SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN DALAM PEMBUATAN IKAN ASAP DAN PEMANFAATAN LIMBAH PERIKANAN MENJADI PAKAN PUYUH DI DESA KUALA TAMBANGAN KABUPATEN TANAH LAUT
Kelompok nelayan “Mandiri Putra” Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut, merupakan sekumpulan nelayan yang setiap hari bekerja mencari ikan di laut. Terdiri dari 10 anggota. Mereka menangkap ikan menggunakan pukat, jaring, jala, dan pancing. Biasanya dalam satu perahu memuat 2-3 pekerja (awak perahu) yang membantu menangkap ikan. Para nelayan menghadapi tiga permasalahan yaitu: harga ikan hasil tangkapan naik turun dan bahkan cenderung murah sehingga penghasilan nelayan pas-pasan; sebagian hasil tangkapan (25%-30%) hanya menjadi limbah yang tidak laku dijual serta belum dimanfaatkan sehingga mengurangi pendapatan nelayan; dan selama ini mitra belum memiliki kemampuan mengolah hasil perikanan, belum memiliki keterampilan pemasaran produk (ikan hasil tangkapan), sehingga masih sangat tergantung pada tengkulak ikan. Maka solusi yang diterapkan pada kelompok nelayan tersebut adalah melatih pembuatan ikan asap dan mengolah limbah perikanan menjadi pakan puyuh sehingga meningkatkan harga jual ikan. Selain itu juga meningkatkan nilai guna limbah perikanan menjadi pakan puyuh. Nelayan juga dilatih memasarkan produk dan manajemen usaha. Hasilnya, nelayan telah mampu membuat ikan asap dan pakan puyuh dari limbah perikanan. Nelayan juga mulai mampu memasarkan produk sehingga menambah penghasilan
PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN PADA KEDAI KOPI DI SURABAYA DI MASA PANDEMI COVID - 19
Food industry personnel, including coffee shops, do not have the opportunity to work from home and are required to continue working at work as usual. By holding outreach on food safety keeping all workers in food production and supply chains healthy and safe is critical to surviving the current pandemic. Maintaining the movement of food along the food chain is an important function that needs to be contributed by all stakeholders along the food chain. The purpose of this community service is to increase knowledge or information about food safety for food or beverage handlers so that coffee shops are better prepared to deal with COVID-19 conditions. To facilitate the communication of counseling using poster, and divided the discussion of food safety into 4, namely: 1) food safety of producers; 2) food safety distributors; 3) food safety of consumers 4) Food safety of food production. After being given counseling, an evaluation was carried out by measuring employee knowledge using a comparison of pre-test and post-test questionnaires given through the google form. The results of the evaluation stated that all employees in the eight coffee shops had increased knowledge about food safety. Most of the employees felt that community service activities with counseling were useful for maintaining security in coffee shops so that they could make employees and customers feel safe and comfortable.
Abstrak: Insan industri makanan, termasuk kedai kopi, tidak memiliki kesempatan untuk bekerja dari rumah dan diharuskan untuk tetap bekerja di tempat kerja seperti biasa. Dengan mengadakan sosialisasi tentang keamanan pangan, menjaga semua pekerja dalam produksi pangan dan rantai pasokan tetap sehat dan aman sangat penting untuk bertahan dari pandemi saat ini. Menjaga pergerakan makanan di sepanjang rantai makanan merupakan fungsi penting yang perlu disumbangkan oleh semua pemangku kepentingan di sepanjang rantai makanan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan atau informasi tentang keamanan pangan bagi penjamah makanan atau minuman sehingga warung kopi lebih siap menghadapi kondisi COVID-19. Untuk memudahkan komunikasi, penyuluhan menggunakan poster dan membagi pembahasan keamanan pangan menjadi 4, yaitu: 1) keamanan pangan produsen; 2) distributor keamanan pangan; 3) keamanan pangan konsumen 4) Keamanan pangan produksi pangan. Setelah diberikan penyuluhan, dilakukan evaluasi dengan mengukur pengetahuan karyawan menggunakan perbandingan kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan melalui google form. Hasil evaluasi menyatakan bahwa seluruh karyawan di delapan kedai kopi tersebut mengalami peningkatan pengetahuan tentang keamanan pangan. Sebagian besar karyawan merasa kegiatan pengabdian masyarakat dengan penyuluhan bermanfaat untuk menjaga keamanan di warung kopi sehingga dapat membuat karyawan dan pelanggan merasa aman dan nyaman
BUKU CERITA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI DUSUN TEMBEN
The Covid-19 pandemic places learning from school to home, thus making the process of planting character education previously carried out by teachers experiencing obstacles. Children experienced similar problems in Temben Hamlet, Ngentakrejo Village, Lendah District, Kulon Progo Regency, who had to learn from home during the pandemic. In getting a holistic personality, it is necessary to have a character that is inherent in a person\u27s personality. This community service activity aims to assist children by reading storybooks as a medium for character education for children in Temben Hamlet, Ngentakrejo Village, Lendah District, Kulon Progo Regency. The method of this service activity is that the servant uses observations and interviews about the characters who need assistance to the child, then analyzes and makes recommendations for the character to be formed with the child. After assisting, the servant conducts observations of the final interview. Then proceed with a joint reflection on the character of the child that has been formed. The conclusion of this service activity is 1) Children can grow the character to dare to try new things, 2) Children can grow the character of love for living things, 3) Children can develop a family character to feel like helping and working together in a family environment, 4) Children can develop the character of being responsible for maintaining personal and environmental hygiene for joint health, 5) Children can develop independent characters and know themselves to be seen. Based on the participation of children following every activity to learn to be independent and understand what happens to themselves.
Abstrak: Pandemi Covid-19 menempatkan pembelajaran dari sekolah ke rumah, sehingga membuat proses penanaman pendidikan karakter yang sebelumnya dilakukan oleh guru mengalami kendala. Permasalahan serupa pun dialami oleh anak-anak di Dusun Temben, Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo yang harus belajar dari rumah selama masa pandemi. Pada proses mendapatkan kepribadian yang holistik, diperlukan karakter yang melekat pada pribadi seseorang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi anak dengan membaca buku cerita sebagai media pendidikan karakter anak di Dusun Temben, Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pengabdi menggunakan observasi dan wawancara mengenai karakter yang perlu mendapatkan pendampingan pada anak, kemudian melakukan analisis dan membuat rekomendasi karakter yang akan dibentuk bersama anak. Setelah melakukan pendampingan, pengabdi melakukan kegiatan observasi wawancara akhir. Kemudian dilanjutkan dengan refleksi bersama mengenai karakter anak yang telah terbentuk. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah 1) Anak-anak dapat menumbuhkan karakter berani mencoba hal baru, 2) Anak-anak dapat menumbuhkan karakter cinta terhadap makhluk hidup, 3) Anak-anak dapat menumbuhkan karakter kekeluargaan sehingga muncul perasaan ingin membantu dan bekerja sama dalam lingkungan keluarga, 4) Anak-anak dapat menumbuhkan karakter bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan demi kesehatan bersama, 5) Anak-anak dapat menumbuhkan karakter mandiri dan mengenal diri sendiri terlihat dari partisipasi anak-anak mengikuti setiap kegiatan sehingga anak-anak dapat belajar menjadi mandiri dan memahami hal-hal yang terjadi pada diri mereka sendiri
PEMECAHAN MASALAH KOMPETISI MATEMATIKA BAGI GURU SEKOLAH DASAR TAHAP I
The rapid development of science and technology ushers people into the era of global competition in various fields of science, one of which is mathematics. The national mathematics competition at sd/mi level that has been pioneered in 2003 is one of the strategic containers to realize the educational paradigm. But even so, not all teachers are able to follow the wishes of science and technology. The current condition also requires teachers to be able to follow the development of science and technology in training and accompanying students in self-learning from their own homes. Before this condition teachers have also been subjected to demands to be able to train students to compete in academic fields such as mathematics. However, not all teachers are able to provide proper training to students as a form of preparation for them when they want to enter the competition. Math Competition Problem Solving Training activity is one form of activity that is expected to be a solution to the condition The training activity which was attended by 15 people consisting of 9 teachers, 1 lecturer, 1 civil servant, 1 housewife and 3 students received a positive response through questions and problem solving that had been given during the training, so it will be a consideration for the plan of implementation of similar activities next.
Abstrak: Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengantarkan manusia ke era kompetisi global di berbagai bidang ilmu salah satunya adalah matematika. Kompetisi matematika nasional tingkat SD/MI yang telah dirintis tahun 2003 merupakan salah satu wadah yang strategis untuk merealisasi paradigma pendidikan. Namun meskipun demikian belum semua guru mampu untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Kondisi sekarang ini pun menuntut guru untuk bisa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam melatih dan mendampingi siswa dalam belajar mandiri dari rumah mereka masing-masing. Sebelum kondisi ini guru pun juga sudah mendapatkan tuntutan untuk dapat melatih siswa agar dapat berkompetisi dibidang akademik seperti matematika. Meskipun demikian belum semua guru mampu untuk memberikan latihan yang tepat kepada siswa sebagai bentuk persiapan bagi mereka ketika hendak mengikuti kompetisi. Kegiatan Pelatihan Pemecahan Masalah Kompetisi Matematika merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diharapkan mampu menjadi solusi terhadap kondisi tersebut. Kegiatan Pelatihan yang diikuti oleh 15 orang ini yang terdiri atas 9 orang guru, 1 dosen, 1 pegawai negeri sipil, 1 ibu rumah tangga dan 3 mahasiswa ini mendapatkan respon yang positif melalui pertanyaan dan penyelesaian soal yang telah diberikan selama pelatihan sehingga akan menjadi pertimbangan untuk rencana pelaksanaan kegiatan serupa berikutnya
REDESAIN KEMASAN, SEBUAH USULAN BAGI UKM MITRA USAHA SANGKAR SIDOARJO
The SME Business Partners Sangkar in Sepanjang Village, Taman Subdistrict, Sidoarjo City has greater potential in the creation and development of cage shapes. But the form and character of the design are always manual and still using conventional systems, so in an effort to increase sales, they have not been able to compete globally. The partners in this community service are cage workers in the village of Sepanjang, Taman Subdistrict, Sidoarjo City, the process for carrying out activities is divided into three forms: preparation, implementation and evaluation. The role of optimization is carried out in the form of a field survey to find out the conditions related to the process and work system carried out by cage craftsmen in Sepanjang Village, Taman Subdistrict, Sidoarjo City. The community services program focuses on community development to ensure independence and economic stability. Thanks to the Community Service Program, it is hoped that it will be able to make a good contribution to the development of businesses owned by partners so that in the future they can provide continued efforts in the same field.
Abstrak: Kelompok UKM Mitra Usaha Sangkar Kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi unggul dalam menciptakan dan mengembangkan bentuk sangkar. Namun bentuk dan karakter desain masih bersifat manual dan masih menggunakan cara konvensional, sehingga sebagai upaya peningkatan penjualan belum mampu bersaing dan berkompetisi secara global. Mitra pada pengabdian masyarakat ini merupakan pengrajin sangkar di Kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, proses pelaksanaan kegiatan terbagi dalam 3 bentuk, yaitu: persiapan, pelaksanaan, dan juga evaluasi. Peran optimalisasi dilakukan dengan bentuk survei lapangan untuk mengetahui kondisi terkait dengan proses dan sistem kerja yang dilakukan oleh pengrajin sangkar di Kelurahan Sepanjang Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Program pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan sebagai pengembangan masyakarat agar memiliki kemandirian dan kemapanan secara ekonomi. Melalui karya seni dalam bentuk desain produk diharapkan mampu memberikan implementasi dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yaitu desain produk industri. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik dengan perkembangan usaha yang dimiliki oleh mitra sehingga dikemudian hari dapat memberikan continued effort pada bidang yang sama
LITERASI BAGI PARA PETANI PADI LADANG YANG HIDUP DALAM KEMISKINAN
In a hamlet in West Kalimantan, there are a lot of farmers who plant field rice live in poverty. Unfortunately, they feel that planting this field rice is a tradition and social identity that cannot be abandoned, so that they seem to be in shackles of poverty with no way out. Therefore, it is necessary to do literacy which can open their eyes to the poverty shackles that have bound them so far, and open their horizons to find other alternatives to increase their income. Apart from that, another important thing is that it is necessary to instill spiritual values that enable them to leave behind the old values they have lived so far, which keeps them in poverty
PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MANDIRI MELALUI BUDIDAYA PERIKANAN DAN PERKEBUNAN DALAM EMBER DI PANTI ASUHAN BUDI MULYA 2
Budi Mulya 2 (BM2) orphanage is a social institution located in Bandar Lampung. To meet the operational needs of development, the day-to-day operations of the orphanage, as well as their development, BM 2 rely on donations provided by permanent and non-permanent donors, thus the cost of developing the homes and foster children is unpredictable, very small, and insufficient. For an institution to have sufficient funds for both physical and non-physical development to allow foster children can be maximized for their guidance process, it is necessary to plan and develop a focused and sustainable business. As one of the efforts is conducting a long-term three-year program to empower the economy independently through aquaculture and plantations in buckets. By doing this action, it is hoped we can build a community service and education institution that is dynamic and capable of accommodating and fostering many neglected children through an independent economic enterprise improvement program. This paper describes the results of the service during the first year of service activities; which are the construction and cultivation training, the first harvest, and several activities during the COVID-19 pandemic had been held. In addition, the skills of the caregiver and foster children improve in cultivating fish and plants in buckets.
Abstrak: Panti asuhan Budi Mulya 2 (BM 2) adalah satu satu lembaga sosial yang berlokasi di Bandar Lampung. Dalam memenuhi kebutuhan operasional pembangunan, operasional sehari-hari panti dan anak asuh, serta pengembangannya, BM 2 mengandalkan donasi yang diberikan oleh Donatur tetap dan tidak tetap, sehingga biaya pengembangan panti dan anak asuh tidak stabil, sangat kecil, dan tidak mencukupi. Agar lembaga dapat memiliki dana yang cukup untuk pengembangan baik fisik dan non fisik, sehingga anak asuh dapat termaksimalkan proses pembinaannya, maka Perlu direncanakan dan dikembangkannya usaha yang terarah dan berkesinambungan. Sebagai salah satu upaya, untuk itu, telah dicanangkan program jangka panjang tiga tahun pemberdayaan ekonomi mandiri melalui budidaya perikanan dan perkebunan dalam ember. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuknya sebuah lembaga pengabdian dan pendidikan masyarakat yang dinamis dan mampu menampung dan membina banyak anak-anak terlantar melalui program peningkatan usaha ekonomi mandiri. Tulisan ini memaparkan hasil pengabdian selama tahun pertama kegiatan pengabdian; antara lain telah diselenggarakannya pembangunan dan pelatihan budidaya, panen pertama, dan beberapa kegiatan pada masa pandemic COVID-19. Selain itu, bertambahnya keterampilan Pengasuh dan Anak asuh dalam membudidayakan ikan dan tanaman dalam ember
PEMANFAATAN SAMPAH BEKAS BOTOL PLASTIK SEBAGAI BAHAN KURSI UNTUK AKTIVITAS SERVICE LEARNING MATA KULIAH CREATIVE PRENEURSHIP
Sampah yang menggunung merupakan salah satu masalah terbesar di perkotaan. Sementara itu, masalah perubahan iklim yang ekstrim dipengaruhi oleh penggunaan plastik yang berlebihan, seperti sampah botol minuman yang sangat sering dijumpai. Penggunaan botol plastik sangat memudahkan masyarakat, terutama dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, botol plastik dapat langsung dibuang usai digunakan, sehingga dengan penggunaan botol plastik yang sangat banyak, maka jumlah sampah plastik yang dihasilkan juga sangat besar. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka muncul suatu ide untuk mendaur ulang sampah bekas botol plastik dengan melibatkan mahasiswa serta pelaku UKM, dengan metode service learning dalam mata kuliah Creativepreneurship. Hasil dari aktivitas pembelajaran ini adalah furnitur kursi yang dudukannya terbuat dari sampah bekas botol plastik
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN KAPITAL SPIRITUAL
Program pengabdian masyarakat ini berangkat dari keprihatinan munculnya fenomena masyarakat sebuah dusun yang tidak terlalu peduli dengan kepentingan bersama. Tiap keluarga terkesan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri saja sehingga kesejahteraan bersama sulit dicapai. Program ini dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai spiritual yang dapat menyadarkan masyarakat untuk mau saling peduli dan bekerja sama sehingga kesejahteraan bersama dapat diraih dan dinikmati. Dalam hal ini pemberdayaan masyarakat terjadi melalui peningkatan kapital spiritual dengan menanamkan nilai-nilai luhur. Penanaman nilai-nilai ini dilakukan melalui pembinaan spiritual yang rutin diadakan selama satu semester bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Program ini dapat dikatakan berhasil dengan mulainya masyarakat bersedia bekerja sama untuk membuat tempat sampah bersama, membuat kebun sayur organik dan pupuk cair organik bersama yang dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga, serta kerja bakti membersihkan lingkungan.This program departs from the concern of the phenomenon of a village community that is not too care about the common interest. Each family seems to care about their own interests so that shared prosperity is difficult to be achieved. This program is carried out by instilling spiritual values that can awaken the public to care for one another and work together so that shared prosperity can be achieved and enjoyed. In this case, community empowerment occurs through increasing spiritual capital by instilling good values. The inculcation of these values is done through spiritual coaching which is routinely held for one semester for children, adolescents, and adults. This program can be asummed to be successful with the commencement of the community\u27s willingness to work together to create a shared waste bin, create an organic vegetable garden and an organic liquid fertilizer that can improve the household economy, as well as working together to clean the environment.
PENGGUNAAN MEDIA ONLINE UNTUK BISNIS ONLINE PEMULA PADA PENDERITA HIV
Penelitian ini meneliti dampak pelatihan pada penciptaan bisnis online untuk pemula dengan peserta yang berasal dari ibu rumah tangga yang terpajan HIV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 5 ibu rumah tangga. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur langsung dengan metode pre-test dan post-test sesudahnya. Semua informan tidak pernah melakukan bisnis menggunakan media online atau mengetahui cara berbisnis menggunakan media online. Hasil penelitian menunjukkan (1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan 50% menggunakan media situs web Facebook. (2) Ada peningkatan dan keterampilan 83% menggunakan media sosial WhatsApp. (3) Aspek komparatif dari pemasaran dan penjualan produk menggunakan media sosial WhatsApp memiliki hasil yang lebih tinggi daripada media situs web Facebook. Ini karena waktu yang terbatas untuk menguasai semua fitur di media online.This research examines the impact of training on online business creation for beginners with the participants coming from HIV-exposed housewives. The method used in this research is the qualitative research method. Informants in this research are 5 housewives. The data was collected using direct structured interviews technique with pre-test and post-test methods afterwards. All informants have never done business using online media nor knowing how to do business using online media. The results showed (1) an increase in knowledge and skills of 50% using the Facebook website media. (2) There was an increase and skills of 83% using WhatsApp social media. (3) Comparative aspects of marketing and product sales using WhatsApp social media have higher results than the Facebook website media. This is due to limited time to master all the features in online media.