Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Not a member yet
112 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN KARTU PERMAINAN AUGMENTED REALITY BERTEMA FASHION HIJAB
AbstractDesigning Augmented Reality Game Card of Hijab Fashion. Hijab is part of popular culture in Indonesia. The transformation of the hijab occurs from a ritual object into a cultural object. Hijab is a fashion style that is widely followed by Indonesian young women today. This is a challenge in itself to whom wearing the hijab (hijaber), because there is a change in the way of dressing from not wearing a hijab to being a hijaber. It becomes necessary adjustments to the new look, and match the style to suit the wearer's personality. Hijab clothing that does not match a person's personality can make hijaber uncomfortable and insecure because it hinders the expression of identity. This study aims to design a game card with Augmented Reality as a medium of education and information about the style of dress that suits the individual personality of the hijaber. Adopting the theory of Beauty Profile by Carol Tuttle, it hoped that it can be a guide in knowing the personality, how to dress in harmony with the personality of the hijaber. The result is the Hijabprofile, a fashion and Beauty Profile game cards with Augmented Reality which helps user to unfold the Beauty Profile based on their fashion preference.Keywords: hijab fashion, beauty profile, augmented reality, game card Abstrak Perancangan Kartu Permainan Augmented Reality Bertema Fashion Hijab. Hijab merupakan bagian dari budaya populer di Indonesia. Transformasi hijab terjadi dari objek ritual menjadi objek budaya. Hijab menjadi gaya fashion yang banyak diikuti oleh para remaja putri Indonesia saat ini. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemakai hijab (hijaber), karena terdapat perubahan cara berpakaian dari tidak berhijab menjadi berhijab. Diperlukan penyesuaian diri dengan tampilan baru, serta mencocokkan style agar sesuai dengan kepribadian pemakainya. Busana hijab yang tidak sesuai dengan kepribadian seseorang dapat membuat hijaber tidak nyaman dan tidak percaya diri karena menghalangi pengekspresian jati diri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kartu permainan yang menggunakan Augmented Reality sebagai medium edukasi dan informasi tentang gaya berpakaian yang sesuai dengan kepribadian individu hijaber. Mengadopsi teori Beauty Profile karya Carol Tuttle, diharapkan dapat menjadi panduan dalam mengetahui kepribadian, cara berpakaian yang selaras dengan kepribadian hijaber. Hasil perancangan adalah kartu permainan Hijabprofil dengan Augmented Reality tentang fashion dan Profil Kecantikan yang membantu pengguna mengungkapkan Profil Kecantikan berdasarkan preferensi fashion mereka. Kata kunci: fashion hijab, profil kecantikan, augmented reality, permainan kart
PROSES KOMUNIKASI E-MENTORING PADA PEMBELAJARAN BASIC DRAWING VIRTUAL STUDIO
AbstractE-Mentoring Communication Process on Basic Drawing Virtual Studio Learning. The COVID-19 pandemic has urged and changed Indonesia's entire teaching and learning process from offline to online. Meanwhile, at the tertiary level, the Visual Communication Design major must continue to carry out the learning process for technical courses such as Basic Drawing, with studio practicums carried out virtually with the E-Mentoring system. Krämer et al. (2015) stated that online learning has more time efficiency and flexibility, as well as has a social interaction that could not be found in traditional mentoring. This study examines all forms of e-mentoring communication processes on several digital media carried out by mentors and their group of students. From the results of qualitative research with focus group discussions conducted with mentors and several students, the overall e-mentoring communication process went well, and the distribution of knowledge to students was also effective. However, the study results also found several obstacles in terms of the longer mentoring time, the lack of emotional connection between e-mentoring actors, and the loss of a sense of presence in the learning atmosphere.Keywords: e-mentoring, basic drawing, virtual design studio, online learning, COVID-19 AbstrakProses Komunikasi E-Mentoring pada Pembelajaran Basic Drawing Virtual Studio. Pandemi COVID-19 telah mendesak dan mengubah seluruh proses belajar mengajar di Indonesia dari luring menjadi daring. Sedangkan di jenjang perguruan tinggi pada jurusan Desain Komunikasi Visual juga harus tetap menjalankan proses pembelajaran mata kuliah teknik seperti Basic Drawing, dengan praktikum studio yang dilaksanakan secara virtual dengan sistem E-Mentoring. Krämer et al. (2015) menyatakan bahwa pembelajaran daring terbukti lebih efisien dan fleksibel dalam pengaturan waktu belajar serta mampu menjalin interaksi sosial yang tidak didapatkan pada mentoring secara tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji segala bentuk proses komunikasi e-mentoring yang berlangsung pada beberapa media digital yang dilakukan oleh para mentor dan kelompok mahasiswa bimbingannya. Dari hasil penelitian secara kualitatif dengan focus group discussion yang dilakukan kepada para mentor dan beberapa mahasiswa, didapati bahwa proses komunikasi e-mentoring secara keseluruhan berjalan dengan baik dan penyaluran ilmu kepada mahasiswa juga berlangsung dengan efektif. Namun dari hasil studi juga menemukan beberapa hambatan dari segi waktu mentoring yang semakin panjang, kurangnya relasi emosional antara pelaku e-mentoring, dan hilangnya rasa kehadiran di dalam suasana belajar.Kata kunci: e-mentoring, menggambar dasar, studio desain virtual, pembelajaran online, COVID-1
TRACKING DAN CHROMAKEY SEBAGAI ELEMEN TEKNIK DESAIN EFEK VISUAL Studi Kasus: Efek Visual Video Klip
AbstrakTracking and Chromakey as Visual Effect Design Technique (Study Case: Video Clip Visual Effect. Visual effect in audio visual media and animation is commonly use, especially chromakey technique or usually described as green screen or blue screen, a certain color element to acknowledge the alpha channel. In compositing technique, the using of tracking and chromakey technique are both known as visual effect technique. But on online editing works, the result seldom not at its best. This problem is usually occurred from early production process until the final process in the process of video making. The quality of final result based on early raw footage used. The objective of this research is to know the technical factors to achieve better method appliance in order to enhance the quality of final result. The study case is video clip that has short duration, more variative and has natural compositing result. The literature studies of software and user approached is the method use to analyses the problem. The result of this research is the understanding of tracking and chromakey method in video clip making process to achieve the visual effect needed. AbstrakTracking dan Chromakey Sebagai Elemen Teknik Desain Efek Visual (Studi Kasus: Efek Visual Video Klip). Efek visual dalam media audio visual maupun animasi sudah sangat lazim digunakan, khususnya penggunaan teknik chromakey atau yang lebih umum disebut green screen atau blue screen, yaitu penggunaan elemen warna tertentu untuk menentukan alpha channel. Dalam lingkup teknik compositing, penggunaan teknik tracking dan chromakey ini dapat digolongkan sebagai teknik efek visual. Dalam pengerjaan online editing, hasil akhir terkadang terasa kurang maksimal apabila ditinjau dari hasil kedua teknik ini. Hal ini dapat diartikan adanya permasalahan yang selalu terkait dengan pengolahan produksi awal sampai akhir dalam pengerjaan sebuah video. Kualitas hasil akhir akan ditentukan dari raw footage awal yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor teknis yang ada, sehingga lebih baik dalam penggunaan metode yang dilakukan serta akan meningkatkan kualitas hasil akhir. Sebagai studi kasus adalah video klip dengan mempertimbangkan durasi yang tidak lama, lebih variatif dan mengarah dalam pendekatan hasil compositing yang natural. Selain itu metode studi literatur tentang perangkat lunak juga dilakukan, sehingga pendekatan metode dan pola pikir pengguna perangkat lunak lebih memahami dalam melakukan kedua proses ini. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman terhadap metode tracking dan chromakey dalam pembuatan video klip untuk menghasilkan efek visual yang dibutuhkan. Kata kunci: efek visual, compositing, video klip, tracking, chromakey*) Jurusan Desain Komunikasi Visual, Program Animasi School Of Design Universitas Bina Nusantara e-mail: [email protected]
KEUNIKAN UNSUR PENYAMPAIAN PESAN FILM “GROWTH”
AbstractThe Uniqueness of Delivering Messages in “Growth” Movie. Most of the Indonesian audience are not familiar with silent movie. Silent movie is basically a film that has no dialogue and only uses visual elements as means to convey messages. The objects of this research is “Growth” movie by Sil Van Der Woerd, that has their own uniqueness compared to movies today. Instead of using dialogues between characters, this movie use expression, gesture, and color to explain the story to the audience. Sil Van Der Woerd is one of the famous directors from the Netherlands, trying to work on a continuous film and without dialogue. The uniqueness of delivering messages on this movie will be analyzed through visuals with descriptive research methods. The data collecting methods are visual observation, journal and online references, and interview according visual and story of the movie. The results of this research is the understanding of how expression, gesture, and color use to explained the story to the audience.AbstrakKeunikan Unsur Penyampaian Pesan Film “Growth”. Sebagian besar penonton Indonesia sudah tidak mengenal lagi film bisu. Film bisu pada dasarnya adalah sebuah film yang tidak memiliki dialog dan hanya menggunakan unsur visual sebagai sarana untuk menyampaikan pesan. Objek pada penelitian ini adalah film “Growth” yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan film-film pada zaman sekarang, karya Sil Van Der Woerd. Film ini tidak menggunakan dialog percakapan antar karakter, namun menggunakan ekspresi, gestur, dan warna untuk menjelaskan cerita kepada penonton. Sil Van Der Woerd adalah salah satu sutradara terkenal asal Belanda yang mencoba menggarap sebuah continuous movie serta tanpa adanya dialog. Keunikan penyampaian pesan pada film ini akan dianalisis melalui elemen-elemen visualnya dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi visual, referensi jurnal dan berbagai sumber online, serta wawancara narasumber terkait visual dan jalan cerita film ini. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman tentang penggunaan elemen ekspresi, gestur dan warna dalam penyampaian cerita kepada penonton
PERANCANGAN VISUAL BRAND IDENTITY TUKANG SAYOER ONLINE SEBAGAI UPAYA MENAIKKAN BRAND AWARENESS
AbstractDesigning the Visual Brand Identity of Tukang Sayoer Online as an Effort to Increase Brand Awareness. Tukang Sayoer Online is a grocery that used online and offlineordering system in Salatiga. Since founding in October 2018, this business doesn’t have enough brand awareness, therefore people don’t aware of it. The research purpose is to design unique and well-crafted brand identity that memorable and distinct in the market. This research used qualitative methode with linier strategy based from brandingprocess by Alina Wheeler. Interview and observation were used for data collecting.Analysis conducted in old identity design, target audience, visual preference and positioning analysis. The designing process produced Tukang Sayoer Online’s brand identity and design system for stationery, communication media, uniform, vehicle, store facade, social media, and graphic standard manual fabrication. The research result showed that the identiy design was unique and in-line with Tukang Sayoer Online imagetherefore could support long-term business. AbstrakPerancangan Visual Brand Identity Tukang Sayoer Online Sebagai UpayaMenaikkan Brand Awareness. Tukang Sayoer Online adalah usaha ritel sayur dan kebutuhan dapur yang menggunakan sistem online dan offline di Kota Salatiga sejak Oktober 2018. Sejak didirikan usaha ini tidak memiliki brand awareness yang cukup sehingga masyarakat kurang mengetahui eksistensi usaha tersebut. Tujuan perancangan adalah merancang brand identity yang unik dan baik sehingga mudah diingat danmencolok di pasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan strategi perancangan linier yang didasari oleh branding process by Alina Wheeler. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis dilakukan terhadap identitas usaha, target audience, selera visual dan positioning. Perancangan menghasilkan brand identity Tukang Sayoer Online dan sistem desain identitas untukstationery, media komunikasi, seragam, kendaraan, facade toko, media sosial, serta pembuatan graphic standard manual. Hasil penelitian menunjukkan perancangan brand identity sudah unik dan sesuai citra Tukang Sayoer Online sehingga dapat menunjang identitas usaha dalam jangka panjang.
FOTOGRAFI CERITA NARATIF PADA GIVE BIRTH PHOTOGRAPHY
AbstractNarrative Story Photography on Give Birth Photography. Birth photography started and developed in Indonesia in 2017. This genre of photography became popular since a lot of urban society sed this facility as a lifestyle as they went through the giving birth process and shared it on the social media. The purpose of this essay is to appreciate all mothers who have struggles in labor and delivery process especially our mother. Thefinal project process supported by research. The method for this artworks use literature study, simulation of delivery process at the hospital, and interview with photographer who has had some experience in taking pictures in the surgery room. This final essay uses a narrative story photography approach which is completed with opening, content,and closing photography. This artwork applies black and white photography, available light, and EDFAT method as well. This essay is expected to give strong and deep message regarding mothers struggles in labor and delivery process. AbstrakFotografi Cerita Naratif pada Give Birth Photography. Fotografi bersalin masuk dan mulai berkembang di Indonesia pada tahun 2017. Genre fotografi ini mulai dikenal masyarakat luas karena banyak golongan masyarakat urban yang menggunakannya sebagai gaya hidup pada saat dilakukan proses bersalin dan dibagikan dalam sosial media. Tujuan pembuatan karya ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada para ibuyang telah berjuang dalam proses bersalin, selain itu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas untuk menghargai wanita terutama ibu kita sendiri. Dalam pembuatan karya tugas akhir didukung dengan metode penelitian untuk penciptaan karya. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah melalui studi literatur, simulasi langsung di rumah sakit untuk proses bersalin, serta wawancara dengan fotografer yang pernah memotret di dalam ruang operasi. Karya tugas akhir ini dibuat dengan pendekatan fotografi cerita naratif yang dibuat dan terdiri dari bagian foto pembuka, isi, dan penutup. Pada karya fotografi dini diaplikasikan fotografi hitam putih, availablelight, dan juga metode EDFAT dalam penulisan kali ini. Diharapkan karya ini dapat memberikan pesan mendalam mengenai perjuangan ibu pada saat melakukan proses bersalin
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL “BERSERI” (BERSIH, SEHAT, RINDANG) DI KECAMATAN KENJERAN SURABAYA
AbstractThe “Berseri” (Bersih, Sehat, Rindang) Social Campaign Design at Kenjeran District Surabaya. Kenjeran District is one of the districts in the North Surabaya region and part of the district is a coastal area, close to the Suramadu Bridge that crosses the Madura Strait. Kenjeran coastal settlements are dense, unwell environment and has relatively small and unkempt path. This condition has an unfavorable impact on the community,which is the lack of a green environment in the Kenjeran District. This is due to people’s ignorance about how to care for plants properly, and limited land for growing green plants. Creative solutions are necessary to increase greening in the Kenjeran Coastal Region, which is social campaign “Berseri” (Bersih, Sehat, Rindang). All media that will be designed in the social campaign “Berseri” (Bersih, Sehat, Rindang) have a concept that is clean and healtly starting from a green home environment. Creativemedia that are used will lead the public to want to make a small greening in the home/ village. The results of these activities are expected to be able to introduc Kenjeran Subdistrict Surabaya as one of the areas where the community has increased concern for the environment and a way to add creative value in supporting the knowledge and insights that are there. AbstrakPerancangan Kampanye Sosial “Berseri” (Bersih, Sehat, Rindang) di KecamatanKenjeran Surabaya. Kecamatan Kenjeran merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Surabaya Utara dan sebagian wilayahnya merupakan wilayah pesisir, dekat dengan Jembatan Suramadu yang melintasi Selat Madura. Pemukiman pesisir Kenjeran merupakan permukiman padat, kumuh dan memiliki jalan yang relatif sempit dan tidak terawat. Kondisi tersebut memberikan dampak yang kurang baik pada masyarakat, salah satunya kurangnya lingkungan hijau di wilayah Kecamatan Kenjeran. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat tentang cara merawat tumbuhan dengan baik dan benar serta keterbatasan lahan untuk menanam tumbuhan hijau. Solusikreatif dilakukan berupa kampanye sosial “Berseri” (Bersih, Sehat, Rindang) untuk meningkatkan penghijauan di wilayah pesisir Kenjeran sangat dibutuhkan. Seluruh media yang akan dirancang pada kampanye sosial “Berseri” (Bersih, Sehat, Rindang) memiliki konsep yaitu bersih dan sehat berawal dari lingkungan rumah yang hijau. Media-media kreatif yang digunakan akan menggiring masyarakat agar mau melakukan penghijauan kecil di lingkungan rumah maupun perkampungan. Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan Kecamatan Kenjeran Surabaya sebagaisalah satu kawasan di mana masyarakatnya memiliki peningkatan kepedulian terhadap lingkungan dan menjadi sarana menambah nilai kreatif dalam menunjang pengetahuan dan wawasan yang ada di sana.Kata kunci: pesisir Kenjeran, lingkungan, penghijauan, kampanye sosial, Berser
PERANCANGAN VISUAL BRAND IDENTITY FESTIVAL IMLEK KOTA TANJUNG PINANG
AbstractDesigning Visual Brand Identity for Tanjung Pinang’s Chinese New Year Festival. Visual brand identity for Tanjung Pinang’s Chinese New Year Festival is one of the efforts to enchance the brand of Riau Islands capital city. Tanjung Pinang city is well known for its historical culture value from Riau Lingga Kingdom so the Malay heritage remains preserved. Chinese New Year festival is the most popular tradition among Chinese people and this year it was held since December 26th 2019 through bazaar untilJanuary 25th 2020 follows by other celebration. This celebration has held a few years ago, but unfortunately not much local tourists known this festival. The purpose of this study is to identify and design a visual brand identity through mascot and logo. The method is descriptive qualitative research based on design. The researcher identified some visual identity consists of style, color, pattern, mascot gesture, 2020 logo and other supporting elements with the concept acculturation of Malay and Chinese culture. AbstrakPerancangan Visual Brand Identity Festival Imlek Kota Tanjung Pinang. Perancangan visual brand identity pada Festival Imlek kota Tanjung Pinang ini merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan brand di ibukota provinsi Kepulauan Riau. Kota Tanjung Pinang terkenal dengan budaya nilai histori dari Kerajaan Riau Lingga sehingga ciri khaske-Melayuan-nya tetap dipertahankan. Perayaan Imlek merupakan tradisi paling popular bagi etnis Tionghoa kota Tanjung Pinang dan tahun ini diselenggarakan sejak tanggal 26 Desember 2019 melalui bazar Imlek hingga 25 Januari 2019 untuk pertunjukan lainnya.Perayaan festival Imlek marak diselenggarakan pada beberapa tahun belakangan ini, namun disayangkan belum banyak diketahui oleh turis lokal lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasikan dan merancang identitas visual melalui maskot dan logo untuk perayaan Imlek tahun 2020. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatifdeskriptif yang luarannya berupa perancangan. Identitas visual yang teridentifikasikan berupa style design, warna, pola, gestur maskot, logo 2020, dan elemen pendukung lainnya dengan konsep akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa.
PENGGAMBARAN KEPERCAYAAN SEKALA DAN NISKALA DI MASYARAKAT BALI PADA FILM “THE SEEN AND UNSEEN”
Abstract The Visualization of Balinese Society’s Sekala and Niskala Beliefs in “The Seen and Unseen” Movie. Art and culture are the inspiration for filmmakers in their work. The diversity of traditions and culture in Indonesia has become something people take interest in to be in a film work. This research discusses the visualization of sectarian beliefs in Balinese society in the “The Seen and Unseen” movie. Through the semiotic method, analysis of scenes that depicts beliefs of the sekala and niskala are done. This analysis is translated into Roland Barthes’s semiotic theory through the meaning of denotation, connotation, and myth. Sekala and niskala are Balinese beliefs that are very inherent in everyday life that have visible and invisible meanings. This belief guides Balinese people to live a balanced life. In the film “The Seen and Unseen” this belief is depicted with an egg symbol, banging twins, moon, day and night. The result of this research is the understanding of those symbols and meanings in “The Seen and Unseen” movie. Abstrak Penggambaran Kepercayaan Sekala dan Niskala di Masyarakat Bali pada Film “The Seen and Unseen”. Seni dan budaya merupakan inspirasi bagi sineas dalam berkarya. Keberagaman tradisi dan budaya di Indonesia menjadi sesuatu yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah karya film. Penelitian ini membahas tentang penggambaran kepercayaan sekala dan niskala di masyarakat Bali pada film “The Seen and Unseen”. Melalui metode semiotika dilakukan analisis terhadap adegan-adegan yang menggambarkan kepercayaan sekala dan niskala. Analisis dijabarkan dengan teori semiotika Roland Barthes melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos. Sekala dan niskala merupakan kepercayaan masyarakat Bali yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki makna terlihat dan tidak terlihat. Kepercayaan tersebut mengarahkan masyarakat Bali agar menjalani kehidupan yang seimbang. Dalam film “The Seen and Unseen” ini kepercayaan sekala dan niskala digambarkan dengan simbol telur, kembar buncing, bulan, siang dan malam. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman terhadap tanda-tanda tersebut yang dihadirkan pada film “The Seen and Unseen”. Kata kunci: film, budaya, tradisi, sekala dan niskala, Bal
WARNA DAN PRINSIP DESAIN USER INTERFACE (UI) DALAM APLIKASI SELULER “BUKALOKA”
AbstractColor and Design Principles of User Interface (UI) in “Bukaloka” Mobile Apps. Color is a determining factor for the success of UI design. UI design is a visual display that is very important to build interaction because the audience doesn’t return to visit poor- looking applications. “Bukaloka” is a digital startup that focuses on the phenomenon of Indonesian tourism. Color doesn’t affect the loading speed, so it is used to attract the attention of the audience. The application of color creates aesthetic design if it is guided by the design principles. The aim of this research is to describe colors and analyze the application of colors based on Surianto Rustan’s theory of design principles. The research method is descriptive qualitative. Data collected by observation, interview, documentation, and literature. The results revealed the UI design consisted of 11 types of colors. The color doesn’t reflect emphasis, sequence, and unity, but only reflects the balance. The colors of “Bukaloka” UI design haven’t fulfilled the design aesthetics. AbstrakWarna dan Prinsip Desain User Interface (UI) dalam Aplikasi Seluler “Bukaloka”. Warna merupakan faktor penentu keberhasilan desain UI ketika berinteraksi dengan audiens. Desain UI adalah tampilan visual yang berperan penting membangun interaksi karena audiens tidak akan kembali mengunjungi aplikasi berpenampilan jelek. “Bukaloka” merupakan startup digital yang fokus pada fenomena pariwisata Indonesia. Warna tidak mempengaruhi kecepatan loading, sehingga dimanfaatkan untuk menarik perhatian audiens. Penerapan warna menciptakan desain estetis apabila berpedoman pada prinsip desain, yaitu emphasis, sequence, balance, dan unity. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan warna dan menganalisis penerapan warna. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Warna desain UI dideskripsikan secara detail, kemudian penerapan warna dianalisis berdasarkan teori prinsip desain Surianto Rustan. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian mengungkapkan desain UI terdiri dari 11 jenis warna. Warna tersebut tidak mampu mencerminkan emphasis, sequence, dan unity. Penerapan warna hanya mencerminkan balance. Warna desain UI “Bukaloka” belum memenuhi estetika sebuah desain