SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMASARAN SEBAGAI DASAR MENGHADAPI PERSAINGAN UNTUK KEUNGGULAN BERSAING PT BANK KB BUKOPIN CABANG MADIUN
PT Bank KB Bukopin merupakan industri perbankan yang menjalankan usaha berupa penghimpunan dana dan penyaluran kredit dengan tujuan untuk menjadi Bank yang tumbuh dan berkembang serta masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari segi aset. PT Bank KB Bukopin menjalankan usaha berupa penghimpunan dana dan penyaluran kredit yang berfokus pada empat pilar utama yaitu bisnis Mikro, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Bisnis Konsumer serta Bisnis Komersial. Berdasarkan hasil identifikasi menunjukkan bahwa jumlah nasabah PT Bank KB Bukopin terus mengalami penurunan setiap tahunnya sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk memenangkan persaingan pasar dan mendapatkan keunggulan bersaing. Analisis menggunakan strategi 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) menyatakan bahwa prioritas utama yang harus diperbaiki oleh PT Bank KB Bukobin Cabang Madiun adalah promotion. Kondisi ini terjadi karena kegiatan promosi yang dilakukan oleh PT Bank KB Bukopin Cabang Madiun tergolong kurang maksimal jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing yang sejenis. Tahap identifikasi masalah internal menunjukkan bahwa kegiatan promosi yang sedang dijalankan oleh PT Bank KB Bukopin Cabang Madiun saat ini terbatas pada: (1) sosialisasi ke dinas, sekolah, dan perusahaan; (2) sosial media melalui Instagram; (3) brosur. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan rencana promosi, seperti: 1) Menggunakan influencer marketing, 2) Memasang baliho di pusat keramaian, 3) Mengikuti event marketing, 4) Sms-WA blast, 5) Kerjasama dengan merchant, 6) Sosial media, 7) Kerjasama dengan perusahaan/instansi sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan keunggulan bersaing
PENGAYAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS UNTUK PELAJAR USIA MUDA MENGGUNAKAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR)
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Meuraksa yang terletak di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Aceh. Tujuan program ini yaitu untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Inggris yang dimiliki oleh para pelajar dan menyediakan kesempatan untuk mempraktekkan kosa kata yang sudah mereka pelajari. Para pelajar ini belum memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai dikarenakan pihak sekolah belum memberikan pendidikan Bahasa Inggris secara formal. Hal ini mengakibatkan timbulnya permasalahan dimana penguasaan bahasa Inggris mereka belumlah mencapai tingkat yang cukup baik disebabkan penguasaan kosa kata yang masih rendah. Oleh karena itu sangatlah penting bagi mereka untuk mendapatkan pelatihan pengayaan kosa kata agar terjadi peningkatan penguasaan kosa kata. Sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi para pelajar ini, maka perlu diadakan pelatihan pengayaan kosa kata dengan menggunakan metode Total Physical Response (TPR). Metode TPR merupakan metode untuk pengajaran bahasa yang dalam penerapannya menggabungkan koordinasi perintah, ucapan dan gerak sehingga lebih mudah untuk menguasai suatu bahasa dalam pembelajarannya. Selain itu, kesempatan untuk mempraktekkan kosa kata yang sudah dipelajari juga diberikan dalam bentuk praktek pengucapan dan penulisan. Metode pelaksanaan dalam pelatihan ini meliputi (1) pengayaan kosa kata melalui metode TPR; (2) pelatihan pembalikan peran, dan (3) pelatihan urutan tindakan untuk mempraktekkan kosa kata yang sudah dipelajari. Dari kegiatan ini penguasaan kosa kata yang meningkat dapat membantu mereka dalam proses belajar di sekolah
TINJAUAN MASTERPLAN SESAR OPAK BUKIT MENGGER BERBASIS PELESTARIAN OBJEK WARISAN GEOLOGI
Tinjauan masterplan kawasan wisata Sesar Opak Bukit Mengger (SOBM) merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan tim dosen DAFT UAJY bersama dengan BAPPEDA Kab. Bantul DIY. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses penetapan Kawasan SOBM sebagai bagian dari pengembangan kawasan Geopark Heritage provinsi DIY. Proses tinjauan masterplan dilakukan melalui 4 tahap yang dimulai dari tinjauan dokumen, verifikasi, perancangan kembali dan penyusunan laporan. Tahapan penyusunan review melibatkan ahli geologi, masyarakat dan pemangku kepentingan guna menghasilkan rancangan pengembangan berbasis pelestarian lingkungan khususnya warisan geologi dan tanggap bencana. Sejalan dengan nilai budaya lokal, penerapan filosofi hamemayu hayuning bawana dan hamemasuh malaning bumi melandasi penerapan rancangan dengan mengedepankan penggunaan material yang ringan, ramah lingkungan dan berciri khas lokal. Pertimbangan teknis mitigasi bencana menjadi hal penting untuk diterapkan, diantaranya dengan merancang jalur evakuasi dan zonasi untuk pembatasan aktivitas. Jalur evakuasi diterapkan dengan memanfaatkan lahan terbuka dan jalur pejalan kaki alami yang sudah terbentuk, sedangkan pembatasan aktivitas diterapkan sebagai upaya mengurangi beban lingkungan kawasan. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga ahli dalam bidang geologi untuk memberikan masukan teknis terkait perencanaan kawasan ini. Tinjauan perancangan ini merupakan pedoman pengembangan Kawasan untuk masa yang akan datang. Bagi DAFT UAJY, kegiatan ini menjadi wadah penerapan ilmu dan berkolaborasi bersama dengan berbagai pihak untuk menyusun kajian berbasis pelestarian khususnya untuk objek warisan geologi
WEBSITE BERBASIS KONSEP SENSE OF PLACE PASAR KREATIF KAWASAN PARIWISATA
Preservasi Sense of Place atau keunikan lokal pada pasar pariwisata dengan produk-produk kreatif penting dilakukan untuk pembangunan pariwisata Indonesia. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memotret keunikan lokal dari berbagai daerah dan menyajikannya secara modern dalam bentuk website. Harapannya, website ini dapat memudahkan calon turis untuk mengenal keindahan pariwisata Indonesia. Proses aktivitas dilakukan dalam dua tahap yaitu proses eksplorasi pasar kreatif dan proses desain website. Proses eksplorasi pasar kreatif dilakukan secara kualitatif pada lokasi-lokasi pasar di seluruh Indonesia dan proses desain website dilakukan dengan proses design thinking untuk menghasilkan website yang dapat optimal dipergunakan. Hasil dari perancangan website telah melalui uji coba terbatas dan mendapatkan nilai cukup baik. Proses pengabdian masyarakat melalui website berbasis konsep sense of place pasar kreatif kawasan pariwisata telah tuntas dikerjakan. Beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti yaitu eksplorasi pengembangan website dari segi fitur-fitur, misalnya penambahan lokasi-lokasi lain di Indonesia untuk melengkapi website ini. Selain itu perlu ada diversifikasi pengabdian dalam bentuk perancangan teknologi terkait obyek, seperti aplikasi yang dapat meningkatkan penjualan industri kreatif dan meningkatkan awareness pada pariwisata Indonesia. Selanjutnya, dapat dikembangkan fitur interaktif, berbasis virtual reality yang dapat menggambarkan kondisi asli sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman visual langsung, dan dapat pula dilengkapi dengan event yang aktual
KAMPANYE SOSIAL “DIBÉBÉRKÉ” SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KESENIAN WAYANG BEBER KEPADA GENERASI MUDA DI KOTA SURAKARTA
Kota Surakarta memiliki beragam wujud kesenian tradisional, salah satunya ialah wayang beber. Namun saat ini kesenian tersebut kurang dikenal oleh generasi muda di Kota Surakarta, terutama jika dilihat dari aspek sejarah, seni sungging, serta keberadaan para seniman sungging wayang beber itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh karena minimnya upaya, pe-manfaatan media, serta metode pengenalan yang masih belum dapat menjangkau generasi muda. Alhasil kelangsungan hidup wayang beber di Kota Surakarta kian memprihatinkan. Berkaca dari permasalahan tersebut, dirancanglah kampanye sosial “Dibébérké”, yakni sebuah gerakan untuk mengedukasikan kesenian wayang beber pada generasi muda Kota Surakarta. Guna mengkomunikasikan pesan kampanye sosial, dirancanglah strategi komunikasi melalui media sosial Instagram serta pemberdayaan seniman sungging wayang beber “Sanggar Naladerma”, Komunitas Soerakarta Walking Tour, Rumah Budaya Kratonan, serta Komunitas SangKuli-Kriya ISI Surakarta guna menciptakan sebuah event kolaborasi untuk memperkenalkan aspek-aspek kesenian wayang beber mulai dari sejarahnya di Kota Surakarta dan keberadaan maestro sungging wayang beber “Sanggar Naladerma” yang dikemas dalam bentuk wisata sejarah, serta memperkenalkan seni sungging wayang beber melalui kegiatan workshop dengan media totebag blacu. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk edukasi saja, melainkan turut menjadi inovasi dalam upaya pengenalan, memberikan ruang bagi seniman sungging wayang beber untuk terus berkarya dan memperkenalkan keberadaan wayang beber pada generasi muda di Kota Surakarta, serta sebagai upaya pelestarian
PEMBERDAYAAN LANSIA PRODUKTIF DAN SEHAT MELALUI INTERVENSI PSIKOLOGI POSITIF KELURAHAN TAMAN, KECAMATAN TAMAN, KOTA MADIUN
Permasalahan lansia seperti kurangnya interaksi sosial, kehilangan tujuan hidup, masalah penerimaan diri akibat ditinggal pasangan, merasa tidak produktif setelah ditinggal pasangan dan masa pensiun, serta minimnya kegiatan dalam aktivitas sehari-hari terjadi pada lansia di Kel. Taman, Kec. Taman, Kota Madiun. Maka dengan permasalahan kesejahteraan psikologis tersebut pelaksana membuat kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia sehingga dapat produktif, dan sehat. Adapun program yang telah kami laksanakan selama 12 pertemuan dengan satu pertemuan sosialisasi, lima kegiatan senam, dan enam kegiatan Intervensi Psikologi Positif (IPP). Kegiatan senam kami lakukan dengan 24 gerakan olah tubuh dan sembilan gerakan senam otak dengan waktu pelaksanaan selama 30 menit. Untuk kegiatan IPP kami menggunakan metode focus group discussion dan pelatihan kebersyukuran dengan total waktu pelaksanaan selama 90 menit. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan yang positif dari aspek psikologis yaitu adanya peningkatan kesejahteraan psikologis lansia yang diukur dengan menggunakan skala the Ryff scale of psychological well-being yang telah diadaptasi oleh Aryono dan Dani (2019) dengan hasil tujuh subjek mengalami peningkatan, enam subjek tidak mengalami perubahan dan satu subjek mengalami penurunan. Dalam aspek kognitif, peserta dapat berfikir kritis mengenai kondisi sosial dan kondisi psikologis. Pada aspek sosial, dengan adanya kegiatan ini peserta dapat meningkatkan intensitas bersosial yang positif. Serta dalam aspek fisiologis, melalui hasil wawancara evaluasi kegiatan peserta merasa bahwa tubuhnya menjadi segar dan bugar
LITERASI PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK GURU SEKOLAH DASAR
Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur memiliki beberapa Sekolah Dasar. Pentingnya pendidikan pengelolaan sampah sedari dini membantu untuk menumbuh-kembangkan kecintaan terhadap lingkungan dengan cara yang bertanggungjawab sekaligus memberdayakan potensi untuk dikembangkan baik bagi para guru Sekolah Dasar maupun siswa siswi Sekolah Dasar. Pengembangan program pengelolaan sampah pada masyarakat dapat menganut model 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Pengelolaan sampah pada masyarakat yang dimulai sedari dini akan semakin meningkatkan nilai tambah baik bagi masyarakat ataupun bagi lingkungan. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai pola pikir masyarakat yang selama ini memandang sampah sebagai suatu objek yang tidak ada manfaatnya. Pengabdian masyarakat yang diharapkan dapat menjadikan para guru Sekolah Dasar memiliki peran penting sebagai kader dalam mengajarkan literasi pengelolaan sampah sedari dini untuk para siswa siswi Sekolah Dasar. Pelaksanaan kegiatan dengan metode training of trainer (tot) dan memberikan simulasi serta contoh mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Pendekatan yang dilakukan adalah partisipatif. Para guru Sekolah Dasar diajak untuk aktif memberikan ide dan pendapat dalam pengelolaan sampah terutama untuk diterapkan ke siswa Sekolah Dasar masing-masing. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Program Studi Akuntansi dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Ciputra Surabaya. Pemahaman mengenai pengelolaan limbah rumah tangga memberikan dampak positif dan menjaga lingkungan sekitar. Respon dari para guru Sekolah Dasar Kecamatan Lakarsantri sangat baik dapat dilihat dalam proses diskusi dan sesi tanya jawab
PENINGKATAN KEMAMPUAN IDENTIFIKASI WARNA PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL DI DESA GENENG, NGAWI
Salah satu keterampilan kognitif yang butuh diasah oleh anak dengan kendala pertumbuhan intelektual merupakan keterampilan identifikasi warna. Keterampilan identifikasi warna ialah salah satu materi pra-akademik yang wajib dipahami oleh anak. Untuk anak kendala pertumbuhan intelektual memahami warna bisa menunjang anak dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk pengenalan ataupun identifikasi uang, pakaian, dsb. Keterampilan memahami warna ialah keterampilan awal guna melatih visual anak. Bersumber pada perihal tersebut maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Dusun Karang Asem II, Desa Geneng dengan mitra seseorang ibunda serta anak yang mengalami kendala pertumbuhan intelektual ini bertujuan guna menolong mitra dalam hal ini adalah anak dengan kendala pertumbuhan intelektual guna meningkatkan keterampilan pre- akademiknya, khususnya dalam perihal identifikasi warna. Dengan demikian pemecahan yang ditawarkan untuk mitra adalah dengan membagikan ABA Therapy (Applied Behavior Analysis Therapy) dengan metode DTT (Discrete Trial Training) serta pula membagikan psikoedukasi keluarga sehingga pengetahuan orang tua hendak‘ keistimewaan’ anaknya bertambah. Hasil penerapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan keterampilan anak RNV dalam melakukan identifikasi warna( khususnya warna primer) mengalami kenaikan yang baik. Perihal ini bisa dilihat dari kenaikan skor keterampilan identifikasi warna anak RNV saat sebelum serta sesudah diberikan pendampingan menggunakan ABA Therapy (Applied Behavior Analysis Therapy) dengan metode DTT (Discrete Trial Training)
PENGUATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PJBL DAN PBL PADA GURU-GURU DI YAYASAN INSAN MANDIRI DENPASAR
Implementasi Kurikulum Merdeka mensyaratkan bahwa guru membelajarkan siswa dengan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) merupakan dua contoh model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sebagian besar guru-guru di Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Lombok sudah memahami kedua model pembelajaran tersebut. Namun, guru-guru masih ragu dalam menerapkan pada pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara perwakilan dosen FKIP Universitas Sanata Dharma pada tanggal 14 Januari 2022. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa guru belum menggunakan pembelajaran yang bervariasi. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan penguatan pada guru-guru di Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Lombok dalam menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, khususnya problem based learning dan project based learning. Metode yang digunakan mencakup empat langkah, yaitu: 1) persiapan dan perencanaan, 2) penguatan implementasi metode PJBL dan atau PBL melalui zoom meeting, 3) kegiatan terbimbing, dan 4) sharing implementasi pembelajaran setelah menerapkan PjBL dan atau PBL. Kegiatan sharing pembelajaran dilakukan untuk berbagi tentang pengalaman guru dalam mengimplementasikan PjBL dana tau PBL. Kegiatan sharing pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan zoom meeting. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru mulai berani menerapkan model pembelajaran problem based learning dan atau project based learning, dan melakukan asesmen. Di samping itu, guru-guru juga sudah memahami cara membuat masalah dan projek yang kontekstual