SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
    166 research outputs found

    PENDAMPINGAN UMKM UNIT PRODUKSI MAKANAN OLAHAN RINGAN EMPING JAGUNG DI DESA CURAH COTTOK, KEC. KAPONGAN, KAB. SITUBONDO, JAWA TIMUR

    Full text link
    Industri makanan ringan olahan belum pernah mengalami penurunan minat konsumen, terutama pada hari libur dan hari raya, di Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sehingga bisnis produksi ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Disamping itu des aini mempunyai visi dan misi “Menjadi Desa yang Mandiri”, sebagai landasan kegiatan yang akan dilakukan dan sudah terbentuk Badan Usaha Milik Desan (BUMDes). Untuk mengintensifkan upaya BUMDes, kegiatan unit usaha dilakukan untuk memperluas unit usaha dengan membuat unit produksi emping jagung. Bahan baku makanan olahan tersebut dapat ditanam di lahan pertanian yang dimiliki desa sehingga sangat memungkinkan untuk melakukan proses produksi pangan olahan ringan berbahan baku jagung. Dalam menjalankan proses yang produktif dilakukan pelatihan kewirausahaann untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan pada kelompok mitra BUMDes, pendampingan dalam pengolahan emping jagung dengan menggunakan mesin produksi teknologi tepat guna pemipih jagung, pembentukan UMKM emping jagung dan pelatihan sistem manajemen bisnis dalam pengelolaan unit produksi dan pengelolaan BUMDes. Hasil pelaksanaan kegiatan, terbentuknya UMKM emping jagung dengan profil usaha dan karateristik UMKM, Bisnis Mode Canvas sebagai dokumen pendampingan UMKM, serta sistem manajemen bisnis mesin produksi emping jagung dengan kapasitas produksi 50 kg/jam. Oleh karena itu kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dilakukan dalam usaha-usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat

    PENDAMPINGAN MANAJEMEN USAHA DAN MANAJEMEN KEUANGAN PADA UMKM BAKUL KEMBANG OFFICIAL KELURAHAN KEDURUS KECAMATAN KARANG PILANG KOTA SURABAYA

    Full text link
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional memiliki peran penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19, sehingga perlu adanya manajemen usaha dan manajemen keuangan yang tepat untuk memajukan suatu UMKM. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan pada mitra UMKM Bakul Kembangan Official yang kegiatan usahanya berbasis handmade, dengan varian produk flower bouquet: dry flowers, fresh flowers, framegift, hampers, macrame, money bouquet, mahar perkawinan dan lainnya yang pasarkan melalui berbagai media digital. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan pemahaman mengenai manajemen usaha agar memiliki arah, terukur dan terencana dengan baik, juga mengenai pengelolaan keuangan, agar kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dapat mendukung kegiatan dan pengembangan usaha mitra UMKM, sebagai hasil pendampingan dan pelatihan secara aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui tahapan pra kegiatan, yakni melakukan survey awal, identifikasi permasalahan, konsolidasi Tim dalam melakukan pemetaan dan distribusi tugas sesuai dengan kepakaran, penyusunan dan pengajuan porposal kegiatan. Tahap pelaksanaan yaitu diskusi dan konsultasi, paparan materi pelatihan Manajemen Usaha dan Manajemen Keuangan dengan pratikum pembukuan sederhana. Tahap evaluasi dan monitoring, yakni dengan melakukan komparasi kondisi sebelum dan setelah kegiatan program dengan pendekatan interview dan diskusi serta observasi. Tahap akhir dilakukan penyusunan laporan dengan target publikasi dan dipaparkan dalam simposium kegiatan pengabdian kepada masyarakat

    SOSIALISASI PEMELIHARAAN PREVENTIF PERANGKAT KOMUNIKASI AUDIO SEBAGAI UPAYA MENGOPTIMALKAN FUNGSI PERALATAN DAN EFISIENSI DI SMP IP YAKIN CENGKARENG-JAKARTA BARAT

    Full text link
    Untuk mengakomodasi kegiatan pembelajaran siswa/i di sekolah, pengelola instansi menyediakan fasilitas yang menunjang dan memperlancar kegiatan belajar mengajar, seperti perangkat komunikasi suara dengan tujuan sebagai media penyebaran informasi kepada siswa di ruang kelas dan lingkungan sekolah. SMP IP YAKIN merupakan satuan pendidikan formal jenjang SMP di wilayah Cengkareng Jakarta Barat di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan didirikan oleh Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia dengan 362 siswa aktif. Menurut informasi yang diberikan oleh manajemen SMP IP YAKIN, sejauh ini sudah ada sekitar 14 kelas yang sudah terpasang speaker pasif. Namun, sudah berhenti berfungsi dalam waktu sekitar delapan tahun yang lalu, sehingga perlu diaktifkan kembali perangkat komunikasi audio beserta prosedur perawatannya untuk mengoptimalkan fungsi dan efisiensi peralatan. Selain itu, diutamakan kepada divisi logistik yang bertanggung jawab atas pengadaan atau pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, perlu melakukan pemeliharaan preventif secara berkala untuk memastikan kehandalan peralatan dan menghilangkan potensi gagal pengoperasian. Teknis pemeliharaan preventif adalah inspeksi, perencanaan dan penjadwalan, pencatatan, serta analisis. Oleh karena itu, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan Sosialisasi Pemeliharaan Preventif Perangkat Komunikasi Audio Sebagai Upaya Mengoptimalkan Fungsi Peralatan dan Efisiensi. Materi yang dibahas dalam sosialisasi yaitu jenis dan bentuk-bentuk pemeliharaan, kartu laporan gangguan, pekerjaan dasar pemeliharaan preventif, manfaat pemeliharaan preventif dan tips merawat speaker pasif. Berdasarkan hasil rangkuman lembaran evaluasi kegiatan, ditemukan bahwa sosialisasi ini dirasakan sangat bermanfaat bagi peserta mengingat antusiasme dari para guru yang melihat secara langsung praktek pemeliharaan yang diperagakan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi menyadarkan para peserta akan pentingnya pemeliharaan secara preventif terhadap perangkat komunikasi audio di lingkungan sekolah dan peserta juga dapat mengetahui tujuan dan manfaat dari pemeliharaan preventif sebagai upaya mengoptimalkan fungsi peralatan dan efisiensi, khususnya di lingkungan SMP IP Yakin Cengkareng Jakarta Barat

    PERANCANGAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM UNTUK MEMBERDAYAKAN LSM LINGKUNGAN HIDUP

    Full text link
    Pada tahun 2000 tercatat ada 13.400 LSM yang bergerak pada bidang lingkungan hidup di Indonesia. Namun banyaknya LSM ini tidak diikuti dengan prestasi di bidang lingkungan hidup, kerusakan lingkungan hidup tetap terjadi, bahkan semakin luas. Beberapa keadaan tersebut membuat LSM lingkungan hidup mulai tidak diminati dan ditinggalkan. Hal ini dibuktikan oleh salah satu LSM lingkungan hidup bernama PEPULIH yang semakin hari semakin sulit menjaring anak-anak muda untuk terlibat dalam kepengurusan mereka. Minimnya prestasi dan kekeliruan proses atau cara ber-komunikasi menyebabkan PEPULIH sulit diterima oleh generasi muda. Maka dari itu pengabdian masyarakat ini ingin menjawab permasalahan komunikasi dari PEPULIH agar lebih dapat diterima oleh anak muda, dan terutama membentuk citra yang baik. Tim pengabdian masyarakat, memberikan jawaban dengan melakukan komunikasi melalui media sosial Instagram. Melalui media yang banyak digunakan anak muda saat ini, diharapkan PEPULIH dapat membangun citranya dengan baik sehingga dapat lebih diterima oleh anak muda. PEPULIH yang saat ini lebih ingin dilihat sebagai LSM Lingkungan Hidup yang memberikan edukasi bagi generasi muda untuk hidup ramah lingkungan. Harapannya generasi muda akan tertarik untuk turut serta dalam kepengurusan PEPULIH melalui kegiatan komunikasi dan edukasi di media sosial Instagram. Oleh karenanya diperlukan rancangan yang tepat, baik dari segi tema warna hingga jenis konten. Tema warna yang disarankan untuk LSM lingkungan hidup seperti PEPULIH adalah dominan warna hijau, yang didukung dengan penggunaan warna cokelat, biru, dan kuning. Pada kondisi tertentu penggunaan tema warna merah bisa dilakukan, dan dapat didukung dengan penggunaan warna kuning atau warna utama (hijau). Selain tema warna, perancangan juga mendesain jadwal unggah dan frekuensi unggah sedemikian rupa agar dapat menyasar generasi muda dan menarik bagi mereka

    PROGRAM PENGADAAN DAN OPTIMALISASI JARINGAN INTERNET SEKOLAH UNTUK PEMBELAJARAN DARING DALAM MASA PANDEMI COVID 19 DI SMAN 2 RUMBIO

    Full text link
    Kondisi saat ini dengan adanya wabah penyakit pandemi Covid 19 telah menimbulkan permasalah baru dalam penyelenggaraan pendidikan secara konvensional. Pertemuan tatap muka langsung antara guru dan siswa belum diizinkan untuk diselenggarakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pembelajaran daring melalui jaringan internet. Metode Pembelajaran ini juga dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMAN 2) Rumbio. Namun ada keterbatasan sarana fisik seperti jaringan internet dan perangkat komputer. Disamping itu juga keterbatasan kemampuan penguasaaan teknologi yang mendukung pembelajaran daring. Sambungan internet dilakukan melalui perangkat handphone dan belum ada koneksi internet yang baik. Lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota menyebabkan sulitnya mendapatkan akses internet melalui jaringan kabel. Salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan akses internet adalah dengan memanfaatkan jaringan seluler. Untuk mendapatkan koneksi internet jaringan seluler diperlukan perangkat modem GSM. Koneksi internet yang telah diperoleh bisa dibagikan kepada beberapa komputer melalui jaringan baik secara wired maupun wireless. Selanjutnya perlu dilakukan pelatihan bagi para guru agar memiliki pengetahuan tambahan mengenai model pembelajaran daring. Fasilitas perangkat lunak yang banyak tersedia seperti Google Suite for education perlu dikuasai oleh guru, sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal demi kepentingan para siswa. Program pengadaan dan optimalisasi jaringan internet sekolah untuk pembelajaran daring dalam masa pandemi covid 19 di SMAN 2 Rumbio Jaya sudah berhasil dilaksanakan dengan baik. Melalui penambahan perangkat jaringan dan modem internet, sarana akses jaringan internet untuk pembelajaran dapat lebih meningkat. Pelatihan pembelajaran daring dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan para guru setelah dilakukan pemetaan melalui survey awal secara online. Hasil survey awal menunjukkan kemampuan yang masih terbatas dalam pengelolaan kelas dan pemanfaatan fasilitas yang disediakan google suite for education untuk pembelajaran daring, seperti pembuatan soal ujian online melalui penggunaan google form

    MODEL PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERANCANGAN MASTERPLAN KAWASAN WISATA WATUPURBO, YOGYAKARTA

    Full text link
    Keberadaan sebuah rencana induk (masterplan) merupakan hal penting sebagai upaya pengembangan suatu kawasan termasuk Kawasan wisata. Seiring dengan Gerakan wisata berbasis masyarakat, maka arahan pengembangan Kawasan wisata sebaiknya melibatkan masyarakat sejak awal perencanaan. Upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan program studi arsitektur UAJY bekerjasama dengan dinas pariwisata Kabupaten Sleman sebagai bentuk pendampingan untuk merancang Masterplan pengembangan Kawasan Wisata. Kawasan wisata Watupurbo dicanangkan sebagai objek wisata dengan daya tarik wisata air terjun yang terbentuk dari dam sungai Krasak berundak yang memiliki pemandangan alam yang asri. Keunikan tersebut mengakibatkan watupurbo berkembang menjadi objek wisata alam namun beresiko rusak jika tidak direncanakan dengan baik. Tantangan yang dihadapi tim adalah mempersiapkan pengembangan Kawasan yang berbasis tanggap bencana dengan resiko bencana banjir. Bekerjasama dengan masyarakat setempat, tim menggali kearifan lokal dan tradisi untuk mengantisipasi bencana dan mempertahankan kelestarian alam sekitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat mempersiapkan Kawasan wisata Watupurbo agar dapat berkembang, namun tetap mempertahankan kelestarian alam terutama terkait dengan peranannya sebagai salah satu dam besar di sungai Krasak. Kegiatan ini menghasilkan rencana induk (masterplan) yang bertema “menyatu untuk istimewa” merupakan kolaborasi alam dan manusia untuk mewujudkan pengembangan ekonomi dan social dengan mempertahankan kondisi alami lingkungan. Penekanan perancangan pada aksesibilitas yang juga menyediakan evakuasi bencana yang mempertahankan kondisi alami dan sesuai dengan masukan pengalaman dan kebiasaan warga setempat ketika menghadapi bencana. Hal ini menjadi pembelajaran bersama atas pentingnya pelestarian lingkungan untuk pengembangan Kawasan wisata berbasis objek alam

    PKM LITERASI PASAR MODAL BAGI MAHASISWA DI SURABAYA

    Full text link
    Pasar modal dipakai sebagai alternatif bagi pemodal melakukan investasi selain melalui perbankan. Hal ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat yaitu bahwa melakukan investasi tidak semata-mata melalui lembaga perbankan dengan cara membuka deposito dan/atau menabung. PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) merupakan kegiatan dengan tujuan memberikan pengetahuan serta pemahaman awal pasar modal ke masyarakat semenjak usia muda, memberikan pengetahuan dan pem-bekalan dasar pasar modal ke masyarakat sejak muda serta memberikan pengetahuan praktis tentang investasi dan produk-produk investasi pasar modal kepada publik sejak usia muda, sehingga akan terjadi perubahan pola pikir dalam melakukan investasi yang selanjutnya dapat menambah jumlah pemodal pasar modal Indonesia, khususnya di Surabaya, dan di akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    PEMANFAATAN APLIKASI POWTOON UNTUK LAYANAN BIMBINGAN KONSELING PADA GURU BK SMA NEGERI/SWASTA KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Sistem pembelajaran Studi from Home di masa Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada seluruh aktivitas belajar mengajar, termasuk bimbingan konseling yang dilakukan secara daring (online). Penyelenggaraan bimbingan konseling bertujuan untuk memfasilitasi sekolah dalam mengembangkan potensi para siswa, supaya mampu bekerja secara efektif, produktif dan menjadi manusia mandiri. Para Guru BK pada SMA Negeri/Swasta yang ada di Kabupaten Sidoarjo mengalami kesulitan dalam proses berinteraksi dengan para siswa untuk kegiatan bimbingan konseling. Salah satu media interaktif yang digunakan dalam melakukan pembelajaran online ini adalah aplikasi Powtoon. Kegiatan ini tidak sekedar dilakukan untuk siswa bermasalah saja, namun juga dilakukan untuk menyebarkan informasi terkini mengenai proses belajar mengajar di sekolah, himbauan positif kepada siswa, dan peringatan / pengumuman penting terkait proses belajar siswa. Untuk itu diperlukan sebuah kegiatan pelatihan bagi para Guru SMA Negeri/Swasta dengan mempelajari semua fitur yang telah disediakan oleh Aplikasi Powtoon. Dengan adanya pelatihan ini dapat membantu Para Guru BK untuk menyebarkan informasi terkait dengan proses belajar, himbauan, maupun peringatan/pengumuman yang bermanfaat bagi para siswa berupa Video Animasi yang dapat diakses secara online melalui media online seperti Youtube Channel. Pemberian pelatihan ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi workshop dan sesi konsultasi. Pada sesi workshop, pemateri/trainer memberikan demonstrasi bagaimana penggunaan dan pengoperasian aplikasi powtoon, mulai dari pendaftaran akun baru hingga publish hasil animasi video. Sedangkan pada sesi konsultasi dimungkinkan adanya interaksi 2 arah dari peserta dan pemateri untuk mendalami materi yang telah diberikan. Di akhir pelatihan, ditutup dengan evaluasi menggunakan kuisioner via Google Form dan melakukan pengamatan dari sisi pemateri/trainer dengan melihat hasil akhir dari video animasi yang dihasilkan oleh peserta. Hasil feedback dari kuisioner menunjukkan bahwa 93,7% setuju dengan pernyataan bahwa pelatihan ini dapat menambah wawasan para Guru BK, penyampaian materi sudah cukup baik, dan kualitas video yang dihasilkan juga memuaskan. Berdasarkan hasil pengamatan dari pemateri/trainner terdapat sekitar 80% peserta mampu menghasilkan video animasi versi diri mereka sendiri

    IMPLEMENTASI SENI MURAL KREATIF DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN BAGI JEMAAT GKJW SUKUN MALANG

    Full text link
    Mural digunakan sebagai objek Abdimas yang bertujuan sebagai penanda visual kualitas pelayanan dalam aktivitas bergereja di GKJW jemaat Sukun Malang. Jemaat di GKJW itu bertekad membangun kembali sarana dan prasarana yang digunakan untuk pelayanan, salah satunya TK Gracia dan SD Kristen Ngaglik, yang ‘terbengkalai’ selama bertahun-tahun. Prodi Desain Komunikasi Visual UK Petra diminta untuk mewujudkan hal tersebut dengan giat bersama warga jemaat melukis mural di TK dan SD itu. Aktivitas itu dilakukan dengan melukis tembok bangunan TK dan SD seluas 25 meter, melibatkan dosen, mahasiswa dan warga gereja. Implementasi seni mural yang menggerakkan warga gereja tersebut juga menjadi aktivitas warga GKJW jemaat Sukun dalam Bulan Kesaksian dan Pelayanan Gereja selama Mei sampai Juni 2022. Perancangan menggunakan cara kualitatif yakni metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola lembaga, dan FGD dengan panitia pembangunan/master plan. Mural dilukis pada tujuh spot tembok yang terdapat di dalam dan luar sekolah. Metode analisis data menggunakan 5W1H sehingga dibuatlah solusi abdimas berupa lukisan mural. Evaluasi pada mural di TK Gracia dan SDK YBPK Ngaglik Malang itu dilakukan menggunakan cara kualitatif kepada stakeholder dengan hasil yang mengindikasikan kepuasan yang sangat baik atas elaborasi karya tiga entitas (dosen-mahasiswa-warga gereja) dan juga pada kualitas karya mural itu sendiri

    IMPLEMENTASI ISAK 35 UNTUK PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEKOLAH BAGI ANGGOTA HIMPAUDI MUSTIKAJAYA

    Full text link
    HIMPAUDI perlu memiliki pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan. Mengingat latar belakang peserta yang bukan berasal dari akuntansi, tentu saja memiliki keterbatasan pengetahuan terkait dengan penyusunan laporan keuangan sekolah yang berbasis ISAK 35. Tujuan utama kegiatan PkM ini adalah memberikan pelatihan dan pemahaman implementasi ISAK 35 dalam penyusunan laporan keuangan sekolah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan metode service learning yang terbagi dalam tiga kali pelaksanaan dengan durasi tiga minggu. Pelaksanaan kegiaatan yang terjadi dalam kondisi pandemi COVID-19 memiliki beberapa keterbatasan namun tetap dapat diberlakukan secara tatap muka dalam beberapa kesempatan. Pertemuan tatap muka dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan pemberlakuan batasan PPKM wilayah. Selama pelaksanaan pelatihan diberikan serangkaian pre test dan post test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta. Terdapat peningkatan pemahaman rata-rata peserta setelah mengikuti pelatihan sebesar 59% untuk penerapan ISAK 35 pada laporan keuangan. Dari serangkaian penugasan peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok kerja yang diberikan didapati hasil 80% peserta berhasil menyusun laporan keuangan berbasis ISAK 35 dengan benar. Selain itu, untuk mengukur tingkat kepuasan peserta dalam pelatihan, maka disebarkan pula kuisioner kepuasan. Dengan jumlah 45 peserta, terlihat dari hasil isian kuisioner kepuasan mitra didapati 68% peserta merasa sangat puas dengan kegiatan yang diikuti ini

    146

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SHARE Journal of Service Learning
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇