Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik
Not a member yet
276 research outputs found
Sort by
Paradigma Humanis dalam Pelayanan Publik
Tulisan ini bertujuan menjelaskan implementasi pelayanan publik dewasa ini dari perspektif/paradigma humanistis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu menggambarkan beberapa kajian, kebijakan pelayanan publik dari berbagai literatur. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai humanisme kepada para pelaksana pemberi layanan (elit pemerintahan/politik, aparatur birokrasi) sangat penting dan harus dilakukan agar proses pelayanan publik dapat lebih berkualitas dan memberi kepuasan optimal bagi para penerima layanan. Kata Kunci: Paradigma, humanis, pelayanan publik
Pengaruh Penerapan Adopsi Model Citizen’s Charter Terhadap Profesionalisme Kerja Aparat dan Kualitas Pelayanan Publik
This study aims to analyze the influence of Citizen's Charter on the professionalism of the Workers Apparatus and the Quality of Public Service in Purwosari Sub-District, Pasuruan Regency. The research method used is quantitative with the entire population of Purwosari Subdistrict Apparatus which amounted to 22 respondents. While the data analysis used is simple linear regression analysis using SPSS program. The result of the research shows that calculation value for the influence of adoption of citizen's charter model to work professionalism is obtained t value> t table (4.583> 1.72) with significance value = 0.000 <0.05, so Ho is rejected. So it can be seen that adoption adoption model citizen's charter has a significant influence on professionalism of work, so that each indicator obtained positive results. The indicators to measure the professionalism of work which includes the value of efficiency is Demand or demand independence. As for the value of effectiveness consists of Dedication, Social Obligations, professional Regulation alone, and Affiliate professional community. While the result of calculation of influence adoption adoption model citizen's charter to public service quality also get t value bigger than t table that is equal to 6.000 with value signifikansi = 0.000 <0.05, so Ho rejected. So the adoption of citizen's charter model in Purwosari sub-district also significantly influences the quality of public service, so that every service quality indicator gets positive result. The indicators to measure the quality of services that include the value of efficiency is the speed and ease. As for the value of effectiveness consists of accuracy and fairness.
Pengaruh Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Sosial Guru Di SMA Negeri 11 Makassar
The Influence of Managerial Competence Social Competence School Of Teacher In SMA Negeri 11 Makassar. This study aimed to determine the effect of the principal managerial competence of the social competence of teachers at SMAN 11 Makassar. This is a descriptive quantitative research the population of all teachers at SMAN 11 Makassar, which amounted to 74 people. The data analysis technique is descriptive statistical analysis and inferential analysis with data normality test, product moment, and linear regression analysis. The results showed for the level of managerial competence headmaster of SMAN 11 Makassar are in either category, from the aspects of conceptual abilities, human abilities, and engineering capabilities, to the level of social competence of teachers at SMAN 11 Makassar are in either category, from the aspect of adaptation , communication, and interaction, so there is significant influence between the principal managerial competence with social competence of teachers at SMAN 11 Makassar
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN DAYA SAING PERGURUAN TINGGI UNTUK MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
Globalisasi merupakan era dimana setiap perguruan tinggi memiliki daya saing yang tinggi. Salah satu aspek yang mampu memberikan konstribusi dalam era tersebut, dalam perguruan tinggi adalah ketika lulusannya memiliki kompetesi yang berkualitas serta mampu bersaing dalam menghadapi tantangan yang semakin ketat. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi harus memiliki kreativitas dan inovasi yang saling mendukung. Sehingga tujuan yang diharapkan akan tercapai. Kata Kunci: Daya Saing, Perguruan Tinggi, Era Globalisasi
ANALISIS ARAH KEBIJAKAN PELAKSANAAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN YANG MERATA DAN BERKUALITAS DI KOTA MAKASSAR
Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia, dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, status ekonomi, suku, etnis, agama, dan gender. Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki kecakapan hidup (life skills) sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Negara dalam hal ini diwakili oleh pemerintah, memiliki kewajiban untuk melaksanakan pendidikan dasar. Negara wajib untuk mengupayakan secara penuh pemenuhan hak anak atas pendidikan yang wajib dan cuma-cuma. Implementasi pendidikan dasar yang telah dilaksanakan di Kota Makassar hingga saat ini, baru menyentuh jenjang pendidikan dasar yaitu Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan beberapa sekolah swasta. Pelaksanaan pendidikan bebas biaya yang saat ini masih berjalan di Kota Makassar dinilai belum sepenuhnya berhasil. Dimana, pungutan-pungutan masih marak terjadi dibeberapa sekolah negeri. Terlebih dibeberapa sekolah swasta dikarenakan biaya operasional sekolah dianggap belum cukup memenuhi kegiatan dalam proses belajar mengajar. Adapun sarana dan prasarana yang tidak lengkap yang berdampak pada kualitas pendidikan dasar, menjadi alasan belum berhasilnya pendidikan dasar yang wajib dan cuma-cuma sebagai implementasi pemenuhan hak anak atas pendidikan dasar. Kata Kunci: Arah Kebijakan Pendidikan, Wajib Belajar 9 Tahun yang Merata dan Berkualitas.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAYANAN PUBLIK DASAR BIDANG SOSIAL DI KOTA MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2009 di Kota Makassar tentang pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat, untuk menganalisis kualitas implementasi pelayanan publik dasar bidang sosial di Kota Makassar, untuk mengkaji kepuasan masyarakat pengguna pelayanan publik dasar bidang sosial di Kota Makassar, serta untuk mengetahui pengaruh kualitas implementasi pelayanan publik dasar bidang sosial secara parsial dan bersama-sama terhadap tingkat kepuasan masyarakat pengguna di Kota Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilih tipe penelitian gabungan antara metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menjawab permasalahan yang terkait dengan pengimplementasian Perda No. 8 Tahun 2009 di Kota Makassar melalui pendekatan sumber (Institutional Research). Sementara itu metode kuantitatif digunakan untuk menjawab permasalahan yang terkait dengan kualitas dan kepuasan masyarakat serta pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pengguna pelayanan publik dasar bidang sosial dalam wilayah Kota Makassar melalui pendekatan khalayak (Audience Research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian Perda No. 8 Tahun 2009 di Kota Makassar telah berjalan sesuai dengan model pengimplementasian kebijakan publik, terkhusus apabila dikaitkan dengan prinsip “empat tepat” yaitu (1) tepat menjawab permasalahan, (2) tepat pelaksanaan, (3) tepat sasaran, dan (4) tepat lingkungan. Hasil lainnya menunjukkan bahwa tingkat kualitas implementasi pelayanan publik dasar bidang sosial di Kota Makassar yang diukur dari perspektif pengguna layanan yaitu masyarakat Kota Makassar berturut-turut didominasi oleh responden yang menyatakan berkualitas, sangat berkualitas dan tidak berkualitas. Begitu pula kepuasan masyarakat pengguna terhadap pelayanan publik dasar bidang sosial di Kota Makassar berturut-turut didominasi oleh responden yang menyatakan puas, disusul responden yang menyatakan sangat puas, dan responden menyatakan tidak puas. Hasil analisis pengaruh kualitas implementasi pelayanan publik dasar bidang sosial secara parsial menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap tingkat kepuasan masyarakat, namun apabila dianalisis secara bersama-sama menunjukkan bahwa dari 5 indikator yang dianalisis dua diantaranya memiliki pengaruh utama, yaitu keandalaan dan empati, sedangkan 3 indikator lainnya, yaitu bukti fisik, daya tanggap dan kemampuan pelayan merupakan faktor pendukung kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan masyarakat. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pelayanan Publik Dasar Bidang Sosial
JEJARING LAYANAN KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAPPAODDANG KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN
Penerapan jejaring layanan yang diterapkan belum mengakomodir pentingnya penerapan sistem, kemitraan dan otonomi rumah sakit untuk mengembangkan jejaring layanan yang komprehensif untuk memajukan Rumah Sakit Bhayagkara. Wujud implementasi jejaring layanan rumah sakit diterapkan untuk mewujudkan keefektifan organisasi dalam penguatan struktur organisasi, kerjasama, komunikasi dan pencapaian tujuan. Hal ini penting untuk mewujudkan kualitas layanan prima, layanan berkualitas dan layanan publik baru.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jejaring layanan kesehatan pada Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoddang, mengetahui kualitas layanan dari jejaring layanan kesehatan dan keefektifan organisasi pada Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoddang Provinsi Sulawesi Selatan, dan mengetahui keefektifan organisasi melalui implementasi jejaring layanan kesehatan pada Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoddang.Penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan secara induktif melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara induktif-deduktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring layanan kurang sesuai sistem, kemitraan dan otonomi dalam menunjang keefektifan organisasi. Masih kurangnya pemahaman pihak rumkit mengenai sistem kegiatan pelayanan, kesenjangan dalam kemitraan secara internal dan eksternal serta keterbatasan otonomi layanan yang kurang bertanggungjawab dalam mewujudkan keefektifan organisasi Rumkit Bhayangkara Mappaoddang Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Layanan kesehatan kurang mencerminkan layanan prima, berkualitas dan layanan publik baru dikarenakan pelaksanaan jejaring layanan kurang dipahami dalam mengefektifkan organisasi Rumkit Bhayangkara Mappaoddang Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Keefektifan organisasi kurang terealisasi sesuai dengan struktur organisasi yang ideal, kerjasama yang saling menguntungkan, komunikasi yang efektif dalam pencapaian tujuan sesuai pelaksanaan jejaring layanan kesehatan yang diterapkan di Rumkit Bhayangkara Mappaoddang Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kata Kunci: Jejaring layanan kesehatan, kualitas layanan, keefektifan organisasi
STUDI PENGEMBANGAN KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR PELAYANAN TERPADU KABUPATEN JENEPONTO
Saat ini masih sering dijumpai adanya keluhan masyarakat terhadap kemampuan pelayanan yang diberikan oleh aparatur, baik terhadap prosedur-prosedur pelayanan, lamanya pelayanan serta keputusan-keputusan dalam pelayanan yang tidak dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Oleh sebab itu penelitian ini penelitian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui pelayanan IMB yang diberikan birokrasi di Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Jeneponto, menganalisis kemampuan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan IMB di Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Jeneponto serta untuk mengetahui Masalah-masalah apa yang dihadapi pelayanan IMB di Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Jeneponto.Tipe penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), data yang dihasilkan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumber daya manusia dalam hal ini aparatur dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat di Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Jeneponto memiliki kualitas yang cukup memadai, yang ditandai dengan tingkat pendidikan umumnya S-1 dan S-2, serta didukung oleh pengembangan pengetahuan dan keterampilan baik melalui pendidikan lanjutan maupun pendidikan dan latihan. Kata Kunci: Sumber Daya Manusia, Pelayanan Publik, Pelayanan Terpad
EVALUATION OF GREEN OPEN SPACE MANAGEMENT PROGRAM IN GRESIK REGENCY BASED ON CIPP EVALUATION MODEL
Rapid industrialization gives direct impact on the environmental conditions in Gresik Regency. One attempt to maintain the balance of nature due to the rapid industrialization and rapid urban development is providing enough green open space (GOS) through GOS management program. GOS not only serves to reduce air pollution caused by pollution from existing industry, but also securing the disaster area, oxygen producer, control local climate, water resources and to improve the aesthetics of urban spatial structure. Thus it is important to provide GOS not only for healthy environment but also for sustainable development. By law number 26 of 2007 regarding the Spatial Planning in article 29 states that the proportion of green space in urban areas at least 30 (thirty) percent of the area, where the proportion of public GOS in urban areas at least 20 (twenty) percent of the area, and 10 (ten) percent for private GOS, which it is in line with Gresik local regulation no 10 of 2010 regarding Green Open Space Arrangement. This research used descriptive case study method. The design of this case study is single-case design. The single case study is analogous to a single experiment. This research was conducted in Gresik regency, East Java Province. Gresik regency is known as industrial city in East Java. This condition gives huge impact on environmental degradation especially related to land use.Keywords: Development, Green Open Space, Environmen
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN SIKAP BERWIRAUSAHA TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA MELALUI KREATIVITAS (Studi Kasus pada Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng)
Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kausalitas yang bersifat ex-post facto dengan menggunakan teknik analisis jalur (path analysis). Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Donri-Donri dengan jumlah populasi terbatas berjumlah 558 ibu rumah tangga yang berusia 22 sampai 55 tahun, menetap dan non wirausaha. Selanjutnya teknik pengambilan sampel dilaksanakan dengan cara proportional random sampling, sehingga diperoleh sampel 233 responden. Dalam penelitian ini, kuesioner yang digunakan merujuk pada skala likert. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara (interview) dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha ibu rumah tangga di Kecamatan Donri-Donri, 2) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas ibu rumah tangga di Kecamatan Donri-Donri, 3) sikap berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha ibu rumah tangga di Kecamatan Donri-Donri, 4) Sikap berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas ibu rumah tangga di Kecamatan Donri-Donri, 5) kreativitas tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha ibu rumah tangga di Kecamatan Donri-Donri. Dalam penelitian ini, variasi locus of control, sikap berwirausaha, dan kreativitas mampu menjelaskan variasi intensi berwirausaha sebesar 78,4% dan selebihnya 21,6% dijelaskan oleh variabel diluar model penelitian. Kata Kunci: Locus of Control, Sikap Berwirausaha, Kreativitas Intensi Berwirausaha, Wanita Wirausaha