SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN UNTUK PENYEDIAAN SISTEM PELANGGAN PADA UNIT USAHA YAYASAN BERNADUS DIREKTORAT SEKOLAH SANJAYA
Direktorat Sekolah Sanjaya adalah lembaga dari Yayasan Bernardus yang bergerak dalam bidang pendidikan. Untuk mendukung bidang pendidikan, mereka menjalankan unit usaha berupa kedai kopi bernama Melcosh. Oleh karena unit usaha tersebut penting untuk mendukung pelayanan bidang pendidikan, maka menjadi penting untuk dikembangkan. Pengembangan layanan kepada pelanggan menjadi salah satu bentuk layanan penting bagi Melcosh. Dalam usaha untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan sistem manajemen pelanggan berbasis aplikasi mobile. Dalam rangka itulah, Yayasan Bernadus Direktorat Sekolah Sanjaya menjalin kerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi UKDW, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah salah satu bentuk penerapan kerja sama tersebut. Dalam pengembangan sistem manajemen pelanggan tersebut, mereka membutuhkan pendampingan teknis dikarenakan mereka belum memiliki tenaga tetap yang khusus menangani pengembangan sistem informasi. Dalam pendampingan teknis tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan beberapa luaran, antara lain dokumen spesifikasi kebutuhan, dokumen desain sistem, dan juga purwa rupa aplikasi. Purwa rupa yang dapat dikategorikan sebagai high fidelity aplikasi Pelanggan Melcosh berbasis Android juga telah dihasilkan bersama. Purwa rupa ini diharapkan dapat digunakan untuk memberi gambaran kepada tim Melcosh terkait bentuk aplikasinya nanti. Pendampingan juga memberikan pertimbangan dalam rencana strategis pembangunan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi bagi Yayasan Bernadus Direktorat Sekolah Sanjaya. Pertimbangan tersebut dinilai penting bagi Yayasan karena dapat dimanfaatkan untuk pengembangan organisasi secara berkelanjutan
IAI BANTUL MENGABDI : SOSIALISASI ONLINE SINGGLE SUBMISSION RISK BASED APPROACH (OSS RBA) UNTUK PENYELENGGARAAN APOTEK
Sistem Online single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) merupakan sistem perizinan berbasis teknologi yang penggunaan datanya terintegrasi di pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Tujuan pemerintah mengubah system perizinan menjadi terintegrasi dan secara online adalah memotong rantai birokrasi dan mempermudah pengusaha untuk melakukan pendaftaran izin baru maupun perpanjangan dengan waktu terukur dan dapat termonitor dengan jelas. Anggota IAI Kabupaten Bantul sebagian besar merupakan apoteker yang berpraktek di apotek dan banyak apoteker yang memiliki apotek sendiri, sehingga sangat membutuhkan pemahaman tentang sistem OSS RBA dan teknis tatacara proses perizinan sarana Kesehatan baik perizinan baru maupun perpanjangan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberi pemahaman kepada anggota IAI Bantul khusunya apoteker pemilik sarana apotek tentang sistem OSS RBA dan teknis tata cara proses perizinan yang mudah dan terukur prosesnya. Pelaksanaan pengabdian berupa seminar yang meliputi ceramah dari 2 narasumber ahli, diskusi dan simulasi tata cara perizinan, kemudian dilanjutkan implementasi pendaftaran perizinan dari laman masing masing peserta. Hasil dari pengabdian yang dilakukan sangat terukur dan dapat terlihat dari seberapa banyak peserta yang bertanya saat diskusi dan aktifnya grup WhatApp peserta yang sengaja dibuat untuk memfasilitasi pertanyaan peserta, banyaknya peserta online yang menyaksikan tayangan youtube dan antusias peserta untuk melakukan pendampingan pasca sosialisasi. Ada 52,3% dari peserta seminar yang berhasil melakukan perpanjangan perijinan melalui sistem OSS RBA. Kegiatan pengabdian IAI PC Bantul dalam mensosialisasikan sistem OSS RBA sangat berhasil
MENGOPTIMALKAN EKOWISATA AIR TERJUN ENDIYAENT DI DUSUN SURUH TEMBAWANG
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kunjungan wisata ke air terjun Endiyaent di Dusun Suruh Tembawang. Dengan meningkatnya kunjungan wisata diharapkan perekonomian masyarakat dapat meningkat. Kegiatan yang dilakukan berupa pembangunan akses jalan dan mensosialisasikan tata kelola objek wisata air terjun Endiyaent. Metode pelaksanaan kegiatan pendampingan ini terdiri dari pembangunan akses jalan dan sosialisasi tata kelola objek wisata. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2021. Penerima manfaat dari kegiatan pengabdian ini merupakan warga Dusun Suruh Tembawang yang berjumlah 268 Jiwa/54 KK. Total anggaran yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebesar RP 35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah) yang bersumber dari pendanaan dari program PHP2D. Kegiatan optimalisasi air terjun Endiyaent ini terdiri dari tiga program yang terdiri dari pembuatan jalan rabat beton dan jalan setapak, pembentukan badan pengelola air terjun Endiyaent dan promosi tempat wisata air terjun Endiyaent menggunakan media sosial Facebook dan Instagram. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini terdiri dari 3 indikator. Pertama, dapat menambah pengetahuan masyarakat dan merubah pandangan serta sikap masyarakat tentang optimalisasi industri kreatif destinasi wisata alam. Kedua, dapat membangun hubungan sosial masyarakat melalui potensi wisata air terjun Endiyaent. Ketiga, meningkatkan perekonomian masyarakat melalui destinasi wisata air terjun Endiyaent. Hasil dari kegiatan pengabdian ini terbangunnya akses jalan menuju air terjun dengan kualifikasi rabat beton sejauh 100 meter dengan lebar 80 cm ketebalan 15 cm, dan akses jalan setapak sejauh 350 m. Terbentuknya lembaga yang mengelola air terjun Endiyaent
PERANCANGAN RUMAH EDUKASI RAMAH ANAK DI PESISIR KONDANG MERAK SEBAGAI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Covid 19 merupakan sebuah pukulan bagi masyarakat di lapisan bawah, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya sangat terbatas di dalam mengakses teknologi digital dan juga terbatas dalam kepemilikan gawai. Keterbatasan ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi instansi yang mendampingi masyarakat di lapangan, terutama bagi anak-anak yang tetap harus meneruskan proses Pendidikan. Perancangan rumah edukasi merupakan pengabdian masyarakat yang digagas oleh tim dari Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra melalui kegiatan Service Learning (atau yang selanjutnya disingkat menjadi metode SL) sebagai upaya untuk menjembatani permasalahan pembelajaran daring di masyarakat lapisan bawah. Selama pelaksanaannya, metode yang dilakukan adalah pendalaman teori, observasi lapangan virtual, melakukan diskusi kelompok, proses analisis serta mensintesiskan dalam bentuk gagasan konseptual perancangan rumah edukasi berupa gambar-gambar perancangan arsitektur. Dikarenakan kegiatan ini berlangsung selama puncak Covid 19 mulai awal tahun hingga pertengahan tahun 2021 maka mayoritas pelaksanaan kegiatan tersebut secara daring dan dengan teknik pembelajaran jarak jauh yang mengandalkan pihak-pihak terkait yang langsung mendampingi masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah panduan perancangan berupa gambar-gambar sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan rumah edukasi bagi anak-anak serta masyarakat di Kondang Merak dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dalam rangka menghadapi babak baru pembelajaran di era new normal
MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI KENORMALAN BARU PADA MASA PANDEMI COVID-19
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Inter Studi, yang tergabung antara dosen dan mahasiswa khususnya Mahasiswa Konsentrasi Public Relations angkatan 2018, pada mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR) and Ethic, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan online ini bertemakan “Re-Set Our Mental Health In New Normal“, dengan Judul, “Menjaga Kesehatan Mental di Kenormalan Baru Pada Masa Pandemi covid-19.” Secara umum pandemik Covid-19, telah menimbulkan tingkat kecemasan yang tinggi di antara banyak penduduk dunia dan sebagian masyarakat Indonesia, yang juga tak luput dari rasa kecemasan ini. Karena rasa cemas ataupun takut (Phobia) yang berlebihan ini dapat mengganggu aktifitas dan kesehatan mental. Saat ini kita hidup di era “New Normal” atau hidup di masa kenormalan baru, akan tetapi pengaruh pandemi ini masih mempengaruhi kondisi mental sebagian masyarakat. Dikarenakan masa pandemi ini menyebabkan adanya “social distancing” keterbatasan jarak yang tidak memungkinkan adanya melakukan kegiatan secara langsung atau secara offline dengan jumlah banyak orang, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan secara online. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat agar dapat menjaga kembali kesehatan mental di masa pandemi Covid-19 baik secara teoritis dan praktiknya dengan melakukan olah pernafasan dalam yoga yang dapat memberikan rasa tenang dan nyaman untuk mengurangi stress. Hasil dari kegiatan ini sangat positif dan pikiran menjadi fresh dan tenang setelah para peserta melakukan yoga. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 73 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan umum
MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PENJUALAN UMKM KERAJINAN DI GRESIK
Pandemi mengajarkan banyak hal baru pada semua aspek kehidupan termasuk di dalamnya kegiatan bisnis. Pada saat sebelum pandemi kegiatan bisnis kerajinan dalam pemasarannya lebih banyak dilakukan secara konvensional yaitu bertemu langsung antara pelaku UMKM dengan konsumen. Pada awal sampai pertengahan pandemi pelaku UMKM masih belum terbiasa melakukan kegiatan bisnis secara online sehingga usaha yang dijalankan mengalami penurunan omset penjualan. Salah satu cara untuk mempertahankan bisnis melalui inovasi pemasaran produk dengan menggunakan sosial media yang dilengkapi dengan informasi produk yang singkat, padat, jelas dan menarik. Para pelaku UMKM merasa belum terbiasa dan kurang memahami cara pemasaran online yang tepat. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pelatihan pemasaran online dan pendampingan pembuatan media sosial sebagai sarana promosi yang baru. Kegiatan pendampingan ini dilakukan denga memanfaatkan media sosial seperti whatsapp, facebook, dan Instagram. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring para pelaku merasa lebih nyaman menggunakan whatsapp status dalam memasarkan produknya di-bandingkan dengan menggunakan facebook dan Instagram. Menurut pelaku UMKM menggunakan whatsapp status jauh lebih mudah, efektif dan efisien karena dengan hanya membuka whatsapp pelaku UMKM dapat langsung berkomunikasi dengan calon pembeli maupun dengan pihak lainnya. Satu aplikasi semua kegiatan dapat dilakukan sehingga dirasa lebih efektif dan efisien dari sisi waktu
PENDAMPINGAN TIM ABDIMAS UNIVERSITAS CIPUTRA DALAM PELAKSANAAN VAKSINASI MASSAL DI KELURAHAN PUTAT JAYA KOTA SURABAYA
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Tim pelaksanaan dari Universitas Ciputra Surabaya, akan memberikan bantuan pada salah satu kelurahan di Kota Surabaya yang terkategori termasuk dalam daftar 10 besar kelurahan dengan kasus covid 19 terbanyak di Surabaya, sehingga diharapkan khususnya bagi warga atau masyarakat di RW 03 Kelurahan Putra Jaya bisa terbantu secara signifikan dalam penanganan dampak covid -19 tersebut. Dalam program kegiatan yang dilaksanakan yaitu awalnya sudah menjadi kebutuhan di lapangan, sehingga pihak Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Ciputra Surabaya beserta Tim Satgas yang dibentuk bersama dan sekaligus yang akan mewakili kegiatan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RW 03 Kelurahan Putat Jaya. Beberapa program yang diberikan kepada warga atau masyarakat RW 03 Kelurahan Putat Jaya antara lain: memberikan bantuan berupa tabung oksigen dan pelatihan mengoperasionalkan peralatan yang terhubung dengan tabung oksigen kepada Tim Satgas, memberikan APD dan obat-obatan, membantu mensosialisasikan program kegiatan termasuk pembuatan dan pemasangan poster di lingkungan RW 03 Kelurahan Putat Jaya, serta pendampingan pelaksanaan vaksin khususnya bagi warga atau masyarakat setempat. Adapun hasil yang telah dicapai ialah ditunjukkan dengan data perkembangan bagi warga membuktikan bahwa banyak yang sembuh setelah melakukan vaksin. Dengan demikian, adanya kerjasama antara Tim Pelaksana dari Universitas Ciputra Surabaya dengan Tim Satgas dari Kelurahan Putat Jaya yang sudah berjalan dengan baik, tentunya harapan kita semua program kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut ini sangat membantu dan bermanfaat bagi khususnya warga atau masyarakat RW 03 Kelurahan Putat Jaya dan sekaligus bagi warga dan masyarakat Kota Surabaya
MERAWAT KESEHATAN MENTAL ANAK
Pandemi Covid-19 yang terjadi ini menuntut orang tua, guru dan masyarakat untuk bekerjasama dan memperhatikan anak secara psikologis. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat mengatasi masalah emosi dan perilaku dengan baik. Para guru yang berkomunikasi dengan anak setiap hari membutuhkan pendampingan untuk mengasah kemampuan tersebut. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, nampak bahwa guru membutuhkan pendampingan mengenai: 1) Pendidikan Anak, 2) ICT dalam pembelajaran, 3) Kesehatan Mental Anak, dan 4) Kesehatan Medis Anak. Metode pendampingan yang digunakan adalah penyuluhan sebanyak enam sesi, yaitu 1) Pendampingan anak selama belajar daring, 2) Penggunaan ICT dalam pembelajaran daring, 3) Mengenal emosi anak, 4) Kesehatan mental anak selama pandemic, 5) Kesehatan fisik anak selama pandemic dan 6) Pencegahan dan diagnosis infeksi pada anak. Hasil dari pendampingan ini adalah sebanyak 100% guru mendapatkan pemahaman dalam mendampingi anak belajar daring; sebanyak 99,3% guru mendapatkan motivasi dan semangat kembali dalam mendampingi anak belajar daring; ebanyak 99,3% guru mampu membedakan kondisi mental yang sehat dan yang membutuhkan bantuan; sebanyak 100% guru merasa perlu memberikan perhatian kepada kesehatan mental anak selama pembelajaran jarak jauh; sebanyak 99,3% guru merasa mampu mengenali dan 98,6% guru merasa dapat mengatur emosi anak; sebanyak 99,9% guru mengetahui dampak pandemi pada fisik anak; sebanyak 99% guru mengetahui cara pencegahan infeksi covid-19 pada anak; sebanyak 99,7% guru mendapatkan ide dalam merancang pembelajarang daring menggunakan ICT dan sebanyak 100% guru bersemangat menggunakan ICT dalam pembelajaran daring
PERAN LITERASI DALAM PENINGKATAN SUMBER DAYA GURU DI SDN SE-KEPANEWON CANGKRINGAN, DIY
Tiap masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kualitas pembelajaran tidaklah statis, melainkan dinamis dengan mendorong persyaratan hasil belajar pada kemajuan sains dan teknologi untuk membentuk pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Yogyakarta merupakan sebuah kota yang dijuluki sebagai Kota Pelajar, akan tetapi masih banyak permasalahan pendidikan yang dikeluhkan khususnya terkait hak belajar siswa. Memastikan setiap anak memperoleh hak akses pendidikan berkualitas di lingkungan yang aman masih menjadi tugas yang belum sepenuhnya selesai. Penurunan kualitas Pendidikan di Yogyakarta pun diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta di masa pandemi ini, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab berbagai pihak untuk meningkatkan sistem dan kualitas pendidikan. Pada era pendidikan 4.0, diskusi tentang literasi sangatlah mendesak, terutama di tingkat sekolah sebagai fondasi dalam mengubah kualitas pendidikan untuk membangun dan mengoptimalkan implementasi literasi baru, yaitu literasi data, teknologi, dan manusia. Implementasi literasi bermanfaat bagi pendidik untuk profesional dalam berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan. Para pendidik yang berkompeten akan mampu membimbing, menciptakan pengelolaan kelas, dan mendorong proses interaksi dengan situasi yang lebih efektif untuk mencapai tingkat optimal pada hasil belajar siswa. Hal ini, sejalan dengan keadaan kendala yang dialami SDN se-Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengembangan sumber daya guru dan peningkatan literasi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya, diadakan penyuluhan dan pendampingan pengembangan sumber daya manusia dan literasi untuk membantu pendidikan sekolah dasar di SDN se-Kapanewon Cangkringan dalam memperkuat kembali komitmen terhadap misi pendidikan dan membantu mengembangkan pengelolaan sumber daya manusia SDN se-Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL DENGAN KONSEP HIGHER ORDER THINKING SKILLS DAN PRAKTIK SOAL ONLINE UNTUK GURU DI SMK KRIAN 1 SIDOARJO
Kegiatan evaluasi belajar merupakan rangkaian kegiatan proses belajar, dan dilakukan untuk melihat hasil proses belajar. Alat ukur dalam menilai evaluasi belajar kepada peserta pembelajaran dapat disebut dengan Soal. Soal dapat dipergunakan melihat tingkat kesulitan yang benar, dan efektif. Metode yang digunakan dalam menilai hasil belajar, khususnya kemampuan konitif siswa adalah test tertulis dan lisan. Tingkatan kemampuan berpikir, dimulai dari tingkat rendah Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan tingkat tinggi Higher Order Thinking Skills (HOTS). HOTS digambarkan dalam bentuk paramida, dengan tingkatan yang terdiri dari mengigat, memahami, menerapkan, menganalisi, mengevalasi hingga menciptakan. Pembuatan soal dengan konsep HOTS dilakukan agar soal memiliki nilai pemahaman mulai dari tingkatan mengingat sampai dengan menciptakan atau membuat. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak sekolah, maka dilaksanakan kegiatan pelatihan penyusunan soal dengan konsep HOTS. Pada kegiatan disertai praktik soal Online untuk guru di SMK Krian 1 Sidoarjo. Dengan kegiatan pelatihan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada guru dalam pembuatan soal, yang baik dengan konsep HOTS, diharapkan guru dapat membuat soal lebih baik, dan dapat membuat soal online yang interaktif. Soal yang interaktif, sehingga siswa menjadi semangat dalam melakukan evaluasi dan hasil dari evaluasi dapat dilihat peserta ujian lebih mudah, beserta dengan review dari soal yang telah dilakukan. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan penuh semangat dan setiap peserta mengikuti dengan praktik membuat soal online