SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
BIMTEK DAN PENDAMPINGAN AKUNTABILITAS KEUANGAN BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT (BKM) DALAM MENGHADAPI PERSIAPAN AUDIT EKSTERNAL DI KOTA SURABAYA
Abstrak. Pendampingan BKM di Ketabang Mandiri sangat mendesak dalam kegiatan pencatatan laporan keuangan BKM sesuai dengan kerangka acuan PNPM Kotaku, dalam pembangunan kesejahteraan sosial di Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, juga meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan, kebijakan dan alur pengelolaan keuangan BKM dan KSM, karena kegiatan ini diperlukan dalam mengahdapi persiapan audit eksternal tahun buku 2019. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu ) bulan. Metode yang dipergunakan adalah Bimbingan teknis dan pendampingan. Hasil pengabdian adalah melaksanakan program menanggulangi kemiskinan yang bertujuan sebagai peningkatan kesejahteraan sosial yang dijalankan oleh BKM Kelurahan Ketabang dengan perencanaan jangka menengah melalui tiga program utama dalam kurun waktu tiga tahun, diantaranya Program Pemberdayaan Sosial, Program Asistensi dan Jaminan Sosial, dan Program Peningkatan Ekonomi Mikro dan Menengah. Dapat disimpulkan, program menanggulangi kemiskinan bagi kesejahteraan sosial di perkotaan ini, sebagai program pemerintah sebagai sasaran program dengan keterlibatan masyarakat secara langsung di tingkat kelurahan. Dalam menaggulangi kemiskinan dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pelaksanaan rumusan permasalahan,merencanakan pelaksanaan kegiatan, melaksanakan pengawasan dan mengevaluasi, fungsi BKM yaitu menciptakan program pembangunan untuk menanggulangi kemiskinan di Kelurahan Ketabang Kecamatan Genteng,Kota Surabaya. Kata kunci: bkm, akuntabilitas, keuangan, audi
LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN WIRAUSAHA ONLINE PADA IBU-IBU KKPA (KOMITE KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN ANAK) DUSUN JODOG DESA GILANGHARJO PANDAK KABUPATEN BANTUL
Internet users in Indonesia has been on the rise over the years. Unfortunately, this increase has not been accompanied with the increase of society’s knowledge in selecting and utilizing information. Therefore, digital literacy is deemed necessary especially for village inhabitants. Digital literacy in order to boost KKPA’s entrepreneurship is important to increase productive activities. Online entrepreneurship has a lot of benefits especially because it doesn’t need a lot of venture capital. This mentoring is done with two steps, first step is socialization. In the first step there are socialization and discussion about the housewives’ interests in doing entrepreneurship. Knowledge-sharing about businesses via online media is also being done. In the second step, there is introduction to various methods of online entrepreneurship and promotion. The results of this activity is that housewives acquire knowledge and creativity to utilize digital media for entrepreneurship.
Abstrak: Pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan tiap tahunnya. Di sisi yang lain peningkatan pengguna internet tidak diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memilih informasi dan memanfaatkannya. Untuk itu, kegiatan literasi digital perlu dilakukan terutama bagi masyarakat pedesaan. Pendampingan literasi digital dalam meningkatkan kemampuan wirausaha online bagi ibu-ibu KKPA penting dilakukan karena para ibu di pedesaan perlu untuk meningkatkan kemampuannya dalam usaha produktif. Wirausaha online memiliki banyak manfaat bagi mereka karena kegiatan ini tidak memerlukan modal besar dan dapat dilakukan dari rumah. Metode pendampingan dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama melakukan sosialisasi Pada tahap pertama dilakukan dengan sosialisasi dan diskusi tentang minat para ibu dalam melakukan wirausaha serta penyampaian pengetahuan berbisnis melalui media online. Tahap kedua pada tahap kedua mengenalkan berbagai metode wirausha online serta teknik promosi melalui media digital. Hasil dari kegiatan ini, para ibu mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk memanfaatkan media digital dalam berwirausaha
PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN SISTEM AKUNTANSI LEMBAGA PEMERINTAHAN DESA BAGI GURU SMK AKUNTANSI SIDOARJO
Pengelolaan keuangan desa membutuhkan ketrampilan dan kompetensi yang mumpuni dari para perangkat desa. Institusi pendidikan hadir sebagai mitra pemerintah dan sekolah, dalam hal ini SMK, untuk menjawab pemenuhan kebutuhan ketrampilan dan kompetensi tersebut. Sebagai upaya praktis kegiatan pengabdian kepada masyarakat, maka dilakukan pelatihan bagi kelompok guru SMK Sidoarjo untuk mata pelajaran Ekonomi dan Akuntansi khususnya materi pengelolaan keuangan desa. Pelatihan ini sekaligus sebagai wadah untuk mempersiapkan para guru dalam mengimplementasikan pembelajaran akuntansi desa dalam kurikulum baru. Metode pelatihan diberikan dalam bentuk diskusi dan tutorial. Dalam diskusi, pengajar memberikan materi awal mengenai pengantar akuntansi untuk pemerintahan dan metode tutorial diberikan dalam bentuk uji coba software akuntansi desa (open source). Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan guru memahami akuntansi sudah cukup memadai, namun demikian penguasaan software akuntansi desa masih perlu ditingkatkan untuk menunjang pembelajaran akuntansi desa yang akan diberikan kepada siswa dalam bentuk mata pelajaran praktikum akuntansi
PEMANFAATAN APLIKASI EDMODO DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BERBASIS DARING DI SMP 57 SURABAYA
SMP Negeri 57 Surabaya merupakan sekolah dibawah naungan Pemerintah Kota Surabaya dan diresmikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada 12 Januari 2017. SMP 57 berlokasi di Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, didapatkan adanya permasalahan terkait TIK di sekolah ini yaitu laboratorium computer yang telah dimiliki belum dimanfaatakan secara maksimal. Terdapat 3 cluster permasalahan yang dapat didentifikasi (1) SDM belum cukup memadai untuk mengelola sistem TIK yang ada, (2) Aktivitas berbasis komputer belum terwujud, (3) belum adanya server sebagai fasilitas pendukung laboratorium komputer. Usulan solusi telah disusun untuk menjawab kebutuhan TIK di SMPN 57 Surabaya, yaitu: (1) mengadakan pelatihan aplikasi Edmodo bagi guru (2) membantu guru menyusun aktivitas pembelajaran berbasis Edmodo, serta (3) menyediakan server untuk mendukung aktivitas pembelajaran berbasis komputer di SMPN 57 Surabaya. Hasil angket menunjukkan bahwa 58% peserta workshop sangat setuju bahwa pelatihan ini membantu mereka meningkatkan kemampuan pengelolaan aktivitas pembelajaran berbasis daring
OPTIMALISASI KEARIFAN LOKAL PADA PENGAJARAN INTEGRATED LANGUAGE SKILL MENGGUNAKAN METODE BLENDED LEARNING
Culture is an ancestral heritage that contains many moral values to learn. However, the current young generation seems reluctant to learn about the culture in their environment or from the teaching point of view in schools it does not provide a platform to introduce culture to their students. Even though by integrating cultural values in learning, especially language learning, it can add to students\u27 repertoire of loving their own culture because there are many values of local wisdom contained in it. By inserting examples of cultural heritage such as wayang orang, traditional houses, traditional events can be used as interesting learning materials for students because they remind them of the rich ancestral heritage in the texts they are studying. The use of the blended learning method is also a good alternative in optimizing local wisdom in teaching integrated language skills. By utilizing their own devices, they can have access to search for information from various sources such as YouTube, podcasts, and several websites to enrich their understanding of the culture in their environment. From these devices they can also help promote local culture in their environment. And on the other hand, teachers also have a role as cultural promoters through learning materials in the form of texts that they teach.
Abstrak: Masuknya budaya asing yang masif diduga akan membawa penurunan pengakuan budaya lokal oleh generasi muda khususnya anak-anak sekolah. Padahal, budaya lokal tersebut tetap dapat diajarkan secara terpadu dengan menyisipkan kearifan lokal melalui teks yang digunakan sebagai bahan dan media belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran bahasa. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana mengoptimalkan kearifan lokal dalam pengajaran keterampilan berbahasa terpadu melalui metode blended learning. Dengan memanfaatkan pendekatan POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, and Evaluating), program pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui platform daring berupa workshop. Program ini mendapat respon positif dari 50 peserta guru dan calon guru bahasa yang bergabung. Mereka juga menyadari pentingnya masalah ini untuk mencegah punahnya budaya lokal. Mengintegrasikannya dengan teknologi ke dalam pengajaran bahasa bisa menjadi alternatif yang bisa dilakukan. Para siswa juga dapat mengenali budaya lokal mereka sendiri dengan mendapatkan beberapa teks yang berisi warisan budaya sambil belajar bahasa. Sementara itu, guru juga dapat berperan sebagai promotor budaya melalui materi ajar yang dibawanya ke dalam kelas. Dengan demikian, konservasi budaya dapat dilakukan oleh kedua pihak, yaitu guru dan siswa sebagai generasi muda
MODUL UNIT KARANTINA PORTABLE SEBAGAI FASILITAS PEMBANTU RUANG ISOLASI DARURAT DI LINGKUNGAN KAMPUNG PADAT PENDUDUK
The capacity of the isolation room at the hospital appointed by the Government to treat Covid-19 patients is no longer able to accommodate the positive Covid-19 patients. Positive Covid-19 patients with no symptoms or other signs of worsening physical conditions are advised to do self-quarantine and isolation independently. This self-quarantine/isolation becomes a problem especially in densely populated settlements, especially informal settlements. The case study on this community service activity is an informal settlement located along the Surabaya railroad. Together with the Surabaya ARKOM team as partners, this community service activity conducting field observations with the results that there are still many poor house conditions in this area, the conditions of the houses are tight and not fulfilled the standards of a healthy house, which causes a larger potential spread of Covid-19 virus and makes it impossible to carry out self-isolation in their each homes. The solution offered is to create a communal isolation room module as an emergency isolation room for informal village communities during a pandemic or can be used in other certain emergency conditions with a participatory design method that meets health standards for isolation rooms designed with the easy and fast module applications process. The purpose of this activity is to provide a set of modules for communal quarantine units as prototypes that can be made by the community with a simple system, easily available materials, fast and prioritizing community participation in its assembling.
Abstrak: Kapasitas ruang isolasi di Rumah Sakit yang ditunjuk Pemerintah untuk merawat pasien Covid-19 sudah tak mampu menampung membeludaknya pasien positif Covid-19. Pasien positif Covid-19 yang belum mengalami atau bahkan yang tidak menunjukkan gejala penurunan kondisi fisik, dianjurkan untuk melakukan karantina dan perawatan secara mandiri. Karantina secara mandiri ini menjadi tantangan tersendiri untuk permukiman padat penduduk, terutama permukiman informal. Menjadi studi kasus pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah permukiman informal yang berada di tepi kereta api. Bersama tim ARKOM Surabaya sebagai mitra melakukan observasi lapangan dengan hasil menunjukkan bahwa kondisi rumah yang memprihatinkan masih banyak terdapat di area ini, kondisi rumah berdempetan dan tidak sesuai standar rumah sehat inilah yang menyebabkan potensi besar penularan Covid-19 dan tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Solusi yang ditawarkan adalah membuat modul ruang karantina komunal sebagai ruang karantina darurat bagi masyarakat kampung informal pada masa pandemi atau kondisi darurat tertentu dengan metode desain partisipatif yang memenuhi standar kesehatan untuk sebuah ruang karantina yang didesain dengan proses aplikasi modul yang mudah, murah dan cepat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan modul unit karantina komunal sebagai prototype yang dapat dibuat sendiri oleh masing-masing kampung padat penduduk dengan sistem yang sederhana (portable), material mudah didapat, cepat dan mengedepankan usaha partisipatif masyarakat dalam pembuatannya
PELATIHAN DESAIN PENGEMASAN DAN PEMASARAN KELOMPOK UMKM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT KELURAHAN DUPAK KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA JAWA TIMUR
Packaging Design and Marketing Training for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to Increase Community Income in Dupak Village, Krembangan District, Surabaya City, East Java. Dupak Village is a village that has quite a lot of MSMEs, mainly driven by youth and mothers who want to improve their welfare. We identify problems that arise, including the lack of use of e-commerce which will have an impact on weak competitiveness; less effective and efficient marketing; and the lack of optimal use of smartphones. Therefore, we provide a solution in the form of training on the use of e-commerce for the development of MSMEs in Dupak District, Krembangan Regency. While this community service activity was carried out in Dupak Village, Krembangan District, Surabaya City from July to August 2021. To realize the work program in realizing the Tridharma of Higher Education, namely providing packaging design and marketing training using the Instagram, WhatsApp, and Facebook platforms on smartphones as a means of promotion, increased motivation, and income for MSMEs, especially among youth and women in Dupak Village, Krembangan District, Surabaya City, East Java.
Abstrak: Pelatihan Desain Pengemasan dan Pemasaran Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Kelurahan Dupak Kecamatan Krembangan Kota Surabaya Jawa Timur. Kelurahan Dupak merupakan desa yang memiliki cukup banyak UMKM, terutama digerakkan oleh pemuda dan ibu-ibu yang ingin meningkatkan kesejahteraannya. Kami mengidentifikasi permasalahan yang muncul di antaranya kurangnya pemanfaatan e-commerce akan berdampak pada lemahnya daya saing; pemasaran yang kurang efektif dan efisien; serta kurangnya pemanfaatan ponsel cerdas secara maksimal. Maka dari itu kami memberikan solusi berupa pelatihan pemanfaatan e-commerce untuk pengembangan UMKM di Kecamatan Dupak Kabupaten Krembangan. Sedangkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Dupak Kecamatan Krembangan Kota Surabaya selama bulan Juli sampai Agustus 2021. Untuk mewujudkan program kerja dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu memberikan pelatihan desain pengemasan dan pemasaran menggunakan platform Instagram, WhatsApp, dan Facebook dalam ponsel pintar sebagai sarana promosi, peningkatan motivasi, dan pendapatan bagi UMKM khususnya di kalangan pemuda dan ibu-ibu Kelurahan Dupak Kecamatan Krembangan Kota Surabaya Jawa Timur
MODEL PEMBELAJARAN ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI STAF DALAM MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH BAGI ORGANISASI NON PROFIT
Model Pendidikan Entrepreneurship yang dikembangkan dari pembelajaran berbasis pengalaman yang entrepreneurial diterapkan untuk meningkatkan kompetensi staf di Lembaga nonprofit Yayasan Kaki Dian Emas (YKDE). Penerapan menggunakan 4 tahapan yaitu: 1) kesepakatan dengan pengurus yayasan bahwa entrepreneurship sebagai nilai tambah bagi program yang sudah ada, 2) workshop bagi pengelola yayasan untuk menentukan kompetensi entrepreneurial yang menjadi fokus pengembangan, 3) Training staf tentang entrepreneurial project secara daring dan 4) mentoring pelaksanaan. Model pelatihan menggunakan prinsip experiential-entrepreneurial learning yang memfasilitasi peserta melakukan 4 tahapan kerja yaitu mencari peluang inovasi, mengembangkan ide, menentukan nilai yang terkandung dalam proyek dan mendapatkan pengakuan sebagai tanda keberhasilan. Penerapan model Pendidikan entrepreneurship ini berhasil membangkitkan kesadaran tentang tentang perlunya entrepreneurship sebagai nilai tambah serta kemampuan peserta dalam mengidentifikasi penciptaan nilai tambah bagi organisasi
PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA DI KIAMA KABUPATEN TALAUD: INSTALASI POMPA AIR TENAGA SURYA
This community service aims to apply the technology of independence supply electricity based on renewable source of energy that is available locally. This technology is applied in Kiama village that is located in the remote island of Talaud. The problems regarding the limited access of electricity have been faced by the coastal community in Talaud Island. The water pump supplied by solar energy is the most suitable technology to be applied in the area that has limited access to electricity grid. The method of implementing this partner village development program consists of several stages, namely: (1) Application of suitable technology for solar water pump to supply water tank; (2) Transfer technology based on renewable energy utilization to increase knowledge and skills for the community in the remote village. The beneficial aspect of this activity is to improve the knowledge of society toward the renewable energy utilization and to improve of community standard lives toward the access of electricity, independently. The program implementations were designed and built-up of water pump powered by solar energy technology and the one unit installation of the technology to a church in the Kiama village. The results obtained from this activity are improvement of the welfare and the comfort of people\u27s lives due to access to electricity. Regarding appropriate technology applied for the remote communities.
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi kemandirian penyediaan tenaga listrik berbasis sumber energi terbarukan yang tersedia secara lokal. Teknologi ini diterapkan di Desa Kiama yang terletak di pulau terpencil Talaud. Permasalahan keterbatasan akses listrik telah dihadapi oleh masyarakat pesisir di Pulau Talaud. Pompa air yang disuplai tenaga surya merupakan teknologi yang paling cocok diterapkan di daerah yang akses jaringan listriknya terbatas. Metode pelaksanaan program pengembangan desa mitra ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: (1) Penerapan teknologi tepat guna pompa air tenaga surya untuk mensuplai tangki air; (2) Alih teknologi berbasis pemanfaatan energi terbarukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di desa terpencil. Manfaat kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan energi terbarukan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat terhadap akses listrik secara mandiri. Implementasi program ini adalah merancang dan membangun pompa air bertenaga teknologi tenaga surya dan pemasangan satu unit teknologi tersebut pada sebuah gereja di desa Kiama. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan kesejahteraan dan kenyamanan hidup masyarakat karena akses listrik
POSYANDU ADAPTASI KEBIASAN BARU DI DESA DUKUH SARI KECAMATAN JABON SIDOARJO
Abstrak : Pandemi Covid-19 memberi ancaman krisis multidimensi, mulai dari kesehatan, ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dalam bidang kesehatan berdampak juga pada layanan kesehatan Posyandu bayi balita. Posyandu yang selama ini berperan cukup signifikan dalam pengawasan gizi, kesehatan anak, dan imunisasi sejak adanya pandemi menjadi terganggu. Kondisi ini juga terjadi di seluruh wilayah kerja Puskesmas Jabon Sidoarjo. Permasalahan yang dihadapi Mitra yaitu belum dibukanya layanan Posyandu sejak bulan Maret 2020. Layanan penimbangan dan imunisasi hanya dilakukan secara terbatas di Bidan Praktek Mandiri dan Puskesmas. Orang tua bayi dan balita masih enggan dan takut untuk keluar rumah sehingga mereka melakukan penundaan menunggu sampai situasi pandemi mereda. Pengabdian Masyarakat PPDM (Program Pengembangan Desa Mitra) ini melakukan persiapan Posyandu Adaptasi Kebiasaan Baru di Desa Dukuh Sari Jabon Sidoarjo melalui kegiatan pendampingan kader Posyandu. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain pembekalan kader dan sosialisasi informasi secara komprehensif mengenai Covid-19, penyediaan sarana prasarana pendukung, pelatihan cuci tangan yang benar, serta simulasi tata cara dan Posyandu Adaptasi Kebiasaan Baru. Kegiatan PPDM ini terlaksana selama 8 (delapan) bulan dengan melakukan pendekatan penyelesaikan masalah melalui pemberdayaan kader dengan target meningkatkan tata kelola masyarakat, sumber daya manusia, serta perbaikan sumber daya alam melalui tata kelola layanan Posyandu Adaptasi Kebiasaan BaruKata kunci : Pandemi Covid-19, Posyandu Adaptasi Kebiasaan Baru, Bayi Balita, Imunisasi Abstract : The Covid-19 pandemic threatens a multidimensional crisis, ranging from health, economy, politics, social and culture. In the health sector, this is has also an impact on Posyandu health services for infants under five. Posyandu, which has played a significant role in monitoring nutrition, children\u27s health, and immunization since the pandemic, has been disrupted. This condition also occurs in all working areas of the Publich Health Center Jabon Sidoarjo. The problem faced by cadres is that the Posyandu service has not opened since March 2020. Weighing and immunization services are only carried out on a limited basis at the Independent Practice Midwives and Publich Health Center. Parents of infants and toddlers are still reluctant and afraid to leave the house, so they put off waiting until the pandemic situation subsides. This PPDM Community Service prepares the New Habit Adaptation Posyandu in Dukuh Sari Village, Jabon Sidoarjo through the assistance of Posyandu cadres. Activities carried out included training for cadres and disseminating comprehensive information about Covid-19, providing supporting infrastructure, training in proper hand washing, and simulating procedures and Posyandu for New Habit Adaptation. This PPDM activity was carried out for 8 (eight) months by taking a problem-solving approach through empowering cadres with the target of improving community governance, human resources, and improving natural resources through the management of the New Habit Adaptation Posyandu services. Keywords: Covid-19 Pandemic, New Habit Adaptation Posyandu, Infant Toddlers, Immunization