SHARE Journal of Service Learning
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KUALITAS PAKAN, TEKNIK PERAWATAN DAN MANAJEMEN USAHA PETERNAKAN KAMBING PE DI DESA MOROWUDI KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK
Keberhasilan wirausaha peternakan kambing Etawah adalah pemilihan bibit, pemberian pakan berkualitas dan manajemen kesehatan ternak. Hasil samping pengelolaan susu dan kotoran dapat meningkatkan nilai ekonomis. PKM ini bertujuan membantu peternak mitra (Bapak Solikan) di Desa Morowudi, Cerme, Gresik yang memiliki 214 ekor kambing Etawah. Masalah yang dihadapi mitra adalah : Ketersediaan pakan berkualitas terutama saat kemarau, tingkat mortalitas anak dan induk kambing tinggi, pengetahuan pengelolaan susu dan feses, manajemen wirausaha dan pemasaran belum dikuasai. Keterbatasan pengetahuan peternak menyebabkan masalah tidak terselesaikan dengan baik. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan pembuatan pakan berkualitas dan murah, penanganan induk dan anak pasca kelahiran, teknik pengelolaan susu dan feses, serta manajemen asset dan pemasaran. Hasil pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peternak menyediakan pakan yang difermentasi dengan MC-4, mudah dan murah dengan kualitas lebih baik, palabilitas tinggi, daya simpan pakan lebih lama dibanding pakan sebelumnya yang mencampur hijauan/jerami dengan ampas tahu, difermentasi 4 jam sehingga cepat busuk karena basah sehingga mudah busuk dan menyebabkan ternak kembung apabila tidak segera dikonsumsi. Hasil pelatihan penanganan induk dan anak pasca kelahiran, pengelolaan susu dan feses, serta manajemen asset dan pemasaran dapat dimengerti dengan baik dan mudah oleh peternak mitra sehingga dalam jangka panjang akan menekan mortalitas anak dan induk. Kata Kunci: Ternak, Etawa, pakan, perawatan, wirausaha AbstractThe success of Etawah goat farming bussines influenced by the selection of broodstock, feeding and livestock health management. The aims ofpeople service programe (PKM) to help partner of goat farmers (Mr. Solikan) in Morowudi Village, Cerme, Gresik who have 214 heads of Etawah goats. The Unavailability of high quality of fodder forage especially during dry season, and high mortality of lamb and adult goat female are major problem that faced by partners goat farmer. In addition, partner goat farmer also have problems in milk and feces processing techniques, bussines management and marketing of livestock products. The limited knowledge and skill of fermentation and feed technology, bussines management and marketing techniques have caused these problems not resolved by the partner farmers. The method of carrying outactivities in the form of training in making quality and inexpensive feed, handling mother and child after birth, milk and feces management technique, and asset management and marketing. The result of this service can increase the knowledge of breeders providing fermented feed with MC-4, easy and inexpensive with better quality, high palability, longer shelf life of feed compared to previous feeds that mix forage/straw with tofu pulp, fermented 4 hours so that it decays quickly because it is wet soit easily rot and cause cattle to bloat if not consumed immediately. The results of training in handling post-natal mother and child, management of milk and feces, as well as asset management and marketing can be understood well and easily by partner farmers so that in the long run it will reduce the mortality of children and mother. Key word : Livestock, Etawah, feeding, handling, enterpreneu
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MEMAHAMI KOMUNIKASI PEMASARAN PADA MEDIA ONLINE (KONSEP E-COMMERCE) DI GPDI SEJAHTERA JUNREJO BATU MALANG
Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertemakan pemberdayaan perempuan dalam memahami komunikasi pemasaran pada media online (konsep e-commerce) di GPDI Sejahtera Junrejo Batu Malang adalah dalam rangka perwujudan tanggung jawab pendidik pada masyarakat selaku stakeholder. Tujuan kegiatan ini adalah Persekutuan Perempuan di GPDI Sejahtera Batu Malang terbentuk ketrampilan melek informasi, mampu mengelola informasi serta memahami komunikasi pemasaran dalam bentuk shopping online sebagai konsep e-commerce. Sasaran kegiatan ini adalah perempuan gereja yang terwadahi oleh Persekutuan Perempuan (PKP) di GPDI Sejahtera Junrejo Batu Malang sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan adalah pelatihan media informasi dan komunikasi pemasaran, serta edukasi terkait e-commerce dalam konsep shopping online. Waktu pelaksanaan kegiatan dalam kurun waktu satu tahun. Indikator keberhasilan ibu-ibu memiliki pemahaman mengenai komunikasi pemasaran, pemahaman terkait e-commerce serta bisnis shopping online. Adapun output kegiatan ini adalah publikasi/artikel dalam jurnal pengabdian masyarakat
PENGEMBANGAN DESAIN INTERIOR RUMAH KREATIF BATIK PUTAT JAYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT EKS LOKALISASI DOLLY
Kelurahan Putat Jaya, Surabaya merupakan kawasan Eks-Lokalisasi Dolly. Kawasan tersebut dikenal dengan masa lalunya yang banyak dilakukan praktek prostitusi, hingga dicatat sebagai kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Guna memperbaiki pandangan tersebut, maka pemerintah mulai menjalankan beberapa program untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat di kawasan Dolly dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Rumah Kreatif Batik Putat Jaya merupakan salah satu wadah dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Putat Jaya. Wadah ini juga berguna untuk melestarikan budaya Batik sebagai bukti pengabdian masyarakat kepada Indonesia. Paper ini membahas mengenai proyek pengabdian untuk pengembangan lokasi Rumah Batik Putat Jaya. Kegiatan ini dilakukan oleh 5 orang Mahasiswa, dan dibimbing oleh satu Dosen dari Program Studi Interior Universitas Kristen Petra. Proyek ini dijalankan melalui lima tahap Design Thinking menurut Stanford, yaitu emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Proyek pengabdian ini menghasilkan desain yang dapat meningkatkan daya tarik masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk lebih mengenal budaya batik.Putat Jaya Village, Surabaya is a Dolly Ex-Localization area. The area is known for its past which is widely practiced prostitution, to be recorded as the largest localization area in Southeast Asia. To improve this view, the government began to run several programs to improve the quality of life of the people in the Dolly region by providing them with jobs. Batik Putat Jaya Creative House is one of the institutions of the government to improve the quality of life of the Putat Jaya Kelurahan community. This container is also useful for preserving Batik culture as evidence of community service to Indonesia. This paper discusses the community service project for the development of the Putat Jaya Batik House location. This activity was carried out by 5 students, and was guided by a Lecturer from the Interior Study Program of Petra Christian University. The project is run through five stages of Design Thinking, namely emphatize, define, ideate, prototype, and test. This service project produces a design that can increase the appeal of the people of Surabaya and surrounding areas to get to know the culture of batik
CSR BERBASIS KOMUNIKASI PUBLIC RELATIONS UNTUK PEMBERDAYAAN KOMUNITAS TEGALSARI
Corporate Social responsibility (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) dipandang sebagai puncak tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat. Di rana public relations, praktsi bertugas untuk menciptakan dan melaksanakan inisiatif CSR. Sebagai sebuah latihan untuk ketrampilan PR, mahasiswa Ilmu Komunikasi UK Petra bekerjasama dengan Habitat for Humanity, menciptakan inisiatif CSR. Lokasi pelaksanaan adalah kecamatan Tegalsari Surabaya. Para mahasiswa menyasar penduduk di sana, secara khusus anak sekolah dasar, pemuda dan ibu-ibu rumah tangga. Tema program mereka bervariasi yaitu kesehatan, lingkungan sehat, teknologi berbasis internet dan identitas kampung. Program berjalan selama 6 minggu, dan pada saat itu mahasiswa bergabung dengan penduduk kampung dan mengerjakan program mereka sesuai sasaran masing-masing kelompo
PENGEMBANGAN PAUD MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN & KREATIVITAS DI KELURAHAN SIWALANKERTO, KECAMATAN WONOCOLO, SURABAYA
Para guru (bunda) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diharapkan memiliki kemampuan untuk membuat seorang anak nyaman di PAUD, mampu memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan kecerdasan si anak serta dapat mengembangkan metode dan media belajar untuk anak usia dini secara tepat dan efisien. Stimulus yang diberikan bunda PAUD melalui kegiatan bermain sambil belajar, membuat anak dapat menyerap ilmu dan mengembangkan potensinya, sehingga memiliki kualitas yang bagus, cerdas berkarakter, berani, kreatif berkepribadian dan berakhlak mulia, untuk akhirnya siap menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Disinilah letak penting peran bunda PAUD dalam membimbing anak didiknya guna mengembangkan potensi yang dimiliki si anak dengan memanfaatkan momentum masa keemasan perkembangan otaknya dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki para bunda PAUD serta melatih motoric dan sensorik anak usia dini. Untuk menjawab kebutuhan inilah, Program studi Desain Interior Universitas Kristen Petra mengadakan kegiatan pelatihan keterampilan membuat art & craft tangan dan elemen desain interior melalui kegiatan abdimas (Pengabdian Masyarakat) dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi bunda-bunda PAUD di Kelurahan Siwalankerto, Surabaya. Pada pelaksanaan kegiatan Abdimas ini, subyek pelatihan dilatih untuk mampu mengembangkan ketrampilan dan kreatifitas bunda PAUD dalam membuat beberapa produk dengan memanfaatkan material yang mudah ditemukan dan ekonomis di lingkungan sekitar. Hasil produk ketrampilan bunda PAUD ini dapat digunakan untuk pengembangan desain interior ruang PAUD di Siwalankerto, Surabay
PEMETAAN KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU SINODE GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA
Pemetaan kebutuhan untuk mengembangkan MIS terpadu untuk gereja-gereja Kristen Jawa merupakan langkah berikut setelah penyusunan perencanaan strategis. Pemetaan ini bertujuan untuk mendapatkan profil gereja. Profil ini terdiri dari sumber daya manusia, infrastruktur yang didukung untuk TI, teknologi informasi terapan. Teknik elisitasi data yang digunakan adalah FGD dan kuesioner. Kuisioner online memiliki respons rendah karena kesenjangan teknologi dan ketidakbiasaan. Kuesioner berbasis kertas dikirim untuk menjangkau sebagian besar gereja. Sementara gereja-gereja menyelesaikan dan mengirimkan kembali kuesioner, tim memutuskan untuk mulai bekerja pada sistem informasi untuk Sinode dengan menjadwalkan FGD untuk elisitasi persyaratan. Tim belajar bahwa karakteristik organisasi memainkan peran penting dalam mengembangkan SIM terintegrasi.Requirement mapping for developing integrated MIS for Javanese Christian churches is the next step after composing the strategic planning. The mapping is aimed to get the profile of churches. The profile comprises human resources, supported infrastructure for IT, applied information technology. Data elicitation technique used was FGD and questionnaire. The online questionnaire had low responses due to the technology gap and unfamiliarity. Paper based questionnaire was sent to reach most of the churches. While the churches completing and sending back the questionnaires, the team decided to start working on the information system for Synod by scheduling a FGD for requirement elicitation. The team learned that the characteristic of the organization played a significant role in developing the integrated MIS.
REDESAIN ALAT PENCACAH PAKAN PADA PETERNAKAN UD. MUJUR DESA GAYAMAN, MOJOANYAR, KAB. MOJOKERTO
Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang sedang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Mesin UNTAG Surabaya adalah redesain dari alat pencacah pakan pada peternakan sapi UD. Mujur, Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Ada tiga permasalahan utama yang ditemukan. Permasalahan pertama adalah mesin pencacah tidak mampu mencacah bahan pakan secara maksimal karena desain alat pencacah yang kurang ergonomis. Sehingga solusinya adalah dengan meredesain alat pencacah, terutama pada komponen pisau pencacah pakan. Permasalahan kedua adalah terdapat beberapa komponen pada mesin yang rusak dan harus diganti, sehingga solusinya dengan mengganti komponen penyaring dan v-belt. Penyaring yang terdahulu terlalu kecil ukurannya sehingga hasil cacahan sulit keluar, membuat terperangkap di dalam mesin. V-belt yang terdahulu sudah terlalu kendor sehingga tidak bisa memutar mesin pencacah dengan maksimal. Permasalahan ketiga yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan pekerja tentang mesin pencacah pakan. Solusinya, diadakan diskusi dan penyuluhan untuk mengedukasi para pekerja tentang seluk beluk mesin pencacah pakan, mulai dari prinsip kerjanya hingga perawatan mesinnya. Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar, membuat produktivitas peternakan meningkat, terutama pada sektor penyediaan pakan dan manajemen pemberian pakan.One of the community service program that has been developed by department of mechanical engineering UNTAG Surabaya is the redesign of chopper machine for cattle fodder in the farm of UD. Mujur, Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto. There were three problems found in the farm. The first one was the chopper machine cannot maximally chop the cattle fodder because of the design of the chopper component. Hence, the solution was to redesign the chopper component and the machine blade. The second problem was there were components that are damaged and should be replaced. The solution was to replace those components; filter and v-belt. The filter before had too small mesh so that the feed ingredient could not come out the machine. The new filter has the bigger mesh so that feed ingredient could come out the machine. The v-belt was replaced because the old one was too saggy so that the machine could not rotate clearly. The last problem was the workers’ knowledge and skills to operate the chopper machine was minimum. We created a group discussion and counseling to educate the workers about the chopper machine; the principle of work and the machine maintenance. Overall, the program succeed. It increased the productivity of the farm, especially in the cow feed and cattle fodder management
PELATIHAN GOOGLE SUITE TERHADAP DEWAN PAROKI KLATEN DAN PENGUKURAN TINGKAT PENERIMAAN TEKNOLOGINYA
Mempersiapkan daya saing masyarakat dalam industri era 4,0 dari generasi imigran digital memiliki tantangan tersendiri. Dewan Paroki Santa Maria Assumpta Klaten adalah contoh dari sebuah komunitas yang sebagian besar diisi oleh orang yang lahir sebelum generasi Milenium, atau sebelum 1980. Tugas kerja dan pelayanan dewan paroki sendiri memerlukan banyak bantuan teknologi dalam mempersiapkan, mengelola dan melaporkan program pastoral. Google Suite dipilih sebagai teknologi yang diharapkan dapat membantu pekerjaan dewan paroki. Pelatihan Google Suite disediakan dalam empat sesi, masing-masing berfokus pada pembuatan akun, penyimpanan data dan manajemen file, kolaborasi pengeditan file, koordinasi acara bersama, dan pembuatan formulir online. Pada akhir pelatihan, kuesioner dikerahkan untuk mengukur tingkat penerimaan teknologi. Dari perhitungan yang dibuat, disimpulkan bahwa Dewan Paroki Santa Maria Assumpta Klaten memiliki niat baik untuk belajar Google suite dan menganggap bahwa aplikasi ini bermanfaat untuk kegiatan pelayanan gerejawi mereka.Preparing competitiveness in the Industry 4.0 era towards the people from digital immigrant generation has its own challenges. The Parish Council of Santa Maria Assumpta Klaten is an example of a community that is mostly filled by people born before the millennial generation, or before 1980. The work and service assignments of the Parish Council itself require a lot of technological assistance in preparing, managing and reporting pastoral programs. Google Suite was chosen as a technology that is expected to help the work of the Parish Council. Google Suite training is provided in four sessions, each of which focuses on account creation, cloud storage and file management, file editing collaboration, coordination of shared events, and online form creation. At the end of the training, a questionnaire was deployed to measure the level of acceptance of the technology. From the calculations made, it was concluded that the Parish Council of Santa Maria Assumpta Klaten had good intentions to study Google Suite and considered that this application was beneficial for their ecclesiastical service activities
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK UKM KERAJINAN KULIT KERANG DI KENJERAN KOTA SURABAYA
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan terhadap UMKM mitra di bidang Pengrajin dari bahan kulit kerang di Kenjeran Kota Surabaya. UMKM ini memiliki jumlah karyawan sebanyak 5 orang, kegiatan yang dilakukan adalah menjual bahan kulit kerang yang sudah di poles, membuat pigura, tempat tisu dan kerajinan lainnya. Selama ini mereka berproduksi dengan peralatan yang ada namun sudah pada rusak untuk itu kualitas maupun kuantitas produk yang dihasilkan kurang maksimal, Untuk itulah Program Kegiatan Pengabdian masyarakat ini lakukan dengan memberikan pelatihan di bidang pengembangan produk, pengadaan peralatan berupa 1 (satu) unit gergaji triplek dan 1 (satu) unit mesin bor untuk kerang. Setelah mesin di berikan maka di lakukan pelatihan penggunaannya, disamping itu juga dilakukan Pelatihan di bidang peningkatan kualitas produk, pengelolaan usaha, pemasaran dan pembukuan keuangan. Dan hasilnya adalah mitra mampu mengelola usaha dengan efisien dan efektif, mereka juga mampu memasarkan produk serta memiliki pembukuan keuangan yang semula belum ada catatan keuangan sama sekali.This community service activity was carried out on partner SMEs in the field of Crafts from shells in Kenjeran, Surabaya. This UMKM has 5 employees, the activities being carried out are selling shells that have been polished, making frames, tissue boxes and other handicrafts. During this time they produce with existing equipment but it is already broken for that the quality and quantity of products produced is less than optimal. 1 (one) drilling machine unit for shells. After the machine is given, training on its use is carried out, besides that it also conducts training in the areas of product quality improvement, business management, marketing and financial accounting. And the result is that partners are able to manage their businesses efficiently and effectively, they are also able to market their products and have financial records that originally had no financial records at all
PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PELAKU USAHA KECIL DAN MENENGAH DI DESA KARANGKUTEN KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO
Guna mempermudah dalam melakukan penghitungan pajak dan pelaporannya secara self assesment maka pelaku UMKM perlu melakukan penyusunan pelaporan fiskal. Dalam penyusunan pelaporan fiskal didasarkan atas pelaporan keuangan komersial yang disesuaikan dengan peraturan perpajakan. Bagi pelaku UMKM dapat menggunakan dasar Standar Akuntansi Keuangan Untitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) yang telah dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Desa Karang Kuten Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto merupakan desa yang memiliki banyak potensi dan UMKM. Pada desa ini ditemukan bahwa pelaku UMKM masih banyak yang belum memiliki pemahaman mengenai pajak terutama belum memahami perhitungan pajak yang harus dibayar serta belum memahami pembuatan pelaporan pajak. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, maka tim dosen memberikan solusi atas permasalahan yang ditemukan antara lain memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhanan guna membantu pelaku UMKM. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini pertama sosialisasi, kedua pelatihan dan ketiga pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelaku UMKM telah mampu untuk menyusun laporan keuangan untuk mengetahui jumlah omzet, pelaku UMKM telah mampu menghitung pajak penghasinal final dan menyusunan laoran fiskal sebagai dasar penghitungan pajak penghasilan kepada pengusaha UMKM di Desa Karang Kuten Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran untuk menjalankan kewajibannya dalam membayar pajak.In order to make it easier to do tax calculation and self-assessment reporting, MSME actors need to prepare fiscal reporting. In the preparation of fiscal reporting based on commercial financial reporting adjusted to tax regulations. MSMEs can use the basis of the Financial Accounting Standards without Public Accountability (SAK-ETAP) that has been made by the Indonesian Institute of Accountants. Karang Kuten Village Gondang District Mojokerto Regency is a village that has a lot of potential and MSMEs. In this village, it was found that there were still many SMEs who did not have an understanding of taxes, especially not understanding the calculation of taxes to be paid and did not understand making tax reporting. Based on the problems faced by SMEs, the lecturer team provides solutions to the problems found, among others, providing training in preparing financial statements to help MSME entrepreneurs. The method used in this community service activity is firstly socializing, secondly training and thirdly mentoring. The results of community service activities are that MSMEs have been able to compile financial reports to find out the turnover, MSMEs have been able to calculate the final criminal tax and compile a fiscal report as a basis for calculating income tax for MSME entrepreneurs in Karang Kuten Village, Gondang District, Mojokerto Regency. By carrying out this service activity, it can increase awareness to carry out its obligations in paying taxes