SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Imbal Jasa Lingkungan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Menjadi Produk Bernilai Lebih di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan
Pengelolaan Sumber Daya Alam berkelanjutan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat merupakan salah satu tantangan global dan membutuhkan soludi inovatif. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudakannya adalah dengan konsep imbal jasa lingkungan (Payment for Enviromental Service / PES), Implementasi PES dapat bervariasi, mulai dari skema lokal hingga internasional, dan mencakup berbagai jasa lingkungan seperti penyediaan air bersih, pemulihan ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, perbaikan unsur hara dan penyerapan karbon. Indonesia termasuk negara yang telah melakukan implementasi konsep Pembayaran Jasa Lingkungan, salah satunya yang telah dilakukan oleh PT. Tirta Investama Aqua Keboncandi berkolaborasi dengan Yayasan Sekola Konang Indonesia (YSKI) dalam rangka konservasi tanah dan air, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah program pendampingan pembuatan kompos untuk warga di kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, yang lokasinya berdekatan dengan pabrik Aqua Keboncandi. Kegiatan ini sejalan dan merupakan keberlanjutan dari program Taman Kehati Pabrik Aqua Keboncandi untuk kelestarian sumberdaya hayati dengan memanfaatkan sampah daun dan ranting di area Taman Kehati, kemudian diolah di rumah kompos dengan penambahan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dengan 75% peserta program melaporkan perubahan perilaku positif dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu juga diperoleh manfaat lingkungan berupa pengurangan limbah organik dan peningkatan kesuburan tanah; serta manfaat ekonomi dari pengurangan biaya produksi pertanian hingga 30% dan terciptanya sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Pupuk kompos yang telah dihasilkan tidak hanya dipergunakan sebagai pupuk untuk Taman Kehati, tetapi juga dimanfaatkan oleh kelompok tani di Winongan untuk budidaya padi ramah lingkungan dan sekolah dampingan program STOMATA
Edukasi Pelaporan Perpajakan Pekerja Gereja untuk Meningkatkan Kepatuhan Pajak
Terdapat kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam memahami kewajiban untuk mendaftarkan diri guna memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi orang pribadi yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan perpajakan. Kesenjangan ini menyebabkan tingkat ketidakpatuhan perpajakan yang tinggi, khususnya di kalangan pekerja gereja, yang sering kali belum sepenuhnya memahami tanggung jawab perpajakan mereka. Akibat dari ketidakpahaman ini adalah ketidakpatuhan yang berpotensi menimbulkan masalah hukum dan finansial di kemudian hari. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan para pekerja gereja dalam melaksanakan kewajiban pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Wajib Pajak Orang Pribadi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap edukasi yang terstruktur. Pada tahap pertama, pekerja gereja diberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar perpajakan, yang mencakup definisi, tujuan, serta manfaat pajak bagi pembangunan negara Indonesia. Selain itu, mereka juga dibekali dengan pengetahuan tentang kewajiban gereja atau organisasi pengelola gereja untuk melakukan pemotongan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk peran mereka sebagai pemotong pajak yang sah. Pada tahap kedua, para pekerja gereja mengikuti pelatihan praktis pengisian SPT 1770, yang difasilitasi oleh mahasiswa, dosen, dan praktisi perpajakan berpengalaman. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pekerja gereja dalam memahami berbagai aspek kewajiban perpajakan, serta peningkatan kemampuan mereka dalam melaksanakan kewajiban pelaporan SPT 1770 dengan benar
Peningkatan Kemampuan Literasi dan Pengembangan Karakter Anak Melalui Bercerita di Lembaga PAUD di Gang Dolly
Keterampilan literasi dan karakter merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang sangat diperlukan. Namun, pada faktanya kondisi literasi anak di Indonesia masih sangat rendah. Terkhusus di Surabaya, tingkat minat baca masyarakatnya ada di angka 64,7%. Namun, angka ini masih dirasa kurang dan belum tersebar di seluruh wilayah Surabaya. Khususnya di lingkungan yang kurang mendapatkan perhatian lebih mengenai hal ini. Seperti di lingkungan Gang Dolly Surabaya, masih didapati anak-anak usia dini yang tidak memiliki literasi bahasa dan karakter yang baik. Selain itu, tidak semua orang tua memiliki kesadaran akan pentingnya keterampilan ini untuk dimiliki anak mereka sejak dini. Melihat pentingnya melatih keterampilan literasi dan karakter sejak dini, maka diadakanlah program pengabdian masyarakat (PkM) yang dirancang dan dilakukan untuk menolong para orang tua dan juga anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan literasi dan karakter sejak dini. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan persiapan dengan melakukan riset mengenai pentingnya keterampilan literasi bahasa dan karakter anak sejak dini dan cara mengembangkannya. Setelah itu dilakukanya kegiatan survei dan percakapan dengan pihak PAUD dan Ketua RT di Gang Dolly. Setelah menemukan permasalahan dan usulan kegiatan, maka tim PkM melakukan persiapan kegiatan. Kegiatan pun akhirnya diadakan dua kali pertemuan yang berisikan materi mengenai pentingnya bercerita kepada anak-anak dan memperkenalkan cara praktis orang tua untuk nantinya dapat meningkatkan kemampuan literasi dan karakter anak. Kegiatan ini meliputi kegiatan parenting class dan kegiatan bersama anak-anak yaitu kegiatan bercerita, menggambar, dan juga melakukan aktivitas pendukung lainnya. Kegiatan ini dilakukan pada dua tempat yang berbeda di Gang Dolly Surabaya, yaitu PAUD Cahaya Bunda dan TK Hati Bapa. Selain memberikan materi dan kegiatan pada orang tua dan anak, program pengabdian masyarakat ini juga memberikan fasilitas penunjang literasi bahasa anak berupa pojok baca untuk kedua lembaga PAUD di sana. Setelah kegiatan berlangsung, tim melakukan evaluasi akan kegiatan tersebut kepada para peserta dan pengelola PAUD yang ada. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak kesadaran pada orang tua dan pendidik PAUD akan pentingnya keterampilan literasi dan karakter anak meningkat. Anak-anak juga mendapatkan exposure akan kegiatan yang mengembangkan keterampilan literasi yang menyenangkan
Membangun Entrepreneur Muda di Kalangan Siswa Melalui Pelatihan Ideasi dan Pitching
Dalam menghadapi perubahan yang cepat di era teknologi yang semakin ketat, pengembangan keterampilan kewirausahaan menjadi suatu keharusan. Era digitalisasi membawa peluang baru dan tantangan kompleks dalam dunia bisnis dimana hal tersebut menuntut inovasi sebagai kunci untuk mengatasi masalah yang muncul. Oleh karena itu, keterampilan kewirausahaan menjadi semakin penting, bukan hanya sebagai tambahan, melainkan sebagai kebutuhan esensial bagi individu untuk berhasil beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Acara pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kewirausahaan siswa di Sekolah Citra Berkat Surabaya. Pelatihan ini membahas tentang proses ideasi dan prototyping yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan ide bisnis inovatif. Metode pelaksanaan acara mencakup sesi edukasi, diskusi kelompok dengan bimbingan mentor, serta presentasi ide bisnis kepada tim dosen sebagai calon investor. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diberikan pemahaman teoritis tentang kewirausahaan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata. Mereka diajak untuk merancang dan mengembangkan ide bisnis mereka sendiri, dengan dukungan dan bimbingan dari mentor yang berpengalaman. Proses presentasi ide bisnis kepada tim dosen sebagai calon investor menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah keterampilan komunikasi mereka, serta menerima umpan balik yang konstruktif dari para profesional dalam bidangnya. Hasil positif ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan kewirausahaan di tingkat pendidikan menengah sebagai bekal siswa menghadapi tantangan bisnis di masa depan
Pelatihan Brand Awareness Bagi Pelaku UMKM Handycraft, Kecamatan Sukolilo
Brand awareness merupakan kemampuan mengukur sejauh mana pengetahuan tentang keberadaan suatu brand atau dapat dikatakan bahwa brand awareness sebagai kesanggupan seorang pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu brand sebagai bagian dari kategori produk tertentu dimana konsumen akan lebih cenderung memilih brand yang sudah dikenal dan mudah di dapat karena konsumen merasa sudah memahami, nyaman dan aman dengan brand tersebut. Pelaku usaha dapat menggunakan dan mempertahankan brand awareness sebagai sarana untuk memberikan informasi yang lebih detail dan mudah tersampaikan kepada para konsumen, disisi lain dengan adanya brand awareness dapat menjadi tolok ukur besar kecilnya suatu pangsa pasar usaha, salah satu bagian dari brand awareness yaitu packaging yang memiliki peran yang penting untuk kesuksesan suatu produk, packaging sebagai titik awal para konsumen ketika melihat suatu produk dan sebelum para konsumen memutuskan untuk membeli. Packaging merupakan suatu proses untuk melindungi dan menginformasikan orang-orang seputar produk yang dihasilkan oleh suatu brand. Packaging juga menjadi cerminan identitas dari sebuah brand yang ditunjukkan melalui produknya. Di samping itu, packaging juga membuat sebuah produk lebih marketable, aman, dan tetap bersih hingga sampai di tangan konsumen. Hasil dari pelatihan berupa pemberian materi pentingnya brand awareness menjadikan para ibu-ibu pelaku handycraft khususnya kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya merasa dan memahami akan banyaknya manfaat dari pelatihan. Para ibu-ibu semangat dengan mempraktikkan secara langsung bagaimana memilah packaging yang sesuai dengan produk yang di hasilkan terutama terkait ukuran produk dengan ukuran packaging dan mencari nama akan merk (labelling). Senuah kombinasi yang membuat handycraft untuk asesoris (bross kerudung), connector masker, jenis huruf, warna dan ukuran dari merk. Hal menarik dari pelatihan ini menjadikan ibu-ibu pelaku UMKM handycraft lebih mengenal dan memanfaatkan lebih jauh bahwa inovasi yang berupa pemberian brand dan packaging suatu hal yang perlu di perhatikan karena hal ini menjadi daya tarik pembeli ketika pertama kali melihat produk, tetapi tidak mengesampingkan adanya kualitas
Penerapan Konsep Circular Economy melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Lingkungan
Penerapan teori Circular Economy dalam pembuatan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah ini dilaksanakan untuk menganalisis konsep Circular Economypada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Cikarang. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk mengimplementasi-kan teori konsep Circular Economy pada pelaku UMKM. Pada aktifitas kegiatan ilmiah ini para pelaku UMKM diberikan pengenalan akan Circular Economy melalui pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan, yaitu sabun. Aktifitas ini mencakup aspek-aspek penting dari teknik pembuatan sabun, penggunaan bahan tambahan yang aman, dan manfaat lingkungan dari pemanfaatan kembali minyak jelantah yang biasanya dibuang. Hasil dari aktifitas ini peserta mendapatkan pengetahuan praktis dan pengalaman langsung dalam mengubah limbah menjadi produk yang dapat dipasarkan dan dari kegiatan ini pelaku UMKM menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pemahaman peserta mengenai pengolahan limbah. Pelaku berhasil memproduksi sabun berkualitas tinggi yang memiliki potensi untuk didistribusikan secara komersial. Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga menyediakan sumber pendapatan tambahan bagi UMKM di Cikarang. Keberhasilan pelatihan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan praktik Circular Economy dalam bisnis lokal, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan mempromosikan pengelolaan lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan limbah secara efektif, UMKM dapat berkontribusi pada ekonomi yang lebih berkelanjutan dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan stabilitas keuangan
Pendampingan Kesehatan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu-Ibu Kader Kesehatan Gisikcemandi Sidoarjo
Kader Kesehatan Desa Gisikcemandi Sidoarjo terdiri dari ibu-ibu baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga. Aktivitas keseharian mitra mayoritas berkaitan dengan pekerjaan di daerah pesisir misalnya mencabut duri, mengupas kerang, berjualan, menjemur ikan, membersihkan ikan. Di mana pekerjaan mitra merupakan aktivitas yang sering mempergunakan pergerakan pada tulang belakang. Beberapa mitra mengeluhkan adanya nyeri punggung bawah karena berbagai alasan capek, salah posisi saat tidur, salah posisi saat mengangkat barang yang lainnya tidak mengetahui penyebab terjadinya nyeri punggung bawah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan Keterampilan mitra dalam mencegah dan mengatasi nyeri punggung bawah dengan menggunakan William’s Flexion Exercises dan penggunaan alat kesehatan infra merah. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi berlangsung dengan lancar, mitra sangat memperhatikan penjelasan yang diberikan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terjadi perubahan perilaku peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan keterampilan William’s Flexion Exercise dengan 65%. Terdapat kenaikan 12,25% kemampuan mitra dalam menggunakan alat kesehatan infra merah untuk pencegahan dan penatalaksanaan nyeri punggung bawah. Perubahan perilaku dapat terjadi bila dilakukan kerjasama yang berkelanjutan antara tim pengabdian masyarakat dengan mitra
Storytelling untuk Pembelajaran Keuangan Sejak Usia Dini
Storytelling pada anak usia dini melalui dongeng merupakan salah satu teknik pembelajaran yang dapat menggugah minat anak-anak. Karakter pemeran dalam dongeng dapat diceritakan dengan lebih menarik melalui intonasi suara dan gerakan untuk menggugah imajinasi anak-anak sehingga dapat lebih mudah dipahami. Permasalahnya, anak usia dini sulit memahami pengetahuan keuangan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan dan meningkatkan literasi keuangan pada anak usia dini melalui storytelling untuk menanamkan pendidikan karakter. Secara tidak langsung, dongeng dapat membentuk tabiat, sikap serta perilaku anak-anak salah satunya perilaku keuangan. Literasi keuangan yang disampaikan terkait kegiatan menabung serta menanamkan kata-kata penting tentang keuangan seperti hemat dan boros. Metode pelaksanaan dimulai dari pendataan sekolah yang diajak kolaborasi, mempersiapkan materi dan media pembelajaran sesuai karakteristik sekolah serta melakukan evaluasi akhir kegiatan. Media pembelajaran menggunakan cerita dongeng, boneka peraga, dan games. Kegiatan ini dilakukan lebih kurang satu semester pada tiap bulan sesuai jadwal yang ditentukan di sepuluh sekolah Taman Kanak-Kanak di Surabaya. Mahasiswa dan dosen turut berkolaborasi sebagai pemain karakter dalam dongeng yang diceritakan di kelas. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan anak-anak antusias mengikuti aktivitas kelas saat sesi dongeng, merasa menjadi tokoh penting dalam dongeng sehingga ingin bertindak sesuai tokoh yang diperankan dengan membagikan atau menerapkan hal-hal baik pada teman dan keluarga. Anak-anak juga antusias bercerita kembali pada orang tua tentang kegiatan yang dilakukan saat sesi dongeng. Secara tidak langsung, orang tua turut dilibatkan untuk ikut membimbing anaknya terkait pembentukan karakter dan pengetahuan keuangan sejak usia dini. Pada akhirnya, kegiatan ini memberikan manfaat pada anak-anak di sekolah Taman Kanak-Kanak, dosen dan mahasiswa yang berkolaboasi untuk mengenalkan dan menanamkan pemahaman literasi keuangan sejak dini sehingga terbentuk generasi bijak keuangan
Peningkatan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Siswa-Siswi Sekolah Luar Biasa Sidoarjo
Pendidikan Teknologi dan Informasi merupakan kebutuhan penting pada era modern saat ini yang mana siswa-siswi dituntut untuk mempelajari bidang teknologi sebagai penguatan masa depan. Kegiatan peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi untuk siswa siswi sekolah luar biasa ini mengajarkan untuk memahami tools pada computer. Tools perangkat lunak sangat penting untuk memfasilitasi berbagai tugas dan aktivitas yang dilakukan komputer. sistem operasi seperti Windows yang membantu menjalankan tugas dasar komputer hingga aplikasi produktivitas seperti Microsoft Office, Google Workspace, dan sebagainya. Selain itu keterampilan untuk membantu dalam produksi desain grafis dan multimedia, serta pengolahan data dan kolaborasi. Selain itu, program pengolahan gambar seperti Photoshop, Illustrator dan canva memungkinkan pengguna membuat karya seni digital yang sangat rinci. Secara keseluruhan, alat perangkat lunak ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kreatifitas pengguna komputer kontemporer. Tidak hanya perangkat lunak namun keterampilan perangkat keras juga dibutuhkan dalam peningkatan IT seperti memahami monitor, cpu, keyboard dan sebagainya. Motivasi dari kegiatan ini adalah ingin memberikan peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi dengan memberikan praktik secara ofline untuk siswa -siswi Sekolah Luar biasa (SLB) tingkat SMA agar mereka mendapatkan bekal skill mengoprasikan komputer. Tahapan program pengabdian masyarakat ini adalah melakukan perencanaan yang mana Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikosa-AWS berkerjasama dengan BPSDMP Kominfo Surabaya terkait fasilitas – fasilitas yang diberikan siswa-siswi SLB, selanjutnya pemilihan instruktur dan asisten instruktur dalam pengajarannya, kemudian pelaksanaan kegiatan serta evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat dapat diketahui dari respon guru-guru Sekolah Luar Biasa Sidoarjo mengapresiasi Stikosa-AWS dan BPSDMP Kominfo Surabaya dengan memberikan fasilitas serta pelatihan untuk siswa-siswinya. Kemudian peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi siswa -siwi menjandi meningkat dari hasil proyek selama pembelajaran sehingga mereka dapat mengoprasikan komputer dengan baik