SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
    166 research outputs found

    PELATIHAN PEMBUATAN HANDSANITIZER BERFORMULASI WHO SERTA EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SDN SUKATANI III KARAWANG

    Full text link
    Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer serta sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa-siswi khususnya kelas empat sampai kelas enam SDN Sukatani III Kab. Karawang. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui dua sesi yaitu pelatihan terstruktur dan pelatihan partisipatif. Pelatihan terstruktur dilaksanakan melalui metode penyampaian materi aktif dan interaktif melalui ceramah dan demonstrasi mengenai sosialisasi PHBS dan pengarahan cara mencuci tangan yang baik serta demonstrasi pembuatan handsanitizer yang dilakukan oleh pemateri. Selanjutnya pelatihan partisipatif dilaksanakan dengan melakukan praktek langsung pembuatan handsanitizer sesuai dengan prosedur pembuatan handsanitizer yang dikeluarkan oleh WHO. Kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer dan sosialisasi PHBS menjadi salah satu upaya dalam menghadapi kondisi pasca pandemi Covid-19. Hasil dari kegiatan sosialisasi PHBS di lingkungan sekolah ini mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS yang dapat diterapkan di lingkungan rumah dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan belajar di masa adaptasi pasca pandemi Covid-19. Pada kegiatan praktek langsung pembuatan handsanitizer para peserta mampu meningkatkan keterampilan sains, meningkatkan wawasan peserta mengenai profesi sainstis, serta mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai alat dan bahan kimia. Tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini supaya terus dilakukan evaluasi berkala terkait PHBS di lingkungan SDN Sukatani III Kab. Karawang. Untuk mengoptimalkan hasil sosialisasi maka perlu didukung dengan berbagai media seperti poster PHBS yang ditempel di lingkungan sekolah

    PENDIDIKAN DIGITAL PARENTING BAGI GURU DAN ORANG TUA SISWA PAUD DI KOTA MATARAM

    Full text link
    Literasi digital sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan guru dan orang tua saat ini karena anak-anak sebagian besar sudah sangat akrab dengan dunia digital. Apabila orang tua tidak mampu mengimbangi anak dalam mengelola perangkat digital, maka selamanya orang tua tidak akan mampu mengontrol apa yang dilakukan oleh anak di dunia maya dan permasalahan-permasalahan cepat atau lambat pasti akan menimpa anak tersebut seperti banyak kasus yang kita temukan saat ini. Oleh sebab itu, tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi orang tua dan guru terkait dengan pengasuhan yang seharusnya dilakukan di era digital ditinjau dari segi ilmu pengasuhan, psikologi, dan teknologi. Pengabdian ini menggunaka pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan konsep pelatihan selama empat sesi yang diisi oleh para ahli dalam bidang pengasuhan, psikologi, dan teknologi. Hasil survei kepuasan peserta terhadap kegiatan pengabdian ini menunjukkan hasil yang sangat positif. Para peserta merasa kegiatan ini sangat sesuai dengan kebutuhan pengasuhan saat ini dan para narasumber merupakan para pakar yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing. Oleh sebab itu, para peserta merasa sangat beruntung bisa mendapatkan materi yang sangat bagus ini, kemudian mereka berkomitmen untuk melanjutkan informasi yang didapatkan melalui pelaksanaan kegiatan parenting di sekolah masing-masing agar orang tua dan guru-guru yang lain juga mendapatkan informasi yang sama

    PENDAMPINGAN PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI BANTARAN SUNGAI CODE KELURAHAN WIROGUNAN

    Full text link
    Pemanfaatan air hujan menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih di Indonesia karena curah hujan yang cukup tinggi. Di beberapa negara, pemanfaatan air hujan sudah dikelola dengan baik sedangkan di Indonesia pemanfaatan air hujan belum dilakukan secara optimal. Demikian pula di kota Yogyakarta, kota yang semakin padat dan sumber air tanah yang semakin sulit. Untuk itu air hujan merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD “APMD”) dilakukan di bantaran sungai Code khususnya RT 13 dan 14 RW 04  Kelurahan Wirogunan.  Pemilihan wilayah ini karena  terletak di bantaran Sungai Code, padat pendududuk, bekas timbunan sampah sehingga sulit untuk membuat sumur sedangkan masyarakatnya tidak mampu untuk berlangganan PDAM. Kegiatan meliputi: 1) Assesment potensi dan masalah; 2) Sosialisasi pemantan air hujan  sebagai sumber air bersih; 3) Mediasi pakar untuk pengenalan teknologi alat Penampung Air Hujan (PAH); 4) Pemasangan teknologi sederhana pemanen air hujan; 5) pengorganisasian kembali pelembagaan pengelola air hujan.  Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan mencapai 78%, ketertarikan peserta terhadap pemanfaatan air hujan mencapai 61%,  demikian juga kebutuhan akan teknologi pemanen air hujan mencapai 61%.  Dari hasil ini tampak adanya antusiasme masyarakat yang cukup tinggi baik pada kegiatan sosialisasi maupun pemasangan instalasi pemanen air hujan yang dilakukan secara gotong royong. Kegiatan terakhir sebagai upaya keberlanjutan program ini adalah mengorganisir pengelola air hujan untuk bertanggung jawab terhadap distribusi air dan perawatan alat

    PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISWA SMK IMMANUEL 2

    Full text link
    Transformasi digital telah merubah seluruh aspek kehidupan masyarakat terutama di bidang pendidikan. Penggunaan teknologi informasi menjadi faktor penting dalam transformasi digital tersebut. Situasi pandemi covid-19 mendorong setiap sekolah untuk menggunakan teknologi informasi untuk menjadi media pembelajaran antara pendidik dan peserta didik namun terjadi hambatan dalam proses pembelajaran PJJ tersebut karena diperlukan keter­libatan aktif dan mandiri dari para peserta didik selama kegiatan belajar tersebut. Permasalahan yang dihadapi siswa-siswi SMK Kristen Immanuel 2 berkaitan dengan rendahnya kemampuan dalam menggunakan teknologi dan media digital untuk mendukung proses pembelajaran sehingga para peserta didik tidak dapat memperoleh proses pembelajaran yang cukup dan merata. Berdasarkan permasalahan tersebut, para dosen dari Institusi Teknologi dan Bisnis Sabda Setia Pontianak bermitra dengan SMK Kristen Immanuel 2 mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pengenalan pada teknologi informasi yang dapat membantu proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diikuti oleh siswa dan siswi SMK dengan topik penggunaan aplikasi microsoft excel untuk analisis bisnis dan aplikasi Figma untuk desain situs web. Para pengajar melakukan interaksi secara aktif dengan para peserta selama kegiatan tersebut menggunakan metode pembelajaran berbasis kasus. Hasil evaluasi dari seluruh pertemuan menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah memenuhi tujuan yang ingin dicapai untuk memberikan pengenalan dalam menggunakan teknologi informasi supaya proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik

    PENDAMPINGAN KREATIVITAS PENGEMBANGAN PRODUK INTERIOR TERASO BERBASIS MATERIAL LIMBAH MARMER PADA UKM CV. RIZKY ABADI DI SURABAYA

    Full text link
    Usaha Kecil dan Mikro (UKM) CV. Rizky Abadi adalah sebuah usaha kecil kerajinan teraso yang biasa mengerjakan produk berupa pot bunga, bak mandi, dan wastafel. Usaha kecil ini hanya bergantung pada pesanan yang belum tentu kontinuitasnya, sehingga pekerjaan dan pendapatan juga tidak bisa dipastikan. Padahal usaha kecil tersebut memiliki skill dasar yang sangat potensial bisa dikembangkan keterampilan dan kreativitasnya untuk dapat memproduksi alternatif produk lain yang dapat meningkatkan potensi usahanya. Dari diskusi informal dan survei ke tempat usaha yang telah dilakukan bersama antara tim pengusul kegiatan dan pengusaha kecil tersebut sebagai mitra PKM, pengusaha mitra tersebut sangat antusias untuk dapat mengembangkan usaha melalui kreativitas produk bernilai jual. Kegiatan kreatif-produktif yang ditawarkan dan disepakati adalah pelatihan kreativitas produk baru berupa elemen interior teraso berbasis limbah batu marmer; manajemen produksi elemen interior teraso orientasi industri juga sangat mereka perlukan sebagai konsekuensi proses produk baru; dan strategi memasarkan produk baru dengan memanfaatkan media sosial untuk memperbaiki cara pemasaran konvensional yang cenderung bersifat pasif dan menunggu calon pembeli di tempat usaha. Identifikasi permasalahan untuk pengembangan usaha CV. Rizky Abadi tersebut adalah: kreativitas pengembangan produk baru, teknik produksi produk baru, dan strategi pemasaran sederhana melalu media sosial. Kegiatan pendampingan kreativitas produk elemen interior teraso berbasis limbah marmer yang diusulkan akan dilakukan secara komprehensif dengan memproseskan design thinking. Tahapan design thinking yang akan diproseskan adalah understand, ideate, prototype dan test. Understand adalah tahapan pemahaman dan pemetaan potensi skill dasar SDM dan kapasitas produksi mitra serta potensi kolaborasi dengan UKM lainnya. Ideate adalah tahapan mengemukakan dan memutuskan ide desain produk elemen interior teraso yang dianggap potensial bernilai jual. Prototype adalah tahapan memproses realisasi pembuatan elemen interior teraso. Test adalah tahapan ujicoba fungsi dan potensi nilai jual produk elemen interior teraso, dan evaluasi atas kelebihan dan kekurangan dari proses yang telah dijalankan, untuk pengembangan produk berikutnya. Kreativitas ide produk baru diproseskan pada tahap ideate dengan metode brainstorming, benchmark, dan sketsa. Pelatihan teknik produksi akan dilakukan dengan metode workshop dan estimasi seiring dengan proses produki dalam tahapan prototype. Sedangkan strategi pemasaran sederhana melalui media sosial akan dilaksanakan pada tahap test dengan mempersiapkan materi visual produk baru dan mempublikasikannya di media sosial serta platform komersial yang ada secara umum. Target dari kegiatan PKM ini adalah membantu menyelesaikan 3 permasalahan yang telah teridentifikasi tersebut. Target luaran konkritnya adalah realisasi minimal 3 jenis (@ 3 item) produk baru berupa elemen interior yang dapat diproduksi secara industri (kursi, meja, dan home décor), publikasi ilmiah kegiatan PKM, publikasi populer di media massa, dokumentasi audio- visual (video), dan HKI berupa desain industri

    PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI KEPENGASUHAN BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING BAGI PENGASUH DAN ORANG TUA SISWA PRA SEKOLAH DAN DAY CARE

    Full text link
    Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bentuk Preschool, Daycare, dan Taman Kanak-Kanak (TK) berbasis masyarakat semakin banyak. Namun, kehadiran mereka tidak didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan terampil. Oleh karena itu, univeristas-universitas perlu hadir melalui pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di lembaga-lembaga tersebut seperti pelatihan peningkatan kompetensi kepengasuhan berbasis pembelajaran eksperiensial. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepengasuhan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku dengan pelatihan berbasis experiential learning. Tujuan khusus pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku tentang (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling anak; dan (3) parenting. Sasaran kegiatan ini adalah para pengasuh Preschool dan Daycare Pelangiku yang berjumlah 10 orang, dan orang tua siswa sejumlah 20 orang. Kegiatan dilakukan di Preschool dan Daycare Pelangiku Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut metode kegiatan yang dipilih adalah pelatihan berbasis experiential learning. Ketercapaian tujuan kegiatan diukur menggunakan pre-post tes dan evaluasi. Data pre-post tes dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan peningkatan pengetahuan pengasuhan berbasis experiential learning dapat meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua anak Praschool dan Daycare Pelangiku tentang: (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling untuk anak; dan (3) parenting setelah mendapatkan materi kegiatan pengabdian. Karena kegiatan pengabdian ini dipandang berhasil maka diperlukan pelatihan tingkat lanjutan untuk meningkatkan keterampilan parenting

    Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content)

    No full text

    PENINGKATAN KUALITAS OPERASIONAL RUMAH PENGINAPAN GRIYA KUSUMA INDAH, PACET

    Full text link
    Sejak berdirinya tahun 2007, Griya Kusuma Indah (GKI) yang berlokasi di Pacet, menerima reservasi yang sifatnya terbatas, yaitu hanya menerima reservasi grup kegiatan keagamaan, organisasi ataupun perusahaan dan tidak menerima tamu individu. Hal ini menyebabkan segala sistem reservasi dikelola secara manual dimana organisasi/perusahaan melakukan reservasi hanya melalui telpon maupun whatapps dan hanya dilakukan pencatatan sederhana secara manual. Sejak adanya pandemi Covid-19, GKI tidak dimungkinkan untuk menerima reservasi grup sehingga tidak ada pemasukan untuk menutup biaya operasional sehingga akhirnya pengurus GKI membuka GKI sebagai rumah penginapan yang dapat menerima tamu individual ataupun tamu tanpa reservasi. Tetapi keinginan ini belum didukung oleh sistem reservasi, pembayaran, pemasaran, sumber daya manusia maupun fasilitas yang sesuai terutama dalam kondisi pandemi saat ini. Terkait permasalahan yang ada, tim dosen dari program Hotel Management Universitas Kristen Petra memberikan bantuan dan pendampingan berupa (1) pembuatan website yang juga berfungsi sebagai sistem reservasi dan pembayaran di Griya Kusuma Indah (2) pembuatan modul/panduan terkait kualitas layanan (3) pembuatan banner dan poster yang “menyerukan” protokol kesehatan yang harus dilakukan baik oleh karyawan maupun tamu yang datang, yang diletakkan di beberapa area yang mudah terlihat, dan (4) pembuatan video promosi. Selain melakukan hal di atas, maka tim dari program Hotel Management juga memberikan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan terkait penggunaan sistem reservasi dan kualitas layanan, maupun membantu menentukan tipe dan harga jual kamar. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tamu mudah untuk melakukan reservasi dan mendapatkan layanan yang baik sehingga tamu pada akhirnya menjadi puas. Ketika tamu puas, diharapkan tamu akan kembali ke Griya Kusuma Indah. Selain itu dengan adanya video yang ditampilkan di Instagram maupun website serta disebarkan ke beberapa organisasi juga akan semakin memperkenalkan Griya Kusuma Indah kepada masyarakat yang lebih luas

    PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) EKS-LOKALISASI DOLLY DI KELURAHAN PUTAT JAYA KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA

    Full text link
    Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Eks-Lokalisasi Dolly di Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya ini merupakan kegiatan berkelanjutan (sustainable) pengabdian masyarakat bermetode service learning sejak tahun 2016. Mitra dengan ragam latar belakang pendidikan berbeda memiliki pekerjaan beragam pula mulai dari wiraswasta, pekerja lepas, pengangguran hingga pegawai negeri. Pendapatan warga menurun ketika penutupan lokalisasi ini dilakukan ditambah kondisi pandemi covid-19, padahal hingga saat ini masih banyak warga yang belum memiliki jamban sehat yang di lengkapi dengan septic tank yang merupakan salah satu sumber penyakit yang ada di lingkungan yang sanitasinya buruk.  Tujuannya kegiatan PKM ini adalah untuk ikut mensukseskan dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanakan program Campus Goes To Kampung dalam rangka pemberdayaan warga terdampak eks-lokalisasi di kota Surabaya yang merupakan mitra kegiatan. Metode kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama adalah tahap pra pelaksanaan dimana dilakukan survei area tersebut. Kemudian, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembuatan WC dan septic tank. Terakhir, yaitu tahap paska pelaksanaan berupa focus group discussion bersama warga dan monitoring dengan penyebaran kuesioner sebanyak 26 responden mengenai tingkat kepuasan pelaksaan kegiatan PKM ini. Hasilnya adalah seluruh warga (100%) mendapatkan manfaat dari kegiataan dan warga juga puas dikarenakan lingkungannya telah diberdayakan. Sejak kegiatan ini dilakukan dari 315 keluarga belum memiliki jamban sehat, kini tinggal 87 kepala keluarga saja yang belum memilikinya

    PEMBANGUNAN JAMBAN SEHAT DI DESA SIDOKERTO SIDOARJO

    Full text link
    Permasalahan sanitasi dan ketersediaan air bersih masih menjadi per-masalahan besar di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Jumlah penduduk yang tinggal di desa ini adalah 11.824 jiwa atau sekitar 3497 keluarga. Sekitar 99,57% keluarga di Desa Sidokerto sudah memiliki jamban sehat, artinya tersisa 0.43% atau 13 keluarga dan 2 fasilitas umum yang belum memiliki jamban sehat, yaitu tempat pembuangan kotoran manusia yang sudah dilengkapi septic tank. Selama ini keluarga yang tidak mempunyai jamban sehat membuang kotoran sembarangan (Open Defecation) seperti di sungai yang mengalir didepan rumah sehingga menyebabkan sungai tercemar. Selain rumah warga, ditempat fasilitas umum seperti Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) dan tempat pemakaman belum ada kamar mandi dan jamban. Terkait hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan di Desa Sidokerto melalui pembangunan septic tank di rumah warga serta renovasi dan pembangunan kamar mandi dan jamban di fasilitas umum yaitu TPST dan depan makam. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 1). Survei ke Desa Sidokerto; 2). Diskusi dengan perangkat desa; 3). Mendata warga yang pekerjaannya adalah tukang atau kuli bangunan sehingga dapat membantu perekonomian warga yang terdampak covid-19; 4). Membuat gambar teknik kamar mandi & WC serta melakukan perhitungan kebutuhan bahan dan biaya tukang; 5). Pembelian bahan bangunan dan pengerjaan; 6). Serah terima dengan kader Desa. Dalam hal ini target untuk membangun jamban sehat adalah jumlah keluarga yang memiliki jamban sehat meningkat dari 99,57% menjadi 99,80%. Kepemilikan jamban sehat di rumah tangga tidak bisa 100% karena ada 3 rumah yang belum dibangun septic tank karena kendala kondisi tanah yang berbatu sehingga tidak dapat dilakukan pemasangan septic tank yang lebih dalam dari pipa lama

    146

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SHARE Journal of Service Learning
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇