Jurnal Komunikasi: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Not a member yet
    289 research outputs found

    MEDIA PROPAGANDA TECHNIQUES IN THE SOUTH CHINA SEA DISPUTE

    Get PDF
    Bilateral relationship between Indonesia and China which is a pivotal pathway to Global Maritime Axis’s foreign policy has been relentlessly addressed by President Joko Widodo since his early administration in 2014. However, Indonesia is aware that China’s claim of nine-dashed line (9DL) has overlapped with Indonesia’s sovereignty area, Natuna water. This territory dispute has pushed Indonesian government to take a decisive action by sending a verbal note protest to the Chinese embassy in Indonesia. In the perspective of international communication, this action has scrutinized the interdependence between media systems and political systems as a form of a symbiosis connecting and creating perceptions on the issue. Propaganda techniques of mass media, such as inter alia, name-calling, glittering generality, transfer, plain folks, testimonial, selection, bandwagon, and frustration of scapegoat, might create certain perceptions. This study maps the propaganda techniques by Indonesian high-circulated newspaper Kompas and China’s state-run media Xinhua news agency. This study applies quantitative content analysis method in the period of May 30 to July 30, 2016

    MARKET TYPOLOGY, CONCENTRATION, AND COMPETITION OF NATIONAL MEDIA CONGLOMERATE IN INDONESIA

    Get PDF
    The economic practices of media industry in Indonesia are inseparable from the pattern of oligopolistic market competition and control. This trend is seen from further centralized market control of media, particularly advertising media in a number of media corporate groups. Media corporate groups apply practices of conglomeration in market control with horizontal, vertical, or diagonal integrated strategy. Criticism on these practices is often expressed, but there is no assessment based on the empirical evidence on the business behavior of media conglomeration. This paper explores the characteristics of media conglomerate by reconstructing the typology of media conglomeration introduced by Richard Bounce: Concentric Conglomerates and Diversified Conglomerates, and three models by Graham Murdock: Industrial Conglomerates, Services Conglomerates and Communications Conglomerates. Six typology models of conglomerate are formed, namely (1) Industrial-Concentric; (2) Industrial-Diversified; (3) Services-Concentric; (4) Services-Diversified; (5) Communications-Concentric; (6) Communications-Diversified. The economic performance of each conglomerate group regarding market concentration and market competition in constructing the market structure of media industry is studied based on the typologies. The study finds a new typology model of media conglomerate and manages to prove that national media conglomerate still dominates the media market in Indonesia.

    Leader’s Motivation Language – A Study on Internal Communication at National Library of Indonesia

    Get PDF
    This article presents the result of the study on understanding the Leader Motivating Language in daily internal communication in the work environment of Indonesian National Library. It uses MLT as a model and framework. The methodology is conducting deep interviews of senior staffs in the organization that have significant roles in the organization strategic vision goals. Result shows that MLT’s used by the leader in birocratic organization  confine the interaction using MLT of leader for all staffs. The use of MLT language in this organization tend to direction giving language, followed by empathetic language and meaning making language. The study suggest of  develop MLT competence for leader especially in meaning making language to increase the organization vision of escalating the reading habit in Indonesia.

    Woman Image in "Miss Jinjing Belanja Sampai Mati" Book

    Get PDF
    Book of “Miss Jinjing Belanja Sampai Mati” or “Miss Carry Shops to Dies” explains about lifestyle, shopping world and woman leading to the emergence of Miss Jinjing’s icon for the spirit of shopaholic or shopping lovers. This research aims to reveal how Miss Jinjing Belanja Sampai Mati’s text book presents and reflects women image using of simulation imaginary model of Jean Baudrillard, and how the media is used as a means of capitalism legitimacy. This research uses a qualitative method. The research output concludes that women are as consumptive figures, connoisseur, and shopping lover. By having seen on simulation imaginary model of Jean Baudrillard, the form of image starts from representation, ideology, and simulation phases reflected in Miss Jinjing’s text book;  while the simulacra leading to hyperreality happens when the readers are brought into text persuasion. Media’s work in forming the image of consumptive women, shopping lovers and shopaholic is a reflection of capitalism identity. Media presents an excessive reality in its writing on lifestyle and shopping world for women to control and dominate so that women are able to be voluntary and even do in many ways to achieve hyperreality formed by capitalism system. Woman image established in this case, is no longer another thing than as commodity which is expected to be sold out to advertisers

    INTENSITY OF KOREAN DRAMA PROGRAM IN TELEVISION- INTERACTIONS OF PEER GROUP, AND ITS INFLUENCE TOWARD K-STYLE IMITATION BEHAVIOUR AMONG TEENAGERS

    Get PDF
    Fashion is a part of people's lifestyle, especially teenagers. Their needs in seeking for an identity and being recognized make them pay more attentions to every thing that are booming in their circles. Local trend can be spread quickly to the entire world because of the improvement of mass media’s effect. Through Korean drama, people of Indonesia got enough details about Korean fashion, called K-Style. K-Style surprisingly attracted the teen audience and motivated them to imitate those styles. Peer Group Interactions also take an important role in K-Style imitation behavior. Necessities for being praised and accepted made their personality became capricious and emotionally unstable. For that reason, this study aims to analyze the influence of intensity of Korean drama program in television and Peer Group Interactions to K-Style imitation behavior among teenagers

    PERAN JARINGAN KOMUNIKASI DALAM GERAKAN SOSIAL UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

    Get PDF
    Fokus tulisan ini yaitu peran jaringan komunikasi dalam gerakan sosial, khususnya terkait upaya pelestarian lingkungan hidup. Tulisan ini diangkat dari fenomena gerakan sosial yang semakin marak terjadi di Indonesia sejalan dengan krisis ekologi yang semakin hari semakin meluas sehubungan dengan konsesi pertambangan, kehutanan, dan perkebunan dari berbagai perusahaan dalam dan luar negeri. Terbentuknya berbagai gerakan sosial untuk memperjuangkan keadilan lingkungan dalam menghadapi meluasnya konsesi-konsesi tersebut. Penulis menggunakan jaringan komunikasi untuk menganalisis gerakan sosial karena jaringan bisa menjelaskan proses mobilisasi dan proses dinamika relasi seseorang yang menyebabkan individu terdorong melakukan gerakan sosial serta dapat melihat proses berkembangnya gerakan sosial. Para ahli menunjukkan bahwa orang ikut serta dalam gerakan sosial karena mereka berbagi norma-norma dan nilai tertentu yang berhubungan kepada suatu wilayah khusus dalam pertentangan politik. Pembahasan mengenai gerakan sosial untuk pelestarian lingkungan terkait dengan komunikasi lingkungan yaitu komunikasi yang mengarah kepada perubahan perilaku individu untuk melestarikan lingkungan. Dalam komunikasi lingkungan, individu atau manusia dapat menjadi pelestari atau perusak lingkungan. Komunikasi dapat menjadi salah satu cara untuk mempengaruhi perilaku individu

    MEDIA BARU, VISI KHALAYAK AKTIF DAN URGENSI LITERASI MEDIA

    Get PDF
    Kajian ini didasarkan pada argumentasi khalayak media baru pada dasarnya merefleksikan visi paling radikal uses and gratifications. Dalam visi baru ini, audiens benar-benar terlibat secara aktif dalam mencari informasi. Pada satu sisi, hal ini memberikan harapan baru bagi partisipasi khalayak dalam proses komunikasi, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi partisipasi warga negara dalam kehidupan publik. Namun, di sisi lain, hal itu juga mengandung persoalan. Dalam banyak kasus, khalayak lebih mencari informasi yang meneguhkan keyakinannya atau pilihan-pilihan sikap yang sebelumnya telah diambil. Akibatnya, individu cenderung tenggelam ke dalam ‘kesesatan’ sikap dan keyakinan yang dipilihnya. Studi ini meneguhkan hal itu. Melalui partisipasi observasi, studi ini menemukan bahwa individu-individu terlibat aktif dalam mencari dan berbagi informasi dalam suatu kelompok percakapan yang disesuaikan dengan kebutuhan, nilai, dan keyakinan mereka. Sayangnya, hal itu tidak disertai dengan sifat kritis yang cukup atas sumber-sumber informasi yang mereka akses sehingga menciptakan suatu pandangan yang bias dan menyesatkan. Dalam situasi semacam itu, suatu digital literasi mutlak diperlukan agar media baru benar-benar memberikan manfaat bagi khalayak, dan bukannya sebaliknya

    PERSPEKTIF TRIPLEHELIX DALAM NATION BRAND INDONESIA

    Get PDF
    Momentum memperkuat nation brand Indonesia semakin tinggi seiring dengan penguatan sistem pemerintahan yang demokratis dan eksplorasi keberagaman kultur. Namun persepsi negatif masih muncul dan Indonesia belum memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat dari negara lain. Oleh karena itu dengan pendekatan grounded theory berbasis wawancara mendalam, konsep triple helix yang memadukan aspek pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil digali dan dianalisis secara tematik. Hasil temuan memperlihatkan, perspektif triple helix dalam nation brand dapat dipertimbangkan sebagai kekuatan yang penting dan tidak terpisahkan. Mulai dari kualitas sistem pelayanan terpadu, reformasi birokrasi, revolusi mental, sinkronisasi antar sektor dan regulasi, kualitas sumber daya manusia, budaya mental bekerja, infrastruktur, fasilitas, nilai luhur dan filosofis bangsa, kemasan dan daya tahan produk merupakan penguat dan pelengkap keramahtamahan Indonesia dalam membangun nation bran

    DISONANSI KOGNITIF PADA PERILAKU SEKS PRANIKAH

    Get PDF
    Survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun 2015 tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja menunjukkan, 30 persen responden telah melakukan hubungan seksual sampai tahap penetrasi. Kenyataan akan perkembangan perilaku seks pranikah ini membentuk sikap permisif yakni sikap positif terhadap perilaku seks pranikah. Fokus penelitian adalah disonansi kognitif pada sikap permisif terkait perilaku seks pranikah di kalangan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analyses (IPA) atau Analisis Fenomenologis Interpretatif. Hasil penelitian memperlihatkan, pada informan yang tidak mengalami disonansi maka proses komunikasi berbentuk tindakan untuk tidak melakukan perubahan apapun pada salah satu elemen disonansi, seperti merubah keyakinan/kepercayaan atau merubah tindakan; tidak menambahkan elemen kognitif konsonan baru dalam hal ini termasuk upaya secara aktif untuk mencari informasi lain yang mendukung keyakinan yang dimiliki. Pada informan yang mengalami disonansi, dalam upaya mencapai konsistensi kognitif maka individu akan mencari informasi lain yang dapat mendukung tindakannya untuk menjauhi perilaku seks pranikah

    POLA KOMUNIKASI REMAJA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMA DI KOTA BOGOR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola komunikasi remaja dengan keluarga, sekolah, dan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional siswa SMA di kota Bogor. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan dianalisis menggunakan structural equation modeling (SEM). Responden adalah siswa kelas 2 SMA jurusan IPA dan IPS dari 6 SMA. Jumlah responden 372 orang, terdiri dari 206 siswa perempuan dan 166 siswa laki-laki berusia 15-18 tahun. Pola komunikasi dalam penelitian ini meliputi 5 dimensi, yaitu topik pembicaraan, durasi pembicaraan, frekuensi pembicaraan, media komunikasi, dan situasi komunikasi. Hasil SEM menunjukkan ada pengaruh nyata antara pola komunikasi remaja dengan keluarga, sekolah, dan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional. Pola komunikasi remaja dengan teman sebaya berkontribusi lebih besar terhadap kecerdasan emosional dibandingkan pola komunikasi remaja dengan keluarga atau sekolah. Penelitian ini juga menemukan bahwa durasi pembicaraan berkontribusi paling besar terhadap pola komunikasi remaja dengan teman sebaya

    284

    full texts

    289

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Komunikasi: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇