140 research outputs found

    BORU SASADA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MUSIK ETNIS "ARUNA"

    Full text link
    Anak perempuan Batak Toba memiliki ruang sempit dalam hak dan kewajiban untuk memiliki kebahagiaan dan karir. Boru Sasada  menjadi istilah bagi seorang anak perempuan tunggal keluarga Batak Toba. Reinterpretasi kesetaraan gender secara negatif dalam masyarakat Batak Toba sangat besar. Hal ini ditandai dengan keyakinan bahwa anak laki-laki adalah sebuah akar pohon dalam keluarga, sehingga mengkesampingkan bahwa seorang anak perempuan juga berharga. Globalisasi memberikan banyak perubahan terhadap reinterpretasi tersebut, ada positif, namun  ada yang negatif. Sebuah keluarga tentu mengasihi keturunan mereka, namun masyarakat banyak yang tidak sependapat dan memutuskan bahwa sebuah keluarga tanpa anak laki-laki adalah suatu hal yang hina. Sementara, seorang perempuan pada dasarnya akan selalu bermain perasaan dalam menanggapi cerita dalam hidupnya. Sangat menarik ketika adat dan istiadat menjunjung tinggi kehadiran seorang anak laki-laki, akan tetapi Tuhan memberikan karunia anak perempuan. Mengaplikasikan suasana hati dan perasaan puteri tunggal masyarakat Batak Toba ke dalam penciptaan musik etnis didahului dengan penelitian yang mencari tahu apa saja perasaan dari puteri tunggal  masyarakat Batak, kemudian penciptaan menggunakan ekplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Hasil penelitian ketika anak perempuan dikesampingkan, berdasarkan bagaimana orangtua meyakinkan dan mendukungnya. Masyarakat yang hidup di era globalisasi akan mampu berpikir dengan lebih terbuka, dan tidak seenaknya menghina.  Putri tunggal Batak Toba dan perasaannya menjadi sebuah fokus pada karya musik etnis berjudul “Aruna

    Bentuk dan Fungsi Iringan Gamelan pada Ritual Ujungan di Desa Gumelem Wetan Banjarnegara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi iringan gamelan pada Ritual Ujungan di Banjarnegara. Objek penelitian ini adalah Iringan gamelan pada Ritual Ujungan di desa Gumelem Wetan Banjarnegara. Ritual ujungan merupakan kegiatan adat masyarakat desa Gumelem Wetan Banjarnegara yang digunakan untuk memohon hujan. Iringan Gamelan merupakan komposisi karawitan yang memainkan lagu dan dimainkan selama prosesi Ritual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi.  berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa iringan gamelan berbentuk campursari dan memiliki empat fungsi yaitu sebagai pengungkap emosional, sarana komunikasi, sarana kelangsungan kebudayaan, serta ritual keagamaa

    SENGKILIK SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA MUSIK ETNIS BERJUDUL “KENAI BI”

    Full text link
    Komposisi Kenai Bi merupakan bentuk transformasi dari bunyi Sengkilik yang ada di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Sengkilik merupakan sebutan untuk kincir angin di daerah tersebut. Banyaknya Sengkilik yang terpasang menyebabkan adanya fenomena bunyi unik yang terdengar. Penelitian memperoleh hasil bahwa masih adanya kepercayaan masyarakat Dayak Tunjung Linggang terhadap hal yang bersifat transenden, sehingga masih banyak Sengkilik yang dipasang di kampung tersebut. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan musik etnis ini mengacu pada teori Alma M. Hawkins, yakni : Eksplorasi, Improvisasi, dan Komposisi. Penyajian komposisi ini merupakan sebuah komposisi campuran, berupa instrumental dan vokal dengan penggabungan instrumen etnis dan barat

    SAPE' SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN MUSIK ETNIS "MANAI"

    Full text link
    Sape’ merupakan sebuah instrumen musik yang menurut kepercayaan masyarakat hanya boleh dimainkan oleh kaum laki-laki, terlarang jika dimainkan oleh perempuan. Konteks akademis, terdapat fenomena perempuan yang mulai mempelajari sape’, terlihat begitu anggun dan mempunyai wibawa. Paradigma ini menjadi sebuah permasalahan yang menarik untuk diangkat dalam komposisi musik etnis yang berjudul Manai. Sebagai bentuk representasi kritis posisi perempuan terhadap laki-laki dalam memainkan Sape’. Berdasarkan pengamatan pengkarya, sangat penting untuk dipublikasikan sebagai pengetahuan budaya, serta sebagai contoh kepada khalayak betapa pentingnya posisi perempuan dalam menstransmisikan, mempertahankan identitas sebuah budaya masyarakat. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan musik etnis yang berjudul Manai mengacu pada teori Alma M. Hawkins. Teori ini berisi tentang proses penciptaan yaitu Eksplorasi, Improvisasi, dan pembentukan.Penyajian komposisi Manai merupakan perpaduan dari instrumen etnis Nusantara, instrumen barat dan vokal. Selain itu, Sape’ Leto merupakan pola permainan utama dari karya ini yang berasal dari suku Dayak Kenyah sebagai pendukung terciptanya komposisi musik etnis yang berjudul Manai. Secara garis besar nuansa dalam karya ini merupakan representasi dari peristiwa yang terjadi pada sosok gadis Dayak yang terdiri dari tiga bagian yaitu kelahiran, kehidupan, dan kesedihan. Kata Kunci: Manai, Sape’. Maskulinitas

    MERANTAU SEBAGAI INSPIRASI KARYA MANGARATTO

    Full text link
    Penciptaan karya Mangaratto terinspirasi dari fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat Batak di perantauan. Merantau bagi masyarakat Batak tidak hanya  sekedar berpindah badan dari tempat asal ke tempat perantauan, tetapi di latar-belakangi oleh beberapa faktor seperti faktor geografis, sosial, dan ekonomi. Di perantauan spirit leluhur tetap dipegang teguh oleh masyarakat perantauan. Sebagai contoh masyarakat Batak yang ada di Yogyakarta yang beragam marga dan status sosial, tetap menjalin sistem kekerabatan yang memicu  semangat solidaritas di antara sesama. Hubungan tersebut pun berlanjut dengan menjalin hubungan baik dengan masyarakat Yogyakarta dan dengan sesama pendatang  seperti dengan pendatang berasal dari Minangkabau,  Kalimantan, Bali, dan lain sebagainya. Sekalipun demikian, sebagai masyarakat pendatang harus menyesuaikan diri dengan masyarakat yang didatanginya. Hal ini menjadikan inspirasi karya Mangaratto. Berdasar hal tersebut muncul ide untuk menciptakan karya dengan menggunakan idiom dan medium musikal yang berasal dari wilayah-wilayah tersebut. Tujuan dari penciptaan karya ini  adalah untuk mentransformasikan fenomena sosial ke dalam bentuk karya seni serta menawarkan implementasi baru sebagai hasil dari percampuran idiom musical yang berbed

    Video pada Platfom Youtube sebagai Inspirasi dalam Karya Cipta Musik

    Full text link
    Inspirasi untuk membuat karya musik salah satunya dapat diperoleh dari platform digital seperti Youtube, sehingga ruang dunia siber dewasa ini terus berkembang dengan pesat. Keuntungan mencari sumber melalui media Youtube salah satunya adalah nilai-nilai intramusikal yang dapat diadopsi dalam sebuah karya cipta musik seperti apa yang dialami oleh pengkarya ketika membuat karya musik berjudul Tinggang Tamuei. Video berbagai karya musik seperti oleh Huun Huur Tu, Khusugtun, Chamber Kuartet Bulgaria dan Abagar Quartet mampu memberikan input berupa masukan pada wilayah-wilayah garapan musik. Metode yang digunakan adalah netnografi karena video yang menjadi sumber inspirasi merupakan bagian dari ruang siber. Hasil menunjukan bahwa unsur intramusikal dari karya seni yang terdapat dalam platform Youtube dapat dipergunakan sebagai modal untuk mengembangkan, mengkreasikan suatu karya musik. 

    Narasi Musik Kalimantan pada Abad IX : Tinjauan Relief Candi Borobudur

    Full text link
    Perkembangan musik tidak bisa lepas dari cerita rakyat yang terdapat di berbagai tempat seperti naskah, manuskrip dan relief, seperti yang terdapat pada relief candi borobudur yang memberikan informasi mengenai keberadaan instrumen etnis di Indonesia. sudut pandang yang menarik dari relief candi Borobudur adalah tentang keberadaan instrumen etnis kalimantan yang terdapat pada dinding candi, fakta ini menarik karena sampai saat ini masih terjadi simpangsiur terhadap informasi asal-usul instrumen etnis kalimantan. berdasarkan fenomena tersebut maka fokus kajian adalah menarasikan musik kalimantan sesuai relief candi borobudur. metode narasi menjadi pilhan karena konsep sejarah mengikuti proses pengumpulan, dan analisis data. hasil menunjukkan bahwa relief candi borobudur adalah interaksi agama dan musi

    Implementasi Bagian Burung Elang dengan mempergunakan Metode Algoritma pada komposisi karya musik CHE

    Full text link
    Elang merupakan burung yang mempunyai keunikan wujud fisiknya yang diidentifikasi dengan simbol gagah, setia dan kemandirian, tetapi sering dilupakan adalah karakter burung elang terlihat dari bulu yang terdapat pada bagian-bagian tubuhnya, secara kuantitatif dapat kita hitung dari bagian leher, sayap, sampai bagian ekor. Titik-titik pada setiap bagian tubuh elang secara tidak langsung juga merupakan landasan karakter jatidirinya sebagai salah satu makhluk yang sering dijadikan pedoman oleh berbagai organisasi, permasalahannya sampai konsep titik bagian yang ada pada elang sebagai wujud dari fisiolobiologis mahkluk hidup masih jarang di jadikan bahan penelitian, padahal yang ada disetiap tubuh mahkluk hidup pasti mempunyai makna bahkan secara empiris matetmatis dapat dipelajari. Berdasarkan hal tersebut maka fokus penelitian penciptaan adalah mengenai implementasi titik-titik burung Elang sebagai ide garapan karya musik. Metode yang paling sederhana digunakan adalah sistem deret aritmatika dimana proseduralnya mempergunakan algoritma jumlah titik dihitung secara manual kemudian dijadikan sumber ide garapan. Hasil penelitian penciptaan menunjukkan bahwa secara deret aritmatika, relasi titik-titik pada bagian tubuh elang membentuk sebuah harmoni dan melodi yang menjadi karakteristik pada karya musik CH

    MENAK JINGGA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN MUSIK ETNIS SATYA SANGKARA

    Full text link
    Satya Sangkara merupakan sebuah komposisi musik yang bersumber dari kisah tradisi lisan masyarakat banyuwangi akan sosok raja Blambangan yang bergelar Menak Jingga. Karya ini bercerita tentang kehidupan sang raja yang dulunya hanya seorang pemuda desa bernama Jaka Umbaran. Kegigihan dan kesetian terhadap ratu dan rakyat Blambangan yang diolah untuk menjadi dasar penciptaan musik etnis, dengan menguraikan nilai – nilai moral yang terkandung dalam kisah Menak Jinggo untuk dibuat sebagai alur atau bagian dalam komposisi musik etnis. Penciptaan sebuah karya komposisi musik tentu memerlukan metode sabagai landasan guna mewujudkan sebuah bentuk karya seni yang ideal. Pada kesempatan ini metode yang digunakan mengacu pada teori Alma M. Hawkins. Teori ini sering digunakan dalam komposisi karya-karya seni sebelumnya, yang menjadi kitab suci di Jurusan Seni Tari. Namun demikian teori ini bisa diaplikasikan dalam penciptaan musik etnis. Adapun teori penciptaan ini meliputi ekplorasi, improvisasi dan pembantukan atau komposisi. Penyajian komposisi Satya Sangkara menggunakan idiomatik dari etnis Banyuwangi. Instrumen yang digunakan dalam karya ini ialah penggabungan dari tiga genre etnis yaitu Bali, Banyuwangi, dan musik barat. Bentuk penyajian yang ada dalam karya komposisi musik etnis Satya Sangkara mengacu pada kisah hidup Jaka Umbaran atau Menak Jingga, secara garis besar terdapat lima bagian suasana peristiwa dalam karya

    KREATIVITAS TINGKILAN GRUP FORMAT DALAM SANDIWARA MAMANDA DI TVRI SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR

    Full text link
    Forum aktualisasi seni Kalimantan Timur atau sering disingkat menjadi Grup Formatmerupakan sebuah komunitas kesenian yang aktif melestarikan kesenian sandiwara mamanda dan mewadahi seniman-seniman di Samarinda seperti seniman teater, seniman musik tradisional, seniman tari, seniman seni rupa dan lain-lain. Grup Format didirikan pada tahun 1970 Elansyah Jamhari, dengan tujuan ingin mengembangkan mamanda di Samarinda yang dikoloborasikan dengan tingkilan. Mamanda yang selanjutnya berganti nama menjadi sandiwara mamanda memakai instrumen gambus kutai, biola, gendang, gong dan vokal. tetap sama dengan mamanda yang lama sebelum dimulainya sandiwara, dimainkan berbagai lagu daerah maupun lagu-lagu populer.eksistensi grup Format regular di TVRI Kalimantan Timur setiap minggunya di TVRI Kalimantan Timur sejak berdiri hingga saat ini. Sementara untuk pembinaan kepada generasi muda yang diwakili oleh lembaga-lembaga pendidikan, grup Format berhasil mengajak mereka untuk mencintai budaya sendiri. Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa ide kreatif dari grup Format tersebut berhasil mengangkat kesenian tradisional sandiwara mamanda menjadi ikon Samarinda

    129

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SELONDING
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇