Cylinder: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
    98 research outputs found

    Rancang Bangun Mesin Penggiling Cabai

    Get PDF
    Cabai merupakan salah satu jenis rempah yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga permintaan untuk cabai sangatlah tinggi. Maka dari itu diperlukan suatu alat untuk membantu memenuhi permintaan tersebut, yang dalam penelitian ini yaitu alat penggiling cabai otomatis. Alat penggiling ini akan diberikan kepada mitra UKM di daerah Kelapa Gading (Jakarta) yang memiliki kebutuhan untuk memproduksi cabai giling dengan kapasitas 100 kg/jam. Mesin penggiling menggunakan motor AC untuk memberikan daya putar pada pisau yang sudah terhubung dengan poros sehingga cabai dapat secara otomatis digiling oleh putaran pisau tersebut. Penggilingan cabai yang sebelumnya dilakukan secara manual oleh UKM dapat diubah menjadi otomatis sehingga dapat mencapai kapasitas 61 kg/jam. Tidak tercapainya target 100 kg/jam disebabkan oleh dua hal, yaitu proses pemasukan cabai segar secara manual ke dalam ruang penggilingan serta terlalu kecilnya ukuran wadah penampungan cabai segar

    Fenomena Korosi Antarmuka Sekrup pada Dynamic Compression Plate dan Locking Compression Plate untuk Restrukturisasi Tulang

    Get PDF
    Sekrup yang dipasangkan pada pelat implan, baik Dynamic Compression Plate (DCP) dan Locking Compression Plate (LCP) berfungsi untuk menyambungkan bagian tulang yang patah dalam tubuh manusia. Implan terbuat dari material Stainless Steel 316L yang ditanamkan pada tubuh manusia dalam jangka waktu yang cukup panjang, yang berpotensi akan terkorosi baik pada sekrup maupun pelat. Pengujian korosi dilakukan dengan metode polarisasi menggunakan media korosif berupa larutan NaCl 0,9%. Metalografi dilakukan untuk mengetahui fenomena korosi yang terjadi pada permukaan spesimen dan uji keras mikro Vickers dilakukan dalam penelitian ini untuk menguji kekerasan spesimen sebelum dan sesudah terkorosi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa sekrup LCP yang dipasangkan pada pelat LCP mempunyai nilai laju korosi dan luas daerah yang lebih kecil dibandingkan dengan sekrup DCP yang dipasangkan pelat DCP. Hasil pengujian kekerasan pada pelat DCP sebelum dan sesudah terkorosi mempunyai nilai kekerasan yang berbeda cukup signifikan sedangkan pelat LCP nilai kekerasan sebelum dan sesudah terkorosi relatif sama. Pada sekrup DCP yang dipasangkan pelat DCP terjadi Pitting Corrosion, Crevice Corrosion, dan SCC (Stress Corrosion Cracking) yang menimbulkan retak mikro, sedangkan sekrup LCP yang dipasangkan pelat LCP terjadi Pitting Corrosion, dan Crevice Corrosion namun tidak menimbulkan retak mikro

    Perhitungan Perkiraan Sisa Umur Pipa Gas pada LPG Station Amurang dengan Perangkat Lunak Caesar II

    Get PDF
    PT Elnusa Petrofin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produk dan jasa migas. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bahan bakar dan gas LPG, PT Elnusa Petrofin mengoperasikan Terminal LPG dengan pipa penyalur yang berada di Amurang, Sulawesi Utara. TLPG tersebut akan dikaji terkait sisa umur dari pipa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tegangan yang terjadi pada pipa penyalur gas LPG. Selain itu, penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui sisa umur dari pipa penyalur tersebut dan menjamin keamanan serta operasi berkelanjutan dari peralatan tersebut. Pengujian dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak CAESAR II untuk menganalisis tegangan yang terjadi pada pipa penyalur tersebut. Pengujian dilakukan menggunakan jenis beban data desain dan data operasional. Nilai tegangan yang didapatkan hasil dari simulasi dibandingkan dengan nilai tegangan hasil perhitungan teoretis menggunakan rumus. Lalu, dari perhitungan tersebut dapat ditentukan jika pipa dalam kondisi aman sesuai dengan standar. Kemudian, untuk menghitung sisa umur dari pipa tersebut harus didapatkan data aktual dari pipa penyalur. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk perhitungan sisa umur dari pipa penyalur yang akan dianalisis

    Kaji Eksperimental Sifat Mekanik Objek Material Thermoplastic Polyurethane Menggunakan Fused Deposition Modeling Additive Manufacturing

    Get PDF
    Teknologi additive manufacturing (3D Printing) dalam dunia industri berkembang semakin cepat. Produk yang dibuat pun juga memiliki fungsi yang beragam dalam kehidupan sehari-hari. Karet sintetis (TPU) merupakan salah satu material alternatif yang dapat digunakan dalam additive manufacturing dikarenakan sifatnya yang elastis dan memiliki titik leleh untuk mencapai fasa cair yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan material pada umumnya (ABS, PLA, dan lain sebagainya). Oleh karena itu dilakukan kaji eksperimental akan sifat mekanik dari TPU dengan variabel berupa variasi temperatur pemanasan (240 oC, 250 oC, dan 260 oC) dan variasi printing orientation (X, Y, dan Z). Selain sifat mekanik, dilakukan juga pengamatan dalam membandingkan kualitas hasil printing terhadap spesimen uji tersebut. Dari hasil pengujian didapatkan modulus elastisitas tertinggi oleh z printing orientation pada variabel suhu 260 oC sedangkan strain tertinggi dicapai oleh Y printing orientation pada suhu 240 oC. Kemudian kualitas printing terbaik dihasilkan pada suhu ¡ printing 260 oC

    Kaji Eksperimental Perubahan Air Fuel Ratio Terhadap Daya dan Torsi Motor Otto HONDA L15A7

    Get PDF
    Untuk mendapatkan daya dan torsi maksimum dapat dilakukan dengan melakukan pengaturan Air Fuel Ratio (AFR) menjadi campuran bahan bakar kaya. Pengaturan dilakukan dengan cara mengubah variabel AFR dengan bantuan piggyback yang diletakkan di depan ECM standar untuk memanipulasi sinyal yang dikirim ke aktuator. Pengujian dilakukan dengan menggunakan mobil Honda jazz GE8 berkode mesin L15A7 diatas mesin dinamometer. Pengaturan Air Fuel Ratio dilakukan dengan variabel 14,7:1, 13,965:1, 13,23:1, 12,495:1 dan 12,201:1. Dari hasil pengujian didapatkan daya dan torsi maksimum pada pengaturan variabel AFR 12,495:1, kenaikandaya sebesar 10,07% dan kenaikan torsi sebesar 8,24% dibandingkan dengan variabel AFR 14,7:1

    Rancang Bangun Model Kendaraan untuk Automated Storage and Retrieval System

    Get PDF
    Pada zaman modern ini, sistem penyimpanan barang sangat penting pada sebuah industri. Sistem penyimpanan diperlukan untuk menyimpan barang mentah untuk produksi, suku cadang, dan barang hasil produksi. Penyimpanan pada umumnya masih dilakukan secara tradisional yaitu manusia langsung meletakkan dan mengambil barang. Metode penyimpanan barang secara tradisional ini tidak efisien, karena membutuhkan waktu mencari barang yang diinginkan dan juga dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, metode penyimpanan secara tradisional ini dapat dimutakhirkan dengan membuat sebuah mekanisme pengambilan dan penyimpanan barang secara otomatis yang dikontrol dengan menggunakan PLC(Programmable Logic Controller). Pengambilan serta penyimpanan barang secara otomatis ini dapat memudahkan dalam mencari barang dan juga mengurangi resiko kecelakaan kerja. Sistem ini secara keseluruhan disebut sebagai ASRS (Automated Storage and Retrievel System). Rancang bangun ASRS ini juga dapat menjadi sebuah contoh kasus pemuktahiran sistem-sistem tradisional yang masih manual. Dihasilkan model rancang bangun dapatbergerak dengan 3 buah sumbu gerak dengan penyimpangan jarak terbesar terjadi pada platform X yaitu sebesar 1,75 mm. Model rancang bangun dapat membawa benda dengan berat maksimal 5,4584 kg (secara teoritis) dan 11 kg (secara aktual)

    Perancangan dan Pembuatan Air Handling Unit

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan sistem tata udara yaitu PT Klimatek yang berlokasi di Jl. Alternatif Tarikolot, Desa Babakan, Citeureup – Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menentukan kapasitas Air Handling Unit (AHU) yang meliputi cooling load dan air flow. Kapasitas AHU ini disesuaikan dengan ukuran ruangan dan beban kalor yang terdapat pada ruangan tersebut sehingga menghasilkan AHU yang dapat mengkondisikan udara dalam ruangan secara efektif dan efisien. Pengkondisian udara tersebut meliputi suhu, kelembaban dan kebersihan udara. Ruangan yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian yaitu ruangan kantor di PT Klimatek. Setelah didapatkan ukuran ruangan dan jumlah beban kalor yang ada pada ruangan, maka kapasitas AHU sudah dapat dihitung. Perhitungan kapasitas AHU dilakukan secara manual dengan menggunakan rumus berdasarkan standard American Society of Heating, Refrigerating and Air Conditioning Engineers (ASHRAE) yang telah diterapkan pada PT Klimatek. Setelah didapatkan kapasitas AHU, selanjutnya akan dibuat desain AHU dengan menggunakan aplikasi Autocad. Desain AHU yang telah dibuat akan diproduksi langsung secara nyata pada pabrik di PT Klimatek. Setelah selesai pembuatan AHU, selanjutnya akan dihitung jumlah ducting yang diperlukan sebagai saluran keluar masuknya udara. Perhitungan jumlah ducting dilakukan secara manual yang disesuaikan dengan jumlah air flow AHU. Dari hasil perhitungan yang didapat, selanjutnya desain instalasi yang meliputi AHU, ducting dan chiller sebagai satu kesatuan sistem tata udara yang akan mengkondisikan ruangan kantor di PT Klimatek dapat ditentukan dengan menggunakan aplikasi Solidworks. Ducting dibuat dengan pengerjaan tangan menggunakanbahan polyisoschanurate. Chiller yang digunakan adalah mini chiller yang telah tersedia di gudang pabrik PT Klimatek. Terakhir,AHU tersebut dipasang di kantor PT Klimatek sehingga udara ruangan kantor dapat terkondisikan dengan dirancangAHU Standard yang sesuai dengan spesifikasi ruangan kantor PT Klimatek, yaitu memiliki return air temperatur sebesar 30,7C,relative humidity sebesar 42,5%, supply air memiliki temperatur sebesar 9,5C, relative humidity sebesar 80,9%, udara ruanganmemiliki temperatur sebesar 17,3C, dan relative humidity sebesar 82,4%

    Rancang Bangun Pompa Torak Sebagai Pengumpan Pompa Hidram Dengan Penggerak Kincir Angin

    Get PDF
    Air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia dan lingkungannya. Penduduk di daerah terpencil masih menggunakan metode konvensional untuk memindahkan air dari danau ke tempat tinggal. Keterbatasan energi listrik menjadi penyebab hal tersebut, tidak seperti di kota besar yang menggunakan pompa listrik sebagai alat untuk memindahkan air. Tujuan dari perancangan ini adalah Merancang dan membuat purwarupa pompa torak sebagai pengumpan pompa hidram dengan manfaat dapat dijadikan literatur maupun tinjauan pegabdian masyarakat untuk membantu penduduk yang tinggal di daerah sekitar yang kesulitan untuk menjangkau ketersediaan air bersih. Tahapan perancangan yang dilakukan adalah menentukan faktor-faktor penting dalam perancangan pompatorak, pengelompokan material yang digunakan pompa torak, perancangan wujud pompa torak, perancangan detail yang disertaidengan spesifikasi teknik dan perhitungan yang dibutuhkan sebelum dilakukan perwujudan pompa torak. Hasil perancangan dan perwujudan alat harus memenuhi daftar kebutuhan pengguna, serta dapat menjalankan fungsi alat secara efisien. Debit air yang dihasilkan pompa torak tergantung pada kecepatan dan ketersedian energi angin pada kondisi aktual. Dari hasil pengujian di laboratorium, debit air maksimal yang dihasilkan oleh pompa torak adalah 2,1 liter/detik yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna

    Pengukuran Efisiensi Volumetrik Untuk Motor Bensin Berbasis Karburator

    Get PDF
    Mesin otto merupakan salah satu sumber energi utama yang digunakan untul mengkonversi bahan bakar menjadi energi mekanik untuk menggerakan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor. Dalam upaya untuk meningkatkan performa mesin, instrumen berupa bangku uji sering digunakan untuk mengukur efisiensi mesin otto. Dalam penelitian ini, proses rancang bangun bangku uji dilakukan dengan tujuan untuk mengukur efisiensi volumetrik dan engine power loss dari mesin motor dengan bahan bakar bensin. Dari hasil pengujian untuk mesin dalam kondisi tanpa beban (idle), dikethaui bahwa efisiensi volumetrik terbesar adalah sebesar 66,7% pada saat kondisi katup terbuka penuh. Faktor lain yang mempengaruhi efisiensi volumetrik dari motor bakar adalah putaran mesin, di mana efisiensi volumetrik menurun pada saat putaran mesin makin cepat. Selain itu, perhitungan engine power loss menunjukan bahwa semakin tinggi putaran mesin, engine power loss semakin bertambah yang mungkin disebabkan oleh adanya peningkatan friction loss dan pumping loss

    The Development of Climbing Mechanism for Cable Inspection Robot

    Get PDF
    For the maintenance of large cable-stayed bridge, cable inspection task using robot becomes an alternative method that is safer, easier and more efficient than a manual inspection. The method is believed to be superior than using drone or human in performing the cable inspection. Our research work focuses on the development of climbing mechanism for cable inspection robot. Our design of climbing mechanism enables the robot to climb on 115 mm cylindrical object, e.g. supporting cable or beam of the bridge. The mechanism can be controlled wirelessly to climb the cylindrical object with the diameter between 100 mm to 120 mm at maximum speed of 10 mm/s. The mechanism is powered by Li-Ion battery that is capable to reach 50 meter distance without the need of charging. The mechanism is also equipped with camera to take pictures of physical inspected objects, e.g. outer part of cable

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Cylinder: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇