Majalah Kedokteran Gigi Indonesia
Not a member yet
    499 research outputs found

    Protesa Maxillofacial Thermoplastic Nylon dengan Hollow Bulb pada Kasus Klas I Aramany Pasca Hemimaxillectomy

    No full text
    Latar Belakang. Operasi pembedahan yang dilakukan pad a daerah wajah akan mengakibatkan cacat wajah, gangguan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik serta kejiwaan penderita dan dapat timbul masalah pada rehabilitasinya. Bahan protesa maxillofacial thermoplastic nylonini digunakan sebagai alat rehabilitasi pasca hemimaxillectomy karena bahan ini selain non toxic juga ringan dan lentur. Tujuan. Penulisan laporan ini untuk menginformasikan bahwa defek atau cacat pada daerah wajah dapat dibuatkan suatu protesa maxillofacial gigi tiruan sebagian dan juga sebagai obturator dengan hollow bulb untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik serta kejiwaan penderita. Laporan Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 19 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo atas kemauan sendiri karena merasa terganggu dengan adanya cacat wajah akibat operasi pembedahan palatumnya. Operasi hemimaxillectomy dilakukan oleh dokter THT R.S Bethesda dan obturator pasca bedah sudah dipasang setelah operasi. Dua minggu kemudian dibuatkan protesa maksilofasial resin akrilik dengan hollow bulp. Setelah 6 bulan menggunakan obturator resin akrilik pasien merasa sakit dan tidak nyaman karena ada kekambuhan jaringan sehingga dilakukan operasi lagi. Kemudian dibuatkan obturator definitif kerangka logam dengan hollow bulb tetapi hanya bertahan selama 3 bulan pasien merasa kesakitan, dalam pemeriksaan obyektif tampak defek mengalami pengkerutan ada infiltrasi jaringan. Operasi yang ketiga dilakukan kembali kemudian dibuatkan obturator definitif dari bahan thermoplastic nylon dengan hollow bulp. Pembahasan. Bahan Thermoplastic nylon untuk protesa maxillofacial dengan hollowbulp dipilih karena merupakan bahan yang non toxic, ringan dan stabil. Saat insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan kemudian tidak tampak iritasi jaringan lunak, pengunyahan lebih stabil karena alat lebih ringan dan tidak goyang, sehingga lebih nyaman. Kesimpulan. Protesa maxillofacial thermoplastic nylon dengan hallow bulb merupakan alat rehabilitasi yang dapat mengembalikan estetik, fungsi bicara, mengunyah dan membantu proses penyembuhan jaringan dari trauma psikologis penderita

    Perawatan Saluran Akar Satu Kunjungan Disertai Restorasi dan Pasak Resin Komposit pada Nekrosis Pulpa dengan Lesi Periapikal (terhadap Gigi Insisivus Sentralis Kanan Maksila)

    No full text
    Latar belakang. Perawatan Saluran akar satu kunjungan merupakan perawatan saluran akar yang prosesnya diselesaikan dalam satu kali kunjungan. Hal ini memberikan keuntungan antara lain memperkecil resiko kontaminasi mikroorganisme dalam saluran akar dan menghemat waktu perawatan. Pasak resin komposit merupakan pasak buatan sendiri yang dibuat dari resin komposit, pasak ini mempunyai daya tahan yang cukup kuat untuk menerima tekanan pengunyahan dan tidak memerlukan preparasi saluran akar yang banyak membuang struktur dentin. Tujuan. penulisan laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi restorasi resin komposit dengan pasak resin komposit pasca perawatan saluran akar satu kunjungan pada gigi insisivus sentralis kanan maksila. Kasus. Laki-Iaki 20 tahun datang ke Klinik Konservasi Gigi RSGM Prof Soedomo untuk merawatkan gigi depan atas yang berlubang di bagian palatal. Penanganan. Berdasarkan pemeriksaan subjektif, objektif dan radiografis diperoleh diagnosis gigi insisivus sentralis kanan maksila karies profunda dengan nekrosis pulpa disertai lesi periapikal. Rencana perawatan yang akan dilakukan adalah perawatan saluran akar satu kunjungan, dilanjutkan restorasi resin komposit dengan pasak resin komposit aktivasi kimiawi. Kesimpulan. Evaluasi klinis pada waktu kontrol gigi insisivus sentralis kanan maksila menunjukkan tidak ada respon perkusi dan palpasi, warna gingiva normal,tumpatan masih utuh, warna tumpatan dan warna gigi tidak berubah

    Pembuatan Gigi Tiruan Lengkap Obturator Rahang atas pada Kasus Kelas III Arammany dengan Penguat Mini Dental Implant untuk Protesa Rahang Bawah

    No full text
    Latar belakang. Kasus Edentulous dengan defek maksilofasial pada geriatri merupakan kasus yang komplek dan menyangkut estetika serta fungsi rongga mulut. Penggunaan hollow bulb dan implant untuk memberikan retensi merupakan alternatif cara yang dapat digunakan dalam perawatan defek maksilofasial dan sisa lingir alveolar yang tipis. Tujuan. dari pembuatan protesa GTL ini ialah untuk mengembalikan fungsi pencernaan rongga mulut sehingga dapat mengembalikan kemampuan mencerna dan mengolah makanan. Pembuatan GTL diupayakan untuk dapat retentif dan stabil sehingga protesa dapat bermanfaat sebagai instrumen rehabilitatif dalam rongga mulut. Kasus. Pasien laki-Iaki usia 70 tahun datang ke klinik prostodonsia FKG UGM dengan keluhan gigi tiruan lengkap yang longgar dan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga makanan dan minuman dapat keluar dari hidung melalui lubang di area palatum yang timbul kurang lebih 2 bulan sebelum datang ke RSGM. Penanganan. Setelah dilakukan proses bedah pengangkatan tumor oleh Onkologis selanjutnya dilakukan perencanaan pembuatan GTL. Paska operasi pasien mengenakan GTL sementara dari GTL lama pasien yang diperbaiki. Proses selanjutnya ialah pembuatan GTL baru untuk mengganti GTL lama yang rusak. Setelah GTL selesai dibuat, dilakukan insersi dan dilanjutkan dengan pemasangan mini dental implant untuk rahang bawah. Satu minggu berikutnya dilakukan pemasangan metal housing implant pada fitting surface gigi tiruan lengkap rahang bawah sehingga implant dan gigi tiruan menjadi satu kesatuan gigi tiruan lengkap  dengan dukungan implant. Kesimpulan. Kontrol2 minggu dan satu bulan menunjukan implant masih stabil dan tidak ada keluhan pada pasien. Pasien dapat menggunakan gigi tiruannya untuk makan dan minum. Dari pemeriksaan subjektif diketanui bahwa dan makanan ataupun minuman tidak lagi keluar melalui hidung pasien

    Peran Kalsium Intraseluler pada Respon Seluler terhadap Intermedilysin Bakteri Komensal Oral Streptococcus Intermedius

    No full text
    Latar Belakang. Bakteri komensal oral Streptococcus intermedius mampu memproduksi intermedilysin (ILY), toksin yang berpotensi menyebabkan terbentuknya pori pada membran, yang termasuk dalam golongan cholesterol-dependent cytolysin. Toksin ini dikenal sebagai sitolisin yang unik karena sifatnya yang spesifik hanya menimbulkan respon pad a sel-sel manusia. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk memahami mekanisme sel-sel tubuh manusia dalam merespon paparan ILY. Ringkasan Pembahasan. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan keterlibatan S. intermedius dalam infeksi purulen oral maupun nonoral karena kemampuannya memproduksi ILY. Intermedilysin diketahui meny.ebabkan ketidakseimbangan metabolisme sel dan kematian sel pada beberapa sel tubuh manusia seperti hepatosit, sel polimorfonuklear, bile duct cell, dan eritrosit. Spesifisitas ILY pada sel-sel tubuh manusia ditentukan oleh ikatan yang eksklusif hanya dengan reseptor membran human CD59. Pada beberapa kasus, ILY menimbulkan respon seluler melalui perubahan konsentrasi kalsium intraseluler ([Ca2+] i). Peningkatan konsentrasi [Ca2+]i mengakibatkan degranulasi sitoplasma pada sel PMN serta aktivasi kalsineurin yang diikuti dengan aktivasi faktor transkripsi NFAT1 pada sel HuCCT1 dan NF-KB pada sel HepG2. Kesimpulan. Studi literatur ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi [Ca2+]i berperan penting dalam mekanisme respon seluler sel-sel tubuh manusia terhadap ILY yang diproduksi oleh S. intermedius

    Perawatan Saluran Akar Ulang Pasca Pengisian Saluran Akar dengan Amalgam dan Perforasi Lateral Disertai Restorasi Mahkota Penuh Porselin Fusi Metal dengan Inti Pasak Fiber (pada Insisivus Sentralis Kanan dan Kiri Maksila)

    No full text
    Kegagalan perawatan saluran akar dapat mengakibatkan beberapa masalah baru yang mengganggu fungsi dari gigi yang telah dirawat. Perawatan saluran akar ulang bertujuan menghilangkan bahan dari saluran akar serta memperbaiki kerusakan yang iatrogenik maupun patologik oleh karena kegagalan perawatan sebelumnya. Tujuan. Penulisan laporan untuk mengevaluasi hasil perawatan saluran akar ulang pada gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila non vital pasea pengisian saluran akar dengan amalgam disertai restorasi mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber. Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 23 tahun datang ke Klinik Konservasi Gigi FKG UGM ingin memperbaiki gigi depan atas yang berubah warna. Gigi tersebut 5 tahun yang lalu pernah dirawat karena mengalami trauma akibat jatuh. Pada pemeriksaan objektif, tampak gigi 11 dan 21 fraktur 1/3 mahkota, tampak berubah warna, dan tampak bahan amalgam pada dasar kavitas. Pada pemeriksaan radiografis gigi 11 dan 21, .terlihat gambaran radiopak (amalgam) memanjang pada saluran akar, tidak terlihat pengisan saluran akar, dan tampak perforasi lateral pada gigi 11. Diagnosis gigi 11 dan 21 adalah fraktur Ellis kelas III non vital. Penanganan: Prosedur perawatan yang dilakukan adalah penutupan perforasi lateral gigi 11 menggunakan MTA; perawatan saluran akar satu kunjungan; restorasi akhir mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber. Evaluasi setelah satu bulan menunjukkan tidak ada keluhan, perkusi dan palpasi negatif, oklusi normal, gigi 11 dan 21 kembali berfungsi normal, terutama fungsi estetis. Kesimpulan: Perawatan saluran akar ulang dan restorasi pada kasus ini dapat mengembalikan fungsi mastikasi, fonetik, estetik, maupun perlindungan terhadap jaringan pendukung pada gigi tersebut

    Efek Pengunyahan Permen Karet Gula dan Xylitol terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans pada Plak Gigi

    No full text
    Latar Belakang. Manusia memiliki flora normal yang hidup di dalam tubuhnya. Salah satu flora normal di rongga mulut adalah bakteri Streptococcus mutans yang memiliki kaitan erat dengan insidensi karies. Sekarang banyak beredar produk permen karet di masyarakat yang mengandung gula dan xylitol. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek mengunyah permen karet gula dan xylitol terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans pada plak gigi. Metode penelitian. Subjek penelitian berjumlah 15 orang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 5 orang, yaitu mengunyah permen karet gula, xylitol dan buah ape I sebagai kontrol. Pengambilan plak dilakukan pada hari pertama sebelum diberi perlakuan (pre-tesQ dan hari keempat setelah diberi perlakuan (post-tesQ. Subjek diminta untuk melakukan scalling sebelum pengambilan data pre-test agar skor plak awal semua subjek nol. Subjek mengunyah 1 butir permen karet setelah makan atau 3 kali sehari selama 10 menit. Subjek tidak diperbolehkan makan dan minum selama 1 jam sebelum pengambilan data post-test. Plak ditanam dalam media agar TYCSB (tryptone-yeast-cysteine-sucrose-bacitracin) lalu diinkubasi selama 72 jam pada kondisi anaerob dengan suhu 37°C. Penghitungan jumlah bakteri S. mutans dilakukan secara manual menggunakan counter. Analisis data dengan uji statistik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah bakteri S. mutans pada plak gigi pada pengunyahan permen karet kandungan gula, sedangkan pengunyahan permen karet kandungan xylitol dapat menurunkan bermakna jumlah bakteri S. mutans. Kesimpulan. Pengunyahan perm en karet xylitol dapat menurunkan jumlah S. mutans pada plak gigi tetapi permen karet gula meningkatkan jumlah S. mutans

    Gigi Tiruan Cekat dengan Fiber-Reinforced Composites pada Kehilangan Gigi Anterior dengan Space Menyempit

    No full text
    Latar belakang. Pada kasus kehilangan gigi-gigianterior tanpa penggantian secepatnya akan menyebabkan rasa malu, tidak percaya diri,gangguan berbicara dan bersuara, pergeseran gigi-gigitetangganya, tilting,hilangnyakontakantar gigi,elongasi gigi antagonisnya, traumatik oklusi, ginggival pocket serta karies pada gigi sebelahnya. Tujuan. Penulisan laporan ini untuk memberi informasi bahwa pada kasus kehilangan gigi anterior dengan space yang telah menyempit dapat dibuatkan protesa berupa gigi tiruan cekat dengan fiber-reinforced composites. Kasus. Seorang pasien laki-Iaki berusia 26 tahun datang ke RSGM dengan kasus kehilangan gigi incisivus centralis kiri atas dengan space mesio-distal yang telah menyempit. Penanganan. Setelah dilakukan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografi maka dilakukan perawatan dengan protesa berupa gigi tiruan cekat dengan fiber-reinforced composites. Setelah 10 hari perawatan kemudian kontrol dan pad a pemeriksaan subyektif tidak ada keluhan. Pada pemeriksaan obyektif dilakukan pemeriksaan terhadap retensi, stabilisasi, oklusi, estetis dan warnanya. Kesimpulan. Hasil Perawatan gigi tiruan cekat dengan fiber-reinforced composites dapat memperbaiki kondisi kehilangan gigi dengan space mesio-distal yang telah menyempit sehingga mengembalikan estetika dan percaya diri pasien

    Mineral Trioxide Aggregate sebagai Penutup Perforasi Akar Lateral Premolar Mandibula Disertai Restorasi Onlei Resin Komposit

    No full text
    Latar belakang. Kegagalan memperoleh arah preparasi saluran akar yang lurus merupakan salah satu penyebab utama perforasi akar lateral. Pemakaian mineral trioxide aggregate (MTA) pada penutupan perforasi akar lateral memberikan kerapatan yang lebih baik dibandingkan bahan yang lain. Tujuan. Penulisan laporan ini untuk melaporkan penutupan perforasi akar lateral menggunakan MTA pada perawatan saluran akar gigi premolar dua kanan mandibula nekrosis pulpa dilanjutkan restorasi onlei resin komposit sehingga !ungsi gigi dapat tereapai kembali. Kasus dan penanganan. Pasien laki-Iaki berusia 35 tahun datang ke klinik Konservasi RSGM Prof. Soedomo dengan keluhan ingin melanjutkan perawatan gigi belakang kanan bawahnya yang pernah dirawat di dokter gigi sebelumnya tetapi tidak selesai. Pada pemeriksaan CE negati!, perkusi positi!, palpasi dan mobilitas negati!. Gambaran radiogra! terlihat adanya area radiolusen pada 1/3 akar lateral bagian mesial. Diagnosis gigi 45 adalah karies profunda dengan nekrosis pulpa disertai perforasi akar lateral. Preparasi saluran akar dilakukan dengan teknik crown down menggunakan protaper hand use. MTA setebal 3 mm ditempatkan dalam saluran akar yang mengalami perforasi akar lateral dan selanjutnya saluran akar diobturasi dengan teknik single cone. Tiga bulan setelah penutupan perforasi akar lateral, pasien tidak ada keluhan serta pada pemeriksaan perkusi, palpasi dan mobilitas negati! kemudian dilanjutkan dengan restorasi onlei resin komposit. Kesimpulan. Kasus premolar dua kanan mandibula yang mengalami perforasi akar lateral dapat disembuhkan dengan penggunaan MTA sebagai bahan penutup perforasi. Evaluasi pasea pengaplikasian MTA dilakukan pada bulan ke-3 menunjukkan hasil yang eukup memuaskan dengan ditandai daerah radiolusensi yang mengeeil pada daerah perforasi

    Penatalaksanaan Hiperpigmentasi Gingiva dan Mahkota Gigi Klinis Pendek dengan Surgical Scalpel Technique pada Gigi Anterior

    No full text
    Latar belakang. Warna gingiva normal, mencerminkan kesehatan mulut dan mempunyai peranan penting dalam kedokteran gigi estetik. Jika terdapat kelainan warna, seperti gingiva yang kehitam-hitaman yang sering dikeluhkan pasien, dapat merupakan suatu masalah walau bukan suatu masalah medis. Kadang-kadang pewarnaan gingiva ini diperparah dengan adanya mahkota gigi klinis yang pendek. Ada beberapa macam teknik depigmentasi untuk mengatasi masalah ini. Tujuan. Laporan kasus ini bertujuan menghilangkan hiperpigmentasi gingiva dengan menggunakan teknik sederhana dalam waktu minimal serta tidak terlalu sulit dilakukan tapi masih cukup memuaskan bagi pasien. Kasus. Pasien perempuan umur 18 tahun mengeluh gingiva berwarna gelap dan mahkota gigi tampak pendek yang mengganggu penampilan dan ingin diperbaiki. Diagnosis dari kasus ini adalah hiperpigmentasi gingiva dengan mahkota gigi klinis pendek. Pada kasus ini digunakan teknik bedah skalpel untuk mengkoreksi hiperpigmantasi gingiva dan mahkota gigi klinis pendek tersebut. Pasien sangat puas dengan penampilan gingivanya yang baru. Kesimpulan. Teknik bedah skalpel dapat mengatasi hiperpigmentasi gingiva dan mahkota gigi klinis pendek

    Protesa Maksilofasial Dengan Hollow Bulb pada Kasus Klas I Aramany untuk Rehabilitasi Pasca Hemimaxillectomy

    No full text
    Latar belakang. tindakan hemimaxillectomy akan menimbulkan terjadinya defect yang menyebabkan gangguan bicara (sengau), penelanan, pengunyahan, estetik dan kejiwaan. Tujuan. untuk menginformasikan cara rehabilitasi defect atau cacat pada wajah dengan protesa maksilofasial hollow bulb untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik dan kejiwaan penderita. Kasus dan penanganan. pasien pria berusia 43 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo atas rujukan dari dokter THT RS. Dr. Sardjito. Saat datang pasien merasa terganggu dengan adanya pembengkakan di dalam mulut, kemudian dilakukan pemeriksaan subyektif dan obyektif. Hemimaxillectomy dilakukan oleh dokterTHT RS. DR. Sardjito. Obturator pasca bedah dipasang segera setelah operasi. Dua minggu pasca operasi, dibuatkan obturator interim, kemudian dibuatkan protesa maksilofasial klas I Aramany dengan hollow bulb setelah 2 bulan pasca operasi. Hollow bulb adalah rongga yang dibuat pada protesa maksilofasial untuk menutup rongga mulut, rongga hidung dan defect. Pada waktu insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian. Hasil pemeriksaan dan evaluasi setelah 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian protesa maksilofasial hollow bulb diketahui retensi, stabilisasi, oklusi dan pengucapan lebih baik. Kesimpulan. setelah menggunakan protesa maksilofasial hollow bulb pasca hemimaxillectomy, pasien dapat berbicara dan mengunyah dengan normal. Protesa maksilofasial hollow bulb juga dapat mengembalikan estetik yang hilang, membantu proses penyembuhan jaringan,serta psikologi pasien

    0

    full texts

    499

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Gigi Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇