SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
    166 research outputs found

    Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Penanggulangaan Kegawatdaruratan Bagi Masyarakat Melalui Pelatihan di Desa Curah Cottok, Kapongan, Situbondo, Jawa Timur

    Full text link
    Kondisi kegawatdaruratan yang terjadi dimana pun dan kapan pun harus segera diatasi untuk mencegah berbagai komplikasi baik itu kecacatan hingga kematian. Keadaan kegawatdaruratan dapat terjadi akibat faktor alam seperti tejadinya bencana dan ada akibat faktor lainnya seperti penyakit dan kecelakaan. Angka kejadian kegawatdaruratan di Indonesia semakin tinggi setiap tahunnya, oleh sebab itu maka diperlukan kerjasama yang baik antara tenaga medis yang membantu penanggulangan kegawatdaruratan dengan masyarakat sebagai pemberi respon awal terhadap keadaan kegawatdaruratan. Masyarakat diharapkan lebih mengenal tentang tanda-tanda kegawat­daruratan dan penanganan awal ketika terjadi kegawatdaruratan agar tidak terjadi keterlambatan dalam pemberian pertolongan. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawat­dauratan dapat dilakukan dengan memperbanyak sosialisasi, pendidikan kesehatan, dan pelatihan bagi masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat saat ini dilakukan di Desa Curah Cottok, Situbondo. Hal ini dikarenakan di desa ini fasilitas kesehatannya tidak memadai dan jaraknya cukup jauh sehingga jika terjadi keadaan kegawatdaruratan diharapkan masyarakat dapat menjadi penolong petama sebelum tenaga medis datang. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Curah Cottok sehingga dapat berperan aktif dalam penanganan kegawatdaruratan. Sebanyak 30 orang kader dan perangkat desa mengikuti kegiatan ini dengan aktif. Pelatihan dilakukan dengan membagi dua sesi pertemuan. Sesi pertama ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanggulangan kegawatdaruratan sehingga menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam penyampaian materi oleh fasilitator. Sesi pertama dinilai dengan melakukan pre-test dan post-test untuk meng­evaluasi pengetahuan peseta. Sesi kedua dilakukan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membantu mengatasi keadaan kegawatdaruratan, disampaikan dengan metode demostrasi oleh fasilitator dan dievaluasi dengan redemonstrasi oleh peserta sesuai dengan SOP yang telah dibuat. Berdasarkan kegiatan di dua sesi tersebut didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan penanggulangan kegawat­daruratan

    Pelatihan dan Pendampingan Analisa Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Lele di Bhakti Farm Ciledug

    Full text link
    Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi yang besar dalam sektor perikanan, khususnya dalam budidaya ikan lele. Bhakti Farm, sebuah usaha budidaya pembesaran ikan lele yang telah berdiri sejak tahun 2019 mengalami tantangan dalam pengelolaan keuangan dan analisis kelayakan usaha yang menghambat pertumbuhan usahanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemilik usaha dalam melakukan analisis kelayakan usaha yang meliputi analisis biaya, analisis penerimaan dan analisis kelayakan usaha. Metode yang digunakan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi. Pada tahapan persiapan, dilaksanakan survei dan wawancara dengan pemilik usaha untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnisnya secara spesifik. Terutama dalam pencatatan dan analisis keuangan yang belum diterapkan dengan baik. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan memberikan materi teoritis dan pendampingan praktis secara langsung yang meliputi analisis biaya, analisis penerimaan serta analisis kelayakan usaha. Tahap monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pemilik dapat memahami konsep-konsep dasar analisa kelayakan usaha. Hasil dari kegiatan ini adalah pemilik usaha mampu menerapkan konsep dasar analisa usaha terutama dalam membuat laporan keuangan yang lebih akurat menggunakan template yang diberikan pada tahapan pelaksanaan. Selain itu, pemilik usaha mampu menghitung serta menganalisa data nyata dengan menggunakan catatan nya per bulan Januari 2024. Sehingga pemilik dapat melakukan perhitungan analisis biaya yang terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap sebesar Rp. 58.581.400 dengan total penerimaan sebesar RP. 86.058.000 maka pendapatan yang diperoleh sebesarRp. 27.476.600. Terakhir, pemilik dapat mengetahui apakah usaha yang dijalankan sudah efisien atau belum, yaitu dengan analisis R/C ratio. Hasil perhitungan diperoleh nilai R/C ratio sebesar 1,46 artinya, dapat disimpulkan usaha budidaya ikan lele yang dijalankan sudah efisien

    Pendampingan Komunitas dalam Melakukan Upaya Peningkatan Imun Tubuh di Kelurahan Jeruk Bangkingan dan Panti Asuhan Kasih Agape

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi komunitas dalam upaya meningkatkan imun tubuh di Kelurahan Jeruk Bangkingan dan Panti Asuhan Kasih Agape selama masa pandemi. Pandemi telah menekankan pentingnya menjaga kesehatan, terutama dengan memperkuat daya tahan tubuh sebagai langkah pencegahan terhadap infeksi. Peningkatan imun tubuh menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Program ini dilakukan dengan melibatkan serangkaian pendidikan kesehatan yang mencakup cara-cara alami dan praktis untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti penerapan pola makan sehat, olahraga teratur, manajemen stres, dan kebiasaan hidup bersih. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan demonstrasi, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung dalam penerapan materi yang diajarkan. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan responden mengenai cara meningkatkan imun tubuh masih rendah, sebanyak 17,3% responden yang memiliki pengetahuan yang baik. Setelah kegiatan pendampingan dan pendidikan kesehatan dilakukan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan responden, dengan jumlah 80,4% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas program dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui peningkatan imun tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya intervensi yang berkelanjutan dan berbasis komunitas dalam menangani tantangan kesehatan di masa pandemi. Dengan demikian, pendampingan komunitas ini berhasil memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku positif yang berkelanjutan

    Pengembangan Desain Produk Fesyen dan Interior dengan Memanfaatkan Kain Tenun Pokmas Wastra Sejahtera Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang

    Full text link
    Untuk dapat berkontribusi pada industri kreatif secara lebih luas dibutuhkan pengembangan produk tenun agar dapat mengikuti permintaan pasar. Mitra kerja sama pada Program Kemitran Masyarakat (PKM) ini adalah Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wastra Sejahtera di Kabupaten Jombang yang menghadapi kendala dalam pengembangan usahanya. Lewat kerja sama dengan Universitas Kristen Petra melalui hibah PKM maka mitra telah mendapatkan sumbangan alat baru untuk pembuatan produk tenun lusi sebagai sebuah sarana pendukung menghasilkan produk tenun baru dan melalui proses pengembangan desain tim PKM telah menghasilkan sejumlah desain tenun baru serta prototipe desain busana dan produk elemen interior yang sekiranya sesuai untuk pasar saat ini. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Design Thinking, yang dipilih karena fleksibilitasnya dalam mengarahkan pendalaman masalah. Lima tahapan dalam metode ini mengarahkan kerja tim lebih fokus menggali masalah mitra, menemukan kebutuhan mitra dan menemukan solusi bagi mitra kerja sama. Hasil PKM dapat diketahui dari pertama-tama respon mitra yang merasa senang sekaligus bangga bahwa produk buatannya dapat dimanfaatkan lebih jauh. Mitra juga mengharapkan dapat bekerja sama kembali di kemudian hari karena dirasa manfaatnya yang besar. Respon penting berikutnya datang dari masyarakat yang menilai tim PKM telah berhasil mengangkat tenun menjadi lebih dikenal dan bernilai ekonomi tinggi seperti produk wastra lain yang telah dikenal sebelumnya

    Digitalisasi Sistem Persediaan dan Penjualan Ramah Difabel pada UMKM Tiara Handycratf

    Full text link
    Artikel ini membahas penyusunan dan implementasi sistem digitalisasi yang ramah difabel pada UMKM Tiara Handicraft, sebuah usaha kecil di Surabaya yang fokus pada pemberdayaan kaum difabel, terutama karyawan tunarungu. UMKM ini menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan penjualan dan persediaan yang masih dilakukan secara manual, yang berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, ketidakefisienan, dan keterlambatan dalam memenuhi permintaan pasar. Sistem manual yang digunakan saat ini tidak mampu mengakomodasi kebutuhan khusus karyawan difabel, terutama tunarungu, yang menghadapi kesulitan dalam menjalankan tugas administratif secara efektif. Sebagai solusi, dirancang sistem digitalisasi berbasis teknologi yang dirancang secara inklusif untuk mendukung karyawan difabel. Sistem ini menawarkan antarmuka yang lebih visual dengan penggunaan ikon gambar dan warna, sehingga memudahkan karyawan tunarungu dalam mengoperasikan sistem tanpa terlalu bergantung pada teks. Proses perancangan sistem meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan karyawan, dan perancangan prototipe yang disesuaikan dengan proses bisnis UMKM Tiara Handicraft. Setelah melalui proses persetujuan dengan pemilik, sistem dikembangkan dan diuji untuk memastikan fungsionalitasnya, mencakup pencatatan penjualan, persediaan, serta pelaporan penjualan dan stok secara real-time. Sistem ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh karyawan dengan fitur-fitur seperti pemilihan barang berbasis gambar, pengurangan stok otomatis saat penjualan, serta laporan harian dan bulanan yang dapat diakses dengan cepat. Sistem telah dievaluasi oleh pemilik bai dan telah dilatihkan kepada karyawan. Karyawan dapat menggunakan sistem dengan mudah tanpa kesulitan, dan pemilik menyatakan bahwa sistem ini telah memenuhi kebutuhan operasional secara optimal

    DAMPAK SERVICE LEARNING PEMURNIAN AIR PAYAU DENGAN PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL YANG BERKELANJUTAN

    Full text link
    Saat ini semakin banyak institusi pendidikan yang menyadari pentingnya kegiatan Service Learning (SL). Ini terbukti dari banyak Universitas yang melaksanakan kegiatan tersebut. Latar belakang kegiatan SL adalah masih banyak ketimpangan yang terjadi di masyarakat, baik masyarakat pedesaan terhadap perkotaan maupun antar masyarakat dalam kota itu sendiri. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan di Dusun Tegalsari Jabon Sidoarjo yang mengalami krisis air bersih berupa air payau. Dimana sejak puluhan tahun yang lalu, masyarakat hingga saat ini masih belum dapat memenuhi kebutahan air bersih mereka, dikarenakan air yang dimanfaatkan adalah air payau yang mereka beli sekitar Rp. 150.000 – Rp. 250.000 per kepala keluarga setiap bulannya. Kegiatan ini merupakah lanjutan kegiatan dari 2 penelitian yang telah dilakukan sejak tahun tahun 2017 dengan tema banjir Rob dan pemurnian air payau dengan pemanfatan material lokal yang berkelanjutan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan air bersih. Metode yang digunakan diawali dengan survei dalam pra pelaksanaan, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan pembuatan dan pemasangan alat pemurni air payau dengan material lokal (ALPAMAL), dan diakhiri dengan wawancara oleh Mahasiswa yang merupakan paska pelaksanaan. Hasil dari kegiatan ini berdampak langsung dan bermanfaat untuk mengubah air payau menjadi air bersih yang siap digunakan masyarakat. Hasil lain dari kegiatan ini adalah sebanyak hampir seluruh (93.5%) mahasiswa merasa terbantu dalam dunia perkuliahan mereka dan seluruh warga (100%) warga Desa Kupang merasa sangat puas dengan diadakannya kegiatan ini

    SINERGI KREATIVITAS PENGOLAHAN MATERIAL LIMBAH PADAT INDUSTRI PINTU BESI UNTUK PRODUK INTERIOR PT. VARIA CIPTA PRATAMA DI TROSOBO-KRIAN

    Full text link
    Pengalaman yang panjang telah membentuk PT. Varia Cipta Pratama unggul di bidang produksi pintu lipat besi. Dukungan tenaga kerja dan fasilitas peralatan yang lengkap memungkinkan perusahaan dalam memperluas lini usahanya. Salah satu bidang yang paling memungkinkan adalah menciptakan produk subtitusi furnitur berbahan material besi. Di sisi lain Universitas Ciputra mempunyai tenaga yang ahli dan kompeten dalam bidang desain kreatif interior arsitektur. Sinergitas tenaga trampil antara Universitas Ciputra dan PT. Varia Cipta Pratama dalam program abdimas diharapkan akan memberi manfaat baik bagi kedua pihak maupun bagi masyarakat luas. Permasalahan utama perusahaan adalah tenaga kerja yang belum perpengalaman serta belum memiliki pengetahuan dalam membuat produk interior arsitektur. Pemecahan permasalahan dilakukan dengan pelatihan kreatifitas serta kerja bersama langsung untuk mengembangkan produk interior baru berbasis material limbah padat besi sisa produksi pintu lipat. Bentuk kreatifitas dilakukan dengan memberikan pelatihan dalam memilih, mengidentifikasi material yang akan digunakan serta menyusun pola-pola atau susunan material menjadi bentuk yang sesuai dengan gambar perencanaan. Kegiatan ini selain menghasilkan produk interior baru juga menumbuhkan daya kreativitas dan pengetahuan teknis produksi pembuatan produk interior. Metode penciptaan produk dilaksanakan melalui tahapan-tahapan formal perancangan produk seperti: explorasi, identifikasi, ideasi, prototipe dan uji fungsi. Hasil produk telah mendapatkan validasi dari masyarakat yaitu melalui keikutsertaan  dalam beberapa pameran berskala nasional serta  mendapatkan respon baik yaitu terjualnya beberapa produk oleh masyarakat

    PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI WANITA KAMPUNG PERIKANAN RUMPUT LAUT SIDOARJO MELALUI PERSPEKTIF SWOT

    Full text link
    Di Jawa Timur, terdapat sentra produksi rumput laut yang berpotensi ekspor yaitu di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sidoarjo. Mayoritas penduduk disana merupakan pembudiyaya rumput laut, dengan jenis laut Gracilia sp. yang merupakan bahan utama pembuatan agar-agar. Para petani memanen dan mengeringkan rumput laut dan dijual di Koperasi SidoMulyo 5758. Koperasi ini bertindak sebagai pengepul yang selanjutnya meneruskan pada perusahaan pembuat agar-agar ataupun di ekspor. Sebagian besar kaum perempuan di Dusun Tanjungsari-Sidoarjo tidak mempunyai pekerjaan tetap selain mengurus rumah tangga. Setiap harinya mengerjakan pekerjaan rumah dan selebihnya digunakan untuk berkumpul dengan ibu lainnya sambil menunggu suami pulang. Dari permasalahan tersebut, perempuan desa tanjungsari memerlukan pembinaan dan pendampingan untuk dapat memaksimalkan produk unggulan yaitu rumput laut. Produk olahan rumput laut yang dihasilkan nantinya memiliki nilai tambah (value added) yang mampu meningkatkan per­ekonomian keluarga. Adapun metode yang kami lakukan terbagi menjadi tiga tahapan: pertama yaitu analisis situasi/survei pendahuluan dengan kegiatan FGD (focus group discussion) dengan perwakilan kelompok perempuan petani rumput laut dan perwakilan dari Dinas Perikanan dan Kelautan di Sidoarjo. Dari FGD tersebut didapatkan output berupa matrik SWOT dan perancangan kegiatan yang disarankan. SWOT yang sudah dirumuskan digunakan sebagai acuhan kegiatan selanjutnya yaitu tahapan kedua, pelaksanaan pelatihan. Pelatihan yang dilaksanakan bertema kewirausahaan. Dimana materi yang disampaikan berupa pengelolaan rumput laut yang bernilai ekonomis. Kegiatan ketiga yaitu pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan dan implementasi matriks SWOT sangat perlu untuk dilakukan keberlanjutan

    Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content)

    No full text

    PELATIHAN WEB-TRACKING BERBASIS METODE SELF-ASSESMENT UNTUK PEMETAAN 10 PROGRAM LINGKUNGAN PESANTREN

    Full text link
    Pesantren merupakan wahana pendidikan agama Islam yang berkembang pesat dan menjadi basis dalam pendalaman ilmu fiqih dan tarbiyah. Pesantren berkembang diseluruh penjuru nusantara dengan ciri khas baik tradisional dan modern. Pesantren merupakan wahana pendidikan yang memiliki potensi dalam penerapan program lingkungan berkelanjutan atau pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs). Dalam kegiatan pelatihan web-tracking yang telah dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nasional (UNAS) melalui bentuk kerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam (PPI-UNAS) telah berhasil dilakukan perancangan web-tracking dan workshop pemanduan penggunaan. Masalah yang dihadapi PPI-UNAS dalam upaya melakukan pemetaan potensi penerapan program lingkungan yang berkelanjutan di pesantren yakni belum tersedianya system pemetaan pesantren yang menerapkan program lingkungan dan potensi keberlanjutan penerapannya. Untuk itulah PPI-UNAS memerlukan solusi web yang berfungsi sebagai tracking program lingkungan yang dinamakan web-tracking ekopesantren. Metode perancangan web yang digunakan oleh Tim PKM UNAS adalah dengan self-assessment berbasis 10 program lingkungan. Kuesioner dalam web disusun terdiri atas 50 pertanyaan dengan jawaban skala Likert yakni scoring nilai 0 – 100. Jawaban diberikan dalam bentuk pilihan dan uraian penjelasan serta diberikan data pendukung berupa dokumentasi dan foto. Selanjutnya Tim PkM UNAS memberikan pelatihan kepada 123 peserta dari pesantren untuk uji coba penggunaan web-tracking. Metode pelatihan yang diterapkan dalam PkM adalah menggunakan metode direct coaching. Pelatihan web-tracking dilakukan di 3 kota besar yakni Medan, Bandung dan Yogyakarta pada 4 – 25 Oktober 2022. Dari hasil implementasi pada 123 peserta pesantren yang diundang dalam kegiatan workshop, web-tracking ekopesantren berhasil digunakan dengan mudah dan bersifat user friendly. Data yang diberikan oleh pesantren dapat dimasukkan ke system web-tracking dengan mudah dan menghasilkan gambaran pemetaan penerapan 10 program lingkungan. Hasil pelatihan penggunaan web dengan metode direct coaching berdasarkan penilain umpan balik peserta adalah web-tracking mudah digunakan 89,4%, pertanyaan kuesioner self-assessment relevan dengan 10 program lingkungan 97,56%, self-assessment membantu pesantren dalam pemetaan program lingkungan 88,6%, penyampaian materi jelas 90,2%, dan acara diselenggarakan panitia dengan layanan yang baik 96,7%

    146

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SHARE Journal of Service Learning
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇