Journal of Biota
Not a member yet
606 research outputs found
Sort by
Identifikasi Spesies Ikan Ekonomis Penting yang Didaratkan di PPI Kedonganan dengan DNA Barcoding
Identifikasi spesies sangat esensial bagi inventarisasi keanekaragaman spesies ikan ekonomis penting yang terdapat di perairan Indonesia. DNA barcoding merupakan salah satu metode molekuler yang digunakan untuk identifikasi spesies kriptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies ikan ekonomis penting yang didaratkan di PPI Kedonganan menggunakan metode DNA barcoding dengan marka control region mitokondria (mtDNA). Sebanyak 6 (enam) sampel dikoleksi dengan metode purposive random sampling. Hasil identifikasi dengan DNA barcoding menunjukkan sampel yang dikoleksi sebagai spesies Trichiurus lepturus nanhaiensis; Lutjanus quinguelineatus; Scomberus japonicus; Cheilopogon doederleinii; Parupeneus barberinus; dan Leiognathus equula. Jarak genetik intraspesifik menunjukkan kisaran nilai 0.003 – 0.346. Hasil identifikasi DNA barcoding menunjukkan hasil yang berbeda dengan hasil identifikasi morfologi awal. Hal ini dapat disebabkan oleh terbatasnya data sekuen spesies di dalam basis data genetik. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan informasi genetik pada keanekaragaman spesies ikan yang terdapat di wilayah Indonesia, yang tercatat pada basis data genetik secara umum
Paparan Pestisida Menginduksi Senesen Dini pada Mesenchymal Stem Cell In Vitro
Pestisida merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai pengendali hama pada aktivitas pertanian. Residu penggunaan pestisida ini dapat mengakibatkan polusi pada lingkungan perairan khususnya di sekitar lahan pertanian. Pestisida yang terakumulasi pada lingkungan perairan maupun hasil pertanian memberikan dampak buruk bagi manusia antara lain gangguan pada sistem organ, jaringan, perkembangan, dan pada tingkat sel mengarah ke senesen. Senesen merupakan suatu kondisi saat sel berhenti melakukan proliferasi. Sel yang mengalami senesen secara alami umumnya terjadi pada individu tua, sebagai respons terhadap pemendekan telomer. Senesen dini akibat paparan pestisida pada umumnya melibatkan mekanisme stres oksidatif, kerusakan DNA, dan disfungsi mitokondria. Senesen memicu penurunan fungsi organ yang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti kanker, osteoporosis, penyakit kardiovaskuler hingga demensia. Selain itu, senesen juga dapat menyebabkan berhentinya siklus sel punca antara lain pada mesenchymal stem cells (MSCs). Ulasan ini fokus membahas mekanisme senesen akibat paparan pestisida pada sel punca terutama MSCs. Metode yang digunakan yaitu koleksi data dan analisis dari jurnal terindeks Scopus dengan menggunakan VOSviewer. Berdasarkan hasil ulasan diketahui bahwa pestisida menginduksi senesen pada MSCs melalui jaras peningkatan konsentrasi ROS dalam sel dan penurunan aktivitas ALDH. Hal tersebut menyebabkan aktivasi p53, dan p21, yang kemudian akan menyebabkan hambatan pada CDK2 dan pRB, berakibat pada inaktivasi E2F serta induksi senesen. Senesen juga akan memberikan respons patofisiologis lain hingga efek tumorigenesis.
Analisis Molekuler Docking Senyawa Daun Sirsak (Annona muricata L.) sebagai Antidepresan Terhadap Reseptor Monoamine Oxidase A
Ketidakstabilan emosi, kesulitan berkonsentrasi, kurang minat pada hal-hal yang menyenangkan, gangguan fisik, cepat menyerah, dan pikiran untuk bunuh diri adalah tanda gangguan jiwa yang dikenal sebagai depresi. Moclobemide salah satu obat antidepresan Monoamine Oksidase Inhibitor, bekerja sebagai inhibitor reseptor Monoamine Oksidase A. Cara kerjanya adalah menghambat reversibel isoenzim MAO-A, sehingga secara khusus meningkatkan kadar neurotransmiter. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa kaemferol sebagai antidepresan melalui pendektan in silico dengan teknik molecular docking berdasarkan nilai binding affinity pengikantannya dengan reseptor MAO-A. Proses docking yang dilakukam melalui tahap preparasi ligan, uji potensi biooral, uji farmakokinetik, molecular docking, visualisasi hasil docking dan uji toksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moclobemide dan kaemferol berikatan pada residu asam amino yang sama dengan MAO-A pada GLU A: 492 dengan ikatan hidrofobik, dan THR A : 205, ALA A :111, ASN A :125 dengan ikatan hidrogen pada moclobemide. Nilai binding affinity kaemferol -7,5 kkal/mol sedangkan moclobmide -6,3 kkal/mol, Hasil penelitian menunjukkan kaemferol lebih kecil dibandingkan dengan moclobemide, analisis uji farmakokinetik dan potensi bioral juga menunjukkan kaemferol dan moclobemide mampu diabsorbansi, didistribusi, dimetabolisme dan diekskresi. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kaemferol berpotensi sebagai antidepresan yang aman dikonsumsi secara biooral dan tidak menujukkan resiko yang membahayakan bagi kesehatan, sehingga berpotensi sebagai kandidat obat antidepresan dengan mekanisme menghambat reseptor MAO-A
Struktur Komunitas Satuan Lanskap di Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah
Masyarakat Lereng Gunung Slamet memiliki pengetahuan diversifikasi satuan lanskap yang didasarkan atas fungsi, karakteristik, dan kepemilikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari struktur komunitas satuan lanskap yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Lereng Gunung Slamet. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2019 — Januari 2020 di desa Lereng Gunung Slamet yaitu, (1) Desa Ragatunjung, (2) Desa Cipetung, dan (3) Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pengumpulan data botani dilakukan dilakukan secara purposive sampling menggunakan transek kuadrat. Analisis vegetasi diolah menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kekayaan (DMg), Indeks Kemerataan (e’), dan Indeks Kesamaan komunitas. Berdasarkan Analisis vegetasi ditemukan 136 spesies yang dikategorikan ke dalam 11 genus dan 55 famili. Analisis struktur komunitas dapat dilihat pada H’ berkisar antara 1,57—28,9 yang termasuk dalam kategori sedang. DMg berkisar antara 11,82 – 28,8 dan Indeks kemerataan berkisar antara 0,11—0,92. Indeks kesamaan antar satuan lanskap, wanah dan majegan merupakan yang tertinggi yakni 62,67% yang termasuk kategori tinggi. Selanjutnya nilai Indeks kesamaan jenis lanskap yang sama antar desa, tertinggi pada lanskap majegan di Desa Cipetung dan Pandansari (45,71%.) dan wanah pada Desa Ragatunjung dan Desa Cipetung (42,86 %)
Pattern of Antibiotic Resistance in Salmonella sp. Bacteria Contaminating Fresh Faeces of Laying Hens in Kediri District, West Lombok Regency
Antibiotic resistance has become a common problem in poultry farming in Indonesia. One of them is caused by improper use of antibiotics. This study aims to determine the pattern of resistance of Salmonella sp. isolated from laying hens to antibiotics. The samples used in this study were thirty samples of fresh faeces of laying hens from Kediri District, West Lombok Regency. The samples were isolated and identified through Gram staining and biochemical tests (indole, methyl red-Voges Proskauer, triple sugar iron agar, citrate, and urease), resulting in ten positive samples of Salmonella sp. The study continued with antibiotic resistance testing using disc diffusion or Kirby-Bauer methods. The antibiotics used in the study were aztreonam, ciprofloxacin, streptomycin, chloramphenicol, and tetracycline. The results showed that Salmonella sp. has been resistant to some antibiotics. The highest resistance levels are streptomycin and tetracycline at 50% (5/10), while the lowest is ciprofloxacin at 10% (1/10). Antibiotics that are still sensitive are aztreonam 90% (9/10) and chloramphenicol 100% (10/10). The findings of this study conclude that there is a pattern of antibiotic resistance in laying hens farms that can have a negative impact on human and animal health
Bentuk Trikoma (Urticaceae) dan Pemanfaatan dalam Pengobatan Tradisional pada Masyarakat Tablasupa Distrik Depapre Kabupaten Jayapura
Masyarakat Kampung Tablasupa Distrik Depapre menggunakan tumbuhan daun gatal, daun jilat, dan jelatang dalam pengobatan secara tradisional untuk mengatasi keluhan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk trikoma Daun Gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd.), Daun Jilat (Villebrunia rubescens Bl.), Daun Jelatang (Urtica dioica L.) dan penggunaan daun dalam pengobatan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, eksperimen, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa bentuk trikoma Daun Gatal dan Daun Jilat berbentuk uniseluler sedangkan bentuk trikoma pada Daun Jelatang berbentuk bintang. Daun gatal dapat digunakan untuk menghilangkan rasa pegal-pegal pada badan, Daun Jilat dapat digunakan untuk mengeluarkan darah mati atau darah kotor akibat memar, Daun Jelatang dapat digunakan untuk mengobati asam urat
Struktur Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Way Awi, Bandarlampung
Makrozoobentos merupakan invertebrata yang masa hidupnya dihabiskan di dasar perairan atau di atas sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Way Awi, Bandarlampung. Penelitian dilakukan pada Oktober-Desember 2023. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan Ekman grab di lima stasiun mewakili hulu, tengah, dan hilir sungai. Analisis dan identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Zoologi FMIPA Universitas Lampung dengan bantuan buku identifikasi Fresh-Water Biology. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 8 genus makrozoobentos yang terdiri dari phylum Mollusca, Arthropoda, dan Annelida. Struktur komunitas menunjukkan kondisi indeks keanekaragaman yang rendah (H’ < 1), indeks keseragaman sedang hingga tinggi (0,4 < E < 1), indeks dominansi sedang hingga tinggi (0,30 < C < 1), dan indeks kekayaan jenis rendah (Dmg < 2,05). Analisis korelasi antara struktur komunitas dan pengukuran sifat fisika-kimia badan air menunjukkan adanya hubungan signifikan antara oksigen terlarut (DO) dengan indeks keseragaman dan indeks dominansi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa parameter fisika-kimia perairan memiliki peran dalam menentukan struktur komunitas makrozoobentos dan dapat dijadikan sebagai indikator dalam penilaian kualitas air
Salep Ektrak Daun Jamblang (Syzygium cumini) sebagai Penghambat Bakteri Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat
Jerawat merupakan gangguan pada permukaan tubuh yang umumnya sering muncul pada wajah. Bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Penggunaan antibiotik memiliki efek samping pada resiko hipersensitivitas atau alergi, sehingga penggunaan bahan alami sebagai obat herbal menjadi alternatif pengobatan yang baik. Salah satu bahan alami dengan potensi antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes adalah daun tanaman jamblang dengan kandungan antibakteri. Metode pengujian daun jamblang berupa pembuatan ekstrak daun jamblang, skrining fitokimia ekstrak, formulasi salep, uji zona hambat dan uji stabilitas produk salep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan salep ekstrak daun jamblang dalam menghambat bakteri penyebab jerawat P. acnes, serta sifat fisik dan stabilitasnya selama penyimpanan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun jamblang memiliki kandungan flavonoid, triterpenoid, tannin, saponin, dan alkaloid. Hasil terbaik pada uji zona hambat ekstrak dan salep tampak pada konsentrasi 10% yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik terhadap P. acnes dengan diameter zona hambat 9,17 mm, sedangkan hasil uji stabilitas terbaik pada salep konsentrasi 15% dengan pH 6,5 ± 0,5, daya sebar 3,17 ± 0,26, daya lekat >2 menit.
Karakterisasi Molekuler Tumbuhan Sidingin (Kalanchoe sp.) Asal Riau Menggunakan Empat Penanda Barkode DNA
Sidingin (Kalanchoe sp.) merupakan tumbuhan sukulen dari famili Crassulaceae yang tumbuh liar namun memiliki beberapa manfaat sebagai tumbuhan obat. Sidingin asal Riau belum dapat ditentukan nama spesiesnya. Penentuan nama spesies tumbuhan dapat dilakukan menggunakan beberapa barkode DNA, seperti matK, rbcL, dan ITS. Penelitian barkoding DNA pada sidingin asal Riau belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis empat barkode DNA pada tumbuhan sidingin (Kalanchoe sp.) asal Riau, yaitu ITS, trnL-trnL-trnF intergenic spacer (IGS), ndhC-trnV IGS, dan rpl16 intron. Pada penelitian ini telah diperoleh sekuens DNA untuk ITS, trnL-trnL-trnF IGS, ndhC-trnV IGS, dan rpl16 intron dengan panjang basa secara berturut-turut 662 pb, 909 pb, 949 pb, dan 944 pb. Keempatnya telah didaftarkan dengan nomor registrasi, secara berturut-turut, MW297180, MW297177, MW297178, dan MW297179. Komposisi nukleotida pada ITS berbeda dengan ketiga barkode DNA lainnya. Tidak ada aksesi di GenBank yang memiliki kemiripan 100% dengan sidingin sehingga nama spesies dari sidingin belum dapat ditentukan. Variasi nukleotida paling sedikit dijumpai pada daerah trnL-trnL-trnF IGS (9,65%) dengan jumlah mutasi subtitusi dan indels relatif mirip. Namun uniknya, nukleotida kritis yang merupakan nukleotida penciri paling banyak dijumpai pada daerah trnL-trnL-trnF IGS (1,41%). Kesimpulan, barkode DNA trnL-trnL-trnF IGS dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumbuhan sidingin dibandingkan ketiga sekuens lainnya yang diteliti
Pengaruh Perlakuan PEG (Polyethylene Glycol) pada Media Kultur In Vitro terhadap Anatomi Akar, Kandungan Katalase dan Akumulasi Malondialdehid Kedelai Varietas Deja 2 (Glycine max cv. “deja 2”)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kedelai varietas Deja 2 pada kondisi cekaman kekeringan dengan parameter akumulasi malondialdehid (MDA), kandungan katalase (CAT) dan struktur anatomi akar. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen melalui kultur in vitro biji menggunakan media ½ MS (Murashige & Skoog) yang diberi PEG (Polyethylene Glycol) 6000. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi PEG meliputi 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%. Variabel terikatnya adalah kuantitas akumulasi MDA, kandungan CAT dan karakter anatomis akar kedelai Deja 2. Variabel terkendali meliputi jenis dan cara penggunaan PEG, kondisi lingkungan, dan karakteristik benih yang digunakan. Pengujian MDA menggunakan metode dari Gechev dengan pembacaan spektrofotometer 532 nm dan 600 nm. Pengujian kandungan katalase dilakukan dengan metode Aebi dan Lester dengan pembacaan spektrofotometer 240 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi MDA meningkat seiring meningkatnya konsentrasi PEG sampai konsentrasi 5%, dan menurun pada konsentrasi 7,5%. Kandungan CAT juga meningkat bahkan sampai pada PEG 7,5%. Perlakuan PEG tidak memberikan pengaruh signifikan pada luas akar, panjang stele dan tebal korteks melainkan pada tebal struktur epidermisnya