Proceedings of KNASTIK
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
DESIGN SECURE PROTOCOL ELECTRONIC PAYMENT USING PULSE OF HANDPHONE BASED ON HMAC ALGORITHM
Pulsa dapat digunakan sebagai alternatif pembayaran secara elektronik karena pulsa selalu dibawa kemanapun, pulsa dapat diperoleh dengan mudah, dapat digunakan untuk pembayaran transaksi yang kecil dan tidak perlu mengkhawatirkan tidak adanya kembalian, tidak mendidik pengguna untuk boros, dan kepastian pembayaran oleh pelanggan. Dalam proses pembayaran secara elektronik menggunakan pulsa, dibutuhkan suatu prosedur yang aman. Prosedur ini dapat dipenuhi oleh penggunaan protokol kriptografi. Protokol kriptografi adalah prosedur, aturan, dan langkah-langkah untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan teknik kriptografi guna menjamin keamanan. Tujuan dari penggunaan protokol kriptografi adalah menjamin kerahasiaan data, keutuhan data, dan autentikasi data. Dalam protokol ini, algoritma yang digunakan adalah algoritma HMAC dengan kunci simetri. Pemilihan kunci simetri akan meminimalisasi komputasi dan memori yang dibutuhkan. Namun, manajemen kunci dan distribusi kunci yang tepat menjadi syarat yang harus dipenuhi agar komunikasi tetap aman
PENERAPAN METODE COBIT DALAM TATA LAKSANA TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN FMIPA UNIVERSITAS PAKUAN
Penggunaan Teknologi Informasi di Perpustakaan FMIPA Universitas Pakuan menjadisuatu keharusan dalam meningkatkan kinerja dan produktifitas.Informasi yang diolahharus bersifat efektif, efisien, rahasia, terintegrasi, tersedia, sesuai, dan dapatdiandalkan.Untuk menilai sejauh mana pengelolaan TI telah dilaksanakan dengannbaik, perlu dilakukan penyesuaian standar manajemen teknologi.Metode COBITadalah salah satu standar manajemen teknologi.Tahapan Metode COBIT yangdilakukan adalah tahap informasi, tahap perencanaan dan organisasi, tahap akuisisidan implementasi, tahap pengiriman dan dukungan, serta tahap pemantauan. Setelahitu, dengan menggunakan Metode COBIT ini akan diberikan penilaian melaluiwawancara dan kuesioner, sehingga dapat diketahui tingkat kematangannya (MaturityModel). Dengan demikian diketahui temuan-temuan, baik yang sudah baik, buruk,maupun yang masih perlu dikembangkan. Akhirnya diberikan rekomendasi untukmeningkatkan mutu perpustakaan FMIPA UNPAK
RULE-BASED EXPERT SYSTEM FOR DETECTING AVOCADO DISEASE AND PEST (SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN ALPUKAT)
Sistem pakar deteksi penyakit dan hama pada tanaman alpukat memiliki kemampuan untuk melakukan deteksi terhadap hama atau penyakit yang menyerang tanaman berdasarkan gejala-gejala fisik yang dapat terlihat pada tanaman. Sistem ini menggunakan representasi pengetahuan berbasis aturan sehingga pengetahuan yang dimiliki direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk IF-THEN. Sistem mampu mendeteksi 9 hama dan 3 penyakit pada tanaman alpukat. Basis Pengetahuan sistem terdiri dari 34 fakta dan 38 aturan. Proses penalaran menggunakan metode runut maju/forward chaining, yaitu penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menemukan jawaban berupa hama/penyakit. Keluar dari sistem berupa nama hama/penyakit hasil deteksi sistem, gejala-gejala penyebab, keterangan hama/penyakit serta alternatif solusi untuk mengatasi hama/penyakit yang terjadi. Sistem Memiliki tingkat ketepatan analisis 88,2% jika dibandingkan dengan analisis yang dilakukan oleh pakar
SIAPASCA: SISTEM INFORMASI AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UAJY BERBASIS WEB
Makalah ini akan memaparkan pengembangan sistem informasi akademik Program Pascasarjana Universitas AtmaJaya Yogyakarta (UAJY) berbasis web. Sistem informasi ini diberi nama SIAPASCA. Perangkat lunak SIAPASCAmerupakan sebuah sistem informasi akademik yang mengelola data dan aktivitas akademik Program Pascasarjana. Sisteminformasi ini berbasis web dan dibuat dengan Prado Framework menggunakan bahasa pemrograman PHP. Databasemanagement system (DBMS) yang digunakan dalam perangkat lunak ini adalah Microsoft SQL Server 2005. Sisteminformasi ini akan mengelola data akademik yang meliputi data dosen, data riwayat dosen, data publikasi dosen, datapengabdian dosen pada masyarakat, data aktivitas dosen, data tesis mahasiswa, data mahasiswa keluar dan data yudisiummahasiswa. Selain itu, sistem informasi ini juga menangani proses pengajuan proposal tesis dan ujian pendadaran tesismahasiswa serta menghasilkan laporan akademik dengan lebih terorganisir sehingga informasi penting yang dibutuhkandapat diakses secara cepat dan tepat. Selain itu, sistem informasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kinerjastaff Program Pascasarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam menangani data aktivitas akademik
PENGEMBANGAN MODEL PENGENALAN WAJAH PADA RUANG EIGEN DENGAN 2DPCA (2 Dimensional Principal Component Analysis)
Pengenalan wajah merupakan masalah yang didasarkan pada pengenalan obyek Obyek diidentifikasi secara spesifik dan menggunakan karakteristik terukur. Dalam proses pengenalan wajah cukup banyak metode yang dapat digunakan, salah satu fungsi dengan menggunakan metode jarak euclid. Metode euclid adalah metode dengan membandingkan citra pengujian yang memiliki jarak minimal dengan basis data citra pelatihan. Fitur teknik ekstraksi yang digunakan dalam pengenalan wajah untuk menemukan fitur penting dari basis data gambar pelatihan yang menjadi referensi. Satu adalah teknik diperkenalkan oleh Yang Jian pada tahun 2004 adalah 2DPCA (2 Dimensi Analisis Komponen Utama). Percobaan ini menggunakan 2DPCA untuk teknik ekstraksi fitur pada pengenalan wajah. Hasil yang dicapai bahwa kinerja model dengan persentase yang benar mencapai 96,75 %
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI POMPA BENSIN DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Dalam menentukan lokasi pompa bensin (SPBU) baru, pemilik harus merujuk pada standar yang telah ditetapkan oleh PT Pertamina. Pemilik pompa bensin harus menganalisa semua faktor yang ditentukan seperti tipe, luas, jenis bahan bakar yang dijual, lebar akses jalan, jumlah lajur jalan, pembatas jalan, jarak dengan pompa bensin lainnya, kapasitas tangki penyimpanan, jumlah pompa bahan dan ketersediaan infrastruktur fasilitas pendukung seperti pemadam kebakaran, sistem keamanan, fasilitas umum, dan sistem pencahayaan yang telah terstandar sebelum mengajukan permohonan untuk SPBU. Aplikasi komputer ini dimaksudkan untuk membantu pemilik pompa bensin untuk menentukan lokasi SPBU baru di wilayah Kecamatan Medan Sunggal bukan hasil akhir yang diputuskan oleh PT Pertamina
IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALI MOTOR SERVO PADA FPGA ALTERA FLEX-10K MENGGUNAKAN DESKRIPSI VHDL
Telah dilakukan perancangan, dan implementasi sistem pengendali motor servo dalam FPGA FLEX-10Kmenggunakan VHDL. Sistem terbagi atas 2 macam, yang masing-masing dibatasi dengan ruang putar servo 0-180 derajat.Sistem pertama dirancang secara keseluruhan menggunakan deskripsi VHDL dengan pengontrol 2 tombol-tekan danpenampil sudutnya 3x7-segment. Sistem kedua merupakan kombinasi antara modul driver yang ditulis dalam deskripsiVHDL, dan bagian antarmuka yang dituliskan dalam Delphi 7.0. Sumber daya yang dibutuhkan pada sistem pengendali yangpertama adalah 277 elemen logika dan 63 flip-flop dengan waktu rambat sebesar 12.5 nd. Sedangkan yang keduamembutuhkan 140 elemen logika, dan 33 flip-flop dengan waktu rambatnya 12.4 nd
PEMODELAN DOWNSCALING LUARAN GCM DAN ANOMALI SST NINO 3.4 MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION (Studi Kasus Curah Hujan Bulanan Indramayu)
anomaly Nino 3.4 as input in the training to predict a rainfall monthly in Indramayu.The techniques of a downscaling is used for a phenomenon indicators of El Nino andSouthern Oscillation (ENSO) climate anomaly such as a Global Circulation Model(GCM) and Sea Surface Temperature (SST) nino 3.4 are commonly used as a primarystudy learn and understand the climate system. This research propose a method fordeveloping a downscaling model GCM output and SST anomaly Nino 3.4 by usingSupport Vector Regression (SVR). The research result showed that GCM output andSST anomaly Nino 3.4 can be approach the average value of monthly rainfall. The bestresult of prediction is Bondan station which has average correlation that is 0.700
Deteksi Klas Pola Sidik Jari dengan Self-Organizing Map
Klasifikasi sidik jari merupakan proses yang sangat penting sebelum dilakukan proses identifikasi maupun proses verifikasi. Pencarian pola sidik jari pada suatu klas tertentu jauh lebih cepat dibandingkan dengan pencarian pada seluruh basis data. Sidik jari memiliki dua fitur penting yang disebut fitur lokal (minutiae) dan fitur global (singularities). Fitur lokal biasanya digunakan sebagai dasar pencocokan sidik jari, sedangkan fitur global biasanya dipakai sebagai dasar klasifikasi. Pada umumnya klasifikasi didasarkan pada keberadaan dan posisi core dan delta. Pada penelitian ini komposisi sudut kemiringan alur diteliti, dengan harapan dapat dipakai sebagai dasar klasifikasi yang lebih sederhana dan lebih cepat proses komputasinya. Pertama, citra grayscale sidik jari dikonversi menjadi citra biner, kemudian dilakukan proses thinning. Kedua, diambil blok-blok citra berukuran 3x3 piksel. Nilai dari piksel-piksel pada blok tersebut digunakan sebagai input pelatihan bagi jaringan Self Organizing Map (SOM) dengan arsitektur 9 neuron input dan 10 neuron output. Dengan memproses setiap blok berukuran 3x3 piksel dari citra sidik jari dengan SOM maka akan diperoleh komposisi cluster untuk sidik jari yang bersangkutan. Sistem yang dibuat mampu mendeteksi klas LOOP dengan baik
ENKRIPSI FILE GAMBAR MENGGUNAKAN METODE GOVERNMENT STANDARD (GOST)
Dalam beberapa kasus, data gambar memerlukan pengamanan agar tidak dapatdibuka dan dilihat oleh pihak yang tidak berkepentingan misalnya gambarperencanaan denah sebuah proyek perumahan pada perusahaan kontraktor yangmenjadi rahasia perusahaan. Solusi dari permasalahan ini adalah menggunakankriptografi. Salah satu metode kriptografi adalah Metode Government Standart(GOST), dimana Metode GOST merupakan suatu algoritma enkripsi sederhana yangmemiliki jumlah proses sebanyak 32 round (putaran) dan menggunakan 64 bit blockcipher dengan 256 bit key. Metode GOST juga menggunakan 8 buah S-Box yangberbeda-beda dan operasi XOR serta Left Circular Shift. Pembuatan Sistem EnkripsiGambar dengan metode GOST adalah dengan menyeleksi warna RGB (Red, Green,Blue) pada gambar dan dirubah ke bilangan heksadesimal, lalu di enkrip menggunakanMetode GOST. Hasil dari sistem ini adalah dapat mengenkrip sebuah gambar yangutuh menjadi seperti sebuah gambar yang tidak mempunyai arti (gambar terenkrip),sehingga kerahasiaan gambar tersebut tetap terjaga