang berhubungan dengan bagaimana tanggapan masyarakat terhadap lembaga tersebut. Subjek penelitianya adalah masyarakat yang berada di kelurahan Landasan Ulin, selanjutnya analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini berupa penilaian masyarakat bahwa pondok pesantren Darul Ilmi kota Banjarbaru berhasil dan tepat guna dalam memberikan pendidikan agama Islam kepada para santrinya.Kata Kunci: Tanggapan; Pondok Pesantren; pendidikanDOI:  http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p6

    Pengejawantahan blended learning untuk mendukung kultur lingkungan belajar berbasis kehidupan pasca pandemi

    Get PDF
    Penulisan ini bertujuan untuk memberikan penjabaran terkait dengan penerapan blended learning dalam lingkungan belajar berbasis kehidupan pada masa pasca pandemi. Pembelajaran secara daring baik disadari maupun tidak, telah menjadikan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran dapat meningkat secara perlahan. Hal ini menyebabkan terdapat perubahan kultur belajar baru yang mulai memasuki pada orientasi pada kehidupan. Perubahan ini juga terkuatkan dengan adanya rencana kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Maka dari itu, penulis tertarik untuk menelaah blended learning yang kemungkinan akan terjadi sebagai jawaban dalam mendukung kultur belajar baru pasca pandemi. Telaah ini bersifat “pengejawantahan” yang berarti penulis berusaha memberikan pendapat mengenai perwujudan proses blended learning dengan orientasi pada belajar berbasis kehidupan sebagai solusi alternatif bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran nantinya. Harapannya tulisan ini mampu memberikan pandangan yang terakumulasi dengan berbagai riset yang ada, sehingga dapat dijadikan referensi alternatif bagi penelitian selanjutnya.Kata Kunci: blended learning; belajar berbasis kehidupan; pasca pandemi DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p10

    Pengembangan augmented reality book berbasis situs peninggalan kebudayaan sebagai sumber belajar sejarah

    Get PDF
    Augmented Reality Book is the development of a book inspired by the development of Augmented Reality technology. A book that is developed combining books in the form of literacy works with the findings of archaeological relics created in 3D images to be displayed in books with the help of an android application. This research adheres to the development theory made by Plomp which consists of 1) Initial Phase, 2) Design Phase, 3) Product realization or manufacture stage, 4) Testing, assessment, and improvement phase, 5) Product testing phase. From the data on the results of filling in the research instrument in the form of a questionnaire, it was obtained that 80% of the student's response value or the percentage showed a positive value, as the assessment indicators were in good criteria, so a conclusion could be drawn that students were motivated by the use of learning resources Augmented Reality Book.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i12021p1

    Pendekatan Heutagogi: Sebuah alternatif dalam pembelajaran IPS pada masa pandemi Covid-19

    Get PDF
    AbstrakPembelajaran IPS memiliki orientasi menjadikan peserta didik sebagai aktor sosial yang memiliki kecerdasan sosial. Penulisan artikel ini memiliki tujuan untuk memberikan gagasan pada pembelajaran IPS di masa pandemi dengan pendekatan heutagogi. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Peneliti menganalisis dan membandingkan berbagai buku dan artikel yang memiliki relevansi dengan topik bahasan. Hasil analisis dan perbandingan kemudian direfleksikan dalam tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan heutagogi merupakan pendekatan pembelajaran untuk menyempurnakan pendekatan pedagogi dan andragogi. Pendekatan heutagogi memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mendesain pembelajarannya. Pendekatan heutagogi selaras dengan pembelajaran IPS yang fokus pada pembentukan karakter peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat. Mengingat artikel ini sebatas pada kajian pustaka maka direkomendasikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan studi kualitatif dan kuantitatif guna melihat seberapa besar pengaruh dari pendekatan heutagogi dalam pembelajaran IPS.Keywords: heutagogi; IPS; Covid-19DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p9

    Peran lingkungan keluarga dalam mengembangkan wirausaha muda

    Get PDF
    The development and maturity of a person's business is influenced by many factors. Many factors also influence the development of pilot businesses that are started and carried out by students. One of the factors that play an essential role in influencing young entrepreneurs can come from their parents or family environment. This article aims to identify and how the family's role in motivating and developing young entrepreneurs' potential. This research is a qualitative descriptive study. In-depth interviews carried out data collection. The data obtained were then analyzed using interactive analysis techniques, which consisted of 4 stages: data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that entrepreneurial students who had sufficiently developed businesses received much support from their families. Parents' role as a form of support for their children in entrepreneurship is social, instrumental, emotional, and other support. The concrete form of this support is supported in providing facilities for business development, accompanying and assisting the business carried out by their children, giving permission and trust in children. These results can be used as knowledge and input to parents about how they should support children in entrepreneurship. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i12021p

    Pembelajaran IPS sebagai penguat nasionalisme dalam menghadapi tantangan di era globalisasi

    Get PDF
    Nasionalisme merupakan keadaan pikiran, di mana kesetiaan individu muncul sebagai akibat dari eksistensi negara-bangsa. Keterikatan yang mendalam dengan tanah asal seseorang, dengan tradisi lokal otoritas teritorial yang mapan telah ada dalam kekuatan yang berbeda-beda di sepanjang proses sejarahnya. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang telah menghadapi berbagai tantangan zaman dalam berbagai fase sejarah terbentuk sebagai bangsa yang kuat. Kekuatan bangsa Indonesia dalam perspektif sejarah menguat saat nasionalisme mulai menggeser sifat-sifat primordial dan mengutamakan kepentingan yang bersifat nasional. Pentingnya penguatan nasionalisme hari ini adalah untuk tetap menjaga identitas luhur bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi. Pembelajaran IPS merupakan salah satu kunci untuk memberikan dasar penanaman identitas generasi penerus bangsa dalam menghadapi segala tantangan dan ancaman arus globalisasi.  Kata Kunci: nasionalisme; globalisasi; pembelajaran IPS DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i22021p7

    Pengembangan mobile learning berbasis android untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPS

    Get PDF
    This study aimed to develop android-based mobile learning and to find out its effectiveness in improving student cognitive learning outcomes in social studies learning. The development process refers to the model of Dick et al. The results of the development are in the form of android-based mobile learning with the main components, namely: 1) introduction to subjects; 2) subject competence; 3) material; and 4) practice questions in the form of quizzes. The feasibility level of the social studies material test is 89.91 percent very feasible category and learning media test is 89.42 percent very feasible category. Sequentially the feasibility level for individual trials was 77.78 percent in the feasible category, the small group trial was 77.92 percent in the feasible category, and the field trial was 83.43 percent for the very feasible category. The product effectiveness test using the t-test showed mobile use. Android-based learning can improve student cognitive learning outcomes in social studies subjects. The media developed has been tested and can be tested on a wider range of subjects for product perfection. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i12021p4

    Apakah discovery learning dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis? Respon siswa terhadap penggunaan UKBM pada Program Ilmu Sosial

    Get PDF
    Critical thinking is one of the main skills that students must mastered in order to respond the challenges of globalization and the demands of skilled labor in this disruption era. Various learning models, methods and strategies are developed to meet these objectives. One of the way is the implementation of teaching materials in the form of Independent Learning Activity Unit (UKBM) in learning to foster students' critical thinking skills. The focus of this study is to describe students' responses to the implementation of UKBM in social science programs based on discovery learning to foster students' critical thinking skills. This study used an explanatory mix method research design with a percentage technique. Data were collected through questionnaires, observations and interviews. Data analysis was carried out in four stages; collection, reduction, presentation and drawing conclusions. This study found several things: 1) UKBM in social science programs are effectively foster critical thinking skills; 2) the most prominent assessment is the aspect of student interest in an attractive UKBM design; 3) the assessment is less prominent in the aspect of discovery learning approach in learning because it requires a long time and seriousness of teachers and students. This paper recommends the implementation of other learning models at UKBM to foster critical thinking skills. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um022v6i12921p9

    107

    full texts

    115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇