BAHASANTODEA
Not a member yet
177 research outputs found
Sort by
TEACHING ENGLISH VOCABULARY TO MENTALLY RETARDED STUDENTS OF SLB NEGERI 2 PALU THROUGH MAKE-A-MATCH TECHNIQUE
Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana menemukan pencapaian kosakata dengan menggunakan teknik “ Mencari Pasangan “. Penelitian ini dilakukan di SLB Negeri 2 Palu khususnya bagi siswa Tuna Grahita tahun ajaran 2015-2016 sebagai subjek di penelitian ini. Subject pada penelitian ini terdiri dari 10 siswa. Penelitian ini menggunakan desain PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat pertemuan, dan dalam setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,observasi dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kuanlitatif dan kualitatif (deskriptif).Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes siswa dalam penguasaan kosakata, sedangkan kualitatif diperoleh dari observasi dan field note. Berdasarkan data tersebut,pada tes1,dari hasil penelitian diperoleh 5 siswa (50 %)pada tingkatan rendah, sedangkan pada test II hasil penelitian diperoleh 8 siswa ( 80 % )berhasil. Setelah seluruh data yang diperoleh. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kosakata melalui tehnik “Mencari Pasangan“ dapat membuat proses pembelajaran menarik, membuat siswa paham akan arti kata, membuat siswa mempunyai kemampuan berkomunikasi terhadap orang lain. Terbukti dengan adanya pembelajaran kosakata melalui tehnik “ Mencari Pasangan “ memperbaiki penguasaan kosakata siswa. Diharapkan bahwa tehnik “ Mencari Pasangan “ sebagai salah satu tehnik dalam pembelajaran kosakata yang digunaka
KORELASI ANTARA KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI NOVEL DENGAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK TERHADAP HASIL BELAJAR APRESIASI SASTRA SISWA SMA NEGERI 1 AMPIBABO KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
This research have the purpose to know the correlation ability to understanding novel contents to the literature learning outcomes of the students SMA Negeri 1 Ampibabo, Ampibabo Subdistrict, Parigi Moutong regency; the correlation ability to understanding novel contents with the ability to understanding intrinstic element to the literature appreciation learning outcomes of the students SMA Negeri 1 Ampibabo, ampibabo subdistrict, Parigi moutong regency. This research implemented in the SMA Negeri 1 Ampibabo, Ampibabo Subdistrict, Parigi Moutong regency. The method of this research analyzed by descriptive and data analysis by inferensial. Descriptive analysis include describing, central tendention and disseminating tendention, the distribution composing score frequent and his histogram. Whereas the data analysis by inferensial used to hiphotesis trial utility. The research outcomes showing average score which getting by the twelfth grade student of SMA Negeri 1 Ampibabo parigi moutong regency which have correlation with the ability to understanding the novel contents categoryzed was able, with the average score 75,36. For the second hypthotesis, according to the significant between the ability to understand the intrinstic element with the literature appreciation learning outcomes. The simple crrelation analisys (r) founded correlation between novel contents element understanding and instrinsic element understanding to the literature appreciation learning outcomes of the students SMA Negeri 1 Ampibabo, ampibabo Subdistrict, Parigi Moutong regency (r) is 0,792. There is a positive correlation between the ability to understanding the novel contents with the ability to understanding instrinsic element to the literature appreciation learning outcomes based on the data analysis outcomes can be explain that the ability to understanding the novel contents and the ability to understanding the instrinsic elements to the literature appreciation learning outcomes of the twelfth grade student of SMA Negeri 1 Ampibabo by an individual or a group have a positive correlation. However, the strong with the R score is 82,1%
PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS NASKAH BERITA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 3 BANAWA MELALUI METODE DEMONSTRASI
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah, bagaimanakah penerapan metode demostrasi dalam meningkatkan kompetensi menulis naskah berita siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Banawa? Dan bagaimana peningkatan kompetensi menulis naskah berita siswa kelas VIIIA SMP Neg Mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam meningkatkan kompetensi menulis naskah berita pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Banawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan peningkatan kompetensi menulis naskah berita pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Banawa melalui demostrasi dan untuk mendeskripsikan peningkatan kompetensi menulis naskah berita pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Banawa melalui demostrasi. penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah yang berasal dari praktik pembelajaran di kelas. Peneliti mememilih rancangan PTK dalam penelitian ini sebagai upaya untuk memperbaiki dan kondisi pembelajaran dan mengatasi kesulitan belajar yang berkaitan dengan rendahnya kompetensi menulis naskah berita siswa kelas VIIIA SMP Negeri 3 Banawa melalui metode demonstrasi. Hasil penelitian Peningkatan itu berdasarkan hasil tes menulis pengalaman pribadi melalui metode demonstrasi. Hasil belajar pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 67,31% dan pada siklus II mencapai 86,05%. Berarti mengalami peningkatan sebesar 18,74%. Berdasarkan obsevasi tentang keterlaksanaan metode pembelajaran oleh guru pada siklus I diperoleh nilai 61,1% dan keterlaksanaan metode pembelajaran pada siklus II diperoleh nilai 81,9%, berarti mengalami peningkatan sebesar 20,8%. Sedangkan keterlaksanaan metode pembelajaran oleh siswa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 58,5% siklus II diperoleh nilai rata-rata 78,5%, berarti mengalami peningkatan sebesar 20%
PENERAPAN METODE PEMODELAN UNTUK MENIGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IV SD INPRES 2 BANTAYA
Based at the first reflection outcomes that have done by the researcher in the SD Inpres 2 Bantaya, it founded the information that the student ability in the writing poetry still have low. The indicator founded that the scores average of the students was 60 scores. Whereas, the minimal completeness achieved score was 70 scores. The students have the difficult to expresses their mind and feelling in the poetry form. This research focussed to increasing poetry writing ability at the fourth grade student of SD Inpres 2 Bantaya with using modelling method, the problem statement in this research is how to applicate the modelling method to increasing poetry writing ability at the fourth grade student of SD Inpres 2 Bantaya with using modelling method. The nstrument that used to supports this research are : (1) first observation sheet (2) Observation sheet, (3) Reflection sheet, (4) Interview sheet, (5) Evaluation Sheet. Based on the finding and research outcomes that have done at the cycle I (53,46%) at the first meeting and (63,33%) at the second meeting. The implementation in the cycle II, the first meeting achieve (76,01%), and the second meeting achieve (86,33%). It is show that modelling method was effective to increasing poetry writing ability at the sixth grade student of SD Inpres 2 Bantaya
MAKNA SIMBOLIK UPACARA ADAT BALIA BALIORE PADA SUKU KAILI (KAJIAN SEMIOTIK)
The problem which explained in this research consisted of two things, they were ; (1) what were symbols which found in Balia Baliore traditional ceremony at Kaili tribe, (2) what were the meaning which found in symbols in Balia Baliore traditional ceremony at Kaili tribe. The objective of this research was to described the symbols which found in Balia Baliore traditional ceremony at Kaili tribe. The approach that used in this research was qualitative approach. Kind of this research which used was descriptive qualitative research. The ethod which used in this research was listening and conversation method. The data accumulation which done in this research through: (1) Observation, (2) Interview, (3) Dokumentation, (4) recording. The data analysis which used was Miles and Hubermen model through 4 steps, they were : (1) accumulation data step, (2) reduction data, (3) serving data, (4) Verification data. Research result showed that in Balia Baliore traditional ceremony at Kaili tribe that found nineteen steps, in each of step there was symbols which full meaning, there were symbols which explained in Balia Baliore traditional ceremony at Kaili tribe was verbal and nonverbal symbol. Nineteen steps of Balia Baliore traditional ceremony at Kaili tribe, they were : (1), nompairomu, (2) Nompakende joa, (3) mosore vayo, (4) mompesule manu, (5) nombangu tava kayu, (6) nangande ka ada, (7) nosinggulama pamula, (8) noisi sakaya, (9) nompopolivo sakaya, (11) mosore vayo setelah pelarungan, (12) nodungganaka tava kayu, (13) noporo ri vamba, (14) nangande ka ada kaupuna, (15) nosunggilama kaupuna, (16) nocera, (17) pray together, (18) nobagi poloya, (19) novonto potampari.
DEVELOPING WRITING SKILL OF GRADE VIII STUDENTS AT MTs ALKHAIRAT MAMBORO THROUGH PICTURE SERIES
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa melalui gambar berseri. Penelitian ini didesain sebagai penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MTs Alkhairaat Mamboro. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas Delapan, terdiri dari 11 siswa dan 9 siswi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus melalui langkah-langkah perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Peneliti dan kolaboratornya mengumpulkan data melalui lembar observasi, catatan lapangan, dan butir soal menulis. Data dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif. Data yang didapatkan dari tes diabalisa secara kuantitatif sedangkan data dari lembar observasi dan catatan lapangan tidak dianalisa secara kuantitatif. Kriteria kesuksesan adalah siswa harus meraih nilai individu 65 dan harus dicapai oleh lebih dari 75% siswa dari total jumlah siswa dikelas. Hasil dari analisis data menunjukkan terdapat 5 siswa (25%) yang meraih criteria kesuksesan dipertemuan pertama dan 6 siswa (30%) dipertemuan kedua (siklus 1). Sedangkan disiklus 2, terdapat 14 siswa (70%) yang mencapai criteria kesuksesan dipertemuan pertama dan 17 siswa (85%) dipertemuan kedua. Hasil dari siklus dua menunjukkan keberhasilan siswa mencapai criteria kesuksesan. Hal ini mengindikasikan teknik gambar berseri mampu mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis teks recount.
KOHESI DAN KOHERENSI DALAM ARTIKEL ILMIAH POPULER RADAR SULTENG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kohesi dan koherensi dalam Artikel Ilmiah Populer Radar Sulteng (AIPRS). Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana kritis (AWK) Fairclough dalam menganalisis wacana dalam tiga dimensi, yaitu (1) data linguistik, (2) praktik-praktik diskursif, dan (3) praktik-praktik sosial, melalui tiga tahapan, yaitu: deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Data dalam penelitian ini berupa data tertulis dalam bentuk dokumen AIPRS. Data diperoleh melalui tiga tahapan, yaitu: orientasi/deskripsi, reduksi/ fokus, dan seleksi. Kemudian, data dianalisis menggunakan model AWK Fairclough, yaitu data linguistik dianalisis melalui kajian bentuk dan makna, dinterpretasikan, dan dieksplanasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa dalam AIPRS ditemukan bentuk kohesi dan koherensi. Bentuk kohesi terdiri atas, kohesi gramatikal dan leksikal. Penanda kohesi gramatikal, meliputi: referen/pengacuan, substitusi/penyulihan, elipsis/pelesapan, konjungsi/penghubung, dan inversi. Kemudian kohesi leksikal terdiri atas: repetisi/pengulangan, sinonim/kesamaan makna, antonimi/lawan makna, kolokasi/sanding kata, ekuivalensi/kesejajaran. Selain itu, terdapat penanda koherensi dalam AIPRS yang mencakup: hubungan sebab akibat, hubungan akibat sebab, hubungan sarana hasil, hubungan alasan tindakan, hubungan latar simpulan, hubungan kelonggaran hasil, hubungan perbandingan, hubungan hubungan parafrastis, hubungan adiftif, hubungan identifikasi, hubungan generik-spesifik, hubungan spesifik-generik, hubungan ibarat, dan hubungan argumentatif
DEVELOPING SPEAKING SKILL OF GRADE XI IPA 3 STUDENTS AT SMAN 1 PALU THROUGH STORY TELLING
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berbicara pada siswa kelas XI di SMAN 1 Palu Melalui cerita. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3, sebanyak 27 orang siswa, yang terdiri 9 orang laki-laki dan 18 orang perempuan, pada tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan . Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes dan lembar observasi, catatan lapangan, selama pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik bercerita efektif untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa.. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pencapaian siswa pada setiap siklus. Pada siklus 1 ada enam belas siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum. Ini berarti bahwa pencapaian klasikal siswa adalah 59,26% dan pada siklus 2, ada dua puluh dua siswa yang mencapai criteria ketuntasan minimum atau 81.5%. Ini berarti prestasi yang diperoleh siswa mengalami peningkaant 22.6% pada siklus 2. Pencapaian siswa memenuhi kriteria ketuntasan minimum dan individu. Jadi dapat disimpulkan bahwa cerita effektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa berbicara. Kata kunci: pengembangan, berbicara, cerita
TEACHING READING SKILL TO GRADE VIII STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SINDUE TOMBUSABORA THROUGH COOPERATIVE LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Keterampilan membaca untuk Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sindue Tombusabora melalui Pembelajaran Kooperatif. Subyek penelitian adalah kelas VIII terdiri dari 30 siswa SMPN 1 Sindue Tombusabora. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes dan lembar observasi, catatan lapangan, selama pelaksanaan tindakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Kooperatif efektif dalam mengembangkan keterampilan membaca siswa. Efektivitas Pembelajaran Kooperatif ditunjukkan oleh peningkatan skor siswa. Temuan menunjukkan bahwa pada siklus 1 terdapat 19 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum. Ini berarti bahwa pencapaian klasikal adalah 63,3%. Dalam siklus 2, ditemukan bahwa terdapat dua 24 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum. Ini berarti bahwa prestasi yang diperoleh adalah 80%. Prestasi didapat didasarkan pada jumlah siswa yang mendapat skor minimal kriteria keberhasilan (65). Kedua prestasi individu yang diperoleh telah memenuhi kriteria keberhasilan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Kooperatif efektif untuk mengembangkan keterampilan membaca siswa. Kata kunci: mengajar, membaca, dan pembelajaran kooperatif
DEVELOPING WRITING SKILL OF GRADE X STUDENTS AT SMA ALKHAIRAAT KALUKUBULA THROUGH PROCESS-ORIENTED APPROACH
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa kelas X pada SMA Alkhairaat Kalukubula melalui pendekatan berorientasi proses. Ada tiga komponen penulisan yang dievaluasi dalam penulisan sebuah deskriptif teks yaitu pengaturan gagasan, penggunaan tata bahasa dan mekanisme penulisan. Penelitian ini menerapkan sebuah rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Kedua siklus tersebut terdiri dari tiga pertemuan yang mana di dalamnya pendekatan proses diterapkan. Dalam setiap pertemuan ada tiga tahapan proses belajar dan mengajar: kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Ada 25 siswa sebagai subjek studi ini. Untuk mengukur apakah keterampilan menulis siswa sudah meningkat, tes individu dilaksanakan setelah tiga pertemuan di setiap siklus. Hasil tes individu pada siklus 1 menunjukkan bahwa hanya 11 siswa (44%) yang mencapai kriteria kesuksesan. Itu berarti bahwa hasil siklus 1 belum berhasil; siklus 2 lebih meningkat daripada siklus 1. Hanya 4 siswa (16%) yang menunjukkan bahwa tulisan mereka rendah. Itu berarti bahwa 21 siswa (84%) telah memenuhi kriteria ketuntasan. Itu menunjukkan bahwa siswa dapat menghasilkan sebuah teks deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses. Mereka bisa menyusun gagasan-gagasan mereka ke dalam paragrap identifikasi dan paragrap deskripsi. Mereka juga bisa menulis kalimat-kalimat dengan mengikuti pola simple present tense dan copula Be present. Mereka pun mampu mengurangi kesalahan mereka dalam mekanisme penulisan. Ini membuktikan bahwa pendekatan ini efektif dalam pengajaran keterampilan penulisan. Kata kunci: Mengembangkan, Keterampilan Menulis, Pendekatan Berorientasi Prose