Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
    112 research outputs found

    ANALISIS BRANDING PADA NEWSLETTER “GARISBAWAH” SEBAGAI BAGIAN PENINGKATAN CITRA PROGRAM STUDI DKV UNIVERSITAS BUNDA MULIA

    Get PDF
     AbstractBranding Analysis of “Garisbawah” Newsletter as Image’s Supporter of Visual Communication Design Program Bunda Mulia University. “Garisbawah” is a creative media established by the Visual Communication Design Study Program at Bunda Mulia University in October 2015. “Garisbawah” runs without clear guidance. The implementation of “Garisbawah” by the fourth generation at this time also raisesthe concern that “Garisbawah” cannot develop. In early 2019 “Garisbawah” changed branding and formulated a better graphic standard manual. Issues that will be discussed in this study are SWOT analysis, STP analysis, communication strategy analysis, and creative implementation analysis. This study uses descriptive qualitative methods that systematically describe the facts of the nature of an object, with a case study researchdesign, where this research will be explanatory (explaining) or evaluative (assessing). The research results that the use of visual aesthetics in the creative application of the “Garisbawah” branding can support the improvement of the image of the study program that houses it and provides suggestions for brand improvement. AbstrakAnalisis Branding pada Newsletter “Garisbawah” Sebagai Bagian Peningkatan  Citra Program Studi DKV Universitas Bunda Mulia. “Garisbawah” adalah media kreatif yang didirikan oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual di Universitas Bunda Mulia pada Oktober 2015. “Garisbawah” berjalan tanpa panduan yang jelas. Implementasi “Garisbawah” oleh generasi keempat saat ini juga menimbulkankekhawatiran bahwa “Garisbawah” tidak dapat berkembang. Pada awal 2019, “Garisbawah” mengubah branding dan merumuskan manual standar grafis yang lebih baik. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah analisis SWOT, analisis STP, analisis strategi komunikasi, dan analisis implementasi kreatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang secara sistematis menggambarkanfakta-fakta sifat suatu objek, dengan desain penelitian studi kasus, di mana penelitian ini akan bersifat eksplanatoris (menjelaskan) atau evaluatif (menilai). Penelitian menghasilkan bahwa penggunaan estetika visual dalam aplikasi kreatif branding “Garisbawah” dapat mendukung peningkatan citra program studi yang menaungi dan memberikan saran untuk peningkatan merek

    PENGGUNAAN SOFT SYSTEM METHODOLOGY DALAM MENGEVALUASI PERMASALAHAN PEMBELAJARAN KOMPOSISI PADA MAHASISWA FOTOGRAFI FTI-UKSW SALATIGA

    Get PDF
    AbstractUsing Soft System Methodology in Evaluating Composition Problem of Photography Students in FTI-UKSW Salatiga. Learning the composition of photography at the Faculty of Information Technology (FIT) - Satya Wacana Christian University (SWCU) is a main subject and must be known by all photography students. In addition to being the basis for the material and other advanced photography courses, composition learning aims to evoke aesthetic value of students in each photo taking, if aesthetic values do not exist, then the resulting photo works have no essential value. Mastery of the composition of photography has different levels of difficulty by each individual. This is due to many factors. Unstructured problems are found both internally and externally. This research using the soft system methodology (SSM) in understanding and solving problems. As a final result, there are conceptual models and work plans for changes that can be used as input in dealing with problem situations. AbstrakPenggunaan Soft System Methodology Dalam Mengevaluasi Permasalahan Pembelajaran Komposisi pada Mahasiswa Fotografi FTI-UKSW Salatiga. Mempelajari komposisi fotografi di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) adalah hal yang mendasar dan wajib diketahui oleh semua mahasiswa fotografi tanpa terkecuali. Selain menjadi dasar untuk setiap materi dan mata kuliah fotografi lanjutan lainnya, pembelajaran komposisi bertujuan untuk membangkitkan nilai estetika mahasiswa dalam setiap pengambilan karya foto. Jika nilai-nilai estetika tidak ada, maka karya foto yang dihasilkan tidak memiliki kualitas yang baik. Penguasaan komposisi fotografi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda oleh masing-masing individu. Hal ini disebabkan banyak faktor. Masalah tidak terstruktur ditemukan baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini menggunakan soft system methodology (SSM) dalam memahami dan memecahkan masalah. Sebagai hasil akhir, terdapat model konseptual dan rencana kerja untuk perubahan yang dapat digunakan sebagai masukan dalam menghadapi situasi masalah

    REDESAIN POUCH KANVAS PATTERN MORFANA CREATIVE

    Get PDF
    AbstractRedesign of Morfana Creative Canvas Pouch Patterns. The focus of this study is to redesign canvas pouches based on the evaluation results of existing canvas bag products on Morfana Creative. Morfana Creative manufactures bags with the concept of canvas pattern bags. The goal is to redesign existing products with different models without losing their characteristics for new market segments. Target audience for design is 18-25 years old women. This study uses the SCAMPER method and several analyzes using the SWOT, BCG, and Benchmark Wheel analysis methods. The results of this study are that each product has a cycle in its development, does not mean the product is in a cow position, such as a pouch that will be redesigned with the latest model in accordance with the results of the recommendations that have been determined. AbstrakRedesain Pouch Kanvas Pattern Morfana Creative. Fokus penelitian ini diarahkan untuk redesain pouch kanvas berdasarkan hasil evaluasi produk tas kanvas yang ada pada Morfana Creative. Morfana Creative ini memproduksi tas dengan konsep tas kanvas pattern. Tujuannya adalah redesain produk yang sudah ada sebelumnya dengan model yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khasnya untuk segmen pasar yang baru. Target audiens perancangan ini adalah wanita usia 18-25 tahun. Penelitian ini menggunakan metode SCAMPER dan beberapa analisis dengan menggunakan metode analisis SWOT, BCG, dan Benchmark Wheel. Hasilnya dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap produk memiliki siklus dalam perkembangannya, tidak berarti produk tersebutberada di posisi cow, seperti pouch yang akan diredesain dengan model terbaru sesuai dengan hasil rekomendasi yang sudah di tentukan.

    ANALISIS TANDA VISUAL CHANNEL IDENTITY MTV (MUSIC TELEVISION) INDONESIA

    Get PDF
     AbstractThe Analysis of MTV (Music Television) Indonesia Channel Identity Visual Symbol. Channel identity can create picture, image, character and identity of a television station. MTV has made the best use of this form of corporate promotion program. Through their channel identity, MTV created images and pictures in accordance with their basic concepts. This research analyzed the MTV (Music Television) channel identity and logo. The analysis procedure carried on the MTV logos including MTV Indonesia, MTV China, MTV Russia, MTV United Kingdom, MTV Japan, and MTV India. This study used a multidisciplinary approach namely the historical, aesthetics, and semiotics approach. The method used in this research was qualitative method, with analytic descriptive analysis. The data was collected through literature study and observation. The data then grouped according to the basic concepts of MTV local culture exploration, and studied by looking at the process of visual idiom design concepts, shapes, characters, colors, and work techniques. The result of this research is interpretation of the visual sign and meaning of the MTV logo as a visual communication media and mass communication which contained certain value and meaning to persuate their audiens. AbstrakAnalisis Tanda Visual Channel Identity MTV (Music Television) Indonesia. Channel identity stasiun televisi dapat membentuk citra, image, karakter dan menjadi identitas sebuah stasiun televisi. MTV telah memanfaatkan sebaik mungkin bentuk program promosi korporat ini. Melalui channel identity, MTV membentuk image dan citra sesuai dengan konsep dasar yang dimiliki. Penelitian ini menganalisis channel identity dan logo stasiun televisi MTV (Music Television). Analisis makna dilakukan pada logo MTV  beberapa negara yaitu MTV Indonesia, MTV China, MTV Rusia, MTV United Kingdom, MTV Jepang, dan MTV India. Kajian ini menggunakan pendekatan multidisplin, yakni pendekatan historis, estetika, dan semiotika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan analisis deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan observasi. Data dikelompokkan sesuai dengan konsep dasar eksplorasi budaya lokal MTV, yang akan dikaji dengan melihat pada proses konsep perancangan idiom visual, bentuk, karakter, warna, dan teknik pengerjaan. Hasil dari penelitian ini adalah interpretasi makna tanda-tanda visual yang digunakan pada logo MTV sebagai media komunikasi visual dan komunikasi massa yang mengandung nilai dan makna tertentu sebagai langkah persuasi kepada pemirsanya. Kata kunci: channel identity, logo, MTV (music television), MTV Indonesia*)

    IMPLEMENTASI BUDAYA KOREA PADA PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL “MIREOKKI”

    Get PDF
    AbstractThe Implementation of Korean Culture in Mireokki’s Visual Identity Design. Globalization made Indonesia exposed to other nation’s cultures. One of the mainstream cultures that are being exposed to Indonesian peoples is the popular culture of Korea. From foods, music, films, lifestyles and also design artifacts from Korea can be found here in Indonesia. One of Korean’s food that is widely favored in Indonesia is tteokbokkis, in which tteokbokki became the basis for food innovation development conducted by Stefani Octavia from the department of Food Technology, Universitas Pelita Harapan. On a collaborative work held by the Department of Food Technology and the Department of Visual Communication Design, there is a visual identity design made by Shella Subagia towards the product developed by Octavia, called “Mireokki”. Using qualitative design methods, Subagia succeeded in designing a logo, packaging, digital promotion media and brand activation which incorporates visuals from the Korean culture. This article contains the research and assessment that the author had done on the design works made by Subagia. The conclusion is that the form implementation of external contexts can be performed when the designer had the basic ability to create a design that is coherent and also united. AbstrakImplementasi Budaya Korea pada Perancangan Identitas Visual “Mireokki”. Globalisasi membuat kita semakin terekspos dengan budaya-budaya luar. Salah satu bentuk budaya populer yang tengah dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah budaya Korea. Mulai dari makanan, musik, film, gaya hidup sampai artefak-artefak desain dari Korea banyak ditemukan di Indonesia. Salah satu makanan Korea yang tengah digemari di Indonesia adalah tteokbokki. Jenis makanan tersebut menjadi referensi dari pengembangan makanan dan inovasi yang dilakukan oleh Stefani Octavia dari program studi Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan. Pengembangan dilakukan dalam rangka kerjasama antara program studi Teknologi Pangan dan Desain Komunikasi Visual, melalui perancangan identitas visual oleh Shella Subagia terhadap produk inovasi Octavia yang bernama “Mireokki”. Dengan menggunakan metode perancangan kualitatif, Subagia berhasil menggagas perancangan logo, kemasan, media digital promosi dan juga brand activation yang mengimplementasikan karakter visual dari budaya Korea. Tulisan ini berisi penelitian dan penilaian kritis terhadap proses perancangan yang dilakukan oleh Subagia. Simpulan yang dihasilkan bahwa implementasi rupa dari konteks eksternal dapat dilakukan selama desainer memiliki kemampuan dasar untuk menggagas desain yang koheren dan menyatu

    PENGEMBANGAN DESAIN SIGNAGE SETU BABAKAN

    Get PDF
    AbstractSignage Design Development of Setu Babakan. Setu or “situ” means lake, while Babakan means wood fiber. Setu Babakan located at the Condet area, East Jakarta as a special area for the development and preservation of Betawi culture. Setu Babakan has an area of 289 hectares, provides various facilities including educational facilities as Betawi culture learning areas, entertainment facilities that offer a variety of entertainment-related to Betawi culture, also a culinary area in introducing a variety of Betawi food. Setu Babakan has changed now. At present Setu Babakan has beenrevitalized into a tourist area, making it one of the alternative tourist areas for residents and foreign tourists in understanding Betawi culture. A large area of Setu Babakan requires sign system and wayfinding, which has a function in providing direction to facilitate the destination. Currently, there is the wayfinding, but it hasn’t been maximized in the role of its function as a guide. In terms of design, current signage doesn’t displaythe Betawi cultural elements represented in signage. The method used is descriptivequalitative method with design method. The result of this research is recomendation of signage design at Setu Babakan with “Betawi Asri” concept.  AbstrakPengembangan Desain Signage Setu Babakan. Setu atau “situ” berarti danau, sedangkan babakan berarti serat kayu. Setu Babakan berada di wilayah Condet, Jakarta Timur sebagai area khusus untuk pengembangan dan pelestarian budaya Betawi. Setu Babakan memiliki luas 289 hektar dan menyediakan berbagai fasilitas di dalamnya, di antaranya fasilitas pendidikan sebagai area pembelajaran budaya Betawi, fasilitashiburan yang menawarkan berbagai hiburan terkait budaya Betawi, di sisi lain juga merupakan area kuliner dalam memperkenalkan ragam makanan Betawi. Setu Babakan yang merupakan danau, saat ini telah berubah. Setu Babakan saat ini telah direvitalisasi menjadi kawasan wisata, sehingga menjadi salah satu daerah wisata alternatif bagipenduduk lokal dan wisatawan asing dalam memahami budaya Betawi. Area Setu Babakan yang luas membutuhkan signage dan wayfinding, yang memiliki fungsi dalam memberikan arahan untuk mencapai tempat yang ingin dituju. Saat ini wayfinding sudah ada, tetapi belum dimaksimalkan dalam peran fungsinya sebagai penunjuk jalan. Dalam hal desain, signage yang ada saat ini tidak menampilkan elemen budaya Betawi yangterwakili dalam signage. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode perancangan desain. Hasil penelitian ini adalah rekomendasi desain signage di Setu Babakan dengan konsep “Betawi Asri”.

    PENGGUNAAN HURUF DEKORATIF DALAM TIPOGRAFI KINETIS

    Get PDF
    AbstractThe Decorative Letters Application in Kinetic Typography. Typography is a design element that is very important and widely used in animation, which is known as kinetic typography, where the letters move and become the main visual element in conveying information. Decorative letters are now more diverse, some are easy to read, but many of them are difficult to read. The developing of decorative lettes will certainly affect the visual. The purpose of this study is to see the development of decorative lettersapplication in kinetic typography. This art-based research uses qualitative research method by analyze the decorative letters as design elements based on basic typographic theory. The result is a conclusion of the achievement of delivering information through the decorative letters, especially in kinetic typography and open to further study.Hope that this research can enrich designer’s references in applying typography as an important and informative design element.  AbstrakPenggunaan Huruf Dekoratif dalam Tipografi Kinetis. Tipografi merupakan sebuah elemen desain yang sangat penting dan banyak digunakan dalam media animasi, yang dikenal dengan sebutan tipografi kinetis, di mana huruf-huruf tersebut bergerak dan menjadi elemen visual utama dalam menyampaikan sebuah informasi. Bentuk huruf dekoratif pun kini semakin beragam, ada yang mudah dibaca, namun tidak sedikityang sulit dibaca. Semakin banyaknya suguhan bentuk huruf dekoratif tentunya akan mempengaruhi desain visual yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan penggunaan huruf dekoratif pada tipografi kinetis. Penelitian berbasis seni ini menggunakan metode riset kualitatif, dengan menganalisis huruf dekoratif sebagai elemen desain berdasarkan teori dasar tipografi. Hasil daripenelitian ini adalah berupa kesimpulan mengenai keberhasilan penyampaian informasi melalui huruf dekoratif, khususnya dalam karya tipografi kinetis dan terbuka untuk penelitian lebih lanjut. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memperkaya referensi para desainer dalam menggunakan tipografi sebagai elemen desain yang penting daninformatif

    EKSPLORASI VISUAL CERITA RAKYAT NUSANTARA DALAM FOTO BERKISAH

    Get PDF
    AbstractIndonesian Folklore Visual Exploration on Narative Photography. This research begins with the lack of awareness of Photography class students to work on local content in their duties. Students feel foreign and don’t care about the wealth of content they have. In some cases sending students abroad requires a portfolio that has a strong local identity. Our strength as a multicultural nation that is rich in a variety of cultures andtraditions is an attraction worth selling. These problems were not realized by students and teachers, especially photography classes. The results of this study are expected to later be an input to the photography learning material. Besides that, it can also be an inspiration for other subjects in developing local content in their learning material. In this study, taking the case of Nusantara Folklore will be done in a creative projectthrough photography. The project will be attended by several selected photography class children. The method to be carried out in this study uses the Artistic Research on Art approach, where the object of the research is the process of creating photographic works in the project that are carried out communally . Every student works on a topic offolklore that is different from other students. Their photography work in this research project will be exhibited by inviting participants from other countries’ campuses.  AbstrakEksplorasi Visual Cerita Rakyat Nusantara dalam Foto Berkisah. Penelitianini berawal dari minimnya kesadaran mahasiswa kelas Fotografi untuk menggarap konten lokal dalam tugas-tugasnya. Mahasiswa merasa asing dan tidak peduli dengan kekayaan konten yang dimiliki. Dalam beberapa kasus pengiriman mahasiswa ke luarnegeri dibutuhkan portfolio yang memiliki identitas kelokalan kuat. Kekuatan kita sebagai bangsa multikultur yang kaya akan ragam budaya dan tradisi menjadi dayatarik layak jual. Permasalahan tersebut kurang disadari oleh mahasiswa dan juga pengajar, terutama kelas fotografi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan terhadap materi pembelajaran fotografi selain itu dapat juga menjadi inspirasi matakuliah lain dalam mengembangkan konten lokal dalam materi pembelajarannya.Dalam penelitian ini mengambil kasus Cerita Rakyat Nusantara yang dikerjakan dalam sebuah proyek kreatif melalui fotografi. Proyek tersebut akan diikuti oleh beberapa anak kelas fotografi yang terpilih. Metode yang akan dijalankan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Artistic Research on Art, di mana obyek penelitiannya adalah proses penciptaan karya fotografi dalam proyek tersebut yang dilakukan secara komunal.Setiap mahasiswa mengerjakan topik cerita rakyat yang berbeda dengan mahasiswa lain. Karya fotografi mereka dalam proyek penelitian ini nantinya akan dipamerkan dengan mengajak peserta dari kampus negara lain

    KLASIFIKASI DAN TAKSONOMI EKSPLORASI VISUAL DALAM MONOGRAM

    Get PDF
    AbstractClassification and Taxonomy of Visual Explorations in Monogram. Today we can find many monograms being designed. A monogram is composed by using two or more letters. These letters composition is used as a sign that is often used for identification, similar like a logo. As the design of monogram itself uses letters as it’s fundamental elemen, this indicates that typography is an essential knowledge to be learnt to enabledesigners to create monograms. This paper using 16 samples that were taken from several classes from the Visual Communication Design department on Universitas Pelita Harapan. A classification on the visual explorations created from samples that were found. The result were six different categories on explorations approaches for designing monograms. From the six categories, the categories maped and created ataxonomy based on the level of understanding of structure on letter and monograms. The taxonomy and classifications resulted from the study is expected to be applicable for design explorations concerning monogram designs, may it be on class, or outside of class.AbstrakKlasifikasi dan Taksonomi Eksplorasi Visual dalam Monogram. Dewasa ini terdapat banyak desain monogram yang bermunculan. Monogram tersusun dari dua atau lebih huruf yang disusun guna menjadi sebuah penanda identitas. Desain monogram yang menggunakan huruf sebagai elemen fundamentalnya tentu tidak lepas dari pemahaman tipografi. Dengan pemahaman yang cukup, eksplorasi menjadi hal yang terfasilitasi dan tidak mustahil untuk dilakukan. Pembahasan ini menggunakan 16 sampel hasil karya mahasiswa yang diambil dari perkuliahan mata kuliah Tipografi Dasar di program studi Desain Komunikasi Visual pada Universitas Pelita Harapan. Dari keseluruhan sampel dibuat klasifikasi terhadap eksplorasi-eksplorasi visual yang ditemukan. Hasilnya adalahenam kategori pendekatan eksplorasi visual untuk perancangan monogram. Dari keenam kategori tersebut, dipetakan kategori-kategori tersebut dan disusun sebuah taksonomi berdasarkan tingkatan pemahaman dan penguasaan dari struktur huruf dan monogram.Taksonomi serta klasifikasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai basis dalam eksplorasi desain monogram lainnya, baik dalam praktik di kelas maupun di luar kela

    MOTIF BATIK BETAWI DALAM PUSARAN INDUSTRI KREATIF

    Get PDF
    AbstractBetawi Batik Motif in Creative Industry Center. Betawi batik is a batik that developed on the island of Java, especially around Jakarta, and experienced visual changes from classical symbols to contemporary. In Indonesia, traditional businesses such as batik are often promoted as creative industries. However, traditional and creative businesseshave different characteristics and potentially different results. In this case, each requires a different policy strategy. The central government’s decentralization policy has caused a uniformity of products resulting from creative economic policies in Indonesia.This encouraged the Betawi batik industry to develop with an order that prioritized contemporary and commercial elements to meet the demands of decentralization and uniformity of the creative industries. The meaning of the symbol of classical and contemporary batik will be separated according to the symbols in it and analyzed using semiotics Ferdinand de Saussure and Jaques Derrida. This study uses qualitative methods with ethnographic analysis and grounded theory. This method is aim to formnamely identifying and categorizing elements and tracing the  nterrelationships with one another, as well as observing patterns. The results of this study are intended to give understanding of the meaning in the scope of the study of visual semiotics that can be practiced in the study of visual communication design courses that are loaded withvisualization of signs.Abstrak Motif Batik Betawi dalam Pusaran Industri Kreatif. Batik betawi merupakan batik yang berkembang di pulau Jawa khususnya di sekitar Jakarta dan mengalami perubahan visual dari simbol-simbol klasik menjadi kontemporer. Di Indonesia, bisnis tradisional seperti batik sering dipromosikan sebagai industri kreatif. Bisnis tradisional dan kreatifmemiliki karakteristik yang berbeda dan hasil berpotensi berbeda. Dalam hal ini, masingmasing membutuhkan strategi kebijakan berbeda. Kebijakan desentralisasi pemerintah pusat menyebabkan penyeragaman dari produk yang dihasilkan dari kebijakan ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini mendorong industri batik Betawi juga berkembang dengantatanan yang lebih mengedepankan unsur-unsur kontemporer dan komersial untuk memenuhi tuntutan desentralisasi dan penyeragaman dari industri kreatif. Makna simbol batik klasik dan kontemporer ini akan dipisahkan menurut simbol-simbol di dalamnya dan dianalisis menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure dan JaquesDerrida. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis etnografi dan teori lapangan (grounded theory). Metode ini bertujuan untuk pencarian bentuk atau penemuan keteraturan yaitu pengidentifikasian dan pengkategorian unsur-unsur dan penelusuran keterkaitan satu sama lain, serta pengamatan pola-pola. Hasil penelitian ini dimanfaatkan untuk belajar membuat pemahaman tentang makna dalam lingkup kajian semiotika visual yang dapat dipraktekkan dalam kajian mata kuliah desain komunikasi visual yang sarat dengan visualisasi tanda

    97

    full texts

    112

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇